
Li Yuan mengangguk pelan saat mendengar ucapan Tetua Li Tianshu, lalu berkata.
"Baiklah jika begitu, selama beberapa hari ini kalian akan ditemani oleh Liu Haikuan."
Pada saat berikutnya, Li Yuan memutuskan untuk kembali ke Kota Dong Hai untuk mengunjungi kelompok Naga Emas.
Dengan kecepatan Li Yuan terbang di udara, tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk tiba di Kota Dong Hai.
"Salam Ketua" ucap Zheng Shuang dengan penuh hormat saat berjumpa dengan penyelamat sekaligus Ketua Naga Emas yang baru.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Li Yuan sambil tersenyum cerah.
"Semenjak bergabung dengan kelompok Naga Emas jelas lebih baik" jawab Zheng Shuang dengan tersenyum juga.
"Bagaimana perkembangan kelompok Naga Emas akhir-akhir ini?" tanya Li Yuan.
"Dalam waktu singkat seluruh perantara yang membuat nelayan merugi telah pergi, para nelayan sudah bisa menjual hasil tangkapannya kepada kelompok kita. Ini semua tidak lepas dari usaha Tuan Liu Haikuan dalam memberantas para perantara, mereka semua lari ketakutan." ujar Zheng Shuang.
Li Yuan hanya mengangguk senang mendengar penjelasan dari wanita yang berada di sebelahnya.
"Untuk pembangunan rumah makan dan penginapan seperti yang Ketua arahkan, kini sedang dalam tahap proses pembangunan dan pengembangan. Ada beberapa lokasi yang sudah jadi namun perlu pemugaran dan perluasan agar kelihatan lebih menarik" ucap Zheng Shuang kembali.
"Namun ada sedikit masalah, banyaknya pasokan dari para nelayan membuat ketersediaan melimpah" keluh Zheng Shuang berikutnya.
"Mulai hari ini kalian bisa mengirimkan hasil laut tersebut ke rumah makan Hei Xian" ujar Li Yuan santai.
"Bukankah itu rumah makan mewah di pusat Kota Nanguan, dimana Ketua pernah menolongku?" ucap Zheng Shuang dengan nada ragu.
__ADS_1
"Ya benar, mulai hari ini dan seterusnya rumah makan beserta penginapan tersebut telah menjadi aset Kelompok Naga Emas. Kamu dan Tuan Luo Zhank akan bertanggungjawab untuk mengurus hal tersebut" jawab Li Yuan dengan tenang.
"Baik jika begitu, aku siap" jawab Zheng Shuang dengan penuh semangat.
"Kamu tetap harus menunjuk orang yang dapat kamu nilai baik untuk bertanggung jawab kepada kelompok. Jadikan pula tempat ini sebagai obyek pemandangan yang bagus agar kelompok Naga Emas bisa menghasilkan sesuatu yang benar dan berguna bagi masyarakat Kota Dong Hai." ujar Li Yuan dengan ekspresi serius.
"Malam ini aku ingin mengadakan pertemuan dengan lima pendiri serta beberapa orang pengurus yang termasuk kamu di dalamnya." ujar Li Yuan lagi.
"Baik Ketua" sahut Zheng Shuang dengan semangat.
"Apakah kita memiliki markas utama?" tanya Li Yuan dengan ekspresi penuh pertanyaan.
"Selama ini tidak ada, terkadang beberapa pertemuan biasa digelar di kediaman Tuan Luo Zhank" jawab Zheng Shuang dengan tak berdaya.
"Baiklah tidak masalah, malam ini kita akan berkumpul di rumah Tuan Luo Zhank saja" ucap Li Yuan dengan tenang.
Sementara itu di Sekte Api Abadi di Provinsi Phoenix Emas, perdebatan seru tengah berlangsung. Kematian dua orang Jenderal Langit yang selama ini berkontribusi besar kepada Sekte, membuat para petinggi menjadi geram.
Dengan tewasnya Wan Sui, sama saja memutus pasokan batu energi kelas atas kepada Sekte Api Abadi. Namun jika mengutus Jenderal Langit Yang Baru juga bukanlah tindakan yang tepat. Hal tersebut bisa saja hanya mengirimkan kepada kematian.
