Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Memahami Teknik Manipulasi Tanah


__ADS_3

Melihat kenaikan tingkatan kultivasi teman-temannya, Li Yuan merasa sangat senang. Dengan ranah mereka sekarang setidaknya sudah menjadi bekal yang cukup, mengenai perkembangan ke depannya itu bergantung pada kemampuan dan bakat mereka. Tetapi Li Yuan yakin dengan para sahabatnya tersebut, hanya menunggu waktu saja.


Di sudut sebuah bangunan, ada sepasang suami istri yang berdiri tegak. Keduanya tampak termenung, terkadang terlihat tertawa. Tetua Bao Zi dan istrinya, menatap lurus ke arah para muridnya. Sebagai pasangan senja, mereka merasa bangga dengan perubahan yang sangat cepat ini. Li Yuan, Li Tong dan yang lainnya sudah dianggap cucu oleh mereka, alasan itu juga yang membuat Paviliun Bao Zi tidak lagi menerima murid baru.


"Selamat atas peningkatan kalian semua" suara Tetua Bao Zi yang tiba-tiba terdengar di tengah Li Yuan dan yang lainnya.


"Salam hormat guru" ucap mereka semua dengan kompak.


"Hahaha.. Aku sangat bangga pada kalian" ucap Tetua Bao Zi sambil menghampiri dan menepuk pundak mereka satu persatu.


"Sudah waktunya bagi kalian untuk mempelajari teknik Tingkat Tinggi Sekte Laohu. Seharusnya ini untuk para Tetua, tetapi tingkatan kalian sudah melampaui kekuatan standar para Tetua. Meski demikian, aku tidak mau kalian menjadi besar kepala. Ingat semua juga berkat bantuan saudara kalian, Li Yuan" ucap Tetua Bao Zi dengan sungguh-sungguh.


"Baik guru, kami tidak akan mengecewakanmu" ucap mereka, lalu memandang Li Yuan.


"Saudara Yuan, kami tidak akan melupakan jasa baikmu terhadap kami" sambung Li Tong dan yang lainnya.


Li Yuan hanya mengangguk pelan, lalu tersenyum dengan cerah.


"Li Yuan, meskipun kamu berbeda dengan kami mungkin apa yang kusampaikan saat ini bisa memberimu sedikit petunjuk. Aku sebagai gurumu merasa bersalah jika tidak mengajarkanmu pelajaran yang berarti" ucap Tetua Bao Zi dengan serius.


"Tidak apa-apa guru, banyak hal yang kudapatkan. Semua bermula dari anda di Gunung Guntur, setelah hari itu banyak kejadian yang kulewati dengan lancar." ujar Li Yuan.

__ADS_1


Di Sekte Laohu hanya Li Yuan sendiri yang tidak memiliki elemen tanah. Keadaan ini tidak banyak diketahui orang, hal ini juga menjadi rahasia para murid di Paviliun Bao Zi.


"Setelah apa yang kusampaikan kuharap kalian mampu memanipulasi baru, lumpur, serta kerikil. Batu yang keras bisa kalian lunakkan, lumpur yang lunak bisa kalian ubah sekuat logam. Berat dan ringan wujud suatu benda bisa dimanipulasi tingkat kerapatannya, dalam hal tertentu kalian juga bisa menyerang dari dasar tanah" ucap Tetua Bao Zi dengan konsentrasi.


Sementara para murid mendengarkan dengan penuh antusias, terutama Li Tong yang selama ini mengembangkan teknik penguatan tubuh. Spesialisasi Li Tong pada kekuatannya, baik dalam menyerang maupun bertahan. Kini, dengan penjelasan gurunya ia sangat senang. Teknik tingkat tinggi memang sangat ia butuhkan untuk menyempurnakan teknik dasarnya.


"Setelah kalian memahami dasar-dasar memanipulasi bentuk, selanjutnya kalian akan mampu memahami penguasaan gravitasi. Mirip dengan pengguna elemen angin, hanya saja kalian bisa meringankan tubuh kalian dengan mengurangi kontak terhadap tanah secara langsung. Umumnya cukup sulit, biasanya seiring bertambahnya kekuatan kalian maka semua hal tidak ada yang sia-sia" ucap Tetua Bao Zi. Dari dalam sakunya ia mengeluarkan beberapa salinan Kitab yang mengandung Teknik Elemen Tanah.


