
Pada saat ini, kota Qinghai menjadi gempar. Dalam sekejap berita tentang kematian putra Jenderal Xie Taizong beredar dengan sangat cepat.
Sebagian besar penduduk kota menghentikan aktivitasnya, mereka secara berkelompok dan perorangan menuju pusat Kota Qinghai. Mulai dari ratusan, hingga ribuan orang mulai mendatangi alun-alun kota Qinghai.
Kabar beredar menyebutkan bahwa Xie Haocun tewas akibat dibunuh oleh seorang pemuda dari negeri Angin, Rajawali Emas. Berita tersebut tentu sangat menarik, pertarungan dua wilayah yang kini tengah bersengketa akan semakin runcing.
"Jenderal, kuharap Jenderal bisa mengendalikan diri" ucap Tuan Kota yang bernama Fang Jing.
Mendengar ucapan Fang Jing, Xie Taizong melebarkan pupil matanya. Amarahnya sudah meluap-luap. Ada sorot kebencian yang begitu kuat.
"Cepat panggil orang yang berada di dalam rumah makan putrimu" ucap Jenderal Xie Taizong dengan nada setengah teriak.
"Ba.. Baik Jenderal" jawab Tuan Kota dengan patuh. Meskipun ia adalah Tuan Kota namun ia pengaruhnya masih berada di bawah Jenderal Istana Langit.
Xie Taizong merupakan salah satu empat Jenderal besar Istana Langit, ia merupakan Pria terpilih yang didapuk menjadi Jenderal dari Provinsi Naga Biru. Dahulunya ia merupakan satu-satunya warga Qinghai yang memiliki elemen Api sehingga ia diterima di Sekte Api Abadi dan seiring perjalanan waktu dirinya ditunjuk menjadi Jenderal besar.
Kedekatannya dengan Kaisar Langit Tang Shiji juga diduga menjadi faktor penting dalam pemilihan dirinya. Sudah menjadi rahasia umum jika keempat Jenderal besar adalah orang-orang yang memiliki hubungan emosional dengan Tang Shiji dan pastinya mereka berasal dari Sekte Api Abadi.
Selama ini, di Kota Qinghai keberadaan Xie Taizong bisa dikatakan memiliki kekuasaan absolut. Pelanggaran yang dilakukan oleh anggota keluarganya seolah lekang dimakan waktu serta bias dalam ketidakadilan. Bahkan Tuan Kota saja tidak bisa berbuat banyak di bawah bayang-bayang Xie Taizong. Banyak penduduk yang hanya bisa menelan kekecewaan.
Hari ini mereka penasaran, siapa pendekar yang telah berani menyinggung Jenderal Xie Taizong. Pada dasarnya dalam hati kecil setiap orang yang hadir ingin menyaksikan berakhirnya kekuasaan Jenderal Xie Taizong tersebut. Bahkan jika itu adalah Fang Jing sebagai Tuan Kota atau Gubernur Provinsi di Kota Qinghai, dirinya tentu saja menginginkan Jenderal Xie Taizong tewas. Fang Jing sudah lelah menjadi boneka dari Jenderal Xie Taizong, ia seringkali mendapatkan anomali dari penduduk Kota yang tidak memahami kondisi yang sesungguhnya.
__ADS_1
Fang Jing berjalan dengan cepat, ia menuju lantai dua rumah makan Bunga Sutera. Dalam sekejap ia mendapati putrinya yang tengah duduk berhadapan dengan seorang pemuda. Dari penampilannya, ia dapat mengetahui jika pemuda inilah yang dimaksud oleh Jenderal Xie Taizong.
"Ayah, ada apa?" tanya Fang Yin yang sangat terkejut melihat kedatangan ratusan pasukan istana yang kini mengepung tempat usahanya.
"Gawat, Jenderal Xie Taizong menginginkan pemuda yang berada di depanmu" ucap ayahnya dengan nada berat.
Ia memandang Li Yuan dengan takjub, seorang pemuda asing yang berani berurusan dengan Jenderal besar Istana Langit.
Dalam perjalanan menuju rumah makan, ia juga mendapatkan berita bahwa pemuda yang bersama putrinya adalah pendekar pilih tanding. Pengawal pribadi putrinya dibuat linglung hingga hampir kehilangan nyawa hanya dalam sekali pandang. Melumpuhkan seorang Pendekar Ahli pada Tingkatan Pendekar Suci adalah sangat mustahil jika hanya sekali tatap, apalagi ia hanya seorang pemuda yang tampak biasa.
