
Mendapati kabar Li Yuan telah kembali, para Tetua serta Pimpinan Sekte Laohu menjadi bersemangat. Saat ini, Tetua Bao Zi sudah berada di ranah Dewa Bumi Tahap Akhir. Ia dan Patriark Bao Xiong memiliki kekuatan yang sama, menjadikan Sekte Laohu semakin stabil. Setelah kekuatan mereka naik pesat, penampilan mereka juga berubah, kerutan di wajahnya menghilang dan tampak sepuluh tahun lebih muda.
"Kebetulan, hari ini kamu kembali ke Sekte maka besok kamu bisa melihat atau jika kamu mau bisa mengikuti turnamen" ucap Li Tong.
"Turnamen apa?" Tanya Li Yuan tidak mengerti.
"Dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Naga Biru, Sekte akan memperingati dengan sejenis pertandingan uji bakat" jawab Fan Lau dengan mantap.
"Tentu saja aku takkan melewatkannya, ini adalah tahun keempat aku menjadi murid Sekte Laohu, namun baru sekarang aku mendengar peristiwa seperti ini" ucap Li Yuan sambil tersenyum malu.
"Hahahaha..."
Terdengar suara tertawa dari keempat temannya.
Mereka benar-benar bercerita dan mengobrol secara lepas, lima orang murid Paviliun Bao Zi ini kini tengah merasakan saat-saat yang menyenangkan. Sementara Li Jieru hanya tersenyum dan berlalu menuju kediaman Li Yuan yang baru.
Ada sebuah bangunan baru yang dikhususkan untuk Li Yuan, Patriark Bao Xiong memberikan status murid istimewa kepada Li Yuan. Keberadaannya di Sekte Laohu sendiri sudah tidak terukur, namun hal ini hanya para pimpinan Sekte saja yang mengetahuinya.
Setelah mengobrol melepas kerinduan, Li Yuan menemui gurunya.
"Guru, Bagaimana kabarmu?" tanya Li Yuan saat bertemu dengan Tetua Bao Zi.
"Tentu saja sangat luar biasa, bantuan darimu telah membuatku tampak lebih gagah" jawab Tetua Bao Zi sambil tersenyum.
Li Yuan jelas mengerti maksud gurunya, ia merasa puas dengan apa yang terjadi dengan gurunya.
"Meskipun aku merasa sudah sangat kuat, tapi kenapa aku tidak bisa mengetahui basis kultivasimu?" tanya Tetua Bao Zi dengan heran.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari gurunya, Li Yuan menarik napas pelan kemudian melepaskan aura pendekarnya. Hanya dalam hitungan detik, Tetua Bao Zi dengan wajah pucat lalu berkata.
"Cukup.. Cukup... Memang sebaiknya kamu sembunyikan kekuatanmu"
Li Yuan segera memadatkan kembali kekuatannya ke ranah Pendekar Raja.
"Kekuatanmu sangat luar biasa, aku sebagai gurumu saja tidak kuat menahan auramu" ujar Tetua Bao Zi tak berdaya.
"Seharusnya dengan kekuatanmu yang besar ini, sudah cukup untuk menjadikanmu sebagai penguasa Alam Langit" ucap Tetua Bao Zi dengan serius.
"Alam Langit masih sangat luas, berdasarkan nasihat dari seorang petapa yang mengajariku banyak hal, aku harus belajar kebajikan dan menegakkan keadilan dari masyarakat. Menjadi penguasa Alam Langit hanyalah status, namun untuk mengubah tatanan kehidupan orang banyak itu butuh proses yang panjang. Selama satu tahun ini, aku banyak belajar tentang kehidupan sosial di masyarakat kelas bawah dan aku menjadi pemimpin salah satu kelompok dari mereka" ujar Li Yuan.
"Kamu memang monster berhati emas. Selain kekuatanmu yang tidak masuk akal, tetapi kamu sungguh ber pekerti mulia. Aku sungguh sangat bangga memiliki murid seperti mu" ucap Tetua Bao Zi sambil menepuk pundak Li Yuan.
