
Kendati demikian Ying Cushan adalah orang yang mengikuti Li Yuan tanpa pamrih. Jika sebelumnya ia merasa terpaksa atas kontrak jiwa yang mengikatnya, namun ketika mendengarkan cerita Tetua Mo Cau yang sudah mengikuti Li Yuan dari pertama ada kekaguman yang terpancar dari dalam hatinya.
Kini ia sendiri merasakan perasaan yang dimiliki oleh Tetua Mo Cau, bahkan anugerah yang diberikan oleh Li Yuan kepada keluarganya sangat luar biasa. Jabatan Kaisar Langit dengan begitu saja diberikan kepada Ying Kai yang tidak memiliki hubungan darah.
Sementara itu orang-orang yang berada di tempat tersebut mengangguk setuju dengan penunjukan Ying Kai sebagai pengganti Tang Shiji. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mengetahui watak dan cara kerja Jenderal Ying Kai, apalagi dengan dukungan Patriark Sekte Api Abadi di belakangnya.
Di Sekte Api Abadi sendiri, selama ini didominasi oleh lima orang Tetua yang baru saja tewas di tangan Li Yuan. Lima orang Tetua tersebut yang selama ini mendukung Tang Shiji, apapun keputusan Tang Shiji harus melalui persetujuan kelima orang Tetua tersebut. Sedangkan Patriark sendiri tidak terlalu didengar pendapatnya, ia hanya bisa menitipkan Ying Kai sebagai salah satu dari empat Jenderal besar Istana Langit.
"Untuk selanjutnya, kamu harus mengunjungi beberapa tempat untuk meminta persetujuan dari orang-orang yang berpengaruh di Alam Langit" ucap Li Yuan sambil mengeluarkan Pedang Tiga Elemen yang selama ini menjadi identitasnya.
"Tunjukkan pedang ini kepada orang-orang yang akan kau kunjungi, namun berlakulah sopan jangan tunjukkan kearoganan mu" ucap Li Yuan dengan tegas.
Seketika tubuh Ying Kai gemetar hebat saat menerima Pedang Tiga Elemen yang selama ini menjadi legenda di Alam Langit.
"Terimakasih Tuan" ucap Ying Kai sambil menahan diri dari perasaan penuh haru bahagia.
Detik berikutnya Li Yuan segera menembakkan sebuah sinar ke dahi Ying Kai, seperti semua pengikutnya hal ini ia lakukan juga kepada Ying Kai untuk berjaga-jaga.
"Ke depannya Alam Langit akan menghadapi musuh yang sangat kuat, aku harap kalian semua bisa bekerjasama dengan baik. Adapun segel yang baru saja aku tanamkan dalam jiwamu bertujuan untuk melindungi dirimu dari pengaruh orang-orang Aula Jiwa. Selain itu aku juga bisa hadir dengan cepat jika sewaktu-waktu ada ancaman bahaya dari kalian" ucap Li Yuan sambil memandang Ying Kai dan yang lainnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Li Yuan mereka semua dapat lebih tenang. Mereka tentu sudah mendengar tentang aktivitas orang-orang yang berasal dari Aula Jiwa belakangan ini. Bahkan Patriark Sekte Api Abadi menjadikan hal ini sebagai ancaman serius yang perlu diwaspadai.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut, Li Yuan segera bangkit dan berjalan menuju ke luar Istana Langit.
"Kamu temani adikmu dahulu sampai dengan situasi Kota Jincheng stabil, kamu dan adikmu harus segera merekrut orang-orang yang akan bertugas pada posisi strategis, ingatkan mereka untuk memiliki loyalitas dan pengabdian kepada rakyat" pungkas Li Yuan kepada Ying Cushan sebelum dirinya pergi.
Ying Cushan hanya mengangguk dengan ekspresi senang. Walau bagaimanapun berkumpul dan bisa bersatu kembali dengan keluarganya di Kota ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga.
Li Yuan tentu menyadari kondisi mental Ying Cushan, oleh sebab itu ia membiarkan pengikutnya untuk berada di Kota Jincheng. Sedangkan ayahnya Li Tong akan tetap dijaga oleh Tetua Mo Cau yang kini sudah naik ranah kultivasinya.