Ada cara untuk membentuk Kubah Tanah, membentuk manusia golem, bahkan cara bertransportasi di atas dan di dalam tanah. Semuanya adalah Teknik Tinggi Sekte Laohu, yang khusus dipelajari oleh para Tetua.


Li Yuan mulai tertarik dengan teknik memanipulasi bentuk. Li Yuan juga mendapatkan salinan Kitab yang sama dengan yang lainnya. Setelah membacanya Li Yuan sedikit mengernyitkan mata, teknik tersebut memiliki syarat utama berupa penguasaan elemen tanah.


Li Yuan tidak kehilangan akal, ia menggunakan elemen angin untuk menggantikan elemen tanah. Pada dasarnya semua teknik memiliki kata kunci sebagai pengembangan atau pemanfaatan potensi.


"Kalian harus mengalirkan kekuatan kalian, lalu mendorongnya dengan Qi. Penggabungan keduanya harus cepat, tidak ada celah dalam proses tersebut" ucap Tetua Bao Zi memberi penjelasan.


Li Tong dengan sungguh-sungguh mencobanya, tentu bagi dirinya tidak akan sulit. Sebelumnya kekuatan elemen mereka belum terbangkitkan secara utuh, namun sekarang setelah menyerap Kristal Coklat keadaannya tentu sudah berubah. Dalam satu gerakan Li Tong mengeluarkan gumpalan tanah yang cukup padat, lalu ia mengikuti langkah yang diajarkan oleh gurunya.


"Plok" terdengar suara saat tanah tersebut berubah menjadi pedang besar.


Tetua Bao Zi mengangguk senang.

__ADS_1


Fan Lau dan dua orang saudaranya juga melakukan hal yang sama, mereka menggunakan bentuk tombak, belati dan palu besar.


"Hmm.. Cukup bagus. Hanya tingkat kekerasan dari matrialnya saja yang perlu ditingkatkan. Kepadatan atau kerapatan harus lebih kalian perhatikan" ucap Tetua Bao Zi memberikan penilaian.


Saat ini Li Yuan dalam keadaan tercerahkan. Matanya yang semula terbuka kini terpejam sejenak, di dalam tubuhnya energi Qi mulai terpusat membentuk pusaran angin.


Selanjutnya Li Yuan membuka matanya. Di sekitarnya, dari yang semula tenang tiba-tiba angin berhembus semakin kencang berpusat di sekitar tubuh Li Yuan. Memperhatikan hal ini Tetua Bao Zi dan beberapa orang murid lainnya merasa sedikit kaget. Mereka jelas terkejut melihat pemandangan ini, gumpalan angin tercipta begitu besar menimbulkan desiran angin yang cukup menakutkan.


"Anak ini memang sangat mengerikan" gumam tetua Fauzi di dalam hatinya.


Pemahaman Li Yuan selalu lebih tinggi dari yang lainnya, kejutan demi kejutan selalu ia tunjukkan.


Tidak lama kemudian gumpalan angin tersebut membentuk sebuah pedang yang sangat besar, terlihat seperti pedang transparan. Li Yuan tidak menghiraukan pandangan dari guru dan teman-temannya, saat ini ia masih berkonsentrasi penuh.


Sejurus kemudian Li Yuan menggerakkan pedang tersebut ke arah salah satu batu besar. Dalam sekejap batu itu terbelah menjadi dua bagian. Tebasan pedang tersebut sangat halus, tidak ada pecahan atau butiran dari bekas tebasan tersebut. Pedang transparan juga bergerak dengan sangat cepat, lebih cepat dari pedang yang sebelumnya diciptakan dari bongkahan tanah.


Jika pedang yang dibuat oleh Tetua Bao Zi menghancurkan dengan kekuatan material tetapi pedang yang diciptakan oleh Li Yuan menghancurkan batu dengan sangat halus mungkin ini adalah perbedaan dari dua unsur yang berbeda yaitu tanah dan angin. Kedua-duanya jelas memiliki kelebihan dan kekurangan.


Belum hilang keterkejutan Tetua Bao Zi dan yang lainnya, tiba-tiba pedang raksasa tersebut berubah menjadi puluhan pedang kecil lalu semuanya bergerak dengan cepat menuju ke salah satu batu besar lainnya.


"Dhuuaaar"

__ADS_1


Terdengar suara ledakan yang sangat keras saat menghancurkan batu besar lainnya. Kini pedang-pedang tersebut ikut hancur bersama batu tersebut.


"Jika itu adalah elemen tanah, maka efek kehancurannya lebih besar" batin Li Yuan.


__ADS_2