Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Berkeliling Kota Jincheng


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Kaisar Tang Shiji sudah tiba di halaman  Istana kediaman Jia Hien. Pelayan serta Pengawal yang berjaga segera memberikan salam kepada Kaisar Tang Shiji. Setelah pintu terbuka, Kaisar tang Shiji segera masuk ke dalam kediaman pribadi yang kini ditinggali oleh Jia Hien.


Mendengar langkah kaki yang bergerak masuk ke dalam kamar, membuat Jia Hien menjadi waspada. Ia belum sepenuhnya tertidur, dirinya masih berjaga pada saat sosok pria bertubuh besar menghampirinya.


"Si.. Siapa anda"? tanya Jia Hien sedikit panik, ia juga segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sedang mengenakan gaun tipis.


"Tidak usah takut, aku adalah calon suamimu" ucap Kaisar Tang Shiji sambil melepaskan jubahnya. Dia juga meletakkan beberapa asesoris lambang identitasnya sebagai seorang Kaisar di atas meja.


Melihat hal ini, Jia Hien sedikit termenung. Iya baru menyadari jika memang lelaki tersebut adalah Kaisar Tang Shiji yang merupakan calon suaminya. Wajah Tang Shiji hampir sama dengan gambaran yang selama ini terdapat pada lukisan di Istana langit. Sebagai Pria yang berusia hampir empat puluh tahun, Kaisar Tang Shiji tidak terlihat tua, tubuhnya masih tegak perkasa menandakan bahwa ia merupakan pendekar yang kuat.


"Ka.. Kaisar, ini sudah malam, sebaiknya besok saja baru berkunjung" ucap Jia Hien sedikit cemas.


"Hmm.. Malam ini aku akan tidur di sini, cepat atau lambat kamu akan menjadi istriku" ucap Kaisar Tang Shiji sambil tersenyum nakal, wajahnya menunjukan penuh minat kepada Jia Hien.


Mendengar hal ini membuat Jia Hien ingin menolak, tetapi tubuh Kaisar Tang Shiji sudah berada di dekatnya. Salah satu tangannya menyibak selimut yang menutupi tubuh Jia  Hien. Di balik gaun tipis, tubuh Jia Hien terekspos dengan begitu indah.


Tanpa mengulur waktu, Kaisar Tang Shiji segera melakukan aksinya. Di bawah tekanan Tang Shiji, tubuh Jia Hien tidak dapat melakukan perlawanan. Pada saat itu juga, pertahanan Jia Hien hancur di bawah nafsu lelaki yang belum menjadi suaminya, ada bulir air mata yang mengalir namun ia sudah tidak dapt merubah keadaan, sepanjang malam ia menjadi mainan Kaisar Tang Shiji.


Malam berlalu dengan cepat, namun terasa lambat bagi Jia Hien yang masih berada di ranjang bersama Kaisar Tang Shiji. Beberapa pengawal masih setia berjaga di depan gerbang masuk istana Jia Hien tinggal.

__ADS_1


Pagi-pagi sekali tampak Nu Hume dan Nu Nian ingin mendatangi kediaman Jia Hien, mereka berencana akan berjalan-jalan melihat pemandangan Istana Langit. Namun dari mulut penjaga mengatakan jika saat ini Jia Hien sedang bersama dengan Kaisar, jadi mereka berdua tidak bisa mengganggunya.


Nu Hume dan Nu Nian tampak tidak berdaya, sambil mengangkat kedua bahunya mereka meninggalkan kediaman Jia Hien untuk melanjutkan rencananya. Setelah puas melihat-lihat Istana Langit, Nu Hume dan Nu Nian ditemani seorang Diaken yang bernama Cheng Han menuju pusat Kota Jincheng. Jika Li Yuan ada di sini, ia akan mengenali wajah Diaken tersebut.


Tiga orang murid Sekte Laohu tersebut berjalan menelusuri jalan Ibukota Jincheng, luas kota ini lebih luas dari Kota Qinghai di Provinsi Naga Biru. Sebagai wilayah otonom, Kota Jingchen berdiri di bawah Istana Langit dan di bawah pengaturan Tuan Kota yang bernama Shen Hang. Letak Kota Jincheng yang strategis, menjadikannya sebagai wilayah sentral pemerintahan Istana Langit.


