Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Membereskan Kekacauan


__ADS_3

"Ya sudah, tidak usah dipikirkan" ucap Fang Yin sambil berlalu.


"Tunggu" suara Li Yuan pelan, namun tangannya sudah ia kaitkan ke pergelangan tangan Fang Yin.


"Jangan seperti itu, jangan tinggalkan aku dalam ke salah pahaman" ungkap Li Yuan lalu mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Fang Yin.


Tanpa menunggu Li Yuan berkata lagi, tubuh Fang Yin bereaksi dengan memeluk tubuh Li Yuan. Keduanya lalu larut dalam suasana yang hangat, mengabaikan keberadaan Li Tong dan Fan Chi.


Li Tong dan Fan Chi saling memandang lalu keduanya tersenyum puas dan melanjutkan makannya kembali.


"Aku hanya kaget saja tadi, tidak ada pikiran buruk apapun. Apa yang aku ucapkan tadi sore masih belum berubah, aku butuh waktu mengerti arti kebersamaan kita" ucap Li Yuan pelan di telinga Fang Yin.


"Aku mengerti kok" sahut Fang Yin dengan tersenyum manis.


"Keberadaan ku di Kota ini juga tidak akan lama, masih banyak hal yang harus aku kerjakan di luar sana. Hal ini juga yang menyebabkan aku tidak bisa berjanji apapun kepadamu" ujar Li Yuan sambil mengusap kepala Fang Yin.


Tindakannya barusan ia lakukan secara naluri, ia merasakan hanya itu yang ia bisa lakukan kepada wanita yang kini berada dalam pelukannya.


Fang Yin memejamkan matanya dengan lembut, ada benih cinta yang hadir dalam dirinya.


"Aku tidak mau malam ini berlalu dengan cepat" bisik Fang Yin pelan.


"Iya, hanya saja kita harus memiliki batasan. Jangan sampai keluarga kita menanggung malu dengan tindakan kita" ujar Li Yuan sambil mencubit hidung Fang Yin dengan lembut.


"Iya tentu saja" jawab Fang Yin sambil mengangguk senang.


Keduanya lalu mengobrol ceria, mereka berdua terlihat saling bercerita satu sama lain. Terutama Fang Yin yang begitu bahagia, selama satu tahun terakhir hasil kerja kerasnya berbuah manis.


Malam semakin larut, akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah dan kembali ke kediaman masing-masing.


Setelah mengantar Fang Yin, Li Yuan kembali menuju ke kediamannya. Tetapi di depan gerbang masuk sudah ada Li Tong yang menunggu. Ia juga baru saja membiarkan Fan Chi beristirahat di kediaman orang tuanya.


"Apakah kamu akan membereskan mereka malam ini?" tanya Li Tong saat memandang ke arah Li Yuan yang baru saja tiba.


"Tentu saja, apakah kamu mau ikut?" jawab Li Yuan dengan tenang.


"Baiklah, aku juga belum mengantuk" ujar Li Tong.


"Setelah malam ini hubungan Provinsi Naga Biru akan renggang dengan pihak Kekaisaran Langit. Dengan perkembangan Sekte Laohu dan keluarga kita, aku yakin Kaisar Langit akan berpikir dua kali untuk menyerang Kota ini" kata Li Yuan.


"Aku juga berpikir demikian, namun hubungan Kaisar Tang Shiji dengan Jia Hien akan menjadi batu sandungan" kata Li Tong yang berkata serius.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka orang sepertimu bisa berkata hal yang serius pada saat ini" ujar Li Yuan sambil menahan senyumnya.


"Kelak jika kau sudah lama dengan Nona Fang Yin, maka kau akan mengerti arti seorang wanita dalam hidupmu" ucap Li Tong dengan sungguh-sungguh.


"Itulah yang aku khawatirkan, aku hanya belum siap saja jika harus menambatkan hati. Masih banyak hal besar yang harus kuhadapi beberapa waktu ke depan" ungkap Li Yuan.


"Kulihat kau mulai dekat dengan Nona Fang, ia juga orang yang memiliki kepribadian dan pengaruh yang besar di Provinsi Naga Biru" ujar Li Tong.


