
Apa yang baru saja terjadi di halaman Vila Keluarga Yue, terlihat oleh beberapa orang pelayan dan pengawal. Namun mereka tidak terlihat mencampuri, dalam pemahaman mereka adalah bahwa lelaki berjubah hitam hanya penjahat biasa yang hendak mencuri di tempat peristirahatan Keluarga Yue.
Setelah kepergian Liu Haikuan dari Vila Keluarga Yue membuat Li Yuan memikirkan sesuatu hal. Berdasarkan pengakuan Liu Haikuan, ia dan Xue Rengui adalah saudara seperguruan di Sekte Aula Jiwa. Meskipun bukan Sekte besar, tapi keberadaan Aula Jiwa sangat misterius.
"Alam Langit ini begitu unik, kukira tiap wilayah hanya diwakili oleh satu sekte besar, tetapi masih ada kekuatan lain" batin Li Yuan.
"Tok"
"Tok"
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Li Yuan, dari auranya jelas itu tidak asing dan milik Yue Hao.
"Apa ada yang perlu kubantu?" tanya Li Yuan saat melihat Yue Hao di balik pintu.
"Aku tidak bisa tidur, bisakah kau temani aku mengobrol?" tanya Yue Hao.
"Baiklah" ucap Li Yuan lalu berjalan menuju ruang tengah.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Li Yuan saat keduanya berada di ruang tengah.
"Aku sudah terbiasa ada dirimu, ketika kau memutuskan untuk meninggalkan Keluarga Yue membuatku merasa berat" ucap Yue Hao.
"Aku kira tentang apa, jika hanya itu maka kemarilah" jawab Li Yuan sambil tersenyum.
Yue Hao kemudian duduk di sisi Li Yuan dengan ekspresi malu. Saat itu juga Li Yuan melebarkan bahunya lalu menarik tubuh Yue Hao lebih condong kepadanya.
__ADS_1
"Tidurlah di bahuku, jangan berpikir apapun" ucap Li Yuan dengan tenang.
"Baiklah" sahut Yue Hao tanpa menolak.
"Apa artinya ini?" tanya Yue Hao saat dirinya tengah bersandar.
"Entahlah, yang jelas untuk saat ini aku hanya bisa melakukan hal seperti ini padamu dan tidak lebih" jawab Li Yuan tampak tenang.
Sedangkan Yue Hao berada pada kondisi sebaliknya, hatinya bergemuruh merasakan kedekatan yang sangat dekat ini.
Malam pun berlalu dengan hangat, tanpa ada kata-kata yang terucap lagi Yue Hao tertidur dengan nyaman. Li Yuan, tidak bisa berpikir apapun tentang perasaannya saat ini, ia hanya mengandalkan intuisinya untuk menenangkan Yue Hao.
Sementara di Kota Qinghai, Klan Li di bawah pimpinan Li Dan telah resmi berpijak di Ibukota Provinsi Naga Biru. Hubungan Li Dan dengan Gubernur Ibukota sangat dekat, bahkan kedekatan mereka telah menimbulkan kesepakatan untuk mengenalkan putra dan putri mereka.
" Aku juga tidak tahu apakah ia akan pulang atau tidak, sepertinya ia masih menjalankan misi dari Sekte" ucap Li Dan.
Sebenarnya Fang Jing sangat penasaran dengan Li Yuan. Sosoknya yang misterius di Sekte Laohu telah menimbulkan berbagai persepsi dalam diri penguasa Provinsi Naga Biru tersebut. Tidak mungkin jika Sekte Laohu memberikan dukungan begitu saja terhadap Klan Li.
Keduanya mengobrol cukup akrab, urusan bisnis dan birokrasi sangat intens mereka bicarakan hingga malam kian gelap. Pada kesempatan kali ini Klan Li akan mengadakan kerjasama khusus dengan Asosiasi Keluarga Fang untuk urusan transportasi.
Ibukota Naga Biru yang luas, yang terdiri atas banyak kota-kota membuat jalur pendistribusian bisnis Klan Li harus dipaksa untuk tiba tepat waktu, tetapi biaya perahu terbang menghabiskan sumber energi yang sangat besar. Oleh karena itu langkah kerjasama ini sangat strategis untuk menghemat waktu serta menghemat biaya.
