Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Prediksi Karakteristik Jiwa


__ADS_3

Li Yuan tidak mengetahui apa yang sedang dialami oleh Jia Hien pada saat ini. Ia sudah mengubur dalam-dalam nama Jia Hien di dalam kisah percintaannya. Ketika bertemu di rumah makan Hai Xian kemarin, jelas sikap Li Yuan tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Kabar tentang kepulangan Li Yuan juga sudah dikonfirmasi oleh ayah Jia Hien. Hanya saja, setelah kejadian tersebut sikap Jia Fu sudah berubah sebagai seorang ayah. Ia tidak memanjakan Jia Hien seperti dulu, sikapnya menjadi lebih cuek dan tidak menanyakan apapun terkait status pernikahannya dengan Kaisar Langit.


Sementara di Kota Qinghai, keberhasilan orang tua Li Yuan dalam membangun Klan Li mulai menampakkan hasil gemilang. Bisa dibilang, masa keemasan Klan Li tinggal selangkah lagi di bawah asuhan Patriark Li Dan.


"Jenderal, apakah kita perlu memanggil Patriark Li Dan?" tanya seorang pria dengan memakai baju militer.


"Tidak perlu, aku masih mau lihat perkembangannya di Ibukota" jawab Jenderal Wan Sui.


"Aku khawatir jika dibiarkan terlalu lama maka nantinya akan sulit diatur" ujar pria tersebut.


"Aku sudah menyelidikinya, kekuatan Klan Li ada pada Asosiasi Sumber Kehidupan. Kita hanya perlu kirim orang untuk menekan mereka" ucap Jenderal Wan Sui dengan yakin.


"Baik Jenderal, anda memang cerdas" kata pria tersebut yang merupakan ajudan pribadinya.


Waktu berjalan dengan cepat, seakan tidak mau berkompromi menunggu meski hanya sebentar. Hampir satu tahun lamanya Li Yuan berada di Provinsi Rajawali Emas, kini usianya sudah dua puluh satu tahun. Dalam satu tahun terakhir, ia tidak mengalami kenaikan ranah kultivasi. Waktu yang berlalu ia lewatkan dengan memperdalam setiap karakteristik yang ia miliki.


Memiliki banyak elemen di dalam tubuhnya, selain memiliki keuntungan juga memiliki kekurangan. Seorang kultivator butuh waktu yang lama untuk mengolah karakteristik dalam dirinya, semakin banyak karakteristik yang dimiliki maka akan semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan. Elemen Jiwa, angin, magma, petir serta es yang dimiliki oleh Li Yuan membutuhkan waktu dan sumberdaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan setiap karakteristik.


"Yuanli, apakah hari ini kamu sedikit santai?" tanya Yue Hao kepada Li Yuan.


"Iya, aku tidak punya kesibukan berarti" jawab Li Yuan dengan santai.


Mengikuti keluarga Yue membuat Li Yuan tidak banyak mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Menjadi pengawal pribadi Yue Hao seperti menjadi teman sehari-hari. Jika tidak menemani makan maka ia akan di ajak oleh Yue Hao untuk berbelanja. Upah yang ia terima juga sangat besar, meskipun ia tidak kekurangan uang namun ia tidak menolak upah bulanannya tersebut.


"Hari ini aku mau ke Kota Dong Hai. Sudah lama aku ingin menikmati suasana pantai" ucap Yue Hao, matanya menatap Li Yuan dengan lekat.


"Apa istimewanya di sana?" tanya Li Yuan sedikit malas.

__ADS_1


"Tentunya ada tempat yang cukup bagus untukmu berkultivasi" kata Yue Hao dengan nada membujuk.


Li Yuan sejenak berpikir kemudian berkata.


"Baiklah".


Ditemani beberapa orang pengawal lainnya, mereka berangkat menuju Kota Dong Hai dengan kereta kuda.


Dari arah kejauhan, seorang pria paruh baya tersenyum ketus. Ada aura penuh dendam menyelimuti tubuhnya.


" Akhirnya kesempatan untuk membalaskan kematian adikku tiba" ucap orang itu dengan seringai dingin.


Li Yuan sempat teralihkan perhatiannya, dengan memadatkan Qi nya lelaki paruh baya tersebut bergerak mengikuti rombongan Yue Hao secara perlahan.


