
Tetua Li Tianshu sangat terkejut melihat kemampuan Liu Haikuan, meskipun ia juga berada pada ranah Pendekar Suci namun ia belum mampu bergerak secepat itu.
Belum hilang keterkejutan Tetua Li Tianshu, kini tubuh Liu Haikuan tampak berjalan perlahan. Tidak ada fluktuasi energi Qi yang luar biasa, ia tampak tenang berjalan ke arah empat orang Pendekar Tingkat Suci yang tersisa.
Detik berikutnya terdengar suara teriakan yang begitu nyaring.
"Aarrgghh"
"Aarrgghh"
Aarrgghh"
"Aarrgghh"
Hanya Li Yuan yang mengetahui prosesnya, Liu Haikuan adalah pengikutnya yang memiliki kemampuan yang mengandung karakteristik jiwa.
Empat orang Pendekar Tingkat Suci yang masih meraung kesakitan membuat orang-orang ketakutan. Puluhan Pendekar Tingkat Langit yang berada di belakangnya menjadi keheranan.
"Tolong ampuni kami" teriak seorang dari mereka yang tampak ketakutan.
Dalam sekejap puluhan pendekar langit tersebut langsung berlutut gemetar seperti baru saja melihat hantu. Di depan mereka empat orang Pendekar Suci tengah meringkuk dengan kondisi yang sangat mengerikan.
Pada saat ini Liu Haikuan mencibir keempat orang yang sedang menahan kesakitan. Di dalam kepala mereka sedang merasakan denyut kesakitan akibat serangan jiwa dari Liu Haikuan. Serangan jiwa memang sangat mengerikan, mereka yang tidak kuat bertahan maka pikiran dan jiwanya akan terluka akibat serangan sesuatu yang menakutkan.
Liu Haikuan kemudian mencabut pedangnya lalu bergerak dengan cepat untuk menghakimi nyawa mereka.
Di mata keempat Pendekar Suci tersebut, sebuah bayangan berwarna merah darah berkelebat dan bergerak-gerak.
Matilah! ucap Liu Haikuan
"Zreett"
__ADS_1
Tanpa pandang kasihan, pedang tersebut langsung menebas ke arah leher para pendekar ahli tersebut secara bergantian.
Keempatnya berusaha melawan namun tubuhnya tidak bisa mereka kendalikan, ada kekuatan yang menahannya sehingga membuatnya tidak mampu melawan sama sekali. Hanya mata mereka yang menampilkan ekspresi tidak percaya saat kesadaran mereka kembali.
Cairan hangat mengalir dari tenggorokan mereka secara bersamaan, dengan cepat mereka bereaksi dengan menggerakkan tangan untuk menutupi tenggorokannya. Namun sekeras apapun mereka mencoba ingin mengurangi aliran darah, kejadian berikutnya adalah napas mereka semakin lemah.
Seketika lingkungan sekitar menjadi hening!
Darah yang terus mengalir ke tanah, membuat pemandangan ini tampak sangat mengerikan. Orang-orang yang sedang berlutut pun dibuatnya semakin ketakutan, ini adalah mimpi buruk yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Dengan kekuatan seperti ini seharusnya mereka bisa dengan mudah menguasai bekas kediaman Xue Rengui. Namun tidak hanya gagal, bahkan menyentuhnya saja mereka tidak bisa. Kini kematian membayangi wajah mereka, ada keputusasaan di wajah para pendekar langit tersebut.
Merasa aura lawannya telah menghilang sepenuhnya, Liu Haikuan kembali menyarungkan pedangnya tanpa melihat kearah empat orang yang sedang meregang nyawa.
Sementara itu, Li Yuan hanya mengangguk puas dengan cara membunuh Liu Haikuan. Berbeda dengan Li Yuan yang langsung menghabisi nyawa lawannya, namun tidak dengan Liu Haikuan
Pada bagian akhir, Liu Haikuan sengaja menarik kesadaran korbannya untuk merasakan penderitaan dan keputusasaan. Menyiksa musuh bisa dibilang kejam, namun setiap orang memiliki metodenya masing-masing.