Setelah dirasa cukup, Li Dan berpamitan kepada Fang Jing untuk pulang menuju kediamannya. Tidak lama setelah Li Dan pulang, Fang Jing memanggil putrinya yang kini sudah tampak semakin dewasa.
Fang Yin, memiliki paras yang anggun serta cekatan dalam berbisnis. Rumah makan Bunga Sutera yang ia kelola sangat terkenal di Kota Qinghai, bahkan kini menjadi rumah makan yang menjadi prioritas untuk bernegosiasi dalam melakukan hubungan kerjasama.
__ADS_1
"Ayah akan memperkenalkan kamu dengan Li Yuan, putra dari Tuan Li" ucap Fang Jing kepada putrinya.
"Aku tidak mau, usaha yang aku rintis sebelumnya baru saja berkembang" ucap Fang Yin memberi alasan kepada ayahnya.
"Ini kan hanya pertemuan saja, jika setelah mengenalnya kamu tidak cocok itu terserah kamu" jawab Fang Jing mencoba membujuk.
"Hmm.. Aku tidak tertarik dengan orang itu. Meskipun ia baik, aku tidak terlalu memikirkan seorang pria untuk saat ini" ucap Fang Yin dengan nada gundah.
Mendengar dirinya yang akan dikenalkan dengan Li Yuan, membuat ia keberatan. Menurut Fang Yin meskipun Klan Li itu kuat dan mendapatkan dukungan dari Sekte Laohu, dirinya tidak tertarik dengan sosok Li Yuan. Apalagi ia juga pernah mendengar rumor tentang ditolaknya Li Yuan oleh seorang putri dari Tetua Sekte Laohu, tidak ada informasi istimewa yang ia dapatkan tentang Li Yuan. Hanya sebagai pemuda biasa yang memiliki sedikit keberuntungan bisa bergabung dengan Sekte Laohu.
"Ayah tidak pernah meminta sesuatu padamu, untuk kali ini saja berikanlah wajah pada ayahmu yang sudah tua ini" ucap Fang Jing dengan nada memelas.
"Ini.... " kata Fang Yin yang tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi.
'Baiklah jika kamu sudah menyetujuinya, ayah harap ketika festival Kota Qinghai ia akan datang bersama keluarganya" kata Fang Jing dengan cepat tanpa memberi waktu bagi Fang Yin untuk berpikir lagi.
Bagi Fang Jing, kekuatan Klan Li serta Sekte Laohu sangat penting dalam menopang kestabilan Ibukota Naga Biru. Apalagi ketika ia tahu jika dia orang pengawal keluarga Li Dan berada pada tingkat Dewa Bumi. Kekuatan itu sangat mengerikan, bahkan di seluruh wilayah Ibukota, hanya Klan Li yang memiliki Pendekar ahli yang sangat kuat.
Fang Yin tidak berdaya atas sikap ayahnya, ia tidak tertarik mengurusi masalah kekuasaan. Apalagi ia sudah mengerti tujuan ayahnya untuk mendekati Klan Li, namun memilih untuk dikenalkan dengan putra Patriark Klan Li juga bukan pilihan yang baik baginya.
Setelah mengatakan hal itu, Fang Jing kemudian berlalu sambil tersenyum bahagia. Ia yakin bahwa penilaiannya terhadap sosok Li Yuan tidak akan meleset.
"Sudah setahun aku mencari mu, tetapi kau tidak kunjung datang" gumam Fang Yin dalam hati.
Ia menatap kepergian ayahnya dengan ekspresi rumit. Fang Yin selalu ingat ucapan Pendekar Pedang Tiga Elemen sebelum pergi, ia akan datang ke rumah makan Bunga Sutera untuk mencicipi kembali masakannya dan mengajak serta keluarganya. Hal ini juga yang membuat Fang Yin bekerja ekstra untuk membesarkan rumah makan Bunga Sutera hingga seperti sekarang. Semua usaha yang dia lakukan adalah demi menunggu kedatangan pria tersebut, Pendekar Pedang Tiga Elemen yang misterius.
__ADS_1