Keduanya lalu mengobrol tentang beberapa hal yang telah terjadi selama setahun belakangan. Dukungan Sekte Laohu terhadap Klan Li serta perubahan struktur Sekte, semuanya disampaikan kepada Li Yuan. Dari beberapa hal yang dibicarakan kabar tentang Li Tong yang menjadi Diaken senior merupakan berita yang paling menyenangkan Li Yuan.
"Guru, besok aku ingin menyaksikan turnamen antar murid" ucap Li Yuan dengan semangat.
Keputusanku meninggalkan Gunung Guntur untuk kembali ke Sekte Laohu ternyata tidak keliru, kamu benar-benar mutiara dari Gunung Guntur yang sesungguhnya" ucap Tetua Bao Zi dengan senyum cerah.
"Oiya guru, sebenarnya waktu itu kenapa guru berada di Gunung Guntur?" tanya Li Yuan yang teringat dengan peristiwa lampau.
"Sebenarnya aku dan istriku ingin hidup menua di sana, selain itu ada Kristal Ungu yang menjadi tujuan kami" jawab Tetua Bao Zi dengan jujur.
"Kristal ungu?" tanya Li Yuan dengan ekspresi kaget.
"Iya benar. Benda itu adalah pusaka langit, pusaka Sekte Laohu yang selama ini dikabarkan memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu membangkitkan Naga Bumi" ungkap Tetua Bao Zi kepada muridnya.
__ADS_1
Sampai titik ini, Tetua Bao Zi sudah tidak menyembunyikan apapun kepada Li Yuan. Keberadaan Li Yuan sudah melebihi ekspektasinya di dunia ini.
"Aku pernah mendapatkan benda mirip Kristal Ungu yang guru bicarakan. Benda tersebut aku dapatkan dari ayahku ketika ia menambang batu spiritual di Gunung Guntur.
Namun karena penasaran dengan batu kristal yang sangat keras tersebut, aku menyerapnya saat hari pertama aku tiba di Sekte Laohu" ucap Li Yuan menyampaikan pengalamannya.
"Apa? berarti tubuhmu sangat luar biasa" ucap Tetua Bao Zi dengan mata terbelalak.
"Kristal Ungu adalah pusaka yang tergolong sangat langka dan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, jika bukan orang yang sudah ditakdirkan maka mustahil bisa menggunakan kristal tersebut" pikir Tetua Bao Zi dengan ekspresi rumit.
"Pantas saja ketika aku mengetes bakat elemen dalam dirimu terdapat elemen petir, ternyata kamu mendapatkannya dari Kristal Ungu" kata Tetua Bao Zi lagi yang masih dalam suasana takjub.
"Itu hanya kebetulan saja" ucap Li Yuan sambil tersenyum malu.
Kemudian keduanya kembali mengobrol hingga hari menjelang siang.
Di kediaman Jia Hien, tampak wajah terlihat buruk saat mendengar kepulangan Li Yuan. Apalagi saat mendengar Li Yuan kembali dengan seseorang gadis yang sangat cantik, membuat dirinya serba salah.
"Jia Hien, aku dan Nu Nian akan mengunjungi Li Yuan. Apakah kamu mau ikut bergabung dengan kami?" tanya Nu Hume yang kebetulan sedang bersama Jia Hien.
"Aku.. Aku tidak bisa ikut dengan kalian" jawab Jia Hien dengan ragu.
"Hmm.. Baiklah aku dan Nu Nian akan ke Paviliun Tetua Bao Zi. Sudah begitu lama aku ingin menemuinya, mencari keberadaannya seperti mencari jarum di tumpukan jerami" ucap Nu Hume yang kemudian berjalan menuju Paviliun Bao Zi.
Tidak begitu lama, dua orang kakak beradik tiba di Paviliun Bao Zi.
"Tempat ini benar-benar paling berbeda dari yang lainnya" ucap Nu Nian saat memasuki wilayah Paviliun Bao Zi.
__ADS_1
"Kamu benar, tidak ada yang diterima menjadi murid oleh Tetua Bao Zi. Setelah lima orang murid, Paviliun ini kembali menjadi tertutup" jawab Nu Hume.
"Orang-orang dari Paviliun ini sungguh misterius, bahkan empat orang murid dari Paviliun ini sudah menjadi Pendekar Langit. Tampaknya, merekalah murid-murid kebanggaan Sekte yang sebenarnya" sambung Nu Nian dengan nada merendah.