"Kak Cheng Han, coba lihat itu!" tunjuk Nu Hume kepada seniornya di paviliun Tetua Jia Fu tersebut.


Mata Cheng Han sedikit mengernyit, ia melihat pengumuman yang tengah dikeremuni oleh orang-orang.


"Ayo kita dekati, barangkali ada sayembara untuk mendapatkan tuan putri yang cantik" ucap Cheng Fan kepada kedua juniornya tersebut.


"Ayo cepat!" suara Cheng Han terdengar penuh semangat membuat Nu Hume dan Nu Nian segera tersadar.


Ketiga orang tersebut melihat dan memperhatikan pengumuman yang terpampang dengan jelas, di alun-alun kota seperti ini adalah tempat yang paling strategis untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang.


Ada poster terpampang gambar seorang pria memakai topi caping, di punggungnya menggantung sebuah pedang panjang.


"Buronan Istana Langit, barang siapa yang dapat menangkapnya hidup atau mati maka akan diangkat menjadi Jenderal Besar Provinsi Naga Biru......."

__ADS_1


Begitu bunyi pengumuman yang tertera dalam poster tersebut, pria dalam gambar tersebut memiliki nama Pendekar Pedang Tiga Elemen, serta menyebutkan beberapa ciri fisiknya. Hanya sayang wajahnya tidak terekspos dengan jelas, membuat orang-orang yang membaca pengumuman tersebut menjadi sedikit kecewa.


Cheng Han dan dua orang juniornya memperhatikan dengan sangat teliti, ketiganya adalah murid Sekte Laohu yang berasal dari Provinsi Naga Biru. Berita ini sangat mengagetkan mereka, peristiwa ini juga terjadi berbarenagn dengan keberangkatan mereka dari Sekte menuju Istana Langit.


"Kak Cheng Han, apakah kamu mengenalnya?" tanya Nu Hume yang melihat Cheng Han masih serius membaca pengumuman. Cheng Han seperti tidak akan melewatkan satu katapun dari pengumuman tersebut.


"Hmm.. Aku baru mendengar identitas orang ini, namun dari usianya yang masih seumuran kalian seharusnya ia bukan berasal dari Wilayah Selatan" ucap Cheng Han memberikan penilaian.


Nu Hume dan saudara perempuannya juga berpikiran demikian, bentuk fisik yang lebih tinggi dari para pemuda yang berasal dari wilayah selatan tentu bisa dijadikan alibi yang kuat. Apalagi ada keterangan yang menyebutkan jika pendekar tersebut berasal  dari Provinsi Rajawali Emas.


"Sudahlah, ayo kita lanjutkan berkeliling" terdengar suara Nu Nian yang sedari tadi diam. Ia tampaknya tidak begitu tertarik dengan pengumuman yang terdapat di dekatnya tersebut.


"Iya, baiklah mari kita lanjutkan" jawab Cheng Han memenuhi permintaan adik seperguruannya tersebut.


Ketiga orang itu lalu melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa toko untuk membeli oleh-oleh khas Kota Jincheng. Keramaian Ibukota Jincheng sedikit berbeda dengan Kota Qinghai, di Kota ini banyak kultivator yang bergerak bebas membawa senjata.


Para penjaga juga tampak berkeliling melakukan patroli wilayah, membuat situasi terasa lebih aman. Orang-orang yang berlalu lalang bersifat heterogen, artinya mereka memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Di Kota Qinghai, orang-orang terlihat dengan satu elemen saja yaitu elemen tanah. Tetapi di Kota Jingchen, sepanjang pengamatan Cheng Han ia melihat kultivator dengan kekuatan yang berbeda.


Dekat alun-alun ada beberapa pertunjukan yang mempertontonkan keahlian para kultivator, selain mencari uang mereka juga bermaksud memamerkan kekuatan dari masing-masing wilayah yang berada di Alam Langit. Umumnya kelompok seperti mereka juga sedang menjaring bakat-bakat ahli bela diri. Kelompok tersebut juga memakai beberapa atribut yang berbeda, hampir sama dengan lambang sebuah sekte atau perkumpulan bela diri di empat wilayah Provinsi.

__ADS_1


__ADS_2