"Sudahlah, mari kita berangkat sekarang" ajak Li Yuan Li Tong sambil melompat ringan ke udara.


Keduanya lalu menghilang ditelan kegelapan malam, beberapa penjaga Klan Li yang melihatnya dari jauh hanya bisa berdecak kagum.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka berdua untuk tiba di kediaman pribadi Jenderal Wan Sui.


Melihat banyaknya pasukan yang berjaga, membuat Li Yuan segera menggunakan karakteristik jiwanya. Dalam sekejap mata, pengaruh kekuatan jiwa Li Yuan berhasil menguasai para prajurit.


"Kalian sudah lelah berjaga, maka tidurlah" ucap Li Yuan dengan tenang.


Puluhan penjaga Gerbang tersebut langsung terkulai satu persatu. Tanpa memperhatikan tempat, mereka tertidur dalam buaian malam.


"Kenapa kita tidak menghabisinya?" tanya Li Tong dengan sedikit heran.


"Mereka hanyalah Prajurit pengawal, aku hanya mengurangi jumlah korban saja" jawab Li Yuan dengan entengnya.


Beberapa prajurit yang sedang berpatroli melihat keberadaan kedua orang pemuda dari Klan Li tersebut.


"Biarkan mereka jadi bagianku" ucap Li Tong sambil melirik ke arah Li Yuan.


"Zrink" suara pedang Li Tong keluar dari sarungnya.


"Mau apa kalian" ucap salah seorang prajurit yang memiliki kekuatan tingkat Pendekar Raja tersebut.


" Kami hanya ingin jalan-jalan" jawab Li Tong dengan asal.


"Kurang ajar, kalian benar-benar ingin mati"


raung salah seorang prajurit saat merasakan energi Qi dari Li Tong.


Li Tong memandang ke arah mereka dengan senyum mencibir lalu berkata.


"Kalian sebentar lagi akan mati, kuharap kalian bisa menunjukkan kemampuan terbaik kalian".

__ADS_1


Ada sekitar tujuh orang Pendekar Raja yang kini bersiap menyerang Li Tong.


" Ayo habisi dia" ucap seorang dari mereka dengan keras.


"Trank"


"Trank"


"Trank"


Li Tong bergerak cukup lincah menghadapi serangan dari tujuh orang Pendekar Raja.


"Hanya segini saja kemampuan kalian?" ucap Li Tong dengan maksud memprovokasi.


"Trank... "


"Trank... "


Setelah mendengar ucapan Li Tong, beberapa orang bergerak dengan lebih agresif. Meskipun ada perbedaan kekuatan, namun dengan kombinasi tujuh orang Pendekar Raja maka mereka yakin bisa menang.


"Masih terlalu lemah" ucap Li Tong lagi sambil mengangkat pedang secara horizontal.


"Zleb"


ujung pedang Li Tong tepat menancap di jantung salah seorang prajurit tersebut.


"Cepatlah kalian semua gunakan tenaga penuh kalian" kata Li Tong dengan malas.


Li Yuan dapat melihat pertarungan sengit antara Li Tong dengan para prajurit, meski Li Tong tampak lebih unggul namun pedang mereka terus beradu di atas udara. Suara dentingan pedang berbunyi dengan nyaring, Jenderal Wan Sui yang sedang menunggu kedatangan pengawal pribadinya terperanjat saat melihat pertarungan.


Melihat penyusup di kediamannya, Wan Sui menatap Li Tong dengan dingin. Permainan pedangnya cukup bagus dan terasa mematikan.


"Zleb"


"Zleb"


terdengar tusukan ke arah jantung dua orang prajurit. Dalam sekejap tiga orang prajurit yang mengepung Li Tong tewas.


"Biadab... Berani-beraninya kalian membuat kekacauan di kediamanku" ucap Wan Sui kepada Li Tong dan Li Yuan.


Dalam waktu singkat, energi panas segera menyelimuti halaman kediaman Wan Sui. Ada aura membunuh yang pekat mengitari tubuh Jenderal Langit tersebut.

__ADS_1


"Li Tong segera selesaikan permainanmu" ucap Li Yuan dengan serius.


__ADS_2