
Li Yuan menghiraukan pertanyaan Jenderal Chen Sheng, dalam sekejap tubuhnya sudah menghilang dari pandangan orang-orang. Detik berikutnya terdengar sebuah suara lembut dari samping Yue Hao.
"Apakah kau tidak apa-apa?" tanya Li Yuan sambil menarik tali yang mengikat tubuh Yue Hao.
Namun orang-orang di sekitar yang masih terkesiap melihat pergerakan seorang pemuda yang baru saja datang, kini dikejutkan kembali dengan aura panas yang sangat mengintimidasi.
Melihat Yue Hao yang terikat, amarah Li Yuan langsung meletus tak terkendali. Karakteristik magma di dalam tubuhnya terpacu dan membakar inti energi di dalam dirinya hingga ke titik yang mengerikan.
"A.. Aku baik-baik saja" jawab Yue Hao yang hendak memeluk tubuh Li Yuan.
Namun aura panas yang keluar dari dalam tubuh Li Yuan membuatnya tertahan.
Menyadari gestur tubuh Yue Hao, Li Yuan segera membentuk kristal berbentuk kubah es untuk melindungi tubuh Yue Hao. Di bawah perlindungan kubah es tersebut tubuh Yue Hao merasa jauh lebih sejuk.
"Kau tunggulah sejenak, aku akan membereskan ini semua" ucap Li Yuan dengan rasa bersalah saat memandang Yue Hao.
Kemudian Li Yuan melangkah maju ke arah Jenderal Chen Sheng, saat menatapnya ada rasa marah dan benci tiada habisnya. Entah mengapa melihat Yue Hao diperlakukan seperti tadi membuat jiwa Li Yuan meletup-letup penuh kemarahan yang tiada habisnya.
Li Yuan menatap Jenderal Chen Sheng dan berkata.
Kamu ternyata hanya seorang pecundang!
Ucapan Li Yuan yang menghina Jenderal Chen Sheng di depan anak buahnya adalah sebuah penghinaan. Beberapa anak buahnya segera bangkit dan menimbulkan suara kegaduhan di tempat tinggal Jenderal Chen Sheng.
Bersamaan dengan hal itu, Li Yuan membuka kelima jarinya menghadap ke langit. Dari punggungnya sebuah pedang keluar dari dalam sarungnya lalu melayang ke udara sebelum jatuh ke genggaman tangannya.
Pada saat ini pedang tiga elemen berkilau dengan sangat terang, hawa panas dari tubuh Li Yuan mengalir dengan cepat dan diserap Pedang Tiga Elemen dengan ganas.
Orang-orang yang semula ingin bergerak untuk menghajar Li Yuan kini berdiri bagai patung. Bukan karena terpesona oleh pedang tersebut, namun pengaruh karekteristik jiwa di dalam diri Li Yuan iku merembes begitu saja. Tampaknya Li Yuan sendiri tidak dapat menahan kemarahannya pada saat ini.
__ADS_1
Di dalam lautan jiwanya, sebuah kekuatan besar ikut terdorong dengan kuat. Hal ini menyebabkan orang-orang yang mengalami kontrak jiwa dengannya mengalami perasaan gelisah yang tiada tara.
"Ada apa dengan Tuan Muda" batin Tetua Mo Cau yang kini berada di kediaman orang tua Li Tong.
"Tuan, apa yang terjadi?" gumam Li Jieru dengan pelan.
Ungkapan itu juga keluar dari mulut Liu Haikuan dan Li Baojia. Mereka semua merasakan jiwanya berada pada tahap yang merisaukan. Ada kekuatan yang ikut menarik mereka, seolah jiwa mereka semua ikut terkondensasi pada sebuah lautan energi yang sangat besar.
Di halaman kediaman Jenderal Chen Sheng, orang-orang kepercayaannya mulai diam mematung dengan keadaan yang mengerikan. Dari mata, hidung dan telinga mereka mengeluarkan darah segar yang mengalir tanpa henti.
"Kalian terlalu jauh berbuat, aku awalnya tidak memperhitungkan kalian karena tidak layak untuk ku sentuh. Namun kini kalian telah melakukan perbuatan yang tidak bisa aku maafkan, mati beberapa kali juga masih terlalu ringan hukuman bagi kalian" ucap Li Yuan dengan dingin.
