
Jia Hien diberitakan tewas akibat diserap tenaga dalamnya untuk meningkatkan kekuatan Yaoguai. Untuk hal-hal yang sensitif Li Yuan menutupinya dengan sangat rapat. Walau bagaimanapun juga Jia Hien adalah putri satu-satunya Jia Fu yang kini menjadi penasehat utama Istana Langit.
Aib sekecil apapun tidak akan Li Yuan beberkan, ia ingin memperlakukan Jia Hien dengan baik meskipun semasa hidupnya mereka memiliki pertalian yang rumit.
"Hmmph.."
"Mungkin ini sudah takdir, anak itu terlalu sulit diatur. Namun demikian ia juga tetap putriku dan aku sendiri yang akan membawanya ke Sekte Laohu untuk dimakamkan" ucap Jia Fu dengan nada berat.
"Baiklah paman, jika itu yang terbaik" ucap Li Yuan.
Segera setelah itu, beberapa orang masuk membawa peti mati yang sebelumnya sudah diminta oleh Li Yuan.
Dengan tangannya sendiri, Jia Fu mengangkat tubuh putrinya untuk terakhir kali ke dalam peti mati. Ada raut kesedihan yang terpancar di wajahnya, namun ia juga tidak bisa menyesali atas tindakan keras kepala putrinya tersebut.
Jia Fu teringat akan tindakan putrinya saat mengambil jalan pintas untuk menjadi calon istri Kaisar Tang Shiji. Andai dulu ia mau lebih sabar menunggu kehadiran Li Yuan maka semuanya tidak akan seperti ini, bahkan Li Yuan yang sebelumnya pernah ia remehkan kini merupakan sosok yang sangat tinggi di Alam Langit.
Melihat kondisi penasehatnya sedang berduka, Kaisar Ying Kai segera membuat beberapa pengaturan, diantaranya menyiapkan perahu terbang khusus milik Istana Langit yang hanya bisa digunakan oleh Kaisar.
Di bawah perintahnya perahu terbang tersebut akan digunakan untuk membawa peti mati Jia Hien ke Sekte Laohu.
"Yang mulia, saya mohon izin akan berangkat menemani penasehat Jia ke Sekte Laohu" ucap Li Tong kepada Kaisar Ying Kai.
"Tentu saja kau harus berangkat, ajak juga beberapa orang dari kalian. Dalam beberapa waktu ke depan aku akan menyusul ke sana" jawab Kaisar Ying Kai dengan nada yang terdengar bijaksana.
Pribadi Ying Kai memang sangat berbeda dengan Kaisar Langit sebelumnya, karakter Ying Kai lebih kharismatik dan peduli terhadap masyarakat. Apalagi ia diberi kepercayaan dari Li Yuan, tentu ia akan memperlakukan orang-orang yang berasal dari Sekte Laohu dengan baik.
__ADS_1
Kesenjangan yang selama ini terjadi, perlahan mulai dihapuskan oleh Kaisar Ying Kai. Bahkan beberapa hari yang lalu ia juga sudah menghukum Kaisar sebelumnya, Tang Shiji atas berbagai macam tuduhan pelanggaran berat.
Setelah Ying Kai menghadap kepada Patriark Sekte Api Abadi, keputusan untuk menghukum Tang Shiji akhirnya diputuskan. Yang Shiji yang sudah hancur basis kultivasinya dan sudah tidak bisa menjadi lelaki sejati hanya bisa meratapi nasibnya di penjara bawah tanah.
Tidak menunggu waktu yang lama, rombongan Penasehat Jia, Li Tong dan Fan bersaudara segera pamit undur diri. Mereka akan ke Sekte Laohu untuk memakamkan Jia Hien dengan segera.
Dengan teknik yang dilakukan oleh Li Jieru sebelumnya, tidak ada yang mencurigai perihal kematian Jia Hien lebih lanjut.
Sambil menunggu Li Jieru memulihkan energinya, Li Yuan dan Kaisar Ying Kai berbincang hangat, mereka dengan santai berbicara beberapa hal tentang pengaturan Alam Langit.
