
Setelah mendengar penjelasan dari gurunya, kini pemahaman Li Yuan tentang Aula Jiwa menjadi semakin luas. Ia tidak mengira jika Aula Jiwa berhubungan dengan Dewa Kegelapan yang belum ia ketahui tentang keberadaannya.
"Aku akan pamit sekarang, kamu berhati-hatilah. Ini adalah kitab yang ditinggalkan oleh sang penguasa Alam Langit beberapa ribu tahun yang lalu" ucap Yuan Zang sambil mengeluarkan sebuah kitab yang tampak kuno dari cincin penyimpanannya.
Setelah menerima kitab pemberian dari gurunya, Li Yuan berkata.
"Terimakasih atas semua penjelasan dari guru" ucap Li Yuan sambil membungkukkan badannya.
Sebelum Li Yuan mengangkat badannya kembali, sosok Yuan Zang sudah menghilang dari pandangannya. Hanya tersisa energi Qi tipis sepeninggal gurunya tersebut. Setelah Li Yuan berada pada tingkat Kaisar Dewa ia dapat merasakan Qi gurunya, berbeda dengan sebelumnya di mana ia tidak bisa sama sekali merasakan fluktuasi Qi gurunya tersebut.
Li Yuan segera memasukkan kitab yang baru saja ia terima ke dalam cincin ruangnya. Setelah di Kota Nanguan, ia akan membacanya secara serius.
Li Yuan segera kembali ke Istana Langit, kekacauan yang baru saja ia lakukan perlu ia bereskan dengan cepat. Setelah mendengar kebangkitan Aula Jiwa ia merasa lebih khawatir dengan Fang Yin dan Klan Yue Hao yang berada di Kota Nanguan.
Sementara Kota Qinghai kini berada di bawah pengawasan gurunya, jadi ia tidak terlalu khawatir. Namun tugasnya dalam memusnahkan Dewi Penguasa Malam masih belum ia mengerti. Ia belum pernah mendengar petunjuk apapun sebelumnya tentang orang yang dimaksud oleh gurunya tersebut.
Dalam sekejap Li Yuan sudah berada di depan Istana Langit kembali. Ribuan pasukan yang masih berjaga tampak berbaris rapi di depan seorang Pria yang sedikit mirip dengan Ying Cushan.
"Salam Tuan" sapa Jenderal tersebut dengan hormat.
Li Yuan mengernyitkan alisnya melihat ke arah Jenderal pasukan yang baru saja menyapanya.
"Tuan, saya adalah Ying Kai. Saya adalah Jenderal yang memegang kekuasaan atas Kota Jincheng serta Provinsi Phoenix Emas. Saya juga adalah dari Ying Cushan" ucap Ying Kai mengenalkan dirinya.
__ADS_1
"Apakah kau berasal dari Sekte Api Abadi juga?" tanya Li Yuan dengan serius.
"Betul Tuan. Sebaiknya kita mengobrol di dalam Istana saja supaya lebih jelas" ucap Ying Kai.
"Baiklah, tetapi aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk berbincang" ucap Li Yuan dengan berterus terang.
"Baik Tuan, aku mengerti" jawab Ying Kai dengan hormat.
Setelah berkata demikian Ying Kai segera memimpin jalan menuju dalam Istana Langit. Para menteri dan pejabat Istana Langit lainnya dengan patuh mengikuti di belakang Li Yuan.
"Silahkan duduk Tuan" ucap Jenderal Ying Kai dengan sopan.
Li Yuan terdiam, ia melihat sebuah singgasana yang sangat mewah yang baru saja ditunjuk oleh Ying Kai. Singgasana yang selama ini hanya diduduki oleh Kaisar Langit.
Tindakan Li Yuan ini jelas membuat orang-orang kaget, mereka tidak mengerti mengapa sosok pemuda yang baru saja menaklukkan Kaisar Tang Shiji secara terang-terangan menolak untuk menempati posisinya.
"Aku tidak akan lama, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua" ucap Li Yuan.
