Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Tantangan Terbuka


__ADS_3

Keesokan paginya, para murid Sekte Laohu sudah bersiap untuk menghadiri turnamen Sekte. Pada kesempatan kali ini, masing-masing Paviliun mengirimkan lima orang murid terbaiknya. Namun dari sembilan Paviliun, hanya Paviliun Tetua Bao Zi saja yang tidak mengirimkan perwakilan.


Li Tong dan yang lainnya sudah berada di ambang batas, kekuatan mereka sudah berada di ranah Pendekar Langit. Kualifikasi ini sudah melebihi standar persyaratan para murid untuk mengikuti turnamen.


Ada empat puluh orang murid yang akan mengikuti turnamen. Ada empat kelompok yang terdiri atas sepuluh orang tiap kelompoknya. Mereka adalah murid-murid pilihan yang akan mendapatkan hadiah besar jika memenangkan kompetisi.


Pada saat ini, ribuan murid Sekte sudah mulai memasuki lapangan beladiri, mereka tampak sangat antusias. Pada barisan depan terdapat sembilan orang Tetua hadir lengkap, ditambah keberadaan Li Tong dan ketiga temannya.


Di samping Tetua Bao Zi, tampak seorang pemuda yang sedang duduk dengan tenang. Wajahnya terlihat sangat rupawan, fisiknya juga terlihat kokoh dan lebih tinggi dari kebanyakan murid.


"Siapa pemuda itu?"


"Sepertinya aku baru melihat orang itu"


"Pemuda itu sungguh lancang"


Berbagai suara mulai terdengar di mulut para murid. Kebanyakan mereka tidak mengenal Li Yuan, karena ini adalah pertama kalinya ia muncul ke publik semenjak menjadi murid Sekte Laohu.


Pada awalnya Li Yuan menolak untuk menampilkan diri, apalagi berada di tengah-tengah para Tetua. Namun setelah mendengar permintaan gurunya, ia tidak bisa menolaknya. Apalagi hubungan Klan Li dan Sekte Laohu sudah bukan rahasia lagi. Sebagai putra Patriark dari Klan Li, setidaknya keberadaannya di Sekte Laohu akan menepis berbagai tudingan miring kepada Sekte.


Jia Hien menatap sosok Li Yuan, informasi yang dikatakan oleh Nu Nian baru bisa ia saksikan sendiri. Kemajuan Klan Li yang diluar perkiraannya membuatnya malu, dengan posisinya sebagai putra Patriark Klan Li maka Li Yuan pantas saja jika dijodohkan dengan putri Gubernur Provinsi Naga Biru.


Membayangkan dirinya yang sudah tidak murni lagi, benar-benar membuatnya malu dan beberapa kali termakan ucapannya saat masih di Kota Huanxie. Pada saat ini, seluruh tubuhnya menjadi gemetar. Langit seolah menggelap seketika, gelap seperti hatinya.


"Bagaimana menurutmu? Apa yang aku ucapkan padamu adalah kenyataan. Dia adalah pria yang sama yang kita temui di Kota Nanguan" ucap Nu Nian dari samping.


Sementara Nu Hume memperhatikan dengan lekat. Ia masih memandang Li Yuan sembari melakukan analisis.

__ADS_1


"Coba kalian perhatikan baik-baik, semua Tetua bahkan Patriark sekalipun terlihat tidak berani berbicara banyak. Semua memperhatikan Li Yuan, sepertinya memang pemuda itu sangat tidak wajar" ucap Nu Hume.


Jia Hien tidak bisa berkata, memang benar apa yang dikatakan oleh Nu Hume. Patriark dan Tetua Bao Zi yang memiliki kekuatan paling tinggi pun seperti tidak berdaya di hadapan Li Yuan. Padahal sangat jelas jika Li Yuan hanya berada di tingkat Pendekar Raja.


Pada saat mereka sedang berdiskusi, salah seorang Tetua sedang menyampaikan peraturan turnamen.


"Pertandingan dilakukan dengan cara adu kekuatan masing-masing peserta, tiap kelompok akan menghasilkan lima orang pemenang atau separuh dari jumlah peserta di babak penyisihan. Pada babak semi final, dua puluh orang peserta akan kembali bertanding dan menghasilkan lima orang peserta terbaik. Untuk babak final, lima orang peserta akan saling menantang untuk mendapatkan posisi teratas. Dalam pertandingan ini dilarang untuk saling membunuh dan saling dendam".