"Bagaimana Patriark, apakah kita perlu melakukan tindakan langsung?" tanya salah seorang dari lima Tetua Inti Sekte Puncak Abadi.
"Saat ini kita harus mencari alasan yang tepat, agar keterlibatan Sekte tidak nampak di hadapan banyak pihak. Secara perlahan kita tetap akan membuat perhitungan kepada Pendekar Pedang Tiga Elemen" jawab Patriark Sekte dengan penuh kebencian.
"Selain itu ada berita yang mengatakan jika ia berasal dari Klan Li, dan merupakan putra dari pemimpin Klan Li" ucap Kaisar Tang Shiji yang ikut serta dalam pertemuan tersebut.
"Bahkan Klan Li juga sudah melakukan kerjasama dengan gubernur Kota Qinghai, jadi pengembangan mereka menjadi lebih cepat" ucap salah seorang Tetua inti ikut menguatkan informasi yang baru saja disampaikan oleh Kaisar Tang Shiji.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus melepaskan sumberdaya Provinsi Naga Emas. Pada kesempatan kali ini ada yang lebih menakutkan dari kejadian di Kota Qinghai. Di wilayah Utara, aku baru saja mendapatkan informasi dari Ketua Sekte Beruang Es jika orang-orang Aula Jiwa sudah bergerak" ucap Patriark Sekte Api Abadi dengan cemas.
"Selain itu, upaya mereka untuk membangkitkan Dewa Kegelapan sepertinya sudah setengah jalan. Hewan mitologi pelindung Wilayah Utara telah berhasil mereka bunuh" tambah Patriark Sekte Api Abadi.
Semua orang yang mendengar berita dari Ketua Sekte mereka menjadi hening. Kekuatan Aula Jiwa bukanlah hal yang bisa mereka hadapi dengan mudah, apalagi kini mereka sudah berada pada setengah jalan dari tujuan mereka.
"Kaisar, anda harus segera mencabut status orang itu sebagai buronan Istana Langit. Untuk saat ini kita harus mengurangi jumlah musuh, konsentrasi kita harus pada Aula Jiwa' ucap salah seorang Tetua Sekte Api Abadi.
Kaisar Tang Shiji sejenak terdiam memikirkan kata-kata dari seniornya tersebut. Namum ia juga menyadari tentang kesulitan Sekte Api Abadi jika harus menghadapi dua kekuatan sekaligus.
"Baiklah besok aku akan mengubah status orang tersebut seperti sediakala" jawab Kaisar Tang Shiji dengan nada tidak berdaya.
Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa jika pendukung utamanya sudah bersikap demikian.
Sementara itu di dalam sebuah kuil peninggalan Aula Jiwa yang berada di Kota Xiening, Jia Hien masih dalam kondisi khusus menyerap Kristal Kelahiran. Pada saat ini kekuatan Jia Hien dengan cepat sudah berada di pendekar tingkat suci. Dalam hatinya Jia Hien merasa senang, ia tidak menduga jika akan menemui keberuntungan seperti ini dengan mudah.
Namun tanpa Jia Hien sadari, pikiran dan jiwanya kini mulai dikuasai oleh keberadaan kekuatan spiritual yang aneh. Wuya sebagai jelmaan dari burung gagak terus melakukan teknik penyucian jiwa, hal ini ia lakukan agar wanita yang berada di depannya dapat lebih fokus menyerap kekuatan Dewi Penguasa malam.
Di tempat yang berbeda, di puncak Gunung Hua tampak Yuan Zang sedang bertapa.
"Tampaknya Dewi Penguasa Malam akan lahir kembali" ucap Yuan Zang sambil tersenyum.
"Li Yuan, kamu akhirnya mulai mendapatkan lawan untuk mengasah mu menjadi lebih kuat. Dunia bawah mulai mengganggu Alam Langit setelah ribuan tahun berlalu." gumam Yuan Zang dalam hati.
Sebagai guru dari Li Yuan, ia sangat mengetahui tentang sejarah Aula Jiwa dan juga Dewi Penguasa malam.
Tidak lama kemudian, tubuh Yuan Zang melompat ke udara dan bergerak menuju Kota Qinghai. Entah apa yang akan ia lakukan, hanya dirinya saja yang tahu.
__ADS_1