Sebelumnya melalui telepati, Li Yuan menanyakan tentang para pejabat serta beberapa orang lainnya melalui Ying Cushan. Setelah mendapatkan penjelasan dari Ying Cushan, Li Yuan mengetahui siapa saja orang-orang yang loyal kepada Tang Shiji dan siapa saja pejabat yang melakukan tindakan kejahatan.
Pada kesempatan itu Li Yuan memisahkan orang-orang di depannya menjadi dua bagian. Seluruh pengikut setia Tang Shiji serta pejabat korup berada di sebelah kirinya, sedangkan pejabat yang masih terbilang bersih dan netral berada di sebelah kanan Li Yuan.
Mereka yang berada pada barisan masing-masing merasa heran dan saling berpandangan. Mereka juga tidak menduga jika seorang pemuda yang baru saja memasuki Istana Langit dapat dengan fasih menyebut nama mereka serta posisi mereka masing-masing.
__ADS_1
Namun Ying Kai yang memperhatikan formasi dua kubu ini baru memahami alasannya. Ada kekaguman yang luar biasa di dalam hatinya terhadap pemuda yang menjadi Tuan bagi kakaknya tersebut.
"Aku sengaja membagi kalian menjadi dua bagian, pastinya kalian sudah mengetahuinya tanpa harus aku jelaskan sebabnya. Kalian yang berada di sebelah kiriku mulai saat ini kalian tidak lagi bertugas pada posisi yang selama ini kalian emban" ucap Li Yuan dengan tenang.
Seketika ruangan menjadi hening!
Mereka yang baru saja mendapat pemberitahuan seperti itu langsung lemas tak berdaya. Mereka ingin protes namun tidak berani, setelah melihat kekuatan pemuda tersebut tidak bisa disinggung maka hanya kematian jika mereka menentangnya.
Setelah hening sejenak, Li Yuan melanjutkan perkataannya.
"Kalian yang sudah merugikan rakyat dengan cara membuat peraturan yang hanya menguntungkan pribadi kalian serta telah menekan rakyat dengan menakuti mereka maka kalian semua harus mengembalikan segala sumberdaya kalian kepada Istana Langit. Aku masih mengampuni nyawa kalian kali ini, namun setelah hari ini aku akan bertindak tegas kepada kalian semua jika masih tidak bertobat. Sekarang kalian sudah bisa meninggalkan tempat ini." ucap Li Yuan dengan tegas.
Mendengar perkataan dari Li Yuan mereka semua menjadi merinding ketakutan, tidak hanya jabatan saja yang lepas tetapi harta benda yang selama ini mereka kumpulkan juga akan disita oleh pihak Istana Langit yang baru.
"Terimakasih atas kebaikan Tuan telah mengampuni nyawa kami" ucap para pejabat korup tersebut dengan pasrah.
Dari sekitar lima puluhan orang, kini hanya sekitar sepuluh orang yang tersisa termasuk Jenderal Ying Kai. Mereka adalah orang-orang yang bersikap netral dan tidak terlalu merugikan rakyat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Kaisar Tang Shiji.
"Selanjutnya kalian, aku tidak perlu berbicara banyak. Kalian tetaplah bekerja dengan hati dan perilaku yang baik, lewat kalian kesejahteraan dan keadilan penduduk akan terjamin. Lewat kalian juga perkembangan Alam Langit akan berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, aku akan menunjuk Jenderal Ying Kai sebagai pengganti Tang Shiji" ucap Li Yuan dengan tatapan tegas.
Perkataan Li Yuan langsung membuat wajah Ying Kai pucat, ia sama sekali tidak menduga jika ia akan ditunjuk sebagai Kaisar Langit pengganti Tang Shiji. Detik berikutnya ia baru teringat akan perkataan kakaknya, Ying Cushan. Tuan yang dia Ikuti ternyata memang benar tidak mengejar kekuasaan.
Kejadian ini juga membuat Ying Cushan tersentak, ia juga tidak menduga sama sekali jika adiknya akan ditempatkan pada posisi tertinggi di Alam Langit. Padahal ia baru saja mengenal Ying Kai beberapa waktu lalu, sungguh keputusan besar yang sulit dimengerti.
__ADS_1