Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Yue Hao Ke Kota Qinghai


__ADS_3

"Benarkah" tanya Yue Hao dengan ekspresi tidak percaya.


"Tentu saja. Mereka tidak akan menolak mu" jawab Li Yuan dengan enteng.


"Bagaimana kamu bisa memiliki hubungan dengan mereka?" tanya Yue Hao dengan ekspresi heran.


"Nanti juga kamu akan tahu, kamu boleh bertanya sendiri kepada Tuan Li Dan" ujar Li Yuan sambil tersenyum.


Pada kesempatan ini Li Yuan tidak ingin menutupi identitas dirinya lagi, karena keluarga Li sudah cukup kuat maka hanya menunggu waktu saja untuk bangkit dan terkenal ke seluruh wilayah Alam Langit.


Tidak lama kemudian makanan Li Yuan datang, sambil menikmati makanannya ia kembali berbincang dengan Yue Hao.


"Sepertinya aku membutuhkan bantuanmu" ucap Li Yuan di sela-sela perbincangannya.


"Katakan lah aku akan senang membantumu" ucap Yue Hao dengan tulus.


"Aku membutuhkan tempat yang cukup luas di Kota ini, rencananya aku akan menempatkan orang-orang dari Keluargaku untuk menetap di Kota ini" ucap Li Yuan.


"Jika hanya itu, maka itu perkara yang mudah. Jika tidak salah, kediaman Xue Rengui cukup besar dan kini sudah disita oleh pihak pemerintah kota Nanguan untuk dilelang. Namun karena kamu juga berjasa dalam peristiwa tersebut, tentu tidak akan sulit bagi ayahku untuk memberikan lokasi tersebut kepada keluargamu" ujar Yue Hao menjelaskan.


Terkait nama Xue Rengui, tentu Li Yuan masih mengingatnya. Rumah makan ini juga yang menjadi titik awal mula ia menghajar putranya yang bernama Xue Wang.


"Terimakasih dan maaf merepotkan mu" ucap Li Yuan dengan tulus.


"Tidak usah sungkan, apa yang kau lakukan untuk diriku serta keluargaku tidak akan mudah kami balas. Apalagi karena hanya hal sepele seperti ini" ucap Yue Hao sambil mengakhiri makannya.


"Terimakasih juga karena kamu telah memberikan jalan kepada kami untuk ke Klan Li. Siang ini juga aku akan berangkat sendiri ke sana, kebetulan aku ingin menikmati suasana Kota Qinghai yang terkenal dengan danau birunya. Untuk urusanmu, nanti akan ada orang suruhan ayahku untuk mengurus proses peralihan tempat tersebut" ujar Yue Hao.


"Kenapa mendadak sekali ke sananya?" tanya Li Yuan kebingungan.


"Aku tidak mau terlalu sering melihatmu. Jadi lebih baik aku akan mengistirahatkan pikiranku di Kota Qinghai" jawab Yue Hao dengan nada bercanda.


Li Yuan hanya tersenyum datar mendengar perkataan Yue Hao, ia mengerti dengan maksud yang baru saja dikatakan oleh wanita tersebut.


"Terserah kamu saja" ucap Li Yuan.

__ADS_1


"Ya sudah aku pamit, kamu jangan mencari ku" ucap Yue Hao dengan cemberut.


Li Yuan hanya tertawa kecil menyaksikan sikap Yue Hao yang berada di depannya. Ia memperhatikan wanita tersebut hingga menghilang dari pandangannya.


Setelah kepergian Yue Hao, Li Yuan tetap melanjutkan untuk menghabiskan makanannya. Dengan santai ia menikmati setiap makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


Secara bersamaan, tidak jauh dari tempatnya duduk. Terdapat beberapa orang yang tengah berbincang cukup serius. Mereka adalah murid inti dari Sekte Angin Puyuh yang sebelumnya pernah bertemu dengan Li Yuan di tempat ini.


Dengan kemampuan Li Yuan, ia dapat mendengar isi dari percakapan. Sebelumnya ia tidak terlalu memperhatikan keberadaan mereka, karena ada Yue Hao yang bersamanya.


