
Saat ini Li Yuan melangkah maju menghampiri gerbang Sekte, seperti sebelumnya ia menekan kekuatannya hingga ke ranah Pendekar Raja. Meski Ketua Sekte sekalipun tidak akan mampu melihat ranah asli Li Yuan, sejak ia menguasai Kitab Kaisar Kematian penyembunyian tingkat kultivasinya tidak hanya sebatas tubuh fisiknya saja. Tetapi dari dalam tubuhnya tertutupi dengan sempurna dengan teknik khusus tersebut.
Jika pun ada yang ingin menerobosnya, maka pertahanan Jiwa Li Yuan akan bangkit dan menyerang balik aura yang tidak dikenal. Begitulah prinsip kerja metode Kaisar Kematian yang sangat menakutkan, bahkan Hewan Spiritual seperti Hei Bao yang kini sudah bertransformasi menjadi Li Baojia tidak berkutik di hadapan Li Yuan. Padahal kekuatan Li Baojia kini sudah berada pada ranah Dewa Bumi, satu tingkat di atas Li Yuan.
Saat ini langkah kaki Li Yuan semakin mendekati pintu masuk Sekte Laohu, pada jarak ini Li Yuan dapat dengan jelas mendengarkan percakapan beberapa orang murid yang tengah berjaga.
Ada sekitar lima orang murid pada ranah Pendekar Raja tengah berjaga, mereka sedang membicarakan Jia Hien yang hari ini telah meninggalkan Sekte untuk menuju Ibukota Kekaisaran, dimana ia akan menjadi Istri Kedua dari Kaisar Langit. Meskipun menjadi Istri kedua, tentu saja ia memiliki otoritas yang tidak kalah dengan istri Kaisar lainnya, apalagi Jia Hien masih muda dan sangat potensial.
Mendengar obrolan mereka, Li Yuan sedikit mengernyitkan dahinya. Ia sungguh tidak mengira jika Jia Hien akan berubah haluan secepat ini. Padahal Li Yuan sempat penasaran dengan perubahan Jia Hien setelah tiga tahun tak bertemu, Li Yuan hanya teringat akan ucapan adiknya saat di Kota Huanxie. Kunjungan Jia Hien beberapa kali di saat dirinya dikira tewas di Gunung Hua, cukup menyentuh hati Li Yuan. Sekarang, ia baru saja mendengar berita yang cukup membuatnya terkejut.
"Hmm.. Biarlah ia berada dalam pilihannya" ucap Li Yuan sambil menghela napas pendek.
Secara personal ia belum memiliki kesan apapun tentang Jia Hien, penilaiannya masih bersifat general baik demi hubungan baik ayahnya maupun perkembangan adiknya, Li Peiyu.
"Salam para senior" ucap Li Yuan mengagetkan para murid yang tengah asik mengobrol.
Kehadiran Li Yuan seperti hantu, mereka berlima tiba-tiba mencabut pedangnya lalu berkata, "Siapa kamu" ucap salah seorang diantara murid jaga tersebut.
"Maaf jika junior ini mengejutkan para senior" ucap Li Yuan dengan sopan.
Lalu ia mengeluarkan Lencana Emas Paviliun Bao Zi, lambang murid Sekte Laohu.
__ADS_1
Salah seorang diantara mereka maju dan memeriksa lencana tersebut, lalu memandang ke arah empat murid lainnya sambil mengangguk pelan.
"Kamu Li Yuan??" tanya salah seorang murid lainnya yang teringat dengan lencana emas tersebut.
Lencana Emas Paviliun Bao Zi hanya pernah dimiliki oleh dua orang murid yakni Li Yuan dan Li Tong. Hingga kini Paviliun Bao Zi masih mempertahankan rekor tersebut bagi kedua murid intinya.
"Benar sekali, saya adalah Li Yuan yang tiga tahun lalu menjalankan misi di Gunung Juewu dan tersesat hingga ke Gunung Hua" ucap Li Yuan dengan detail.
"Apa?" ucap beberapa murid lainnya sambil membelalakkan mata. Li Yuan adalah murid yang viral sebelumnya, jasanya dalam menyelamatkan murid senior yang bernama Huan Ran dari tangan Zhi Hong pimpinan kelompok Mawar Hitam.
