Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menghabisi Kelompok Bertopeng


__ADS_3

Pada saat ini Li Tong dan yang lainnya belum merasakan adanya bahaya yang tengah mengintai mereka. Ia dan kekasihnya tengah asyik membeli beberapa aksesoris untuk teman-temannya di Paviliun Bao Zi.


Pada kesempatan seperti ini, aneka barang dagangan di gelar dengan harga yang relatif terjangkau. Meski mereka tidak kekurangan uang, menikmati belanja di pasar rakyat ada sensasi berbeda yang mereka rasakan.


"Setelah ini apakah kita ada rencana lain?" tanya Li Yuan kepada yang lainnya.


"Setelah memberi cinderamata ini, sebaiknya kita mencari makanan dan minuman ringan" jawab Fan Chi sambil melirik ke arah Li Tong.


"Iya benar, aku juga ingin merasakan makanan khas Kota Qinghai" ujar Li Tong menyetujui permintaan kekasihnya.


"Baiklah, jika begitu mari kita mencari kedai makan" kata Li Yuan dengan tenang.


Fang Yin tidak berkomentar, dia hanya menuruti apapun ucapan Li Yuan.


Keempatnya berjalan mengikuti Li Yuan, untuk mencari tempat yang agak jauh dari keramaian. Li Yuan sedang merencanakan sesuatu, ia berjalan dan menemukan sebuah kedai yang cukup jauh serta mendapati ekspresi teman-temannya tampak bingung.


Baru saja Li Tong ingin bertanya alasan Li Yuan memilih lokasi yang jauh, tiba-tiba sekelompok orang bertopeng muncul lalu mengelilingi Li Yuan dan yang lainnya.


Tanpa bertanya lagi, dua orang diantara mereka segera maju dan hendak melakukan serangan. Sepertinya mereka akan melakukan serangan cepat untuk menghindari perhatian orang banyak.


Li Tong beradaptasi dengan cepat, dengan sigap ia berhasil memblokir serangan dari dua orang tersebut.


"Siapa kalian? kenapa menyerang kami?" ucap Li Tong kepada dua orang bertopeng dengan ekspresi heran.


"Tidak usah banyak omong" ucap salah seorang dari mereka sambil menerjang maju ke arah Li Tong.


Fan Chi ikut membantu Li Tong, perkelahian empat orang Pendekar Langit berlangsung cukup sengit.


Li Yuan dan Fang Yin masih bergeming dengan perubahan situasi yang tiba-tiba, ada empat puluh orang lebih Pendekar Langit yang mengepung mereka. Fang Yin tanpa sadar menggenggam tangan Li Yuan, ada jejak kekhawatiran di dalam dirinya.


"Kamu tenang saja" ucap Li Yuan pelan berusaha menenangkan Fang Yin.


"Iya" jawab Fang Yin singkat. Ada kehangatan saat mendengar ucapan dari Li Yuan.


Di bawah kepungan puluhan orang Pendekar Langit, membuat Li Tong dan Fan Chi mulai cemas. Dua orang yang melakukan serangan terlebih dulu, kini mulai serius meladeni Li Tong.

__ADS_1


Energi vital yang berbentuk gelombang besar menyelimuti tubuh kedua orang itu, dengan cepat ia segera muncul di depan Li Tong dan Fan Chi.


Sebuah pukulan dengan energi sangat besar, gabungan dari dua orang Pendekar Langit sedang diarahkan ke tubuh Li Tong, suara desiran angin terdengar diikuti suara ledakan keras.


"Pukulan yang sangat mengerikan!" gumam Li Tong dalam hati.


Li Tong segera menangkis dengan cara membentuk kubah dari tanah yang sangat keras.


"Baaamm"


Suara benturan energi bertabrakan, kubah pelindung yang dibuat Li Tong hancur dalam sekejap.


Tubuh Fan Chi yang berada di samping Li Tong terhempas beberapa langkah ke belakang, akibat benturan energi yang baru saja terjadi juga menyebabkan beberapa kerusakan.


Sementara Li Tong masih berdiri cukup stabil, tetapi ia dapat merasakan fluktuasi energi di dalam tubuhnya mulai tidak beraturan.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Li Tong kepada kekasihnya.