Li Yuan yang menjadi pusat perhatian kini hanya terlihat tenang, ia masih menyesap minuman yang berada di cangkir dalam genggamannya. Kemudian ia meletakkan cangkir tersebut secara perlahan, lalu berkata,
"Nona Fang, terimakasih atas jamuan yang telah kamu berikan. Namun saat ini, ada kecoak busuk yang mengganggu kenyamanan ini. Mungkin akan ada kesempatan di masa depan untuk kita saling bertukar cerita" ucap Li Yuan dengan santai.
"Pemuda ini sangat luar biasa, ia sungguh tidak terpengaruh. Emosinya begitu stabil padahal yang ia hadapi adalah seorang Jenderal besar dari Istana Langit" gumam Fang Jing dalam hati.
Sekilas ia melihat Li Yuan tanpa ekspresi kepanikan, tingkatan yang berada di Pendekar Raja membuat Fang Jing menjadi bingung. Ia sudah mengetahui jika dua pengawal Xie Haocun yang dibunuhnya berada di ranah Pendekar Langit, belum lagi pengawal putrinya yang berada pada Pendekar Suci dibuat tak berdaya.
"Tuan, silahkan pimpin jalan" ucap Li Yuan membuyarkan perhatian Fang Jing.
Li Yuan terlihat tinggi besar, dengan pedang menggantung di punggungnya membuat Fang Jing yakin jika Li Yuan bukanlah pendekar yang berasal dari Provinsi Naga Biru. Sebagai seorang penguasa Provinsi Naga Biru ia tentu memiliki informasi tentang jenius muda baik yang berasal dari Klan maupun Sekte.
__ADS_1
Fang Yin hanya bisa menatap punggung lelaki yang ia kagumi, dalam hatinya ia berdoa agar tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya. Fang Yin lalu mengikuti mereka sambil membisikkan sesuatu kepada pelayannya.
Li Yuan berjalan secara teratur mengikuti langkah Tuan Kota. Dalam pandangannya ia melihat ratusan prajurit dengan senjata lengkap tengah menatapnya dengan sorot mata tajam. Seratus meter jauhnya setelah keluar dari rumah makan Bunga Sutera, Li Yuan melihat seorang laki-laki perkasa menggunakan pakaian pasukan khas Istana Langit. Ada simbol khusus yang terdapat di lengan kanannya, pakaian dan atributnya tampak sangat mencolok menandakan bahwa ia adalah Jenderal Xie Taizong yang beberapa saat ini dibicarakan.
Di samping pria tersebut terdapat lima orang pengawal yang dua orang berada di tingkat pendekar Langit dan tiga orang Pendekar Suci. Jika ditambah dengan Jenderal Xie maka ada empat orang Pendekar Suci.
Sebuah kekuatan yang melebihi Sekte Laohu, dalam hal ini Li Yuan sedikit mengernyitkan dahinya. Ia tidak dapat mengerti mengapa para Kultivator lepas bisa memiliki kekuatan yang setingkat dengan Pimpinan Sekte.
"Sepertinya Provinsi Naga Biru tidak sesederhana yang aku bayangkan" ucap Li Yuan dalam hati.
Melihat ekspresi Li Yuan yang menjadi serius, tiba-tiba Fang Jing sedikit khawatir. Ia melihat pemuda di sampingnya tampak tertekan dengan penampakan beberapa pendekar ahli dari keluarga Xie. Bahkan jika itu adalah dirinya, tentu saja Fang Jing sudah berlutut pada saat ini.
"Apa hanya ini saja kekuatan dari orang-orang yang kau miliki" ucap Li Yuan di tengah kesunyian.
Seperti mendengar kilatan petir, jantung Tuan Kota Fang Jing berdetak sangat kencang, ia tidak menduga bahwa Li Yuan akan mengatakan kata-kata provokasi.
"Dasar bocah sombong! Kamu sebentar lagi akan mati tanpa kuburan. Jadi tidak usah sombong di hadapanku" sahut Jenderal Xie Taizong yang berdiri dengan gagah.
Di salah satu tangannya memegang tombak yang sangat tajam, siap menghunus ke arah Li Yuan kapan saja.
Tempat berdiri Li Yuan saat ini tengah menjadi sorotan ratusan mata, bahkan dari kejauhan ribuan orang memperhatikan penuh penasaran. Di depannya, dua orang pendekar langit menghampiri Li Yuan. Wajahnya tampak ganas, aura membunuhnya jelas terlihat.
__ADS_1
"Kalian masih belum layak berhadapan denganku, bahkan jika kalian semua maju secara bersamaan mungkin akan sedikit lebih baik. Setidaknya aku bisa mencabut ujung pedangku" ucap Li Yuan dengan nada pelan namun sangat arogan.