Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Sikap Aneh Hewan Spiritual


__ADS_3

Mendengar peningkatan kekuatan para Tetua Sekti Laohu, Li Yuan merasa puas. Kini sudah waktunya untuk dia memulai meningkatkan kemampuan pribadinya bersama Li Jieru. beberapa waktu ini ia mengisi waktu hanya dengan berkultivasi, selebihnya ia mempelajari teknik memanipulasi bentuk.


Sebelumnya bersama gurunya Yuan Zhang ia hanya mempelajari jurus-jurus tingkat tinggi, kitab-kitab yang ia pelajari adalah seni bela diri tingkat dewa. Oleh karena itu untuk menghadapi lawan-lawan yang berada pada tingkat Pendekar Suci atau yang lebih lemah, maka ia harus memikirkan suatu teknik yang lebih sederhana. Jika hanya mengandalkan kekuatannya selama ini, tentu akan sangat berbahaya. Setiap jurus yang ia miliki semuanya adalah bersifat menghancurkan dan membunuh dalam skala besar, seperti saat menaklukkan Naga Bumi ia baru bisa leluasa bergerak.


"Tuan muda, apakah anda sudah siap" terdengar suara Li Jieru dengan tampilan terbarunya. Ada senyum menggoda di wajah wanita berparas cantik tersebut.


Li Jieru menggunakan gaun berwarna putih yang selaras dengan warna kulitnya. Di bagian dadanya terlihat begitu menonjol membuat Li Yuan sakit kepala. Namun mengingat bentuk asli dari Li Jieru membuat Li Yuan membuat jauh-jauh pikiran anehnya tersebut. Walau bagaimanapun Li Yuan adalah lelaki normal yang memiliki rasa pada wanita.


"Iya, aku sudah siap. Kita bisa pergi sekarang" ucap Li Yuan dengan tenang.


Lalu sebuah cahaya berwarna biru transparan menyelimuti tubuh Li Yuan, dalam waktu sekejap tubuh Li Yuan melayang ke udara sebelum jatuh ke dalam danau biru bersama Li Jieru.


Pada malam sebelumnya Li Yuan sudah mengungkapkan niatnya untuk berkultivasi tertutup kepada Li Tong dan yang lainnya. Meskipun guru Bao Zi dan Patriark Bao Xiong juga sedang melakukan kultivasi tertutup, tidak menyurutkan niat Li Yuan sama sekali. Setelah ada Li Jieru Ia merasa lebih tenang, dengan kekuatannya maka tidak akan ada yang berani menyentuh wilayah selatan.


Li Yuan menyelam menuju ke tengah danau biru. Jika biasanya kedalaman berkisar 30 meter, kini Li Yuan berada seperti di dalam cekungan atau jurang yang sangat dalam. Dari dasar danau, tekanan air terasa sangat kuat melawan gravitasi.


Dari ratusan, hingga kini menyentuh ribuan meter. Patahan lempeng bumi ini benar-benar sangat dalam, membuat Li Yuan sangat terkejut. "Wajar saja jika selama ribuan tahun keberadaan Naga Bumi tidak dapat ditemukan, bahkan seorang kultivator tingkat pendekar suci akan kesulitan bertahan hidup di bawah tekanan yang sangat besar ini" ucap Li Yuan dalam hati.


Di sebelah Li Yuan, Li Jieru masih dalam keadaan tenang, napasnya terlihat stabil dan tidak terlihat memburuk sama sekali. Saat ini, kedalaman yang sudah ditempuh oleh Li Yuan sudah semakin dalam, ia bisa melihat tekanan udara semaki menipis. Suasananya sudah gelap gulita dan hawa dingin kian menyeruak dari setiap tekanan air yang dikeluarkan.


Pada saat ini Li Yuan, bisa menyadari jika Kristal Biru yang diberikan oleh Li Jieru sebelumnya jelas bukan Kristal sembarangan. Merasakan tekanan air yang sangat kuat saat ini, bisa membuat tubuh seorang kultivator Alam Langit hancur berkeping-keping. Bahkan Pendekar yang berada pada ranah Alam Suci juga tidak akan mampu bertahan lama.


