Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Kabar Calon Mempelai


__ADS_3

Setelah kejadian heboh di Kota Qinghai, Li Yuan tidak mengetahui kehebohan yang menerpa Alam Langit. Ia belum mengetahui tentang statusnya sebagai buronan Istana Langit.


Saat ini, di Paviliun Bao Zi tampak Li Tong dan ketiga orang sahabatnya mulai menyiapkan diri untuk melakukan kultivasi tertutup. Menurut perkiraan mereka membutuhkan waktu sekitar satu minggu, bahkan bisa saja lebih dari itu.


"Kalian sebaiknya segera mengasingkan diri, biar aku yang menjaga kalian" ucap Li Yuan yang kini sedang berkumpul dengan saudara satu perguruan.


"Apakah itu tidak merepotkanmu, kamu baru saja tiba tetapi kami sudah menyusahkanmu" ucap Fan Chi yang kali ini bersuara.


"Aku tentu saja tidak keberatan, dengan meningkatnya kekuatan kalian tentunya aku akan sangat senang" sahut Li Yuan.


"Terutama kamu Li Tong, kamu harus lebih hebat sehingga akan banyak wanita cantik yang mengejarmu" ujar Li Yuan menggoda sahabat terbaiknya.


"Hahaha.. Sepertinya kamu belum mengetahui tentang saudara perempuanmu yang baru" ucap Li Tong sambil tertawa pelan.


Di sisi sebaliknya, tampak wajah Fan Chi memerah menahan malu. Fan Lau dan Fan Rou hanya terdiam, namun pandangan mereka mengarah ke Li Yuan.


Menyikapi reaksi dari para sahabatnya, Li Yuan sedikit kaget. Ia tidak menduga jika Li Tong dan Fan Chi akan menjalin hubungan.


"Ehem.. ehem.. Yach tampaknya memang aku ketinggalan informasi" ucap Li Yuan sambil pura-pura terbatuk.


"Aku sangat mendukung hubungan kalian berdua, semoga ke depannya keluarga Li dan Keluarga Fan bisa menjadi saudara" kata Li Yuan dengan gembira.

__ADS_1


Saat ini mereka lalu mengobrol dan saling mendukung, mereka semua adalah orang-orang yang berasal dari Kota Huanxie. Walaupun keluarga Fan bukanlah dari Klan yang besar, tetapi mereka adalah orang-orang yang berbudi pekerti yang baik.


Hari mulai sore, dua hari sudah Li Yuan berada di Sekte Laohu setelah kepergiannya. Li Tong dan yang lainnya segera pamit meninggalkan Li Yuan sendiri. Melihat sahabat-sahabatnya yang baik, ada semacam kedamaian di hati Li Yuan. Dalam hati Li Yuan, keempat orang ini akan ia jadikan sebagai sahabat sejatinya.


Tidak hanya di Paviliun Bao Zi, suasana hening menutup diri juga terjadi pada delapan orang Tetua. Setelah mendapatkan sumberdaya, mereka dengan antusias melakukan kultivasi tertutup pada satu tempat, yakni Paviliun Ketua Sekte.


Kini di Sekte Laohu, hanya Patriark Bao Xiong dan Tetua Bao Zi sebagai penanggung jawab. Meskipun demikian Tetua Bao Zi seperti biasanya ia tidak terlalu tertarik dengan urusan internal Sekte. Ia bertindak hanya sebagai pelindung Sekte saja jika ada benturan atau masalah yang bersifat eksternal.


Lima hari berlalu dengan cepat, saat ini mereka yang melakukan kultivasi tertutup belum keluar dari pengasingannya. Sementara itu, tiga orang murid utama Patriark Bao Xiong telah selesai melakukan kultivasinya. Sebelumnya mereka mendapatkan sumberdaya hasil pemberian Kepala Kasim Istana, waktu itu pihak Istana Langit memberikannya sebagai simbol hubungan pernikahan antara Jia Hien dengan Kaisar Tang Shiji.


Di sebuah ruangan, ada delapan orang keluarga Li yang tengah berkumpul. Mereka adalah Li Ming dan saudara-saudaranya. Dalam pertemuan ini, mereka membicarakan tentang rencana kepulangan mereka ke Kota Huanxie. Setelah tiga tahun, mereka belum kembali ke Kota Huanxie. Selama di Sekte Laohu, Li Ming dan tujuh orang saudaranya belajar dengan sungguh-sungguh.