Seluruh orang yang mendengar sudah mengerti tentang peraturan yang baru saja di sampaikan. Tiap tahun aturan pertandingan masih sama, pesertanya pun sebagian masih sama. Mereka adalah para murid yang sudah pernah berpartisipasi pada turnamen sebelumnya.


Pada turnamen kali ini, tiga orang murid yang berasal dari Klan Liu juga turut serta. Ketiganya memenuhi kualifikasi untuk bertanding, bahkan bisa jadi mereka akan menjadi juara pavorit selain Jia Hien dan Cheng Han.


Sesaat sebelum Tetua tersebut mengakhiri ucapannya, tiba-tiba Liu Shimin berkata.


"Mohon maaf Tetua, kenapa Paviliun Bao Zi tidak mengirimkan wakilnya? Padahal saat ini jelas terlihat kehadiran muridnya"


"Apakah Paviliun Bao Zi hanya membesarkan pecundang?" tambah Liu Xin dengan ucapan provokatif.


Segera dengan cepat suara riuh bergema di lapangan bela diri. Mereka berteriak agar Li Yuan ikut serta, mereka ingin Li Yuan bergabung menjadi peserta.


Seorang Tetua yang berdiri di atas panggung tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk memenangkan gelombang suara tersebut. Secara spontan ia menoleh ke arah Li Yuan untuk mengetahui responnya.


Menyaksikan namanya disebut, Li Yuan sedikit menghela napas. Ia tidak mengira jika perkataan Liu Shimin dan kedua saudaranya dapat memprovokasi ribuan orang.


Namun masalah sudah sampai seperti ini, menghindar hanya akan memperkeruh suasana.


"Kamu tidak usah hiraukan mereka, tenanglah" ucap Li Tong berusaha menenangkan.

__ADS_1


"Sepertinya aku memang harus sedikit memberikan hiburan" ucap Li Yuan dengan tenang.


Tetapi semua petinggi Sekte Laohu justru berkeringat dingin usai Li Yuan mengatakan hal tersebut. Terutama wajah Patriark Bao Xiong terlihat sangat buruk. Liu Shimin bersaudara selama ini berada di bawah asuhannya, meski baru saja status mereka berubah namun sebagai murid pribadi Ketua Sekte masih belum sepenuhnya lepas.


"Baiklah, aku setuju untuk mengikuti turnamen ini" ucap Li Yuan sambil berdiri dan menangkup kan tangannya. Kemudian ia berkata kembali.


"Karena ini mendadak, aku belum mempersiapkan segala sesuatunya"


"Huuuuu... "


"Huuuuu... "


Tiba-tiba terdengar cibiran dan sorakan dari para penonton.


"Ternyata dia pengecut"


"Prestasinya dulu saat berhadapan dengan kelompok mawar hitam ternyata palsu"


Berbagai umpatan mulai keluar dari mulut para murid, membuat Liu Shimin dan kedua orang saudaranya tertawa puas.


"Maksudku, aku tidak memiliki waktu luang untuk melawan kalian. Jika bisa, aku ingin melawan kalian sekaligus. Jadikan turnamen tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, bagaimana?" suara Li Yuan yang cukup keras, perlahan terdengar di telinga para murid.


"Sombong sekali" raung Liu Shimin dengan ekspresi mengejek.


"Bagaimana Ketua?" tanya Li Yuan dengan sopan.


"I.. Ini.. Bisa saja, asal seluruh peserta tidak keberatan" jawab Patriark Bao Xiong dengan gugup.

__ADS_1


Saat ini, ia hanya berpikir jika nasib tiga orang anggota Klan Liu itu sudah digariskan. Tiga orang mantan murid pribadinya yang ia asuh dengan sepenuh hati pada beberapa tahun. Namun salah mereka sendiri yang mencari gara-gara dengan Li Yuan, bahkan dirinya saja yang sebagai Ketua Sekte Laohu sangat menghormati Li Yuan. Dengan kekuatannya pun ia tetaplah bukan tandingan Li Yuan.


__ADS_2