Beruntung Li Yuan masih berada dalam perlindungan dari Naga Bumi. Jika tidak, meskipun ia memiliki elemen angin tubuhnya akan tercabik-cabik oleh tekanan air yang sudah melebihi ambang batas.

__ADS_1


Tiba-tiba tangan Li Yuan ditarik oleh Li Jieru, meskipun gelap gulita Li Jieru dan Li Yuan masih dapat melihat sebuah tempat mirip Gua. Namun memikirkan Gua di dasar danau biru dan berada di dalam perut bumi membuat Li Yuan berdecak kagum.


"Tuan muda, kita sudah sampai" ucap Li Jieru sambil melepaskan cahaya transparan di tubuh Li Yuan.


"Indah sekali" ucap Li Yuan.


"Apakah ini tempatmu selama ini?" tanya Li Yuan.


"Betul tuan muda, bahkan tempat ini terdiri dari dua Gua yang saling terhubung" ucap Li Jieru sambil menunjuk ke sebuah lorong.


Di dalam Gua, Long Guan bisa bernapas dengan normal. Meskipun tidak seperti di luar, namun di dalam Gua ini udara begitu murni dan sejuk terasa. Sinar dari batu-batu alam di langit-langit Gua membuat pencahayaan begitu terang. Entah dari mana batu-batu ini berasal, yang jelas pemandangan di sini terlalu luar biasa.


"Jieru, selain menyelam apakah ada jalur lain untuk menembus ke tempat ini?" tanya Li Yuan.


"Tentu saja ada Tuan Muda, namun wilayah tersebut berada di Kota Heidong. Posisinya berada sebelah timur batas danau biru ini" jawab Li Jieru dengan santai.


"Owh begitu, aku baru mengetahui nama Kota tersebut. Apakah itu dekat dengan Kota Qinghai?" tanya Li Yuan.


"Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya dibatasi oleh satu Kota, yaitu Kota Xiening" jawab Li Jieru.


"Menarik sekali" ucap Li Yuan sambil menganggukkan kepala.


"Apakah tuan muda ingin segera berkultivasi atau mau istirahat dulu?" tanya Li Jieru.

__ADS_1


"Aku akan beristirahat sebentar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Setelah itu aku akan belajar untuk memahami elemen air" ucap Li Yuan tenang.


Pada saat ini, Li Jieru tidak menyadari maksud tersirat dari ucapan Li Yuan. Dalam benak Li Jieru ia hanya menangkap maksud dari Li Yuan yang akan menyerap Kristal Biru yang mengandung esensi kekuatan air. Dengan menyerap salah satu elemen tersebut maka Li Yuan akan dengan mudah menguasai kekuatan air.


"Jieru, aku ingin meminta bantuanmu. Setelah aku pergi dari Sekte, aku ingin kamu menjaga Sekte. Guruku dan Ketua Sekte sedang melakukan kultivasi tertutup. Aku khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan" ucap Li Yuan.


"Baik Tuan Muda, sekarang juga aku akan ke Sekte" ucap Li Jieru.


"Kamu hanya bertindak jika mereka sudah tidak bisa menjaga diri, selebihnya biarkan mereka berjuang. Jangan biarkan dirimu diketahui oleh banyak orang, karena hal itu akan berbahaya" ucap Li Yuan tampak sungguh-sungguh.


"Baik Tuan Muda, tapi maksudnya apa jika aku dalam keadaan bahaya jika banyak orang yang tahu tentang keberadaanku?" tanya Li Jieru sambil menaikkan kedua alis matanya.


Dengan kekuatan yang ia miliki, tentu tidak akan ada lawan sepadan yang bisa mengganggu dirinya.


"Hmm.. Bukan begitu maksudku. Aku hanya khawatir dengan penampilan fisikmu banyak lelaki yang akan tergoda dan mengejarmu" ucap Li Yuan sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Mendengar candaan Li Yuan membuat Li Jieru sedikit kesal sambil menghentakkan kaki.


"Huh" ucap Li Jieru sambil mendengus lalu pergi meninggalkan Li Yuan.


Melihat aksi Li Jieru membuat Li Yuan sedikit berpikir, "Apakah setiap hewan spiritual yang semakin kuat akan semakin mendekati sifat manusia pada umumnya?"


Li Yuan tampak kebingungan sambil menggaruk kepala.

__ADS_1


__ADS_2