Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Kemampuan Sebenarnya Xu Zuhui


__ADS_3

Tak terasa seharian berlalu dengan cepat, kebersamaan Li Yuan dengan Fang Yin terasa begitu indah hingga senja menggenggam cakrawala langit biru.


Berlalunya matahari segera diikuti langkah Li Yuan dan Fang Yin menuju kediaman pribadi keluarga Fang. Ini adalah pertama kalinya Fang Yin membawa sahabat istimewanya yang sekaligus kekasihnya. Meskipun Li Yuan sudah dikenal baik oleh ayah Fang Yin, namun tetap saja ia masih merasa canggung.


Fang Jing yang kebetulan sudah berada di kediamannya tersenyum bahagia melihat kemajuan hubungan putrinya. Li Yuan yang awalnya ia ketahui hanya sebagai putra dari Patriark Klan Li, ternyata dia adalah seorang pahlawan besar Kota Qinghai yang sesungguhnya.


Apalagi berita terbaru yang ia terima jika Li Yuan baru saja menghabisi pasukan bayangan. Siapapun tahu, jika pasukan bayangan adalah keberadaan yang tidak bisa disentuh, kekuatannya Setara dengan para pimpinan Sekte besar.


"Selamat datang di kediaman kami" ucap Fang Jing menyambut kedatangan Li Yuan.


"Terimakasih Tuan, maaf hari ini aku dan Fang Yin terlalu lama berada di luar" ucap Li Yuan dengan sopan.


"Tidak apa-apa, selama ini tidak ada yang berhasil menggerakkan hatinya. Hanya padamu ia bisa keluar dengan bahagia" ucap Fang Jing.


"Tuan, saat ini aku tidak akan lama. Menurut rencana jika diizinkan, maka aku akan mengajak Fang Yin untuk berkunjung ke kediaman keluarga Li" ucap Li Yuan dengan maksud menyampaikan izin kepada ayah Fang Yin.


"Tentu saja aku akan mengizinkan, biarkan ia mengenal lebih dekat keluarga calon mertuanya" ucap Fang Jin sambil tersenyum lebar.


Fang Yin hanya tersipu-sipu, begitu juga dengan Li Yuan yang tampak salah tingkah.


Menyadari perilaku keduanya, Fang Jing sebagai orang tua yang sudah berpengalaman malah tertawa.


"Hahaha... Kalian benar-benar cocok"


'Kalian gunakanlah kereta kuda keluarga, hari sudah mulai gelap dan kalian juga agar lebih nyaman menikmati perjalanan" ucap Fang Jing mencairkan suasana.


"Baiklah ayah" jawab Fang Yin dengan semangat.


Lalu mereka berdua pamit dan menuju kediaman Patriark Li atau kediaman keluarga Li Yuan. Sepanjang jalan, di dalam kereta Fang Yin tidak hentinya memandang wajah Li Yuan.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu memandangku seperti itu" tanya Li Yuan.


"Kamu begitu tampan, bahkan kulit mu begitu mulus" jawab Fang Yin sambil memuji tubuh fisik Li Yuan.


"Hemmm..."


Li Yuan hanya berdehem pelan seolah ada tenggorokannya terasa gatal.


Kereta kuda yang membawa mereka segera tiba di kediaman keluarga Li. Tampak wajah Fang Yin terlihat bahagia, dalam dua hari ini kemajuan hubungannya dengan Li Yuan sangat pesat.


Fang Yin berpikir betapa bahagianya wanita yang bisa mendampingi Li Yuan. Namun saat mendengar jika Li Yuan Pernah ditolak pertunangannya, maka wanita tersebut adalah wanita terbodoh di seluruh Alam Langit.


"Kakak, baru saja aku berencana ingin memintamu untuk membawa Nona Fang kemari" tiba-tiba suara Li Peiyu menyambut kedatangan Li Yuan dan Fang Yin.


"Kamu ada saja jika ada maunya" ucap Li Yuan sambil mengusap kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.


Melihat kedekatan Li Yuan dengan adiknya tersebut membuat Fang Yin semakin yakin dengan pilihan hatinya tersebut.


Lalu keduanya berkenalan dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Sambil berjalan memasuki ruang keluarga, Li Peiyu dan Fang Yin tampak akrab. Keduanya berjalan meninggalkan Li Yuan dengan langkah yang pelan.


