
Mendengar perkataan dari pria tersebut Li Yuan hanya tersenyum, lalu pandangannya semakin tajam ke arah Pasukan Bayangan yang baru saja dibentuk itu.
Pada saat ini, Li Yuan tidak ingin membuang waktu. Dia langsung menggunakan karakteristik es untuk membungkam kesombongan Pasukan Bayangan tersebut.
Sepuluh orang pendekar ranah suci serta dua puluh orang lainnya yang berada pada ranah pendekar langit tiba-tiba merasakan sensasi dingin yang luar biasa di tubuh mereka.
Rasa dingin yang menjalar di dalam tubuh mereka terus bergerak dengan cepat hingga ke tulang, beberapa orang dari mereka berupaya mengedarkan Qi untuk memblokir hawa dingin tersebut. Namun sekeras apapun usaha yang dilakukan, hawa dingin itu tidak dapat mereka kuasai.
Li Yuan berjalan selangkah demi selangkah, orang-orang yang berasal dari Pasukan Bayangan bukanlah ancaman bagi Li Yuan. Dengan cepat kristal es berwarna putih segera menyerang tiga puluh orang pendekar ahli tersebut tanpa bisa melakukan perlawanan.
Satu persatu mereka berubah menjadi patung dan tubuh mereka mengeluarkan gumpalan es. Para prajurit yang sebelumnya mulai berkerumun terlihat ngeri menyaksikan pemandangan yang terjadi di depan mata mereka.
Namun pasukan keamanan kota yang berada pada ranah Pendekar Raja dan Pendekar Langit hanya bisa mundur secara teratur. Sebagian besar dari mereka juga sudah pernah mendengar sosok Li Yuan, jadi secara otomatis mereka melangkah mundur meski enggan.
Seseorang dari mereka segera melaporkan peristiwa ini dengan cepat kepada Kaisar Tang Shiji. Walau bagaimanapun keadaan seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh prajurit biasa seperti mereka.
Sementara itu Ying Cushan segera bertindak, tanpa mengenal rasa kasihan ia segera melempar tubuh Jenderal Chen Seng dan memakunya dengan pedang tepat di depan pintu gerbang Istana Langit.
Jenderal Chen Sheng yang sudah sangat putus asa pun akhirnya tewas, tubuhnya terlihat sangat menyedihkan dan menjadi tontonan ribuan prajurit yang sedari tadi mulai mengelilingi Li Yuan.
Tidak jauh dari sana, Jenderal Ying Kai yang memimpin pasukan keamanan Kota Jincheng hanya terdiam terpaku menyaksikan pemandangan tersebut.
__ADS_1
Sebagai adik kandung dari Ying Cushan ia tidak habis pikir dengan tindakan yang baru saja diambil oleh kakaknya tersebut, namun dengan kemunculannya di Kota Jincheng seperti ini akan menimbulkan stigma negatif bagi keluarga besarnya.
Pada saat berikutnya, kehebohan terdengar dari arah dalam Istana. Mendengar laporan adanya kedatangan Pendekar Tiga Elemen, Kaisar Tang Shiji dan lima orang Tetua Sekte Api Abadi bergegas menuju gerbang Istana. Mereka yakin jika Pendekar Pedang Tiga Elemen akan membuat kekacauan, namun dengan kekuatan mereka berenam yang berada di ranah Pendekar Dewa Bumi, mereka sangat yakin akan mampu membunuh Pendekar Pedang Tiga Elemen.
Di sisi lain keadaan Pasukan Bayangan yang bertugas menjaga keselamatan Kaisar Langit sangat memprihatinkan, mereka semua tewas begitu saja dan berubah menjadi patung es dengan ekspresi mata terbelalak.
"Aku benar-benar takjub pada keberanian yang telah engkau tunjukkan, namun tindakanmu ini benar-benar telah melampaui batas kemarahanku" ucap Kaisar Tang Shiji dengan wajah merah padam.
Walau bagaimanapun ia dengan jelas mengenali sosok Chen Sheng yang kini sudah terbujur kaku di depan pintu gerbang. Sebuah pedang yang menancap tepat di dadanya, menembus tubuhnya dan menempel pada sebuah pilar di gerbang masuk Istana Langit.
