Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Tinggal Di Desa Bambu Kuning


__ADS_3

Selama beberapa waktu, Li Yuan dan kedua istrinya tinggal menemani Li Peiyu berlibur di beberapa tempat yang berada di Kota Nanguan.


Pada waktu tertentu, Li Yuan mengurusi beberapa urusan kelompok Naga Emas yang merupakan tanggung jawabnya sebagai Ketua.


"Bagaimana apakah kamu merasa senang berlibur di Kota Nanguan?" tanya Li Yuan kepada adiknya tersebut.


"Iya, tentu saja. Selama satu bulan ini aku sungguh merasakan hal yang berbeda, meski demikian sebaiknya kita pulang saja. Aku tidak enak terlalu lama meninggalkan ibu dan ayah" ucap Li Peiyu sambil tersenyum puas.


"Baiklah jika begitu, aku akan sampaikan kepada kedua kakakmu untuk bersiap" ujar Li Yuan dengan santai.


"Kak, apakah kau akan pergi lagi?" tanya Li Peiyu yang seperti merasakan sesuatu di dalam diri kakaknya tersebut.


"Suatu hari nanti aku pasti akan pergi dalam waktu yang tidak diketahui" jawab Li Yuan sambil memandang ke arah langit.


"Memiliki kekuatan yang besar ternyata tidak semudah yang aku bayangkan" ucap Li Peiyu menatap kasihan ke arah kakaknya.


Li Peiyu jelas merasakan kepedihan serta perjuangan Li Yuan dalam memperoleh kekuatan hingga ia berada pada posisi seperti sekarang ini. Bahkan dalam pencapaiannya seperti sekarang saja ia harus memikul tanggung jawab yang hanya bisa ia rasakan sendiri.


"Mungkin itu sudah takdir, kedamaian memang harus ditegakkan dengan keberanian dan tekad yang kuat. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah pengorbanan, baik harga maupun jiwa" ujar Li Yuan dengan bersungguh-sungguh.


"Kami semua tentu bangga memiliki sosok seperti mu, bahkan pencapaian keluarga Li benar-benar tidak pernah terpikirkan hingga bisa seperti saat ini hanya dalam waktu singkat" ucap Li Peiyu sambil memeluk tubuh Li Yuan dengan erat.


Hubungan keduanya sangat erat sebagai adik kakak, sejak kecil mereka sudah dikuatkan dalam hubungan persaudaraan yang saling mengerti. Apalagi kondisi keluarga mereka yang pas-pasan di cabang Klan Li Desa Bambu Kuning, tempat mereka tumbuh besar bersama.


"Terimakasih atas dukungan kalian selama ini, kamu jadilah gadis yang baik. Suatu saat kau akan lebih dewasa dan menikah, jadilah wanita yang bisa mengerti keadaan lelakimu nanti. Sebagai kakak, aku tidak akan menentang siapapun pilihanmu selama kau bahagia" ucap Li Yuan penuh kasih sayang kepada adiknya.

__ADS_1


"Aku tidak mau menikah, aku akan tinggal bersama ibu dan ayah saja" ujar Li Peiyu dengan nada santai.


"Tetap saja kau harus melanjutkan garis keturunan keluarga kita" ucap Li Yuan kemudian.


"Buat apa pusing, kan sudah ada dua kakak wanita yang siap memberikan ku keponakan yang banyak" jawab Li Peiyu dengan enteng.


"Ka.. Kamu.." ucap Li Yuan dengan ekspresi malu.


"Ha ha ha.. Sudahlah kak, kita kembali aku sudah tidak sabar ingin bermain dengan anak-anak kecil nantinya" ujar Li Peiyu yang kembali menyentil Li Yuan.


"Iya.. Baiklah" jawab Li Yuan tampak tak berdaya.


Setelah perbincangan hangat tersebut Li Yuan segera mengabari kedua istrinya untuk menyudahi liburan mereka. Selama satu bulan mereka berada di Kota Nanguan dengan suasana yang penuh kebahagiaan dan kehangatan.


Setelah semuanya siap, akhirnya mereka kembali menuju Kota Qinghai dengan menggunakan perahu terbang milik keluarga Fang. Dengan bergabungnya keluarga Li dan keluarga Fang maka kini kegiatan Asosiasi Keluarga Fang sudah semakin luas melayani transportasi Alam Langit. Apalagi dengan dukungan dari Istana Langit tentu semuanya menjadi lebih mudah.


