
Li Yuan pun tidak lama berada di atas kapal, ia berdiri sejenak di atas haluan dan merasakan hembusan angin yang begitu lembut menyentuh telinganya. Namun tanpa dirinya sadari, Li Yuan tengah diperhatikan oleh pendekar ahli yang tadi menghalau pertengkaran.
"Pemuda itu ternyata berasal dari Provinsi Rajawali Emas" gumam lelaki tua tersebut di dalam hatinya. Ia melihat Li Yuan yang sangat bersahabat dengan angin, padahal kecepatan angin sangat kencang terasa di atas haluan kapal. Bagian yang khusus terdapat penggerak kecepatan kapal, yang salah satunya memanfaatkan energi angin.
Bagi Keluarga Fang yang memiliki Asosiasi khusus alat transportasi seperti ini, sudah tidak asing bertemu dengan berbagai jenis orang yang berasal dari berbagai kelompok maupun Sekte.
Keberadaan Asosiasi Keluarga Fang sudah sangat lama berada di Alam Langit sebagai penyelenggara kegiatan transportasi udara. Sekarang Li Yuan diduga sebagai pemuda yang berasal dari Provinsi Rajawali Emas, mayoritas penduduknya adalah pembudidaya kekuatan angin. Apalagi dengan penampilannya yang tertutup membuat dugaan pendekar ahli Keluarga Fang semakin kuat.
Saat merasakan cukup, Li Yuan memasuki kamarnya untuk berkultivasi, ia juga sudah tidak sabar ingin segera tiba di Sekte Laohu. Selama sisa waktu di atas perahu, ia mengisi waktunya dengan berkultivasi menyerap Batu Energi tingkat tinggi dari dalam Cincin penyimpanannya. Dalam kurun waktu tersebut ia juga berhasil menaikkan ranahnya menjadi Pendekar Suci Tingkat Menengah.
"Tidak sia-sia aku menghabiskan Lima Ratus Batu Energi Tingkat Tinggi" gumam Li Yuan di dalam hati. Ia baru menyadari jika daya serap tubuhnya terhadap batu energi begitu tinggi. Walau bagaimanapun, batu energi kelas atas sangat langka. Menghabiskan batu energi sebanyak itu tetap saja membuat hati Li Yuan berdarah. Setelah kekuatannya stabil, ia kembali menekan kekuatannya pada ranah Pendekar Raja.
"Siapa yang baru saja menerobos?" tanya pendekar ahli keluarga Fang dalam hati.
Selama beberapa saat ia merasakan adanya gangguan pergerakan perahu terbang. Seperti melewati gumpalan awan yang berkelanjutan, membuat para penumpang merasa cemas. Bahkan Fang Yin yang tertidur menjadi terbangun karena peristiwa tersebut. Di samping Fang Yin, masih tampak seorang pelayan wanita yang masih setia menjaganya.
"Apa yang terjadi?" tanya Fang Yin bingung.
"Sepertinya ada gangguan cuaca" jawab pelayan tersebut tampak ragu.
"Sudah berapa lama aku tertidur di sini?" tanya Fang Yin kepada pelayannya.
"Hampir sepuluh jam dari kita memulai perjalanan" jawab pelayan tersebut.
"Apa yang terjadi?" tanya Fang Yin yang masih sedikit linglung.
Kemudian dengan detail pelayan tersebut menceritakan segala hal yang telah terjadi.
Wajah Fang Yin memerah saat diceritakan dirinya memeluk seorang pria, untung saja pria tersebut masih muda dan berwajah rupawan.
__ADS_1
Hari mulai pagi, saat ini perahu terbang sudah berada di atas langit Kota Qinghai dan sebentar lagi akan mendarat. Ratusan penumpang yang ikut menumpang, perlahan mulai menyiapkan barang-barangnya sebelum turun dari perahu.
Di dalam kamar khususnya, Li Yuan sudah berada dalam kondisi yang prima. ada rasa kerinduan yang sudah membuncah di dalam hatinya. Sementara di jarak tertentu, Fang Yin juga sudah mulai bersiap. Sekarang ia berada dalam posisi yang sulit, sebetulnya ia tidak ingin kembali pulang ke kediaman ayahnya. Ia tidak mau jika harus dijodohkan dengan Xie Haocun.
Li Yuan akhirnya tiba di Kota Qinghai setelah melakukan perjalanan cukup lama. Sinar matahari Kota Qinghai yang menghangatkan, berusaha mengusir embun yang bertahta di atas dedaunan. setelah turun dari perahu terbang, Li Yuan segera melangkahkan kakinya untuk segera menuju ke Sekte Laohu.
Tiba-tiba dari arah belakangnya terdengar suara memanggil,
"Berhenti! ucap seorang pemuda yang sebelumnya berkonflik dengan Li Yuan di atas perahu terbang.