"Ke depannya aku tidak akan mencampuri urusan Istana Langit, apapun kebijakan yang kau ambil selama itu tidak merugikan kepentingan rakyat banyak maka aku tidak peduli. Aku hanya berpesan jagalah kerukunan dan kedamaian jangan sampai muncul kesenjangan seperti sebelumnya" ujar Li Yuan menyampaikan pesannya kepada Kaisar Ying Kai.
"Baik Tuan" jawab Ying Kai dengan patuh.
Li Yuan kini bisa bernapas dengan lega, apa yang menjadi pesan gurunya sudah diamanatkan kepada Kaisar Langit yang akan mengatur kebijakan hukum langit.
Jika hal itu dipadukan dengan kekuasaan maka ia akan kehilangan kesempatan untuk bersama keluarganya, bahkan ia juga akan kehilangan kesempatan untuk menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya kelak. Dengan kekuatannya kini ia tidak terlalu berambisi, adapun kultivasi sebagai jalan hidupnya akan tetap ia jalani di samping orang-orang tercintanya.
"Tuan, aku sudah selesai" ucap Li Jieru saat ini.
"Kita sebaiknya segera kembali" ucap Li Yuan.
Setelah mendengar ucapan Li Yuan, tubuh cantik Li Jieru segera berubah ke wujud aslinya lagi.
Melihat seekor Naga raksasa yang melayang di udara membuat orang-orang dari Istana Langit menjadi tercengang. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat hewan mitologi yang sudah menjadi legenda di provinsi Naga Biru.
__ADS_1
"Sa.. Sangat Luar Biasa" ucap Kaisar Ying Kai sambil menelan ludah.
Li Yuan hendak berpamitan namun ia teringat sesuatu ketika melihat wujud asli Li Jieru.
"Hmmph"
Li Yuan menggerakkan tangannya ke udara beberapa kali, seperti membentuk segel tangan yang sangat rumit. Setelah menyerap Liontin Giok pemberian dari ibunya, kemampuan jiwanya semakin kuat. Pada saat ini ia sedang menarik jiwa hewan mitologi Phoenix Api yang sebelumnya sudah tewas di tangan Yaoguai.
Phoenix Api adalah hewan mitologi yang unik, meskipun ia sudah mati namun selama jiwanya masih ada ia bisa dibangkitkan kembali.
Pada saat ini tidak ada yang tahu apa yang sedang dilakukan oleh Li Yuan, bahkan Naga Bumi sekalipun hanya bisa menunggu sambil melingkarkan tubuhnya di udara.
Namun tidak dengan Patriark Sekte Api Abadi yang secara langsung memiliki kedekatan dengan hewan mitologi tersebut. Sebelumnya ia pernah kehilangan kontak dengan hewan pelindung tersebut, tetapi kini firasatnya mengatakan jika jiwa Phoenix Api tengah berada tidak jauh darinya.
Di atas langit, sebuah ledakan muncul memancarkan energi panas yang sangat luar biasa. Kaisar Ying Kai dan bawahannya mendongakkan kepala, melihat bayang samar yang mulai membentuk cahaya api.
Pada detik berikutnya sesuatu yang mencengangkan terjadi, sehelai bulu dengan nyala api berkobar jatuh dari langit. Bulu api tersebut melambai dengan indah sebelum jatuh ke tangan Li Yuan.
Di tangan Li Yuan, bulu api tersebut disuntikkan seberkas sinar terang sebelum melayang kembali ke atas udara.
"Boooommm"
Sebuah ledakan energi yang sangat kuat menyembur keluar dan membentuk bayangan yang perlahan-lahan semakin besar membentuk wujud burung Phoenix Api.
Kibasan sayapnya yang memanjang tampak bercahaya terang di atas langit, bahkan Patriark Sekte Api Abadi yang sedang menantikan hal ini segera bangkit dan terbang menuju lokasi beradanya Phoenix Api.
__ADS_1
Burung Phoenix Api tersebut terbang memutari Naga Bumi yang saat ini sedang melayang di udara, sebagai hewan mitologi keduanya tampak sedang berkomunikasi. Di atas langit hanya suara-suara aneh yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.
Kaisar Ying Kai dan bawahannya benar-benar tidak percaya atas kebangkitan Phoenix Api yang baru saja terjadi di depan mata kepala mereka sendiri.