Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Pembatalan Kontrak Pernikahan


__ADS_3

Tidak lama kemudian seorang pelayan wanita yang biasa mengurusi keperluan keluarga Li Fu tiba, dengan cekatan ia menyiapkan beberapa mangkuk sup dan aneka sayuran bergizi untuk Li Yuan. Selain itu terdapat juga beberapa makanan lainnya, serta beberapa butir pil untuk penyembuhan Li Yuan.


"Bibi, terimakasih" ucap Li Yuan.


"Sama-sama Tuan muda" ucap pelayan tersebut sambil tersenyum bahagia.


"Bi, tolong rahasiakan dulu tentang kesembuhan putraku" ucap Li Fu kepada pelayan rumahnya.


"Baik Tuan" jawab pelayan tersebut dengan patuh.


Li Yuan segera makan dengan lahapnya, tubuh fana yang ia miliki sangat lemah. Dengan keadaannya kini, ia harus memiliki cukup energi untuk memulai semuanya agar menjadi lebih baik lagi.


Tubuh yang kini ia tinggali sebelumnya memiliki ranah kultivasi Pendekar Raja tingkat menengah, untuk di Kota Qiang tingkat kultivasi seperti itu sudah bisa dibanggakan.


Di Kota Qiang, nama Li Yuan dan Li Feng sudah terkenal dikalangan remaja. Mereka disebut sebagai bakat yang sangat bersinar di masa yang akan datang. Selain memiliki basis kultivasi yang sama, keduanya juga sama-sama berasal dari Klan Li.


Tingkatan Kultivasi:


# Ranah / Pendekar Prajurit


# Ranah / Pendekar Jenderal


# Ranah / Pendekar Raja


# Ranah / Pendekar Kaisar


# Ranah / Pendekar Bumi


# Ranah / Pendekar Langit


# Ranah / Pendekar Dewa


# Ranah / Pendekar Dewa Abadi


# Ranah / Pendekar Dewa Semesta.


Tingkatannya Awal, menengah dan Akhir masing-masing Ranah.

__ADS_1


Ketika Li Yuan sedang menikmati makanannya terdengar beberapa orang yang datang bertamu.


"Tuan, ada Patriark Xiu datang" ucap pelayan tersebut memberi tahu.


"Baiklah aku akan menemuinya" ucap Li Fu dengan tenang.


"Kamu lanjutkan saja makannya. Biar ayah yang akan menemui keluarga calon istrimu" ujar Li Fu dengan hangat.


"Baik ayah" jawab Li Yuan sambil melanjutkan makannya.


Dalam ingatannya, wanita yang dimaksud sebagai calon istrinya adalah Xiu Juan. Gadis cantik yang berasal dari Kota yang sama dengannya dan merupakan gadis tercantik pada saat ini.


Di dalam ruang tengah, kini sudah berada Patriark Xiu dan beberapa anggota keluarga Xiu lainnya serta Nona Xiu Juan.


"Salam Patriark Xiu" ucap Li Fu dengan sopan.


"Salam Tetua Li" jawab Patriark Xiu dengan ekspresi datar.


"Ada kabar baik apa hingga sepagi ini kalian sudah berkunjung" ucap Li Fu.


"Aku tidak akan berbasa-basi, maksud kedatangan kami adalah untuk membatalkan rencana pernikahan putra putri kita" ucap Patriark Xiu berterus terang.


Meskipun sebelumnya ia sudah menduga akan terjadi hal seperti ini, namun ia perlu memastikan secara langsung.


"Ya, itu karena aku tidak mau putri ku menjadi janda sebelum menikah. Mau ditaruh dimana muka keluarga Xiu nanti" ucap Patriark Xiu dengan nada serius.


"Owh begitu.. Bukankah kalian yang sebelumnya memaksa agar terjadi ikatan pernikahan diantara keluarga kita?" tanya Li Fu dengan tenang.


"Anggap saja aku melakukan kesalahan pada saat itu. Sebagai gantinya aku sudah menyiapkan kompensasi yang layak" ucap Patriark Xiu sambil menunjukkan beberapa barang yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.


"Bagaimana jika putraku baik-baik saja" ucap Li Fu mencoba menjernihkan situasi.


"Paman, mohon maaf aku tidak mau menikah dengan orang cacat seperti Li Yuan. Seandainya ia selamat pun, wanita yang menjadi istrinya hanya akan menjadi pelayan orang yang cacat. Masa depanku terlalu berharga jika dikorbankan begitu saja" ucap Xiu Juan yang kini angkat bicara.


