Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Memulai Jamuan


__ADS_3

Li Tong dan Fan Chi usai makan bersama keluarga Patriark Li, mereka menuju kediaman pribadi Li Tong yang tidak jauh berada dari rumah Li Yuan. Semua keluarga inti Klan Li berada dalam satu kawasan yang sangat luas. Jauh lebih luas dari aset Klan Li sebelumnya di Kota Huanxie.


Melihat kedatangan Li Tong dan kekasihnya membuat Li Ching tersenyum gembira. Anak semata wayangnya kini sudah dewasa dan memiliki status yang luar biasa di Sekte.


Li Ching sangat bersyukur, keberpihakannya kepada Li Dan benar-benar membawa manfaat yang sangat luar biasa. Selain menjadi bagian keluarga inti, Li Ching juga memperoleh benefit yang sangat besar dari keuntungan bisnis yang dihasilkan oleh Klan Li.


Meskipun kediamannya tidak sebesar Li Dan, namun saat ini boleh dikatakan prestasi yang diraih keluarga Li Ching sudah sangat luar biasa.


Fan Chi merasakan sikap keluarga Li Tong tidak jauh berbeda dengan keluarga Li Yuan, ada kehangatan diantara mereka semua. Hal ini benar-benar patut ditiru oleh banyak orang, Patriark Li dan keluarga Li Tong tidak terbuai dengan materi yang berada di sekitar mereka. Sikap hangat mereka membuat Fan Chi semakin nyaman dengan Li Tong.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, setelah istirahat sejenak di dalam kamarnya Li Yuan segera bersiap dan membersihkan diri untuk rencana sore ini.


Seluruh Keluarga Li Yuan akan mengadakan jamuan dengan keluarga Fang. Namun Li Tong dan Fan Chi memutuskan untuk memisahkan diri. Mereka tidak mau mengganggu acara perkenalan dua keluarga, sehingga mereka berdua memutuskan untuk melihat keramaian festival kota Qinghai dari tempat yang berbeda.


"Kak, sepertinya kamu sangat beruntung kali ini" ucap Li Peiyu saat mereka dalam perjalanan.


"Maksudmu?" tanya Li Yuan dengan ekspresi bingung.


"Apakah kamu belum pernah mendengar kecantikan Nona Fang Yin?" jawab Li Peiyu mengarahkan pembicaraan kepada sosok wanita lain.


"Aku pernah bertemu dengannya, bahkan sempat makan bersama" jawab Li Yuan enteng.


"Hah"


"Kenapa sekarang kamu jadi suka membual?" ucap Li Peiyu dengan nada cemberut.


"Aku tidak membual, jika nanti kita bertemu dengannya pasti ia akan mengenaliku" ungkap Li Yuan dengan tersenyum cerah.


"Setahuku Nona Fang Yin adalah wanita yang sangat dingin pada laki-laki, bahkan ia adalah orang yang tegas. Xie Haocun saja yang merupakan putra Jenderal Langit ia tolak dengan begitu saja" kata Li Peiyu sambil memuji Nona Fang Yin.


"Apakah kamu tahu siapa yang sudah membuat petaka bagi pemuda kurang ajar itu?" tanya Li Yuan kepada adiknya.

__ADS_1


"Tidak" jawab Li Peiyu sambil menggelengkan kepala.


"Tentu saja kakakmu yang ganteng ini" ucap Li Yuan sambil terkekeh.


"Ihh.. Gak lucu" kata Li Peiyu dengan sedikit kesal.


Melihat ekspresi kesal adiknya, Li Yuan hanya menutup mulutnya menahan tawa. Padahal apa yang ia katakan pada adiknya adalah kebenaran.


Setelah perjalanan yang tidak begitu lama, rombongan Keluarga Li Dan sudah tiba di depan rumah makan Bunga Sutera.


Demi menyambut keluarga Li, rumah makan tersebut tidak dibuka untuk umum. Bahkan Fang Yin sendiri yang memasak beberapa menu khusus. Semua ia lakukan untuk memenuhi keinginan ayahnya.


Bahkan karena alasan sibuk membuat masakan, Fang Yin tidak ikut serta menyambut kedatangan keluarga Li Yuan.


