
Setelah berkata seperti itu, aura Kaisar Dewa langsung merembes keluar dari tubuh Li Yuan. Sebelumnya ia mendengar kebangkitan Aula Jiwa di Sekte Angin Puyuh, jadi Li Yuan ingin segera cepat-cepat mengakhiri dendamnya terhadap orang-orang dari Istana Langit.
Musuh yang paling menakutkan baginya adalah orang-orang yang berasal dari Aula Jiwa. Mereka memiliki karakteristik yang sama dengan dirinya yaitu kekuatan jiwa, di kalangan kultivator hal ini menjadi momok yang sangat menakutkan.
Pada saat berikutnya, udara di sekitar Istana Langit seperti semakin menipis. Dari tubuh Li Yuan muncul cahaya berwarna biru yang redup kemudian semakin bersinar terang membungkus tubuhnya.
Meskipun siang hari, pemandangan tersebut sangat jelas terlihat terutama bagi para Tetua Sekte Api Abadi yang mulai gemetar menahan ketakutan.
Mereka tentu menyadari arti dari semua ini, fluktuasi aura yang sangat mengintimidasi dari tubuh Li Yuan berhasil menekan jiwa mereka. Bahkan sepertinya kini jiwa mereka pergi berlari meninggalkan tubuh, energi Qi yang mereka miliki terikat oleh daya tarik yang teramat kuat dan seperti terserap oleh sebuah lubang gelap.
Secara perlahan para Tetua Sekte Api Abadi merasakan sesak napas dan energi vitalitasnya berkurang secara cepat, dengan putus asa mulut salah satu dari mereka bergerak dan berkata.
"Kamu sudah berada di tingkat seperti ini.. Mm.. Mustahil" ucap Tetua tersebut dengan sangat terkejut.
Di sejarah Alam Langit Tetua tersebut mengetahui hanya sang Legenda yang memiliki kekuatan seperti ini, namun itupun usianya sudah mencapai ribuan tahun dan sudah melewati berbagai macam kehidupan. Sedangkan orang yang berdiri di depannya masih sangat muda, masa depannya sungguh tidak dapat dibayangkan.
Legenda yang dimaksud tentu saja adalah Yuan Zang, merupakan guru dari Li Yuan yang ia temui di Gunung Hua beberapa tahun lalu saat dirinya sedang menjalankan misi. Namun tidak ada yang mengetahui tentang hubungan murid dan guru diantara mereka berdua, Li Yuan berkembang dengan kemampuannya tanpa memanfaatkan nama besar gurunya sebagai legenda Alam Langit.
"Apa yang terjadi?" gumam Tang Shiji dalam hati.
Kaisar Tang Shiji merasa heran dengan keadaan yang mendera kelima orang seniornya di Sekte Api Abadi tersebut, ia sendiri tidak terlalu merasakan tekanan seperti kelima Tetua tersebut.
Di sisi lain Ying Cushan yang sedari tadi terdiam, ia sangat terkejut dengan kemampuan Li Yuan. Hanya dengan auranya saja sudah mampu mengikat jiwa lima orang Pendekar Tingkat Dewa Bumi.
Perlu diketahui jika keberadaan Pendekar Dewa Bumi sangat terbatas dan masih bisa dihitung dengan jari, namun di mata Li Yuan kekuatan mereka tak ubahnya seperti seekor semut.
Saat ini, senyum mengerikan pun terpancar dari wajah Li Yuan. Energi Qi Li Yuan yang kini menyelimuti lima orang Tetua Sekte Api Abadi mengandung dua karekteristik yaitu Jiwa dan Angin.
"Apakah kalian pikir dengan kekuatan yang kalian miliki bisa menindas orang lain semau kalian? Apakah kalian tidak berpikir jika apa yang kalian lakukan telah membuat kekacauan pada tatanan kehidupan di Alam Langit?"
Suara Li Yuan terdengar pelan, namun cukup terdengar dengan jelas di telinga Kaisar Tang Shiji dan Lima orang Tetua Sekte Api Abadi tersebut.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut tubuh kelima orang Tetua tersebut terangkat melayang ke udara, ada ekspresi keputusasaan yang terpancar di wajah mereka.
Sebuah kubah transparan terbentuk menyelimuti tubuh mereka, di dalam kubah tersebut mereka tidak lagi bisa merasakan udara seperti sebelumnya.