Yue Hao yang memperhatikan perubahan sikap Li Yuan sedikit ketakutan, pada saat ini ia sendiri seperti merasa Li Yuan sudah dirasuki oleh iblis yang mengerikan.
"Siapa sebenarnya kamu...?" ucap Jenderal Chen Sheng yang kini mulai menyadari sesuatu yang berbahaya.
Di sampingnya para prajurit yang berada di bawah Pendekar Suci sudah jatuh berserakan seperti daun yang gugur dari pohon. Selain hawa panas yang terus meningkat, aura penindasan yang semakin besar juga telah menguasai sekitarnya.
Li Yuan benar-benar menyiksa jiwa tujuh orang Pendekar Tingkat Suci tersebut dengan sangat parah, hal ini masih terlihat dengan semakin banyaknya darah yang keluar dari mata, hidung dan telinganya.
Li Yuan tidak menjawab pertanyaan Jenderal Chen Sheng, di matanya ia hanyalah sesosok mayat.
Pedang Tiga Elemen di tangan Li Yuan sudah sepenuhnya siap untuk digunakan, energi panas yang terkandung di dalamnya sudah berada pada titik untuk memusnahkan.
Di mata Jenderal Chen Sheng Li Yuan bergerak mengangkat pedangnya dengan sangat lambat, bahkan tampak seperti orang yang tidak bergerak. Namun detik berikutnya terdengar suara ledakan yang tidak terhitung.
"Boom"
"Boom"
__ADS_1
"Boom"
Terdengar ledakan dari seluruh orang-orang terdekatnya. Setelah tubuh mereka berada dalam keadaan yang menakutkan kini tiba-tiba sudah berubah menjadi kabut darah, bahkan dalam sekejap kabut darah tersebut langsung mengering dan berubah menjadi debu.
Di sampingnya Li Yuan berdiri dengan tenang, tatapannya kembali dingin menatap ke arah Jenderal Chen Sheng.
Melihat pemandangan aneh di depan matanya Jenderal Chen Sheng kini tersadarkan, teknik membunuh seperti ini mirip dengan kematian yang dialami Jenderal Xie Taizong Jenderal besar Kota Qinghai.
Seketika tubuh Chen Sheng bergetar hebat, karena emosi ia melupakan beberapa pertimbangan jika orang yang kini di hadapannya adalah musuh besar Istana Langit, bahkan Kaisar Tang Shiji saja tidak berani menyentuhnya.
Adanya kegaduhan di halaman Jenderal Chen Sheng, pasukan yang berjumlah ribuan kini bergerak masuk dan mengelilingi Li Yuan.
Namun pada saat ini Li Yuan, masih bergeming terhadap Jenderal Chen Sheng. Dengan penuh intimidasi ia berkata kepada para prajurit yang baru saja datang.
"Jika kalian ingin selamat, maka pergilah dari tempat ini dan menyerahkan diri kepada Tuan Yue Fei. Namun jika kalian lebih suka menyerahkan nyawa, maka aku akan mengabulkan keinginan kalian" ucap Li Yuan dengan lantang.
Sebagian besar mereka hanya tertawa setelah mendengar ucapan dari Li Yuan barusan, walau bagaimanapun mereka adalah pasukan loyalis dari Jenderal Chen Sheng.
Tetapi tidak dengan Jenderal Chen Sheng, ia menatap Li Yuan dengan tatapan mengerikan. Di dalam benaknya ia memikirkan sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Cari mati" ucap Li Yuan kemudian.
Detik berikutnya ia menghentakkan kaki kanannya dengan keras.
"Boom"
Suara ledakan keras terdengar di udara, para prajurit yang tadinya berkumpul kini tubuhnya terangkat ke udara.
Aura membunuh yang pekat, aura jiwa yang menakutkan serta aura panas dari karakteristik magma menyembur menjadi satu.
__ADS_1
"Woosh"
Bahkan karekteristik angin yang sebelumnya telah digunakan untuk membuat tubuh para prajurit melayang, kini muncul di sekitar tubuh Li Yuan.