Selain itu dengan kehadiran gurunya di Kota Qinghai tentu akan membuat suasana lebih aman, jadi Li Yuan tidak egois terhadap anak buahnya sendiri.
Diikuti oleh Ying Kai dan para pejabat Istana Langit, Li Yuan bergegas menuju perahu terbang tempat di mana keenam orang murid Sekte Angin Puyuh menunggu dirinya.
Kedatangan Li Yuan dan para pejabat Istana Langit tentu saja menjadi heboh, ini adalah pertama kalinya pejabat Istana Langit berjalan mengikuti seorang pemuda dengan patuh. Ribuan warga Jincheng penuh dengan rasa penasaran, namun bisikan-bisikan dari para penduduk terus menyebar dengan cepat.
Emas. Gubernur Kota Sinchuan, Zhao Siang sangat kaget atas peristiwa penaklukan Kota Jincheng dan Istana Langit yang terjadi begitu saja. Sebagai orang yang ditunjuk oleh Kaisar Tang Shiji ia merasa kedudukannya akan terancam, maka dari itu ia segera mengunjungi Sekte Api Abadi untuk meminta dukungan.
Di Kota Jincheng sendiri bergantinya era kepemimpinan Tang Shiji kepada Jenderal Ying Kai pun disambut gembira oleh para penduduk, terutama orang-orang yang berasal dari keluarga Ying.
Sementara itu para murid senior Sekte Angin Puyuh yang kini sedang bersembunyi di dalam perahu terbang seketika menjadi keheranan atas suara yang ditimbulkan iring-iringan para penduduk.
Li Yuan tidak mempedulikan orang-orang, secara garis besar ia dapat memahami jika selama ini mereka dalam posisi tertekan. Jika saat ini mereka ingin meluapkan kegembiraan maka itu wajar saja dan bukan sesuatu yang salah juga.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Li Yuan segera menaiki perahu terbang untuk segera kembali ke Kota Nanguan.
"Tuan Pendekar anda sudah kembali" ucap Hu Ge dan Yu Bin secara bersamaan.
Li Yuan mengangguk pelan lalu berkata, "Panggilkan keempat rekan kalian"
Tanpa bertanya lagi, Hu Ge langsung memanggil rekan-rekannya yang masih bersembunyi, sementara Li Yuan dan Yu Bin menuju haluan.
Setelah mereka naik, perahu terbang pun segera dijalankan. Tidak banyak penumpang yang ikut ke Kota Nanguan kali ini, hal itu dikarenakan perahu terbang ini secara khusus memang hanya melayani Li Yuan.
Keberadaan Li Yuan sudah dipandang sebagai Tuan muda bagi Asosiasi Keluarga Fang. Hal ini juga dikarenakan hubungan Li Yuan dengan Fang Yin yang sudah disetujui oleh kedua keluarga.
"Bagaimana keadaan kalian, ceritakan lah" ucap Li Yuan sesaat setelah keenam murid Sekte Angin Puyuh mulai berkumpul.
"Mulanya kami hendak menuju ke Kota Qinghai untuk mencari anda dan meminta perlindungan, namun tidak disangka takdir telah mempertemukan kita di tempat ini" ucap Yu Bin memulai cerita.
Berikutnya ia menyampaikan kronologis orang-orang Aula Jiwa yang telah menyusup ke Sekte Angin Puyuh. Bahkan Patriark dan Tetua Sekte tersebut dapat dipengaruhi dengan mudah oleh lima orang yang merupakan para pimpinan Aula Jiwa.
"Lima Orang?" tanya Li Yuan saat mereka menyampaikan ceritanya.
"Iya benar, mereka berlima memiliki kekuatan yang sangat hebat, bahkan Patriark Sekte bukan tandingan mereka" terang Yu Bin dengan serius.
__ADS_1
Kemudian Yu Bin melanjutkan ceritanya dengan detail, hingga ia berhasil kabur dari Sekte Angin Puyuh dengan cara menyeberangi lautan. Kepergian mereka berenam dari Sekte, lambat laun akan diketahui juga oleh Sekte. Maka dari itu hanya Li Yuan yang dapat menolong mereka dari ancaman Sekte yang kini telah dikuasai oleh orang-orang Aula Jiwa.