Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Hadiah Pertemuan Kembali


__ADS_3

Li Yuan dan beberapa kawannya lalu diajak masuk ke dalam kediaman pribadi gurunya. Untuk menyambut kepulangan Li Yuan, Wu Niao segera memasak dan melakukan jamuan sederhana.


Sejak tadi, mendengar kabar tentang Li Yuan ia segera sibuk melakukan aktivitasnya di dapur. Dalam beberapa saat orang-orang dari Paviliun Bao Zi sudah berkumpul, mereka tidak banyak dan formasinya pun tidak berubah. Li Yuan dan Li Tong ada juga tiga pemuda dari Klan Fan yang masih setia.


Pernah beberapa kali ada murid yang ingin bergabung, namun Tetua Bao Zi menolaknya. Menurut hematnya, ia akan melatih lima orang muridnya lalu menjadikannya sebagai tokoh terkenal di Sekte Laohu. Dari merekalah nanti Sekte Laohu akan berkembang dengan pesat. Hanya saja Tetua Bao Zi memahami butuh waktu, tetapi wataknya yang keras sudah berkata demikian. Bahkan Ketua Sekte sekalipun tidak bisa mempengaruhi keputusannya.


Saat ini mereka berada pada ruang makan, bercengkrama dengan Li Yuan sebagai aktor utama dan menceritakan banyak hal yang terjadi selama tiga tahun belakangan. Dengan lugas Li Yuan bercerita, apa yang ia ceritakan tentu tidak menyimpang dengan apa yang ia tulis di Aula misi. Cukup lama mereka berbicara penuh kehangatan, hingga tiba waktunya bagi Li Yuan untuk mengeluarkan beberapa hadiah dari dalam cincin penyimpanannya.


Pada kesempatan ini Li Yuan kembali mengeluarkan Kristal Elemen Tanah dengan kualitas yang sangat bagus untuk diberikan kepada teman-temannya. Seketika mata Tetua Bao Zi menjadi terbelalak, sebagai seorang kultivator elemen tanah, tentu ia mengenali jenis dan kualitas barang yang diberikan oleh Li Yuan.


"Terimalah ini, ini adalah bagian dari sumberdaya yang aku dapatkan dari pertapa yang aku ceritakan sebelumnya" ucap Li Yuan sambil membagikan barang-barang berharga tersebut kepada kawan-kawannya.


"Kristal elemen ini adalah barang langka di Provinsi Naga Biru, aku memperkirakan bahwa barang-barang ini sudah berusia ribuan tahun, kekuatannya tentu sangat luar biasa" ucap Bao Zi sambil menilai Kristal elemen pemberian Li Yuan.


Setelah mendengar ucapan dari gurunya, pandangan Li Tong dan teman-temannya tampak berbinar cerah. Dalam hatinya dengan sumberdaya seperti ini tentu kekuatan mereka akan meningkat dengan pesat.


"Lalu bagaimana dengan dirimu" ucap Li Tong sambil menatap ke arah Li Yuan.


"Seperti yang kalian ketahui, bahwa barang-barang ini tidak berpengaruh kepadaku. Kebetulan aku juga sudah memiliki sumberdaya yang tepat untuk kultivasiku" jawab Li Yuan dengan enteng.


"Dan ini untuk guru" ucap Li Yuan sambil mengeluarkan satu buah Kristal berwarna perak.

__ADS_1


Bao Zi dan istrinya mengernyitkan mata mereka, ia sedikit tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata mereka.


"A.. Apakah ini Kristal Dewa?" tanya Bao Zi yang hampir melompat kegirangan.


"Benar" jawab Li Yuan singkat.


Di dalam Cincin Spiritualnya ia memiliki dua buah Kristal Dewa, menurut penjelasan gurunya Yuan Zang, kristal tersebut mengandung kekuatan yang dahsyat.


Bagi mereka yang berada di Alam Pendekar Suci tahap Akhir maka menggunakan Kristal Dewa bisa mengubah kekuatan mereka menjadi naik satu tingkat, yatu berada pada ranah Dewa Bumi. Menurut rencananya, setelah Li Yuan memiliki kekuatan di ranah Pendekar Suci Tahap Akhir baru ia akan menyerapnya.


Sementara Tetua Bao Zi adalah guru pertamanya, sekaligus orang yang telah mengajarkan teknik dasar pernapasan Yin dan Yang. Membuka jalur meridian Qi nya menjadi lebih lancar. Tentu saja Li Yuan tidak merasa pelit untuk berbagi kepada gurunya sendiri, bahkan ia merasa ini belum sepadan dengan balas budinya.


