
Pada saat ini Li Yuan tengah mencoba membentuk elemen air untuk kesekian kalinya. Setelah banyak mengalami kegagalan, kini Ia mulai tersenyum. Usaha yang ia lakukan tidak mengkhianati hasil. Secara perlahan titik demi titik inti energi muncul di dalam tubuhnya, mendorong kekuatan Qi nya menjadi lebih kuat. Jika diperhatikan secara seksama, kini ada lima lima inti energi di dalam tubuh Li Yuan.
"Huh" Akhirnya aku berhasil" ucap Li Yuan dengan senyum puas.
Di dalam air yang bertekanan tinggi, Li Yuan mulai menggerakkan tangannya dengan lebih leluasa. Aura dingin menyeruak dari dalam tubuhnya, memunculkan riak pada dasar danau biru. Setelah dirasa cukup stabil mengendalikan tubuhnya, ia mulai bergerak bebas tanpa bantuan elemen angin yang sebelumnya ia gunakan untuk melapisi tubuhnya.
Dengan posisi duduk sila, akhirnya ia memutuskan untuk menyerap Kristal Perak dari dalam cincin penyimpanannya, Cincin Spiritual pemberian gurunya masih tetap ia gunakan pada saat ini.
Dengan cepat energi Kristal Perak itu menyerap ke dalam tubuh Li Yuan, dengan tekanan air sebagai katalis maka penyerapannya berjalan dengan lebih sempurna. Tubuh Li Yuan mengeluarkan cahaya keperakan selama proses waktu tersebut, tanpa Li Yuan sadari teknik gilanya ini menyerap Kristal Perak seperti lilin yang meleleh oleh api.
"Booomm"
Li Yuan menerobos, namun energinya masih berputar dan terasa kurang banyak. Dalam sekejap Li Yuan kembali mengeluarkan dua buah Kristal Perak lagi. Pada saat ini, tekanan air mulai dirasakan berkurang dan pendengaran serta penglihatan Li Yuan dapat berfungsi dengan sangat baik. Fungsi alat indranya bisa bekerja secara normal, sama seperti ketika ia berada di atas daratan.
Setelah ia menyerap tiga buah Kristal Perak, kekuatannya telah bertambah lagi dan lagi. Dua ledakan energi berikutnya ia rasakan dengan begitu tenang dan terasa sangat lembut.
"Ini aneh" gumam Li Yuan
Biasanya seiring bertambahnya kekuatan maka energi dalam tubuh seorang kultivator akan meledak-ledak. Tetapi saat ini Li Yuan dapat merasakan kekuatan yang sangat besar dalam tubuhnya, namun energi tersebut seperti diselimuti oleh lingkaran berwarna biru dan tampak menenangkan.
Di dalam Sekte Laohu..
Setelah Dua puluh hari lebih melakukan kultivasi tertutup, akhirnya Tetua Jia Fu keluar dari pengasingannya. Setelah menyerap dua buah Kristal pemberian Li Yuan, kini Tetua Jia Fu memiliki ranah kekuatan Dewa Bumi Tahap Awal. Ia mengalami kenaikan dua tingkat sekaligus selama periode waktu ini.
Tetua Jia Fu segera menuju aula sekte untuk bertemu dengan Patriark Bao Xiong.
Di aula sekte, Ia tidak melihat Patriark hanya lima orang Tetua yang sedang berdiskusi.
Melihat kedatangan Tetua Jia Fu, mereka semua sedikit kaget dengan kekuatan barunya. Auranya begitu kuat dan stabil, Tetua Jiu Riu tersenyum dan berkata.
__ADS_1
"Selamat atas kenaikan tingkatmu"
Lalu diikuti ucapan yang sama oleh Tetua yang lainnya. Mereka semua menatap Tetua Jia Fu dengan bangga. Meskipun ada keirian, tetapi mereka ikut larut dalam kebahagiaan.
"Terimakasih, kalian juga sudah berkembang dengan pesat" jawab Terua Jia Fu dengan nada merendah.
"Semua ini berkat Kristal Perak, anak itu telah membawa perubahan besar" ucap Tetua Jiu Riu.
"Ya memang benar. Aku pun berpikiran demikian. Apakah Ketua sedang melakukan kultivasi tertutup?" tanya Jia Fu.
"Setelah memastikan kami naik tingkat Patriark dan Tetua Bao Zi segera mengambil langkah yang sama. Dan juga... " ucap Tetua Jiu mulai ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Ada apa? Katakan saja" ujar Tetua Jia Fu.