"Aku baik-baik saja" jawab Fan Chi sambil berupaya menstabilkan tubuhnya.


Meskipun demikian, tanpa sepengetahuan yang lainnya. Li Yuan sudah mengedarkan kemampuan jiwanya untuk mengunci anggota kelompok bertopeng yang lainnya.


Kejadian ini mulai menarik perhatian orang-orang untuk berdatangan, mereka dapat merasakan gelombang panas dari energi yang dipancarkan akibat benturan energi tadi.


Fan Chi tampak cemas, jari jemarinya tengah mengepal erat tanda kegelisahan menghampiri dirinya. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan Li Tong. Ia baru saja mulai mencintai seorang pria secara sungguh-sungguh dalam hidupnya, ia tidak mau kehilangan Li Tong.


Sementara Fang Yin masih menggenggam tangan Li Yuan, dia seolah merasakan keamanan saat bersama pria yang ia kagumi.


Adapun pemilik kedai dan beberapa pengunjung, mereka tampak sangat serius memperhatikan pertikaian yang terjadi di halaman kedai makan. Mereka tidak dapat bergerak maju untuk melerai, pertikaian itu bukanlah sesuatu yang bisa mereka campuri dengan mudah.


Li Tong mengernyitkan matanya, ia menarik napas panjang lalu berkata.


“Sepertinya kalian sudah bosan hidup di dunia ini”


Mendengar kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh Li Tong, dua orang pendekar Tingkat Suci segera muncul diantara mereka.

__ADS_1


Tersirat aura kebencian di wajah dua orang Pendekar Suci tersebut, meskipun masih menggunakan topeng yang sama. Salah satunya mencibir Li Tong lalu berkata.


“Kalian hanya orang-orang lemah berani berkata kurang ajar kepada kami”


Meski demikian, kedua orang Pendekar Suci tersebut merasakan ada yang aneh, mereka berdua seharusnya tidak sampai turun tangan secara langsung. Puluhan Pendekar Langit yang berada dalam kelompoknya mengapa tidak melakukan pergerakan sama sekali, mereka hanya menonton seperti orang bodoh.


Pada saat ini tiba-tiba karakteristik jiwa yang dimiliki Li Yuan melonjak dengan cepat, dalam radius tiga ratus meter orang-orang yang mengepungnya berteriak kesakitan. Namun Li Yuan masih terlihat sangat santai, serangan jarak jauhnya mampu membuat puluhan orang berguguran jatuh ke tanah.


“Aarrggh”


“Aarrggh”


“Aarrggh”


Dari mulut mereka keluar  darah yang menyembur  deras, beberapa diantara mereka meledak lalu berubah menjadi kabut darah.


"Booomm"


"Booomm"


"Booomm"


Hanya orang-orang yang memiliki tekad kuat mampu bertahan sedikit lebih lama dan akhirnya meninggal dengan cara yang sangat mengerikan.


Mereka hanya orang-orang yang berada pada ranah Pendekar Langit, mana mungkin bisa bertahan dari serangan jiwa Li Yuan yang sudah berada di ranah Dewa.


Fang Yin tidak dapat berkata-kata, ia jelas mengetahui jika ini semua perbuatan Li Yuan. Perkembangan seni beladiri Li Yuan berkembang dengan sangat pesat setelah terakhir kali ia mengalahkan Jenderal Langit Xie Taizong.


Fang Yin sangat jelas dapat merasakan Li Yuan yang tanpa ekspresi, mengunci dan menghabisi pendekar Tingkat Langit dengan mudahnya.


“Kamu.. Sebenarnya siapa?” ucap seorang pendekar suci yang kini memandang Li Yuan dengan ketakutan. Ia adalah pengawal pribadi Jenderal Wan Sui yang ditugaskan untuk membunuh Li Yuan dan Fang Yin.


“Apakah kamu layak mengetahuinya?” ucap Li Yuan sambil mendengus dingin.


Setelah mengatakan hal itu, karakteristik angin yang dimiliki oleh Li Yuan segera bekerja dengan membentuk bilah pedang transparan. Ditambah gelapnya malam, puluhan bilah pedang yang terbuat dari angin tersebut semakin tidak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2