Kaisar Tang Shiji yang ingin bergerak untuk membantu mereka segera tertahan, ia memiliki dual karekteristik api dan angin sehingga berpikiran untuk menghancurkan kubah transparan tersebut. Namun pada saat ia akan membantu, gerakannya menjadi sangat lambat.
"Kamu tidak perlu terburu-buru, lihat dan saksikan saja. Sebentar lagi giliranmu akan tiba" ucap Li Yuan ke arah Kaisar Tang Shiji.
Di dalam kubah transparan kelima orang Tetua tersebut benar-benar terlihat memprihatinkan, detik berikutnya dari tangan kanan Li Yuan melesat sebuah sinar yang sangat terang berwarna ungu.
"Zdaar"
"Zdaar"
Zdaar "
Puluhan kilat berbunyi nyaring di dalam kubah transparan tersebut, detik berikutnya tubuh kelima orang Tetua Sekte Api Abadi tersebut hancur berkeping-keping dan berubah menjadi kabut darah.
Sementara kedua mata Kaisar Tang Shiji terbelalak menahan keterkejutan saat memandang peristiwa tersebut. Ada ekspresi keputusasaan yang terpancar dari wajahnya, kini pelindung utama Istana Langit telah tewas.
Hari ini adalah mimpi buruk bagi dirinya, setelah kehilangan beberapa Jenderal besar dan Pasukan Bayangan, ia masih belum menyadari betapa bahayanya sosok Pendekar Pedang Tiga Elemen.
Namun setelah kematian lima orang Tetua Sekte Api Abadi, ia sudah tidak dapat berpikir jernih tentang kekuatan yang dimiliki oleh pemuda di depannya.
Di tengah keputusasaannya, Kaisar Tang Shiji dapat melihat jelas keberadaan mantan pemimpin pasukan bayangan Ying Cushan. Kendati demikian, Tang Shiji tidak dapat berbuat apa-apa.
Detik berikutnya ia merasakan sebuah pukulan yang datang begitu saja ke arah perutnya.
"Bugh"
Sebuah siluet bayangan bergerak ke arah Yang Shiji. Dalam sekejap tubuhnya sudah terpelanting ke udara dan jatuh menghantam pilar dengan keras.
__ADS_1
Ia sama sekali tidak dapat merasakan fluktuasi Qi ataupun gerakan dari pemuda yang ia kenal sebagai pendekar pedang tiga elemen.
"Jangan mendekat" ucap Kaisar Tang Shiji yang kini mengalami luka pada tubuhnya.
"Apakah kamu merasa dengan jabatanmu bisa berbuat seenaknya?" ucap Li Yuan sambil melangkah maju ke arah Tang Shiji.
Li Yuan mengangkat kaki kanannya lalu menginjak kaki kiri Kaisar Tang Shiji dengan cukup keras.
"Aarrgghh"
Teriakkan Kaisar Tang Shiji terdengar melengking, orang-orang yang melihatnya hanya bisa menelan ludah seolah ikut merasakan kesakitan.
Detik berikutnya, Li Yuan masih mengeluarkan sebuah tendangan ke arah ************ Kaisar Tang Shiji.
"Aarrgghh"
"Aarrgghh"
Tubuh Kaisar Tang Shiji bergelimpangan di tanah menahan sakit karena benda pusakanya kini sudah rusak parah. Di wajahnya bukan hanya keputusasaan tetapi juga rasa penyesalan tak berujung.
"Sudah cukup. Jangan biarkan emosi mengontrol jiwamu" ucap seseorang lelaki tua yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Mendengar suara yang tidak asing, Li Yuan segera menoleh dan menatap penuh kerinduan ke sosok lelaki tua dengan pakaian yang sangat sederhana itu.
"Guru" ucap Li Yuan hendak berlutut namun Yuan Zank menahannya.
"Bangkitlah" ucap Yuan Zang sambil memeluk tubuh Li Yuan dengan hangat.
"Luar biasa, kekuatan mu sudah menyamai diriku. Kau benar-benar berkembang sangat cepat" ujar Yuan Zang penuh kekaguman.
"Semua berkat didikan dan nasihat dari guru" jawab Li Yuan dengan merendah.
__ADS_1