
"Doktrin yang dimaksud adalah pemerataan sumberdaya, bahkan secara spesifik hanya orang-orang yang memiliki kekuatan jiwa lah yang pantas hidup dan mengendalikan peradaban" jawab Patriark Bao Xiong dengan serius.
"Sungguh mengerikan paham yang mereka jalani. Lalu apa tindakan Sekte?" tanya Li Yuan.
"Aku dan kamu adalah pembudidaya elemen jiwa. Tentu hanya orang seperti kita yang dapat mendeteksi keberadaan orang-orang Aula Jiwa" jawab Patriark Bao Xiong dengan tak berdaya.
Memang benar, kekuatan jiwa memiliki pengaruh sangat besar dalam mempengaruhi orang lain untuk mengambil keputusan atau berbuat apapun.
"Memanipulasi dirinya menjadi bentuk lain juga merupakan keahlian dari orang-orang Aula Jiwa" tambah Patriark Bao Xiong.
"Ada keahlian seperti itu juga?" tanya Li Yuan sedikit terkejut.
"Ya, mereka bisa mengubah bentuk. Seorang pria bisa merubah bentuknya menjadi wanita, bahkan menjadi bentuk lainnya. Keahlian seperti itu hanya bisa dipatahkan oleh dirimu dan diriku. Tidak banyak orang yang memiliki karakteristik jiwa yang memiliki pemahaman lurus. Aku beruntung berada di Sekte, bakatku tidak terekspos keluar, aku bisa menjaga Sekte Laohu ini dari dalam" ucap Ketua Sekte dengan ekspresi sedikit lebih tenang.
"Baiklah Ketua, aku akan menyelidiki masalah ini saat di luar. Hari ini aku mohon izin hendak bertemu keluargaku. Kebetulan aku juga akan mengajak Li Tong dan Fan Chi" kata Li Yuan sambil meminta persetujuan Ketua Sekte.
"Apakah kau akan mengajak Naga Bumi bersamamu juga?" tanya Patriark Bao Xiong.
"Iya betul, aku berencana ingin membiasakan Li Jieru dengan keramaian" jawab Li Yuan.
"Baiklah jika begitu, aku berharap kalian selalu berbahagia saat bertemu dengan keluarga kalian" ujar Ketua Sekte.
"Jika demikian, aku mohon pamit" ucap Li Yuan dengan hormat.
Setelah beranjak dari kediaman Ketua Sekte, Li Yuan segera kembali ke kediamannya di Paviliun Bao Zi.
"Jieru, apakah kau mau ikut menemaniku ke Kota Qinghai? Aku ingin memperkenalkan dirimu secara langsung kepada keluargaku" ajak Li Yuan dengan bersemangat.
"Tentu saja aku akan mengikuti mu tuan" jawab Li Jieru sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, sebentar lagi kita akan berangkat. Li Tong dan Fan Chi sepertinya sudah bersiap" ujar Li Yuan.
Di Kota Qinghai saat ini tengah sibuk dengan aktivitas ribuan orang yang tersebar di beberapa titik. Mereka rata-rata adalah penduduk asli yang ingin merayakan hari jadi Provinsi Naga Biru.
Sebagai Gubernur Provinsi, Fang Jing nampak sibuk menyiapkan Kota Qinghai sebagai pusat kegiatan. Begitu juga orang-orang dari Klan Li, mereka menjadikan peristiwa ini untuk menambah pundi-pundi mereka melalui ramainya penginapan dan rumah makan.
Saat ini di rumah makan Bunga Sutera, tempat dimana Fang Yin menjalankan bisnisnya. Terlihat ia sedang serius berbicara dengan seorang pelayan wanita yang biasa melayaninya, ia adalah Lin Zhui.
"Nona, ada berita menarik datang dari Sekte Laohu. Kemarin putra Patriark Li Dan sudah kembali ke Sekte setelah satu tahun tiada kabar" ucap Lin Zhui memberi laporan.
"Oh, sepertinya dia sudah mendengar rencana perkenalan kami" jawab Fang Yin dengan senyum datar.
"Selain itu, dia kembali dengan seorang wanita muda" ucap Lin Zhui.