"Masalah ini cukup pelik" ucap Tetua Jiu Riu sambil menghela napas.
Tetua Jia Fu mengangguk setuju dengan reaksi dari Sekte. Walau bagaimana pun juga Sekte Laohu memiliki peran dan kedudukan penting di Provinsi Naga Biru.
"Selain itu, ada berita kurang mengenakkan datang dari Istana Langit. Pernikahan antara Kaisar Tang Shiji dengan putrimu telah ditunda sampai waktu yang tidak jelas. Mereka beralasan sedang berduka akibat tewasnya Jenderal Xie Taizong, juga akan mencari pelaku pembunuhnya terlebih dahulu" kata Tetua Jiu Riu dengan hati-hatihati-hati, kali ini ia takut menyinggung suasana hati Jia Fu.
"Apa?"
Mendengar perkataan Tetua Jiu Riu, membuat kuping Jia Fu panas. Wajahnya merah, ada jejak kemarahan yang terlukis. Ia tidak menduga nasib Jia Hien seperti ini, meskipun itu adalah pilihannya tetap saja Ia adalah putri kandungnya.
"Kamu tenang dulu, kita akan bahas masalah ini nanti. Sebelum Patriark dan Tetua Bao Zi melakukan pengasingan, kita berdua diminta untuk mengunjungi Kota Huanxie" ucap Tetua Jiu Riu.
"Baiklah jika begitu, kapan kita berangkat?" tanya Tetua Jia Fu mulai bersemangat. Akhirnya Ia mendapatkan kesempatan ke Kota Huanxie kembali.
"Siang ini juga kita berangkat, kita akan ke tempat kediaman orang tua Li Yuan" ujar Tetua Jiu Riu menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, aku akan bersiap" ujar Tetua Jia Fu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, kedua orang Tetua tersebut sudah berada di atas perahu terbang. Sebagai alat transportasi udara terbaik, perahu terbang menjadi pilihan yang paling banyak digunakan.
Kehadiran kedua orang Tetua Sekte Laohu menjadi perhatian khusus penanggung jawab perjalanan. Kebetulan pada perjalanan kali ini, putri Penguasa Kota Qinghai ikut serta. Fang Yin menuju Kota Qinghai mencari petunjuk tentang keberadaan Pendekar Pedang Tiga Elemen yang misterius.
Sejak pertama bertemu dengan pria tersebut, Fang Yin terus teringat dan selalu berusaha mencari keberadaan Pendekar Pedang Tiga Elemen tersebut hingga ke Provinsi Rajawali Emas. Fang Yin memiliki rasa penasaran tak berujung pada sosok pria misterius itu.
"Nona, saat ini dua orang Tetua dari Sekte Laohu ada di sini. Mereka sepertinya hendak ke Kota Huanxie" ucap pengawal pribadi Fang Yin memberi laporan.
"Ini menarik, sebaiknya segera atur seseorang untuk mencari maksud dan tujuan mereka" ujar Fang Yin dengan ringan.
Pengawal pribadi tersebut tampak terdiam menyikapi ucapan Fang Yin.
"Ada apa?" tanya Fang Yin sambil mengernyitkan keningnya.
"I.. Itu akan sulit nona. Kekuatan mereka tidak dapat kita singgung" jawab pengawal pribadi tersebut sedikit gemetar.
"Bukankah hanya Tetua, kekuatan mereka masih berada di bawahmu" ucap Fang Yin dengan nada santai.
"Beberapa waktu yang lalu memang seperti itu. Tapi sekarang kekuatan mereka sudah sangat menakutkan, salah satunya Tetua Jia Fu yang berada di level tinggi. Aku bisa merasakan auranya sangat menakutkan" ucap pengawal pribadi tersebut.
"Apa?" Kenapa bisa seperti itu?" tanya Fang Yin yang belum bisa menerima kenyataan.
"Untuk hal spesifiknya aku tidak tahu, hanya aku mendengar jika Sekte Laohu baru saja menyinggung Jenderal Langit Wan Sui" ucapnya.
"Sepertinya aku banyak ketinggalan informasi penting seperti ini. Baiklah jika demikian, kita harus memperlakukan kedua orang Tetua tersebut dengan lebih baik lagi" ucap Fang Yin.
"Baik nona, aku tidak akan berlama-lama lagi" ucap pelayan tersebut lalu pergi menghilang.
__ADS_1