Seperti biasanya, Li Yuan hanya bisa menyaksikan keakraban tiga orang wanita yang kini sedang bersenda gurau bersama. Mereka adalah dua istri dan satu orang adiknya, orang-orang yang selama ini sangat ia cintai.


Di awal usia pernikahannya Li Yuan memang berencana ingin memiliki beberapa orang anak, seperti yang dikatakan oleh Li Peiyu sebelumnya. Dalam hal ini Li Yuan ingin meninggalkan keturunan langsung agar kedua istrinya tidak bersedih saat dirinya pergi kelak.


Menjelang sore, mereka semua tiba di alun-alun Kota Qinghai. Beberapa orang telah bersiap untuk menjemput kedatangan mereka, hanya saja Li Yuan tidak ikut turun. Ia dan kedua istrinya akan segera langsung menuju Desa Bambu Kuning yang sudah dipersiapkan untuk mereka tinggal.


"Yuan Gege, apakah kamu bahagia beristrikan kami?" tanya Yue Hao sesaat mereka hendak tiba di tempat tinggal yang baru.


"Ya, tentu saja. Aku sangat senang dan bahagia memiliki istri seperti kalian" jawab Li Yuan sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Terimakasih Yuan Gege" timpal Fang Yin.


Setibanya di Desa Bambu Kuning, membuat Li Yuan membuat Li Yuan merasakan kerinduan yang tiada terkira. Pesona Gunung Guntur yang berdiri Kokoh dengan udaranya yang sejuk membawa Li Yuan seperti ke masa lalu. Masa dimana ia mulai berburu dan mencari makanan di kaki gunung tersebut.


Kini Li Yuan tinggal di bangunan lama yang sudah di renovasi, ia dan kedua istrinya tinggal bersama. Sementara dua orang pelayan berada pada bangunan yang di sebelahnya, selain itu secara khusus Li Yuan juga membangun sebuah tempat khusus untuk membaca agar seluruh keturunannya tetap bisa belajar dengan baik.


Apalagi dengan bakat Yue Hao yang mirip dengan ibu kandung Li Yuan, ia memiliki kepintaran yang luar biasa. Sedangkan Fang Yin juga tidak jauh berbeda, bahkan Fang Yin sangat ahli dalam berbisnis. Jadi Li Yuan tidak perlu khawatir dengan perkembangan anak-anaknya kelak.


Selama beberapa bulan menikah, kini Fang Yin dan Yue Hao sudah hamil dan memasuki usia persalinan. Kehamilan keduanya tidak memiliki jeda waktu alias berbarengan, untungnya saat persalinan Fang Yin mengalami proses itu terlebih dahulu baru setelahnya Yue Hao.


Kabar persalinan kedua istri Li Yuan sangat disambut oleh para anggota keluarga masing-masing. Terutama ayah Yue Hao yang sudah sejak lama ingin menimang cucu, dengan adanya kabar ini ia segera mengunjungi kediaman anak menantunya tersebut.


"Selamat sekarang kau sudah menjadi ayah" ucap Fang Jing ayah dari Fang Yin.


"Terimakasih ayah" jawab Li Yuan dengan hangat.


"Selamat.. Selamat" ucap Yue Fei kepada Li Yuan.


"Terimakasih ayah" jawab Li Yuan dengan sopan.


Di saat yang bersamaan juga tampak Keluarga Li dan keluarga Fang tampak berkumpul. Dengan kedatangan keluarga Yue maka semakin lengkap kegembiraan tiga keluarga besar tersebut.


Adapun ibu Li Yuan dan Li Peiyu kini sedang menggendong bayi mungil yang baru saja dilahirkan oleh kedua istri Li Yuan.


"Kak, sepertinya ucapan ku waktu itu terbukti. Aku juga masih ingin memiliki lebih banyak keponakan" ucap Li Peiyu di tengah-tengah suasana kebahagiaan.

__ADS_1


"Ya.. Semua tergantung kepada kakak wanitamu" ucap Li Yuan dengan kikuk.


__ADS_2