
Di atas tanah, Li Yuan yang sedang mengayunkan pedangnya menebas anggota pasukan kegelapan, tiba-tiba merasakan kekuatan jahat sedang menguncinya. Li Yuan mendongakkan kepalanya, memperhatikan Yaoguai dari bawah dengan terkejut, ia tidak menyangka jika Yaoguai bisa bangkit dari kematian setelah mendapatkan serangan pamungkas darinya.
Di udara Yaoguai tengah memegang pedangnya, mengayunkan beberapa kali pedangnya secara vertikal dan horizontal. Bersamaan dengan itu, kabut hitam yang bercampur dengan cahaya merah memancar dari dalam tubuhnya.
"Jurus Kabut Kematian" raung Yaoguai dengan keras
Kabut pekat yang berpadu dengan cahaya berwarna merah bergerak dengan cepat menyelimuti pusat pertempuran Li Yuan dengan anggota pasukan bayangan.
"Mundur"
"Mundur"
"Mundur"
Teriak Patriark Cai saat merasakan ancaman dari kabut gelap tersebut. Ia tidak mau ada korban lagi dari Sektenya maupun dari pasukan keamanan Kota.
Orang-orang yang menyadari teriakan Patriark Cai dengan segera mundur dan berlari menjauhi medan pertempuran utama, mereka menghindari jangkauan kabut pekat.
Sial bagi pasukan kegelapan yang tidak bisa menghindar, jeritan demi jeritan terus bergema memekakkan telinga. Satu demi satu para anggota pasukan kegelapan jatuh ke tanah. Yaoguai tidak peduli dengan nyawa pasukannya, kematian mereka justru akan memperkuat energi Yaoguai yang sudah memiliki kekuatan Dewa Kegelapan.
Bahkan Li Jieru juga tampak sangat tertekan dan perlahan jatuh tidak sadarkan diri akibat tekanan kabut pekat yang menyerangnya.
Sedetik kemudian tubuh Li Yuan langsung bergerak menarik tubuh Li Jieru dari kabut pekat. Jika saja Li Jieru juga diserap oleh kabut pekat maka tidak terbayangkan akan sekuat apa nantinya Yaoguai.
Setelah menyelamatkan Li Jieru, tubuh Li Yuan tertekan oleh sebuah kekuatan yang sangat dahsyat dan membuatnya terhempas ke tanah hingga seteguk darah merembes dari mulutnya. Energi vitalitas segera mengalir ke seluruh tubuh Li Yuan untuk melindunginya dari pengaruh kabut pekat.
"Hahaha.. Kau akan mati hari ini, aku tak akan memberimu belas kasihan" ucap Yaoguai dengan percaya diri.
Melihat tubuh Li Yuan yang terhempas dan terluka membuat Patriark Cai dan Yue Fei merasa cemas. Meskipun mereka bergabung dan membantu Li Yuan ke medan pertempuran utama, mereka tidak akan bisa membantu Li Yuan. Di pertarungan tingkat Dewa, mereka hanyalah seekor semut yang tak berdaya.
Namun tidak lama kemudian Li Yuan tersenyum menyeringai, gejolak dalam jiwanya tiba-tiba saja bangkit saat menahan serangan kabut pekat. Efek liontin giok yang ia serap sebelumnya mulai menunjukkan perubahan di dalam jiwanya. Tubuh Li Yuan bangkit dan tampak menegang, pusat energi di dalam tubuhnya terus bergolak seperti dentuman peluru yang terus beterbangan.
"Bagaimana mungkin kau masih bisa bangkit" ucap Yaoguai dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"Kamu di mataku hanyalah seorang pecundang hari ini aku akan mengakhiri nyawamu hingga kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk bangkit" ucap Li Yuan sambil memandang Yaoguai yang melayang di udara.
"Cuih.. Dasar sombong, kamu hanyalah bocah kemarin sore" cibir Yaoguai dengan angkuh.
Pada saat ini Li Yuan kembali mengandalkan Pedang Tiga Elemen yang kini berada di tangan kanannya, tanah yang dipijaknya bergetar.
"Kraak"
"Kraak"
Tanah dan bebatuan yang diinjak Li Yuan menjadi hancur berkeping-keping lalu bergerak beterbangan ke udara.
"Dhuaar"
Tiba-tiba terdengar suara ledakan, di bawah tekanan kabut pekat tubuh Li Yuan melesat ke udara hingga tepat berada di depan Yaoguai.