Kini Tetua Li Tianshu baru mengetahui kekuatan orang yang ditugaskan untuk menjaga Klan Li di Kota Nanguan ini. Tetapi ia juga tidak habis bagaimana kekuatan Li Yuan jika orang seperti Liu Haikuan saja bisa tunduk kepada dirinya.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan hal ini?" tanya Li Yuan setelah suasana mulai tenang.
"Kami adalah orang-orang yang dipekerjakan oleh Jenderal Chen Sheng" jawab salah seorang dari mereka yang kini masih dalam posisi berlutut.
"Lantas kenapa kalian memakai seragam prajurit?" tanya Li Yuan.
"Kami hanya orang-orang yang disamarkan saja, sebetulnya kami hanyalah kultivator bebas yang direkrut karena dijanjikan dengan bayaran yang mahal" ucap orang tersebut dengan hati-hati.
Saat ini tidak ada pilihan bagi mereka untuk bertahan hidup selain berkata jujur. Walau bagaimanapun mereka tidak mungkin menukar nyawa dengan uang begitu saja. Setelah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, mereka tentu tidak akan bertindak gegabah.
"Tuan, apakah mereka perlu dibinasakan juga?" terdengar suara Liu Haikuan dengan hormat.
__ADS_1
Namun para pendekar sewaan tersebut gemetar ketakutan, mendengar suara Liu Haikuan seperti mendengar suara malaikat maut yang menghantui hati dan pikiran mereka.
"Tidak perlu, aku masih membutuhkan tenaga mereka untuk menjaga tempat ini" jawab Li Yuan dengan santai.
"Terimakasih Tuan" ucap puluhan pendekar langit tersebut sambil bersujud menyentuh tanah.
"Tetua Li Tianshu, silahkan atur orang-orang ini untuk menjadi penjaga Klan Li di tempat ini" ucap Li Yuan dengan hormat.
"Ba.. Baik jika demikian" jawab Tetua Li Tianshu dengan senang.
Tetua Li Tianshu lalu menyuruh mereka bangkit dan berbaris dengan rapi. Ada sekitar empat puluh orang Pendekar Tingkat Langit yang kini bersumpah setia mengikuti Klan Li.
"Baru saja aku memikirkan bagaimana merekrut orang untuk menjaga tempat ini, namun tidak disangka jika Jenderal Chen Sheng sangat bermurah hati dengan mengirimkan mereka. Sepertinya aku harus berkunjung ke kediamannya untuk mengucapkan terimakasih" ucap Li Yuan pelan.
Namun perkataannya barusan dapat didengar dengan baik oleh dua orang utusan Yue Fei. Mereka hanya bisa menyaksikan rangkaian kejadian yang baru saja terjadi, peristiwa tersebut terlalu menakutkan. Tetapi kini mereka berdua bisa memastikan jika kematian Xue Rengui adalah ulah pemuda yang berada di dekat mereka.
"Pantas saja Tuan Yue Fei sangat segan dengan pemuda ini" bisik salah satu mereka.
"Ya, kau memang benar. Kita tidak bisa menyinggung orang seperti ini" sahut yang lainnya dengan nada pelan.
Gagalnya rencana perebutan bekas kediaman Xue Rengui dengan cepat sampai ke telinga sang Jenderal Langit perwakilan Provinsi Rajawali Emas. Jenderal Chen Sheng sangat murka atas kejadian ini, dengan tatapan marah ia berkata.
"Bagaimana bisa kelompok pendekar ahli yang kita kirim kalah begitu saja" ucap Jenderal Chen Sheng dengan ekspresi rumit.
"Mohon maaf Jenderal, sepertinya orang dari Keluarga Li memiliki pendekar dengan kemampuan menakutkan" jawab seorang pengawal pribadi.
"Lalu bagaimana dengan rencana penculikan putri Yue Fei, apakah sudah ada perkembangan"? tanya Jenderal Chen Sheng kepada pengawal pribadinya.
"Putri Tuan Yue Fei sedang berada di luar Kota, menurut informasi ia sedang menuju Kota Qinghai untuk menghubungi Klan Li" ucap pengawal pribadi tersebut dengan hormat.
"Kurang ajar! Sepertinya Yue Fei benar-benar ingin berselisih denganku" ucap Jenderal Chen Sheng dengan wajah gelap.
__ADS_1