Li Yuan ingin protes, namun menghadapi kedua wanita di depannya ia takkan sanggup. Mau tidak mau ia mengikuti keduanya dengan patuh.


"Wah.. Kalian benar-benar sudah banyak mengalami kemajuan" terdengar suara Li Dan saat mereka tiba di ruang keluarga.


"Salam tuan dan salam Nyonya" ucap Fang Yin dengan sopan.


"Sudah kubilang jangan memanggil kami seperti itu. Kamu adalah calon menantu di rumah ini. Panggil kami ayah dan ibu" ucap Xu Zuhui yang merupakan ibu dari Li Yuan.


Wajah Li Yuan tampak memerah, namun ia merasa senang dengan sikap penerimaan ibunya kepada Fang Yin. Meski hati Li Yuan juga sedang berusaha keras untuk menyukai Fang Yin. Ia hanya berpikir mungkin dengan pendekatan seperti ini akan ada rasa yang istimewa untuk bisa menerima kehadiran Fang Yin.

__ADS_1


"Baik ayah dan Ibu" jawab Fang Yin sambil tersipu malu.


Kemudian mereka berlima mengobrol dengan penuh kehangatan, bakat bisnis dan memasak Fang Yin menjadi topik utama yang diperbincangkan. Sesekali Li Yuan menjadi obyek yang dirugikan saat dirinya masih tinggal di Desa Bambu Kuning.


Namun Fang Yin sangat terharu mendengar kehidupan Li Yuan yang besar dengan kehidupan berburu di Gunung Guntur. Fang Yin juga merasa salut dengan cerita Li Yuan yang disampaikan oleh ibunya, sesibuk apapun Li Yuan, ia tidak melalaikan tugas belajar yang dibebankan oleh ibunya. Jika sekarang Li Yuan cerdas hal itu wajar saja karena sikap ibunya yang sangat tegas dalam mendidik Li Yuan.


Setelah mengobrol cukup banyak, Fang Yin menatap hangat wajah kekasihnya. Tak lama kemudian ia bersama Li Peiyu pamit meninggalkan ruang keluarga untuk beristirahat.


Pada saat ini, di ruang keluarga tampak Li Yuan dan kedua orang tuanya tengah duduk santai.


"Ayah, ibu izinkan aku bertanya. Hal ini terkait dengan tubuhku yang memiliki karakteristik kemampuan jiwa. Apakah ibu memiliki garis keturunan jiwa yang kuat?" ucap Li Yuan dengan serius.


Mendengar pertanyaan Li Yuan, ayah dan ibunya saling memandang. Setelah hening sejenak, ibunya Li Yuan mulai berkata.


"Ya, ibu memilikinya. Saat kau berada dalam bahaya beberapa tahun silam, ibu mengirimkan transmisi jiwa ke dalam alam bawah sadar mu. Ibu juga tahu jika kau melakukan kontrak jiwa dengan Tetua Mo Cau, Li Baojia dan Li Jieru" ucap Xu Zuhui, ibu Li Yuan dengan jujur.


Mendengar ucapan ibunya, Li Yuan tersentak kaget. Meskipun ia mulai menduganya setelah mendengar penjelasan dari Patriark Bao Xiong, namun pengakuan langsung ibunya membuat dirinya benar-benar terkejut.


"Apakah ibu bagian dari Aula Jiwa?" tanya Li Yuan dengan tergesa-gesa.


"Tidak, namun itu hampir saja" jawab ibunya.


"Maksudnya? Tanya Li Yuan dengan ekspresi bingung.


"Dahulu ibumu adalah wanita yang beberapa kali diminta untuk bergabung menjadi anggota Aula Jiwa karena bakatnya yang tidak biasa" jawab Li Dan sedikit memberikan keterangan terhadap pertanyaan dari putranya.


"Lalu kenapa mereka bisa melepaskan ibu dengan mudah?" tanya Li Yuan lagi.


"Hal tersebut tidak lepas dari perlindungan kakekmu Xu Futian yang berasal dari Kota Xuening" jawab ibunya dengan singkat.

__ADS_1


Li Yuan semakin tidak paham, yang ia tahu adalah kakeknya hanya seorang birokrat dari kaum cendekiawan.


__ADS_2