Di sisi lain kabar tentang status Li Yuan yang menjadi buronan Istana Langit telah diketahui oleh kedua orang tuanya. Pendekar Pedang Tiga Elemen pertama kali diidentifikasi oleh Li Peiyu adik Li Yuan. Li Dan merasa sangat khawatir atas kondisi ini, ia tidak menduga putranya telah berkembang sangat jauh. Bahkan putranya yang dikenal dengan julukan Pendekar Pedang Tiga Elemen, membuat Li Dan mengelus dada.


Dengan perlindungan Tetua Mo Cau dan Li Baojia, sudah cukup bagi keluarga Li Dan untuk berkembang dengan aman. Namun sebagai seorang ayah tetap saja membuat kepala Li Dan hampir meledak setiap saat, ia memikirkan putranya. Kenyataan tentu saja akan berbeda jika Li Dan mengetahui tentang keberadaan Li Jieru sang Naga Bumi.


*****


Di Istana kediamannya, Jia Hien tampak termenung. Selama satu minggu ini, ia seperti burung dalam sangkar emas. Tidak seperti Nu Hume dan Nu Nian yang dengan leluasa bisa keliling Ibukota Kekaisaran. Malam ini setelah usai melayani hasrat birahi Kaisar Tang Shiji, Jia Hien mengutarakan tentang rasa bosannya. Ia ingin berkeliling Kota Jincheng dan melihat-lihat pemandangan.


"Kaisar, bolehkah esok pagi aku jalan-jalan keliling Ibukota?" ucap Jia Hien dengan nada memohon.

__ADS_1


Kaisar Tang Shiji tampak berpikir kemudian berkata.


"Baiklah, tapi malam ini kamu harus memuaskanku" jawab Kaisar Tang Shiji dengan tatapan buasnya.


Jia Hien mengangguk tanpa daya, sudah seminggu ini jika malam tiba dirinya menjadi teman tidur Kaisar Tang Shiji. Statusnya yang masih sebagai calon istri, membuat dirinya seperti selir. Meski demikian Jia Hien tidak bisa menyesali, pilihannya untuk menempuh jalan ini sudah ia pikirkan sebelumnya.


Peluang Jia Hien untuk menjadi Istri Kaisar sudah di depan mata, ia tidak mungkin mundur lagi. Upacara pernikahan mereka akan digelar satu minggu lagi, dan ia akan memiliki status yang ia tunggu.


Keesokan harinya, Jia Hien sudah bersiap, tampak pula Nu Hume dan Nu Nian dengan pakaian berwarna biru muda. Cheng Han yang biasanya ikut menemani adik seperguruannya, kini tidak tampak batang hidungnya. Kali ini perjalanan sudah diatur, Jia Hien akan ditemani oleh pengawal pribadi Istana Langit. Mereka adalah pasukan elit dari Sekte Api Abadi yang dikhususkan menjadi pengawal Kaisar dan keluarganya.


Di tangan Tang Shiji, Kekaisaran Istana Langit tidak ubahnya seperti rumah besar Sekte Api Abadi. Sebagai Sekte terkuat, dominasinya begitu kental terasa. Sebagai penguasa wilayah Barat, Sekte Api Abadi berada di Ibukota Provinsi Phoenix Emas. Kota Sichuan merupakan pusat Kota yang dipimpin oleh Zhao Siang.


Kota Jincheng sendiri berbatasan langsung dengan Kota Sichuan, membuat arus kemajuan dan perkembangan Alam Langit tersentralisasi di kedua Kota Besar tersebut. Tidak heran jika jumlah penduduk Kota Jincheng dipengaruhi oleh Kota Sichuan.


Tiga orang wanita cantik berada dalam satu kereta kuda yang mewah. Jalanan yang dilewatinya akan terbuka dengan lancar, ada sekelompok prajurit yang menjaga di sekelilingnya. Jia Hien sedikit merasa lebih baik, dengan pengalaman seperti ini ia bisa melihat orang-orang yang memandang penuh kekaguman ke arahnya.


Tiba di alun-alun Kota, Jia Hien dan kedua sahabatnya merasakan aneka kuliner serta jajanan khas Kota Jincheng. Mereka bertiga masih berusia menjelang dua puluh tahun, banyak pernak pernik asesoris wanita yang menarik perhatian mereka.


Saat tiba di salah satu kedai makanan yang cukup besar, Jia Hien melihat sebuah poster pengumuman. Perlahan ia membacanya dengan tenang, berita tentang Pengumuman Status Pendekar Pedang Tiga Elemen membuatnya sedikit terusik. Kota Qinghai tentu tidak asing baginya, namun nama Pendekar tersebut terasa asing baginya.


Di sampingnya ia melihat Nu Hume dan Nu Nian yang tengah asyik menyantap makanan yang baru saja disajikan. Mereka tampak lahap, mengabaikan Jia Hien yang sedang bingung.

__ADS_1


__ADS_2