Li Yuan menghentikan langkahnya, ia menoleh ke belakang dan melirik tiga orang lelaki yang sedang membuntutinya.
Di hadapan Li Yuan berdiri Xie Haocun yang diapit oleh dua orang lelaki menggunakan jubah putih dengan senyuman meremehkan. Li Yuan tidak merespon, ia hanya menunggu apa yang diinginkan oleh pihak lawan. Li Yuan tidak mencari musuh, namun jika menemuinya ia juga takkan menghindar.
"Kamu sebaiknya tinggalkan nyawamu" ucap seorang pemuda dengan arogan. Dia adalah Xie Haocn yang sempat beradu argumen di atas kapal terbang sebelumnya.
"Suasana hatiku sedang baik, oleh karena itu silahkan kalian pergi sebelum semuanya terlambat" ucap Li Yuan sedikit mulai mengancam.
"Hahahaha.. Dasar bocah masih hijau tetapi sudah sok tahu" ucap salah seorang pengawal pribadi Xie Haocun yang berada pada ranah Pendekar Langit.
Tanpa berkata lagi dua orang pendekar ahli tersebut saling memandang lalu mengangguk, keduanya bergegas maju ke depan Li Yuan.
"Rasakan ini" teriak salah seorang pengawal pribadi Haocun. Keduanya melakukan serangan tangan kosong, tetapi dari tinjunya mengalir kekuatan yang sangat dahsyat.
Pada kesempatan ini, Li Yuan mencabut pedangnya. Ada perasaan hangat saat pedang tersebut berada di dalam genggaman tangan Li Yuan.
Sslaassh!
Sslaassh!
__ADS_1
Tanpa sempat menghindar dua orang Pendekar Langit terbelah masing-masing menjadi dua bagian.
"Kalian beruntung, sungguh kehormatan pedang ini pertama kali aku gunakan. Aku belum tahu cara menggunakannya dengan baik, mungkin kalian berdua akan menjadi pelajaran yang baik" ucap Li Yuan dengan tenang.
"Maaf, aku bersalah!aku berjanji untuk tidak mengusikmu lagi" ucap Xie Haocun.
Menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Dia mulai menyadari ekspresi Li Yuan yang hanya diam, namun hal itu justru membuatnya ketakutan.
Kematian dua orang Pendekar Langit sebagai pengawalnya sudah menjadi isyarat yang mengerikan untuk tidak menyinggung sosok pemuda di depannya. Li Yuan hanya memandang Xie Haocun sebentar tanpa mengatakan apapun lagi.
"Apakah kamu berasal dari negara Rajawali Emas? tanya Xie Haocun ketakutan. Orang-orang dari negara Rajawali Emas semestinya tidak menginjakkan kakinya di Provinsi Naga Biru, selain jaraknya yang sangat jauh ada perjanjian khusus kedua wilayah yang sedang mengalami masalah.
Fang Yin hanya terdiam menyaksikan aksi Li Yuan saat membunuh dua orang pengawal Xie Haocu. Ia menelan ludahnya dan tidak menduga lelaki sederhana di depannya berani menyinggung keluarga Xie. Ayahnya Xie Haocu adalah salah satu Jenderal besar di Istana Langit, dengan perintahnya membumi hanguskan keluarga Fang adalah perkara yang tidak sulit baginya. Fang Yin melirik ke arah Xie Haocun yang kini tampak ketakutan. "Jika pemuda tersebut memprovokasi Xie Haocun maka ia tidak akan berakhir dengan baik" pikir Fang Yin.
Orang-orang yang berada di sekitar menatap Li Yuan dengan kaget, seorang pria gagah perkasa dengan pedang pedang di punggungnya. Tak ada yang tahu identitas pemuda itu, namun keberaniannya sangat luar biasa.
"Siapapun aku, itu tidak penting bagimu yang sebentar lagi akan mati" ujar Li Yuan dengan sorot mata tajam.
Xie Haocun menatap Li Yuan dengan lekat, "Kamu, katakan hal itu sekali lagi maka ayahku tidak akan mengampuni dirimu" ucapnya dengan nada tinggi.
Xie Haocun yang semula ketakutan berubah menjadi sangat marah, bola matanya hampir keluar.
Bibir Li Yuan berkedut, ia berkata dengan malas, "Seorang pecundang apakah masih bisa mengancam?"
Setelah berkata demikian, Li Yuan segera mengeluarkan satu pukulan ke arah Xie Haocun.
"Buugghh"
Tubuh Xie Haocun melayang ke udara sebelum jatuh puluhan meter dari tempat semula. Ia tidak lagi mengeluarkan rintihan apapun, detik itu juga tubuhnya melayang dengan sorot mata melotot tak percaya.
__ADS_1