Hal ini tentu saja membuat Li Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga jika Fang Yin tidak berkenan menerima kedatangan keluarganya.


Selamat datang Tuan Li!


Pada saat ini terdengar suara Tuan Fang Jing menyambut kedatangan keluarga Li Yuan.


"Tidak usah formal begitu, anda adalah Tuan Gubernur. Walau bagaimana pun kami harus menghormati pemimpin kami" jawab Li Dan sambil tersenyum dan membalas salam dari Tuan Fang Jing.


"Oh ya, perkenalkan ini adalah putraku Li Yuan yang selama ini sering aku bicarakan" ujar Li Dan sambil menarik lengan seorang pria muda.


Melihat sosok Li Yuan yang baru saja diperkenalkan oleh Li Dan membuat Tuan Fang Jing terperanjat.


"Kamu.. Kamu ternyata Li Yuan?" ucap Fang Jing dengan ekspresi rumit.


Di balik ketenangan Li Yuan, ia dapat dengan jelas mengingat peristiwa berdarah di tempat ini. Saat dimana Jenderal Langit Xie Taizong tewas dengan sangat mengerikan, tubuhnya hancur menjadi kabur darah dan mengering menjadi butiran debu.


"Ada apa? Apakah kalian sudah saling mengenal?" tanya ayah Li Yuan dengan sedikit heran.

__ADS_1


Li Yuan tidak menjawab, ia hanya tersenyum ringan menatap ke arah Tuan Fang Jing.


"Tentu saja, putramu adalah orang yang telah menjungkirbalikkan Kota Qinghai setahun lalu" jawab Fang Jing dengan tatapan kosong.


Selain kekuatan Li Yuan yang tidak terukur, tubuh Fang Jing menahan gemetar hebat saat seorang wanita menatapnya hanya dalam sekali pandang. Wanita cantik yang berada di dekat Li Yuan sangat mengerikan, punggung Fang Jing menjadi basah dalam sekejap.


"Kalian masuklah, mari kita menuju lantai dua" ucap Fang Jing mencoba mencairkan suasana.


Fang Jing menuntun mereka dengan sangat hormat, sikap seorang Gubernur Ibukota tersebut membuat orang-orang yang melihatnya menjadi aneh.


Di dalam hati Fang Jing ia terus mengumpat, ia menganggap putrinya benar-benar bodoh pada saat ini. Jika saja ia tahu bahwa Li Yuan adalah sosok dibalik Pendekar Pedang Tiga Elemen, maka Fang Yin bisa meledak penuh kegembiraan.


Setelah sampai di lantai dua, mereka semua berada pada meja dan kursi yang melingkar seperti huruf "U". Li Yuan duduk membelakangi tangga yang menuju naik ke lantai dua.


Saat ini Fang Jing sangat gelisah, ia menyadari jika putrinya baru saja melakukan kesalahan besar dengan tidak menyambut kedatangan keluarga Li Dan.


" Permisi Tuan Li, aku akan memanggilkan putriku dulu" ucap Fang Jing dengan sopan hendak berdiri.


"Maaf Tuan Fang, biarkan saja. Jika memang ada kesempatan bagus maka aku dan dia akan bertemu kembali" suara Li Yuan pelan namun dapat didengar oleh semua orang.


"Ba.. Baik Pendekar... " jawab Fang Jing dengan patuh.


Melihat pemandangan ini, kedua orang tua Li Yuan saling memandang. Bahkan Li Peiyu mulai mengerti jika apa yang dikatakan oleh kakaknya pada saat perjalanan ke mari bukanlah bualan. Namun sepertinya, apa yang telah terjadi tidak sesederhana apa yang ada dipikiran Li Peiyu.


Aneka hidangan mulai disajikan oleh para pelayan, namun Fang Yin masih belum muncul. Keringat dingin semakin deras membasahi punggung Fang Jing saat waktu terus berjalan dengan sangat lambat.


Li Yuan melihat masakan khas rumah makan Bunga Sutera, lalu berkata.


"Apakah ini masakan nona Fang Yin?" tanya Li Yuan kepada pelayan yang sedang menyiapkan hidangan di atas meja makan.


"Betul Tuan Muda" jawab pelayan tersebut dengan hormat.

__ADS_1


__ADS_2