Hal tersebut merupakan bentuk penghinaan atas Istana Langit, kedaulatan dan kedigdayaan Kaisar Langit tengah diinjak-injak oleh Li Yuan pada saat ini.
Li Yuan baru kali ini berhadapan langsung dengan Kaisar Tang Shiji, ia dengan penuh amarah menatap Kaisar Langit tersebut.
Tenaga Qi yang bergolak dengan ganas bergerak ke arah Li Yuan, fluktuasi udara yang terjadi di sekitar telah menciptakan gelombang kekacauan. Beberapa gedung dan bangunan hancur karena tidak mampu menahan tekanan dari kekuatan lima orang Tetua Sekte Api Abadi tersebut.
"Matilah"
ucap mereka sembari melepaskan pukulan andalan Sekte Api Abadi yang mengandung karakteristik api.
Pada saat yang bersamaan, sebuah energi Qi yang sangat besar melonjak. Seketika sebuah perisai transparan terbentuk dan menyelimuti tubuh Li Yuan.
__ADS_1
"Booomm"
Sebuah bola energi yang menyerupai nyala api menghantam kehampaan begitu saja. Akibat dari tumbukan dua kekuatan yang beradu, ratusan prajurit yang berada pada jarak paling dekat dengan pusat ledakan langsung tewas seketika.
Warna api yang menyala masih tampak terlihat di udara dengan gelombang energi yang menakutkan. Akibat ledakan tersebut beberapa bagian depan Istana Langit menjadi rusak karena terbakar.
Di sisi lain Li Yuan masih berdiri dengan tenang setelah ledakan energi yang dahsyat tersebut. Namun kelima orang Tetua Sekte Api Abadi yang baru saja bertindak secara impulsif tampak memegangi tangan mereka. Selain merasakan kebas, mereka juga merasakan fluktuasi Qi di dalam tubuhnya menjadi berantakan.
Di sebelahnya, Kaisar Tang Shiji tampak tercengang. Gabungan kekuatan dari kelima Tetua Sekte bisa membunuh pendekar dewa yang berada satu tingkat di atasnya. Namun menghadapi Li Yuan, jangankan membunuh bahkan menyentuhnya saja mereka tidak bisa.
"Apa hanya segini kekuatan kalian? Lemah sekali" ucap Li Yuan dengan enteng.
Tatapan Li Yuan jatuh pada seorang pria yang terlihat gagah dengan jubah kekaisaran yang mewah.
Saat Li Yuan menatap dingin ke arah Kaisar Tang Shiji, wajah Kaisar Tang Shiji tampak terkejut.
"Pada mulanya aku tidak tertarik dengan Istana Kaisar Langit, namun kau telah memainkan seorang wanita dari Sekte Laohu. Hal itu sudah melukai perasaan Paman Jia Fu sebagai sahabat terbaik ayahku. Aku hanya ingin hidup dengan damai dan tenang bersama keluargaku, tapi kau dan orang-orang mu selalu saja mengusikku dan sengaja menjadikanku sebagai musuh kalian"
Setelah berhenti sejenak, Li Yuan lalu melanjutkan perkataannya.
"Beberapa waktu yang lalu kau menetapkan status buronan kepadaku, lalu kau juga mengirimkan pasukan bayangan untuk membunuhku. Aku sudah memperingatkan tentang kedatangan ku sebelumnya ke Kota Jincheng namun aku masih mengabaikannya. Di Kota Nanguan kelakuan orang-orang mu pun tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Kota Qinghai, apakah kamu terlalu bodoh untuk menjadi Kaisar Langit?"
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Li Yuan menatap ke arah lima orang Tetua Inti Sekte Api Abadi.
"Aku belum membuat perhitungan kepada Sekte kalian, perbuatan kalian yang telah merampok sumberdaya di desaku harus diberikan pelajaran yang setimpal. Belum lagi kelakuan kalian yang berada dibalik Istana Langit demi keuntungan sepihak, aku tidak akan membiarkan ketidakadilan terus berkembang"