
"Baiklah kita semua akan berangkat ke Sekte Laohu" ucap Li Dan kepada mereka semuanya.
"Baik ayah" jawab Li Yuan dan yang lainnya.
Sebelum mereka berangkat dan melakukan beberapa persiapan, Li Yuan berbicara kepada Yue Hao dan Fang Yin yang sedari tadi tidak sempat saling sapa.
"Guan Gege bagaimana keadaanmu?" tanya Fang Yin dengan penuh perhatian.
"Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja" jawab Li Yuan sambil tersenyum manis.
"Syukurlah jika begitu, kami sangat mengkhawatirkan dirimu" ucap Yue Hao kemudian.
"Terimakasih atas perhatian kalian, lalu bagaimana sekarang keadaan kalian?"
"Sudah jauh lebih baik berkat kepulanganmu" jawab Yue Hao dengan wajah senang.
Yue Hao berasal dari tempat yang berbeda, jauh dari Kota Qinghai tentu ia merasa sangat khawatir di saat Li Yuan tidak ada di sisinya.
__ADS_1
"Yuan Gege, apakah dirimu tidak bersedih atas kematian Jia Hien?" tanya Fang Yin dengan tenang.
"Antara aku dan dia tidak ada keterikatan, namun aku hanya merasa pilu dengan kisahnya yang begitu tragis. Sebagai putri dari Paman Jia Fu, kita tetap harus menjaga perasaannya dan sedikit menunda waktu pernikahan kita. Untuk hal itu aku harap kalian bisa memakluminya" ucap Li Yuan dengan serius.
"Tentu saja, kita juga harus memikirkan perasaan orang lain demi kebahagiaan kita juga" sahut Fang Yin dengan penuh pengertian.
"Sepertinya Yuan Gege belum makan, sebaiknya kita makan bersama sebelum menuju Sekte Laohu" ujar Fang Yin kemudian.
"Entah mengapa aku merasakan sesuatu yang tidak biasa, mudah-mudahan kita selalu bisa seperti ini" ucap Li Yuan.
"Memangnya ada apa?" tanya Yue Hao yang kini sedang memeluk lengan kanan Li Yuan.
"Apakah akan ada musuh yang kuat lagi?" tanya Fang Yin dengan ekspresi wajah yang khawatir.
"Baru saja Alam Langit terbebas dari ancaman orang-orang Aula Jiwa, haruskah kini mengalami masalah yang sama lagi?" gumam Fang Yin dalam hati.
"Bukan, sepertinya bukan musuh. Hanya saja aku perlu mencari tahu terlebih dahulu melalui guru" ucap Li Yuan.
__ADS_1
"Semoga Yuan Gege baik-baik saja" ucap Yue Hao dengan penuh kasih sayang.
Sebagai wanitanya, kini Yue Hao semakin menyadari jika Li Yuan memang bukan orang biasa, identitasnya di Alam Langit saja sudah sangat luar biasa dan menjadi Legenda termuda dalam sejarah Alam Langit.
Pada sore harinya Li Dan beserta keluarganya pergi menuju ke Sekte Laohu, dalam perjalanan tersebut ikut pula Yue Hao dan Fang Yin.
Sebagai orang yang pernah belajar di Sekte Laohu, tentunya Li Dan juga merasakan kerinduan masa mudanya saat menuntut ilmu bersama Jia Fu. Setelah sekian lama, baru kali ini ia datang ke tempat masa remajanya ia habiskan.
"Semuanya seperti hari kemarin..." ujar Li Dan dengan sedikit rasa bernostalgia terhadap dirinya yang kini sudah berubah pesat.
Setelah melalui suasana penyambutan yang heboh, Li Yuan dan keluarganya kini berada di Paviliun Bao Zi. Mereka juga kini bisa merasakan dan melihat sendiri tempat tinggal Li Yuan saat berada di Sekte Laohu.
"Guru.." ucap Li Yuan dengan lantang.
Tetua Bao Zi yang sudah mengetahui kedatangan Li Yuan segera menerimanya dengan baik. Ia juga memberikan tempat tinggal yang nyaman buat ayah dan ibu Li Yuan.
"Sepertinya aku sudah tidak dapat melihat perkembangan kekuatanmu yang berada diluar nalar" ucap Tetua Bao Zi yang merupakan guru Li Yuan juga.
__ADS_1
"Guru selalu merendah, maafkan aku jika sering mengecewakanmu" ucap Li Yuan kepada gurunya.
"Kamu selalu membuatku terkejut, kehadiran mu selalu saja membawa hal yang tidak pernah terduga" ucap Bao Zi kemudian.