Dua orang murid lalu memperhatikan Li Yuan dari dekat, kebetulan dua orang tersebut bermarga Huan. Mereka juga saudara dari Huan Ran yang kini telah menjadi Diaken pada Paviliun Jia Fu.
"Luar biasa, kamu tumbuh begitu sempurna. Jika saja aku wanita, saat ini aku akan tertarik padamu" ucap salah satu dari pemuda bermarga Huan mencoba mencairkan suasana.
"Hahaha.. Senior bisa saja" ujar Li Yuan dengan tersenyum.
"Mari ikuti aku!" ajak salah satu dari mereka. Walau bagaimanapun Li Yuan sudah lama menghilang, ada prosedur yang harus dilaporkan kepada Sekte.
"Selamat tinggal senior" ucap Li Yuan sopan sebelum melangkah masuk bersama seorang murid lainnya.
"Semoga selalu sehat dan menjadi orang yang beruntung" kata salah seorang murid bermarga Huan dengan tersenyum bangga.
__ADS_1
Dulu ia tidak mengenal Li Yuan dengan baik, namun setelah mendengar aksi heroiknya menumpas Kelompok Mawar Hitam membuatnya takjub, sekaligus berterimakasih karena kakak sepupunya menjadi selamat dari peristiwa penculikan tersebut.
Li Yuan dengan cepat berjalan menuju Aula misi, ditemani dengan murid jaga ia akhirnya tiba di dalam aula misi. Tidak ada perubahan berarti di Aula misi, hanya beberapa pohon saja di bagian luar gedung yang kini mulai tumbuh menjadi lebih besar.
Saat ini, aula misi tidak sedang ramai. Hanya beberapa murid yang tengah berada di sana untuk mendaftarkan misi seperti biasanya. Ada juga beberapa murid yang akan mengklaim poin kontribusi setelah selesai menjalankan misi.
"Ka.. Kamu Li Yuan??" terdengar teriakan dari petugas yang mencatat di Aula misi.
Orangnya masih sama dengan sebelumnya, ia jelas mengenali Li Yuan meskipun dengan perubahan fisiknya yang begitu besar. Selain itu ia juga merasakan aura Pendekar Raja dari tubuh Li Yuan, membuatnya sangat kagum.
Di angkatannya hanya Li Tong yang kini sudah menyentuh level Pendekar Raja. Bahkan tiga orang murid pribadi Ketua Sekte masih berada di bawah Li Tong dalam pencapaiannya. Setelah Jia Hien hanya Li Tong yang bisa dikatakan jenius Sekte Laohu pada generasinya.
"Benar ini saya, Li Yuan" jawab Li Yuan sambil mengeluarkan token misi yang sebelumnya ia terima dari petugas pencatat tersebut.
Petugas tersebut lalu memeriksanya dengan teliti, sebagai petugas tentu ia tidak mau melakukan kecerobohan. Setelah melakukan identifikasi, ia mengangguk puas lalu berkata kepada Li Yuan sambil menyerahkan beberapa lembar halaman yang masih kosong.
"Silahkan kamu tulis kronologi misi yang kamu jalankan hingga kamu bisa bertahan hidup" ucap petugas pencatat tersebut sambil penuh haru menatap Li Yuan.
Sebelumnya ia pernah dihantui rasa bersalah saat mencatat misi membahayakan yang diambil oleh Li Yuan, tetapi kini melihat Li Yuan selamat dan pulang kembali ke Sekte membuatnya menjadi sangat senang.
Saat Li Yuan sedang menulis berita acara dan kronologis misi, berita tentang kepulangannya segera meledak ke seluruh Sekte. Selain dari para murid jaga, Petugas pencatat misi juga mengabarkan hal tersebut melalui papan pengumuman di Aula Sekte. Sebagai media informasi terbuka, jelas hal tersebut menjadi informasi penting yang mudah diakses untuk disebarluaskan.
__ADS_1
Tetua Jia Fu sungguh sangat terkejut, begitu juga orang-orang di Paviliun Bao Zi. Tanpa mengulur waktu, dengan secepat mungkin mereka berhamburan menuju Aula misi untuk menemui Li Yuan.