"Baguslah jika begitu, aku jadi bisa memiliki alasan untuk menolak perkenalan" ujar Fang Yin dengan senang.
Melihat reaksi dari Fang Yin, pelayan wanita tersebut tidak mengatakan apa-apa lagi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kereta kuda tersebut tiba di kediaman Klan Li yang baru. Li Yuan menatap penuh takjub atas prestasi yang diraih oleh ayahnya. Setelah di Kota Huanxie, kini keberadaan Klan Li di Ibukota benar-benar sangat luar biasa.
Sepintas bangunan yang menyerupai manor mewah ini mirip desain tempat tinggal Keluarga Yue. Hanya saja lebih luas, Klan Li sepertinya mengumpulkan anggota utamanya di tempat ini.
Di bagian pintu masuk, Li Yuan dapat memperhatikan orang-orang dengan kekuatan Pendekar Raja yang berjaga. Semua rata, tidak terdapat seorang pun yang berada pada Pendekar Bumi.
"Tetua Mo Cau benar-benar telah bekerja keras" gumam Li Yuan pelan.
Beberapa orang penjaga yang masih mengenali Li Yuan segera memberikan hormat dan membungkukkan badan. Li Yuan membalasnya sambil tersenyum dan mengangguk ringan.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di bangunan utama. Li Baojia dan Tetua Mo Cau telah berdiri menyambut kedatangan Li Yuan.
__ADS_1
Melihat wanita cantik yang berada di belakang Li Yuan, membuat Li Baojia gemetar ketakutan. Instingnya jelas bekerja dengan baik, ia tidak bisa menyinggung sosok wanita tersebut.
Li Baojia adalah jelmaan hewan spiritual Harimau Emas, namun di hadapan sosok Naga Bumi ia bukanlah apa-apa.
"Selamat datang tuan muda" ucap Li Baojia dan Tetua Mo Cau.
"Terimakasih, kalian sudah menjaga keluargaku dengan baik" ucap Li Yuan dengan senyum puas.
"Siapa namamu?" tanya Li Jieru kepada Li Baojia.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Li Baojia semakin gemetar. Tetua Mo Cau yang berada di sebelahnya menjadi heran. Jelas ia mengetahui jika Li Baojia memiliki ranah kultivasi Dewa Bumi. Di seluruh Provinsi Naga Biru, ia sejajar dengan Ketua Sekte Laohu. Namun di hadapan wanita cantik tersebut, ia seperti anak kecil.
"Na.. Nama saya aa.. adalah Li Baojia nona" jawab Li Baojia dengan terbata-bata.
"Lemah sekali" ucap Li Jieru.
Mendengar perkataan Li Jieru, dahi Li Baojia mengalir keringat dingin. Tekanan hewan mitologi bukalah sesuatu yang bisa ia hadapi dengan mudah.
"Sudah, kamu jangan menakutinya. Kelak kalian akan sering saling berhubungan" ucap Li Yuan kepada dua orang pengikutnya.
"Baik tuan muda" ucap keduanya dengan kompak.
Menyaksikan hal ini, Tetua Mo Cau menjadi heran kembali. Dalam hal ini ia bisa menilai jika wanita yang bersamanya adalah pengikut Li Yuan yang baru. Namun ia sendiri tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan dari wanita muda tersebut.
"Di mana kedua orang tuaku?" tanya Li Yuan kepada Li Baojia.
"Mereka semua ada di ruang makan, kebetulan mereka juga sedang membicarakan tuan muda" ungkap Li Baojia dengan sopan.
"Baiklah ajak aku kesana. Bangunan ini masih asing bagiku" ucap Li Yuan.
__ADS_1
"Mari ikuti aku tuan muda" ajak Li Baojia dengan hormat.
Li Yuan dan Li Tong mengikuti dari belakang. Sementara Fan Chin berjalan di sebelah Li Tong. Ada tatapan ketakjuban di hati Fan Chi, ia tidak menduga jika Li Yuan yang ia kenal sederhana merupakan putra bangsawan Klan Li. Namun ia bersyukur bisa bersama Li Tong yang juga merupakan bagian dari Klan Li, pria pilihannya juga tidak sombong dan sangat menyayanginya dengan tulus.