"Apakah kau sudah yakin dengan keputusan mu?" tanya Li Fu mencoba memastikan.


"Iya paman" jawab Xiu Juan sambil mengangguk.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku akan berbicara hal ini terlebih dahulu kepada putraku" ujar Li Fu.


"Sudahlah, tidak ada gunanya juga berbicara dengan calon mayat seperti itu hanya membuang waktu berharga kami. Lebih baik segera sepakati tentang pembatalan rencana pernikahan ini" ucap Patriark Xiu dengan nada memaksa.


"Aku menyetujui untuk dibatalkan saja" ucap Li Yuan yang muncul tiba-tiba di ruang pertemuan keluarga.


"Putraku.." ucap Li Fu sambil memapah Li Yuan yang masih lemah dalam berjalan.


"Aku tidak apa-apa ayah, aku juga tidak membutuhkan wanita yang tidak bisa bertahan di saat aku sedang terpuruk. Wanita seperti itu hanyalah sampah yang tidak berguna" ucap Li Yuan cukup pedas.


"Kamu.. Kamulah yang sampah" maki Xiu Juan dengan nada kesal.


"Sudahlah, kau harus bisa menahan emosimu. Yang terpenting adalah tujuan kita untuk membatalkan pernikahan terwujud" ucap Patriark Xiu yang tidak terpancing situasi.


Pada saat ini Li Fu memandang ke arah Li Yuan dengan ekspresi sedih, baru saja ia sembuh dan kehilangan kultivasinya kini harus kehilangan wanita calon istrinya.


"Apakah kamu yakin tidak masalah?" tanya Li Fu kepada Li Yuan dengan hati-hati.


"Percayalah ayah, aku akan baik-baik saja. Justru aku merasa bersyukur sudah mengetahui watak aslinya sejak awal" jawab Li Yuan dengan mantap.


Xiu Juan hanya mencibir mendengar ucapan Li Yuan barusan, baginya ucapan Li Yuan barusan hanyalah angin lalu. Dengan kondisinya seperti itu wanita manapun tidak akan ada yang mau bersamanya walaupun ia memiliki wajah tampan.


"Baiklah karena putraku juga tidak keberatan, maka kita sepakati bahwa rencana pernikahan dan perjodohan kedua keluarga batal" ucap Li Fu dengan sedikit sedih.


Dari dalam laci penyimpanan ia mengeluarkan gulungan yang berisikan tentang perjanjian pernikahan antara Li Yuan dengan Xiu Juan. Dengan berat hati, di depan banyak orang akhirnya Li Fu selalu ayah Li Yuan merobek gulungan tersebut.


"Karena semuanya sudah berjalan sesuai keinginan, maka kami tidak akan menahan diri lagi" ucap Patriark Xiu sambil bangkit dari tempat duduknya untuk pamit.


Aksi Patriark keluarga Xiu tersebut diikuti oleh anggota keluarga lainnya yang hadir serta Xiu Juan dengan ekspresi puas.


Sementara itu di kalangan keluarga Li, kabar tentang berakhirnya kontrak pernikahan antara Li Yuan dengan Xiu Juan segera menyebar. Patriark Li yang mengetahui berita tersebut pun segera mencibir Tetua Li Fu yang kini memiliki nasib sial.


Sudah menjadi rahasia umum di klan Li jika hubungan Patriark dengan ayah Li Yuan tidak harmonis. Hal ini dikarenakan pamor Li Fu yang cukup dikenal di Kota Qiang melebihi ketenaran Patriark Li sendiri.


"Sekarang apa yang kau pikirkan?" tanya Li Fu kepada putranya tersebut.


"Aku hanya ingin beristirahat selama beberapa hari lagi, namun jika ada ramuan atau pil untuk pemurnian Qi maka aku sangat membutuhkannya pada saat ini" ucap Li Yuan.

__ADS_1


Di dunia fana seperti sekarang, Li Yuan dikenalkan dengan beberapa pil atau ramuan herbal yang berguna untuk meningkatkan ranah kultivasi. Secara kebetulan dengan kondisi tubuhnya seperti ini, ia sangat membutuhkan obat-obatan untuk merangsang kemampuan tubuhnya.


Bahkan pemilik tubuh sebelumnya sudah terbiasa menggunakan bahan-bahan tersebut untuk menunjang basis kultivasinya yang umum dilakukan oleh remaja lainnya di Kota Qiang.


__ADS_2