Setelah mendengar secara seksama, Li Yuan cukup terkejut dengan perkataan dari murid Sekte Angin Puyuh tersebut. Selain adanya perubahan kepengurusan struktur, adanya gelagat aneh dari Patriark serta para Tetua dari Sekte tersebut.


"Sepertinya ada ketidakberesan di Sekte tersebut" gumam Li Yuan dalam hati.


Namun ia tidak menanyakan langsung, informasi ini akan ia selidiki sendiri melalui Liu Haikuan dan juga beberapa orang dari Kelompok Naga Emas.


Pada sore harinya, Yue Hao sudah tiba di Kota Qinghai menggunakan perahu terbang Asosiasi Keluarga Fang.


"Indah sekali, suasananya juga cukup damai" ucap Yue Hao saat pertama kali tiba.


"Sebaiknya kita langsung saja, sementara yang lainnya mengurus penginapan karena hari sudah sore." ucap Yue Hao sambil menyampaikan pengaturan.


"Baik Nona" ucap pengawal tersebut dengan hormat.


Setelah mengatakan hal tersebut, mereka segera menuju kediaman Patriark Li dengan menggunakan kereta kuda yang tersedia disekitar tempat pendaratan mereka.


Tidak beberapa lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah manor Klan Li. Setelah menjelaskan maksud dan tujuannya, Yue Hao menunggu sejenak di depan pintu masuk kediaman Klan Li.


"Nona, kami mohon maaf bahwa Tuan Li tidak bisa menerima tamu" ucap seorang penjaga setelah mengkonfirmasi kepada Patriark Li.


"Bagaimana Nona?" tanya pengawalnya dengan nada pesimis.


Yue Hao sedikit bingung namun ia segera teringat dengan token pemberian Yuanli tadi pagi saat keduanya bertemu.


"Aku ingin bertemu dengan Tuan Li Dan" ucap Yue Hao sambil menunjukkan sebuah token dari dalam sakunya.

__ADS_1


Para penjaga yang bertugas diam mematung saat melihat token yang di pegang oleh Yue Hao. Setelah seseorang memeriksanya lalu menyerahkan kembali kepada Yue Hao.


"Kami mohon maaf atas ketidaksopanan sikap kami sebelumnya" ucap pengawal tersebut sambil membungkukkan badan.


"Silahkan nona ikuti saya" ucap pengawal itu lagi dengan hormat.


Yue Hao tertegun dengan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut, namun dengan cepat ia mengikuti arahan dari pengawal tersebut.


"Benar-benar sangat luar biasa" gumam Yue Hao dalam hati.


Manor Keluarga Li memang lebih besar dan lebih mewah daripada kediaman Keluarga Yue. Meskipun ayah Yue Hao seorang Gubernur Provinsi, namun dari segi kekayaan jelas tertinggal oleh Klan Li.


"Selamat sore Tuan, mohon maaf Nona Yue ingin bertemu dengan Tuan" ucap seorang penjaga dengan hormat.


"Bukankah sebelumnya sudah aku sampaikan, jika aku tidak menerima tamu" ucap Patriark Li Dan.


"Mohon maaf Tuan, Nona Yue memiliki tanda pengenal Tuan Muda" jawab pengawal tersebut.


"Apa? Persilahkan dia masuk" ucap Patriark Li Dan.


"Baik Tuan" jawab pengawal tersebut sambil berlalu.


Yue Hao dan beberapa pengawalnya dipersilahkan masuk ke dalam aula keluarga, lalu mereka duduk di sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah.


Li Dan beserta Li Baojia berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui tamu yang baru saja disampaikan oleh penjaga.


"Salam Nona Yue, mohon maaf telah membuat anda menunggu" ucap Li Dan sesaat mereka duduk.


"Kami baru saja tiba Tuan, mohon maaf telah mengganggu waktu istirahat Tuan Li" ucap Yue Hao dengan sopan.


"Tidak usah sungkan, silahkan duduk dengan tenang, anggap kediaman sendiri saja" ucap Li Dan dengan ramah.


"Sebelumnya bolehkah aku melihat token yang kalian tunjukkan tadi" pinta Li Dan dengan sopan.


Tanpa ragu Yue Hao segera mengeluarkan token yang diberikan oleh Yuanli, lalu memberikan benda tersebut kepada Patriark Li.

__ADS_1


__ADS_2