Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Makan Dengan Lahap


__ADS_3

Rombongan keluarga Xiu berlalu begitu saja meninggalkan kediaman Penatua Li Fu, mereka melangkahkan kaki dengan wajah jumawa tanpa mempedulikan perasaan Li Yuan.


Orang-orang dari Klan Li yang melihat kejadian tersebut tampak mengasihani keluarga Li Fu yang kini baru saja jatuh dan tertimpa tangga.


"Li Fu yang malang, andai saja ia tidak berselisih dengan Patriark tentu nasib putranya tidak seperti itu" ucap Li Guai dengan ekspresi datar.


Sebagai salah seorang Penatua, Li Guai juga berada di pihak Patriark Li dalam menentang keberadaan Li Fu.


Sementara beberapa orang anggota keluarga lainnya hanya bisa menaruh simpati di dalam hati mereka. Sebagai bagian dari Klan Li, mulanya mereka berada di dalam gerbong yang sama dengan Li Fu. Namun saat putranya terluka dan terancam akan mati, mereka berubah haluan untuk mendukung Patriark Li.


Li Yuan kembali memasuki kamarnya, ia ingin memeriksa keadaan tubuhnya yang sebenarnya dan memeriksa beberapa kemampuan di masa lalunya.


Meskipun pada saat ini Dantiannya terluka parah, namun Li Yuan tidak patah semangat. Sebagai seorang penguasa alam langit dirinya merasa direndahkan oleh keluarga Xiu barusan. Oleh karena itu ia ingin menjadikan hal ini sebagai momentum kebangkitannya.


Li Yuan dapat merasakan serangan yang dilakukan oleh Li Feng pada tubuh sebelumnya begitu parah, bahkan sangat tidak pantas dilakukan karena adanya hubungan pertalian darah. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Li Yuan harus bisa pulih secepatnya dan berjuang kembali meraih jalan hidupnya seperti yang ia lakukan di alam langit.


Sementara di dalam kamarnya, Li Yuan mulai duduk sila dan mencoba mengatur napasnya dengan perlahan. Ia dapat merasakan jika ia benar-benar merasakan dalam setiap aliran napasnya terasa berat.


"Huh.. Benar-benar tidak berguna" ucap Li Yuan tampak tak berdaya.


Di atas meja, Li Yuan dapat melihat botol pil, setelah memeriksanya ia menemukan beberapa buah pil pengumpul Qi yang baru saja diletakkan oleh pelayan yang bekerja di rumahnya.

__ADS_1


"Aku sebelumnya tidak pernah mengenal benda seperti ini, namun demi memperbaiki semuanya aku harus memanfaatkan peluang apa pun?" gumam Li Yuan di dalam hati.


Dengan penuh semangat Li Yuan meminum tiga butir sekaligus pil pengumpul Qi kelas dua tersebut, pada dasarnya ia termasuk beruntung mendapatkan sumberdaya yang sangat bagus tersebut. Umumnya, pil untuk kepentingan kultivasi hanya berada pada tingkat satu. Namun Li Yuan beruntung karena kegigihan ayahnya, ia berhasil mendapatkan pil kelas dua dari paviliun alkimia kota Qiang.


Meskipun harus menghabiskan tabungannya, Li Fu rela melakukan hal tersebut demi kesembuhan putra satu-satunya tersebut. Ia membeli pil pengumpul Qi agar suatu saat berguna kembali bagi putranya.


Dalam beberapa tarikan nafas, hawa dingin mulai mengembun dari tubuh Li Yuan. Hawa Qi murni yang baru saja ia serap dari dalam pil tersebut, mulai berkumpul di dalam tubuhnya dengan cukup ganas. Namun setiap ia mencoba membentuk untaian Qi, ia dapat merasakan energi Qi nya masih tertahan, seolah ada segel yang menghalangi di dalam pusat energinya.


"Huh.. Benar-benar tidak mudah, sepertinya aku juga masih membutuhkan beberapa butir pil lagi" gumam Li Yuan di dalam hati.


Setelah tidak merasakan efek perubahan, Li Yuan kembali mengeluarkan sisa pil pengumpul Qi dari dalam botol. Dalam proses pembentukan Qi kali ini, tiga butir yang ia habiskan sebelumnya seolah menguap begitu saja tanpa jejak.