Suasana di meja makan kini berubah menjadi riuh, walaupun hanya beberapa orang tetapi dari mulut masing-masing terucap kata terimakasih dan kekaguman kepada Li Yuan.


"Baik jika begitu, kami tidak akan mengecewakanmu" ucap mereka dengan kompak.


Bao Zi memandang murid-muridnya penuh kehangatan, dalam hatinya ia benar-benar merasa puas dengan kehadiran Li Yuan dalam hidupnya. Setelah selesai melakukan makan siang, para murid rencananya akan menuju kediamannya masing-masing. Li Yuan masih berada dalam atap yang sama dengan Fan Lau, Li Tong dengan Fan Rou sedangkan Fan Chi tinggal sendiri.


Li Yuan melangkah ke luar hendak menuju kediamannya, di halaman rumah Tetua Bao Zi tampak Bai Hu, harimau putih peliharaan Tetua Bao Zi sedang duduk dengan tenang. Li Yuan sangat akrab dengan Bai Hu sebelumnya, oleh karena itu ia segera menghampiri Bai Hu untuk menyapanya.


Ada keganjilan yang terjadi, saat melihat Li Yuan mendekat, Bai Hu tampak sangat ketakutan. Kepalanya tertunduk, dan tubuhnya tampak gemetar. Li Yuan dan orang-orang yang menyaksikan hal ini menjadi sangat kaget.

__ADS_1


Bai Hu adalah hewan spiritual yang sudah berada di ranah Pendekar Suci. Tubuh Bai Hu seperti menggigil, apalagi kini tangan Li Yuan sudah menyentuh punggungnya.


"Apa kabarmu Bai Hu?" sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap Li Yuan sambil mengusap-usap punggung Bai Hu.


Lagi-lagi Bai Hu hanya terdiam, tidak seperti biasanya ia jinak namun kali ini benar-benar tampak seperti ketakutan.


Tetua Bao Zi mencoba memahaminya, namun setelah ia melihat Li Yuan yang tampak biasa saja membuat dirinya semakin heran.


"Kamu tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu" ucap Li Yuan berusaha menenangkan Bai Hu.


Seolah mengerti ucapan Li Yuan, Bai Hu lalu menganggukkan kepalanya.


Pada saat ini, ada seorang Diaken yang tiba di Paviliun Bao Zi. Diaken tersebut tampak terburu-buru hendak menyampaikan pesan kepada Tetua Bao Zi.


Li Yuan tidak begitu mempedulikan keadaan tersebut, ia hanya bermain dengan Bai Hu sambil bercanda. Bai Hu yang merupakan hewan ganas, kini menjadi sangat jinak di bawah asuhan Li Yuan.


Li Tong dan tiga sahabatnya segera memasuki kediaman masing-masing untuk berkultivasi. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk segera menyerap Kristal elemen pemberian Li Yuan.


Di sisi lain, Li Yuan tersenyum gembira melihat teman-temannya. Sebagai seorang yang jenius, ia sudah memikirkan langkah jauh ke depan. Li Yuan berencana akan membentuk tim, keyakinannya tumbuh saat melihat kesetiaan dan kekompakan teman-temannya menolak kematian Li Yuan saat menjalankan misi yang terakhir kali. Setelah berguru pada Yuan Zang di Gunung Hua, wawasan Li Yuan kini sudah semakin terbuka dan menatap Alam Langit tidak sebatas berada di Provinsi Naga Biru atau Sekte Laohu saja.


Tanpa Li Yuan sadari, di Aula utama Sekte Laohu seluruh Tetua sedang membahas situasi yang cukup genting. Dipimpin oleh Ketua Sekte Bao Xiong, mereka tengah membahas ketegangan terkait berita tewasnya Jenderal Istana Langit di Ibukota Qinghai.

__ADS_1


Berita tersebut baru saja menyebar, dan terdengar ke Sekte Laohu beberapa waktu lalu. Kabar yang beredar mengatakan jika Xie Taizong tewas dibunuh oleh seorang pemuda, pendekar jenius dengan julukan Pendekar Pedang Tiga Elemen.


Bagai kilat yang menyambar di siang bolong, berita tersebut sangat  mengejutkan Ketua Sekte, kehadiran Pendekar Pedang Tiga Elemen tentu saja mematahkan pendapatnya. Hal ini berarti jenius dari yang paling jenius penentu masa depan Provinsi Naga Biru tidak berasal dari murid Sekte Laohu, tidak juga berasal dari tiga orang murid yang kini sedang ia latih secara khusus.


__ADS_2