"Yue Hao, mungkin ini terakhir kali aku menemanimu" ucap Li Yuan di dalam perjalanan.


"Tidak, kamu baik. Hanya saja, aku ini petualang. Kemampuanku tidak akan berkembang jika berdiam diri" jawab Li Yuan meyakinkan Yue Hao.


"Bagaimana jika ada yang ingin mencelakai ku lagi?" tanya Yue Hao dengan nada lembutnya, ada kesan memelas pada saat ini.


"Tidak ada yang berani mencelakakan dirimu" ujar Li Yuan.


"Darimana datangnya keyakinan mu?" ucap Yue Hao.


"Aku mulai merasakan seorang pendekar ahli sedang mengikuti kita, sepertinya ia mengincar diriku. Keberadaan diriku lah yang akan mendekatkan dirimu pada bahaya" ujar Li Yuan.


Kemudian ia memberikan isyarat kepada Yue Hao untuk tidak mencolok.


"Kehadiran pendekar ahli tersebut biarkan saja, anggap kita tidak menyadari kehadirannya" ucap Li Yuan pelan.

__ADS_1


Yue Hao tidak panik, dengan kemampuan pria yang di depannya tentu semuanya akan baik-baik saja.


Saat ini Yue Hao tampak merenung, lalu berkata.


"Aku tak tahu jika kamu akan pergi, menemukan dirimu akan sulit ke depannya. Apakah kamu tidak bertahan untuk berusaha mendekatiku?" ucap Yue Hao memberanikan diri.


Ia yakin, ini kesempatan yang bagus untuk menyampaikan hal yang menjadi ganjalannya.


'Huh" terdengar suara Li Yuan menghela napas panjang.


"Perjalananku masih terlalu panjang, saat ini aku tidak ingin berhenti meski sesaat. Aku memikirkan banyak hal, meski aku juga butuh seseorang yang membuatku merasa nyaman tetapi itu masih jauh. Ada banyak ketidakadilan di dunia ini, selama ini terjadi maka aku belum bisa bernapas lega" ucap Li Yuan dengan serius.


Mendengar ucapan Li Yuan, membuat Yue Hao tertegun, jalan bela diri pria yang ia sukai memang masih panjang. Apalagi usianya yang relatif masih sangat muda, tentu Yue Hao tidak akan bisa memaksakan perasaannya.


"Aku harap kamu tidak melupakan Kota Nanguan" ucap Yue Hao dengan mata sedikit berair.


Wajahnya yang cantik tak kuasa menahan kesedihan, hari yang ia rencanakan untuk menikmati pemandangan alam berubah dalam sekejap. Tiba-tiba keinginannya untuk ke Kota Dong Hai menjadi enggan, ia ingin berbalik dan menuju ke kamarnya.


"Kenapa kamu bersedih?" tanya Li Yuan sedikit heran.


"Kamu benar-benar tidak peka" ucap Yue Hao pelan.


"Aku hanya ingin berteman denganmu, di Provinsi Rajawali Emas kelak akan ada sebuah pergerakan besar. Aku percaya kepada keluarga Yue yang bisa bersikap adil dan mengayomi masyarakat. Hubungan pertemanan kita akan membawa hal yang positif untuk saling bahu membahu melawan gelombang serangan di masa yang akan datang" ucap Li Yuan dengan serius.


Setelah mengembangkan karakteristik jiwanya, kemampuan Li Yuan untuk merasakan suatu kejadian menjadi lebih peka. Ia bisa merasakan gejala yang tidak baik, intuisinya lebih tajam pada satu tahun ini. Beberapa Kristal Perak yang ia habiskan untuk berkultivasi membuat elemen jiwanya berkembang dengan baik.


"Hmm.. Aku sedikit tidak mengerti dengan ucapanmu" ucap Yue Hao yang kini mulai serius memperhatikan ucapan Li Yuan.


"Seperti yang aku bilang tadi, gelombang kekuatan besar akan menyerang Provinsi Rajawali Emas. Keluarga Yue akan bekerja ekstra di pusat kota. Sedangkan aku akan bergerak dari pinggiran, aku merencanakan sesuatu yang belum bisa aku ceritakan padamu saat ini" ucap Li Yuan.

__ADS_1


__ADS_2