Li Yuan menatap tanpa daya botol yang berisi pil pengumpul Qi tersebut, lalu mengeluarkan sisanya tanpa daya.


Tujuh butir pil yang tersisa segera meluncur ke dalam mulut Li Yuan sekaligus, lalu turun ke dalam perutnya secara perlahan melalui tenggorokannya. Li Yuan kemudian mengambil posisi duduk sila sambil merasakan energi Qi yang mulai menyembur hangat di dalam tubuhnya.


Energi Qi mulai bergerak dengan kuat dan cepat seolah mendobrak segel yang sebelumnya menahan energi di dalam tubuhnya, pelan-pelan Li Yuan dapat merasakan kembali inti energinya semakin membaik bersamaan dengan energi yang bercahaya keunguan yang terus bekerja menyembuhkan luka-luka yang sebelumnya ia dapatkan.


Perlahan tapi pasti, kedua energi tersebut berkumpul di dalam tubuhnya dan membuat untaian-untaian Qi baru di dalam tubuhnya.


"Huh"

__ADS_1


Li Yuan menghela napas panjang, ia mulai merasakan jika diafragmanya sudah terbuka dan mengembang menjadi semakin baik. Diafragmanya mulai menampung dan mengalirkan Qi yang cukup banyak untuk diedarkan kembali melalui jaringan meridian yang kini sudah terbentuk kembali.


Waktu pun berlalu, hingga keesokan paginya Li Yuan tengah asyik tenggelam dalam proses pembentukan inti energi di dalam tubuhnya.


"Tuan besar, sepertinya tuan muda benar-benar sudah pulih" ucap pelayan rumah saat memberikan laporan perkembangan Li Yuan.


Li Yuan sebenarnya sudah pulih, namun ayahnya masih tidak memberitahukan kepada siapapun di keluarga Li. Bahkan dalam beberapa hari terakhir semenjak Li Yuan bangun dari komanya, ia tidak pernah keluar kamar. Segala keperluannya disiapkan oleh pelayan rumah dengan baik, bahkan beberapa pil penyembuhan telah diminum oleh Li Yuan tanpa kendala.


"Biarkan saja ia memulihkan dirinya, aku tahu mungkin saat ini ia butuh waktu untuk menerima kenyataan pahit ini" ucap Li Fu yang tampaknya sudah pasrah.


Sebelumnya Li Fu sudah mendengar pengakuan dari putranya jika ia tidak dapat merasakan energi Qi. Meskipun Li Fu senang anaknya bisa selamat dari ancaman kematian, namun ia juga merasa sedih jika anaknya kelak akan menjadi sampah yang tidak bisa berkultivasi.


Di dalam kamarnya, setelah minum pil pengumpul Qi dalam jumlah besar kini Li Yuan merasakan manfaat yang ia harapkan. Meskipun saat ini ia belum menyadari tentang keanehan tubuhnya yang lain, ia yakin pil yang baru saja ia minum membawa kebaikan yang luar biasa.


Setelah tiga hari berkultivasi, Li Yuan membuka matanya dan segera membersihkan diri ke kamar mandi yang terdapat di dalam rumahnya. Ia mulai membersihkan bekas darah yang mengering serta bekas luka yang kini sudah pulih kembali.


Pada saat ini, ia tidak melihat ayahnya yang sudah beberapa hari tampak mengkhawatirkannya. Li Yuan kemudian menuju ruang makan, setelah tiga hari ia berkultivasi ia merasakan tubuh fana nya mulai merasakan lapar, Ia lalu menyantap makanan yang tersedia dengan lahap. Kebetulan hari menjelang siang, pelayan rumahnya baru saja selesai memasak makanan untuk Li Yuan dan ayahnya.


"Tuan muda, bagaimana kondisimu" tanya pelayan tersebut dengan penuh perhatian.


"Aku sudah baikan, bahkan sangat baik" jawab Li Yuan sambil menyantap makanan dengan sangat lahap.

__ADS_1


"Syukurlah Tuan muda, saya ikut senang" jawab pelayan tersebut.


__ADS_2