Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Bertemu Nona Xiao Yie


__ADS_3

Di area pelelangan tersebut, tampak masih sepi karena tidak ada kegiatan pelelangan yang berlangsung. Li Yuan kemudian naik ke lantai dua untuk mencari benda yang membuatnya tertarik untuk ia miliki.


Di lantai dua ia melihat barisan rak yang berisi senjata dan berbagai peralatan untuk pertempuran, ada juga rak khusus yang memuat jimat dan beberapa benda gaib lainnya.


Koleksi barang yang dijual oleh Paviliun Angsa Emas sangat bervariasi, membuat pengunjungnya merasa puas dengan aneka barang yang disediakan.


Tanpa membuang waktu, Li Yuan menuju ke lantai tiga dimana banyak buku beladiri serta obat-obatan dijual. Dibandingkan lantai kedua, lantai ketiga lebih sepi pengunjung.


Pada saat ini beberapa orang pemuda dari klan Li yang sebelumnya bertemu dengan Li Yuan kini melihat pergerakan Li Yuan yang menuju lantai paling atas tersebut.


"Aneh bagaimana ia bisa sembuh?" tanya seorang pemuda kepada dua rekannya.


"Entahlah, seharusnya ia sudah tewas, seandainya hidup pun ia akan mengalami cacat Dantiannya" jawab yang lainnya.


"Seharusnya Li Feng membunuhnya saja di atas panggung pertandingan saat itu daripada ia hidup pun hanya membuat malu Klan Li" ujar salah seorang pemuda tersebut.


Percakapan mereka pelan, namun beberapa orang pengunjung lainnya masih dapat mendengarnya.


"Kalian para pemuda Klan Li, kenapa masih berpura-pura?" ucap seorang pengunjung.


"Apa maksudmu?" tanya seorang pemuda dari klan Li.

__ADS_1


"Kalian jangan pura-pura bodoh, baru saja orang yang kalian bicarakan sudah menghajar tuan muda Liu Tsang dengan cukup parah" ucap seorang pengunjung tersebut.


"Apa kau tidak salah bicara?" ucap pemuda Klan Li dengan tidak percaya.


Bahkan dua orang pemuda lainnya sempat tercengang mendengar ucapan dari pengunjung tersebut, sulit mempercayai berita seperti ini. Jika itu di masa lalu maka hal itu bisa saja terjadi namun dengan keadaan Li Yuan saat ini mustahil hal tersebut bisa terjadi.


Ketiga pemuda yang berasal dari Klan Li tersebut hanya terdiam, seolah melihat hantu mereka memikirkan sosok Li Yuan yang sebelumnya sempat mereka remehkan.


"Sebaiknya kita segera pulang dan melaporkan hal ini kepada yang lainnya" ucap seorang pemuda.


"Sebaiknya demikian, sebelum masalah ini melebar" sahut yang lainnya dengan semangat.


Setelah berunding sesaat, mereka bertiga segera pergi meninggalkan Paviliun Angsa Emas tanpa membeli apapun. Sementara Li Yuan yang kini masih berada di lantai tiga tengah asyik memilih beberapa buku segera dihampiri oleh seorang gadis seumurannya.


Menyadari kedatangan seorang wanita, Li Yuan segera menyudahi membaca dan membalikkan badannya. Setelah mengingat beberapa bagian ingatannya Li Yuan kemudian berkata.


"Owh Nona Xiao Yie, bagaimana kabar anda?"


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit heran dengan kondisimu" ucap Xiao Yie.


"Sejak kapan nona besar sepertimu tertarik padaku?" ujar Li Yuan dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat santai.

__ADS_1


Namun Xiao Yie tampak memerah, ia menyadari jika Li Yuan saat ini tengah menatapnya dengan lekat.


"Bisakah kau singkirkan tatapan matamu itu" ucap Xiao Yie dengan sedikit canggung.


"Bagaimana bisa aku mengabaikan kecantikan di hadapanku begitu saja" ucap Li Yuan sambil berlalu pergi.


Mendengar ucapan dari Li Yuan wajah Xiao Yie langsung kembali memerah, ia tidak menyangka jika Li Yuan kini berani menggodanya. Sebelumnya Li Yuan terkenal dingin dan tidak tertarik dengan wanita, meski akhirnya keluarga Xiu menawarkan Xiu Juan untuk ditunangkan dengan Li Yuan yang memiliki bakat bagus.


"Apa yang terjadi pada diriku?" gumam Xiao Yie saat melihat Li Yuan yang sudah menjauh darinya.


"Bodoh, bukankah aku ingin mengetahui rahasia kesembuhan dirinya?" ucap Xiao Yie pelan.


Li Yuan kemudian berjalan menuruni tangga menuju lantai pertama untuk menuju petugas pembayaran. Di tangannya Li Yuan membawa dua buah kitab, setelah memeriksanya sebentar ia tertarik dengan kitab yang mempelajari teknik penyembunyian aura. Kitab itu tampak usang karena sudah lama berada di Paviliun Angsa Emas tanpa ada yang mau membelinya.


Para kultivator lebih senang menunjukkan kekuatan aslinya ketimbang menutupinya, dengan demikian mereka bisa berjalan dengan bebas dan mengukur kekuatan setiap orang.


Selain kitab Penyembunyian Aura Li Yuan juga menginginkan sebuah kitab pengetahuan umum lengkap yang memuat tentang informasi alam fana ini. Di dalam ingatannya informasi tersebut sangat terbatas, pemilik tubuh sebelumnya tidak tertarik dengan dunia luar. Memorinya hanya termuat Kota Qiang dan beberapa kota kecil lainnya.


"Berapa harga dua kitab ini?" tanya Li Yuan kepada petugas yang menjaga tempat tersebut.


"Dua ratus tael emas" jawab petugas tersebut dengan wajah senang.

__ADS_1


Ia merasa senang ternyata buku yang ia anggap tidak berharga kini diminati oleh pembeli yang masih muda.


__ADS_2