Pedang Tiga Elemen yang berada di tangan Li Yuan mengeluarkan hawa panas yang sangat luar biasa, kilauan cahaya ungu yang menyilaukan tampak menyelimuti tubuhnya.
Karekteristik magma serta karekteristik petir yang dikuasai Li Yuan kini sedang mengeluarkan aksi terbaiknya.
Yue Fei yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepala, dari awal ia hanya menjumpai kejutan demi kejutan dari sosok pemuda yang sudah ia anggap sebagai menantunya tersebut.
Dengan kombinasi dua karekteristik langka yang dimilikinya, Li Yuan memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Yaoguai menatap Li Yuan, membuka karekteristik jiwanya dengan maksimal guna melumpuhkan Li Yuan.
Pada jarak sedekat ini, Li Yuan dapat merasakan ancaman dari lawannya yang kini tengah melakukan serangan jiwa.
Detik berikutnya, Li Yuan terkekeh "Dasar bodoh"
Sebuah serangan segera dilesakkan ke arah tubuh Yaoguai, dengan cepat Yaoguai tersadar jika kemampuan jiwanya tidak bekerja pada tubuh Li Yuan. Secepat kilat pedang di tangannya bergerak dengan cepat melindungi tubuhnya.
"Dhuaar"
__ADS_1
Dalam waktu yang sangat singkat itu dua kekuatan pedang bertabrakan, suaranya bergema dan memekakkan gendang telinga orang-orang yang berada di sekitar lokasi pertempuran.
Benturan dua kekuatan itu jelas menimbulkan kerusakan yang sangat parah, bahkan pasukan kegelapan yang tersisa menjadi binasa akibat serpihan ledakan energi yang ditimbulkan.
Yaoguai terperanjat.
Ia tidak menduga jika kekuatan Li Yuan tidak berkurang dari sebelumnya, bahkan hawa panas yang ia rasakan membuat tangannya kebas. Aura kabut pekat yang keluar dari dalam tubuhnya menjadi tidak beraturan.
Yaoguai yang kini masih melayang di udara jelas merasakan kemarahan yang tidak terkira, tangannya yang memegang pedang kini masih gemetaran akibat benturan keras yang baru saja terjadi.
Di sisi lain, Li Yuan kini sedang mengerahkan seluruh kekuatannya. Energi vitalitas kini mengalir di seluruh tubuh Li Yuan, memberikan sensasi nyaman di tengah pertarungan hidup dan mati.
Dari dalam tubuhnya juga, seberkas cahaya keunguan muncul seolah tak berujung. Cahaya yang mengandung petir itu terus mengalir membuat aura Li Yuan kembali meningkat dengan drastis.
Patriark Cai dan yang lainnya bisa melihat Li Yuan yang kini tubuhnya seperti tertelan cahaya namun tidak memiliki fluktuasi Qi meski hanya sedikit.
Li Yuan mengangkat pedangnya lalu membuat kuda-kuda yang sama dengan teknik tebasan jiwa.
"Glup"
Tiba-tiba tenaga Qi yang sebelumnya sudah melonjak dengan sangat ganas kini seperti tertelan kehampaan. Ia dengan cepat bergerak maju ke arah Yaoguai kembali, Pedang Tiga Elemen segera menebas ke arah Yaoguai.
Merasakan ancaman datang mendekat, pupil mata Yaoguai menyusut, jantungnya berdegup dengan kencang. Dia dengan gemetar mulai menyadari sesuatu, lalu berkata.
"Ka.. Kamu adalah sang ...."
"Boooommm"
Belum selesai Yaoguai menyelesaikan ucapannya, Pedang Tiga Elemen yang dipegang oleh Li Yuan telah terhunus dengan sepenuhnya. Sebuah retakan muncul di dada Yaoguai lalu menjalar ke sekujur tubuhnya. Pecahan cahaya berwarna merah pekat keluar dari dalam tubuhnya dan terus memudar diiringi hancurnya tubuh Yaoguai.
"Boooommm"
Mendengar bunyi ledakan yang cukup keras, orang-orang menatap ke arah langit. Tubuh Yaoguai yang hancur berkeping-keping menimbulkan sensasi hujan darah dari atas langit.
__ADS_1
Setelah menyaksikan pemimpinnya tewas, Feng Mian yang satu-satunya tersisa dari lima pilar Aula Jiwa langsung terjatuh dengan posisi setengah berlutut ke tanah. Semangat bertempurnya sudah menghilang, hanya bayangan kematian yang kini hinggap di dalam pikirannya.