
Pada saat ini, tubuh Li Yuan terus maju ke depan. Kemanapun ia melangkah akan tercipta lapisan es di tanah dan menyerang siapapun yang berada di sekitarnya. Sudah tak terhitung jumlah prajurit yang tewas, tubuh mereka berubah menjadi patung. Bagi mereka yang terlambat bergerak maka mereka semua akan mengalami kematian yang sangat mengerikan.
Ini adalah pemandangan pertama kali yang terjadi di Ibukota Nanguan. Baik pihak Keluarga Yue maupun prajurit keamanan kota yang mengepung Li Yuan menjadi terkejut. Mereka semua dengan jelas dapat melihat pergerakan seorang pemuda, tanpa menggerakkan seujung jari ia mampu membunuh lawan-lawannya.
Pandangan Li Yuan menyapu para prajurit keamanan kota dengan dingin, sudut bibirnya terangkat dan berkata.
"Siapa diantara kalian yang masih ingin mati silahkan maju sekarang"
Ucapan Li Yuan barusan membuat mereka yang mendengarnya bergidik ngeri. Mereka semua adalah orang-orang yang takut mati, tentu saja ucapan Li Yuan barusan bagai malaikat maut yang hendak memanggil mereka.
Tidak ada yang berani melangkah maju, kini para prajurit yang tersisa sudah berdiri terpaku di sisi kanan Li Yuan. Li Yuan bukanlah kultivator berdarah dingin, ia tahu batasan toleransinya. Namun orang-orang yang masih berusaha menyerangnya tiba-tiba, seketika tubuhnya berubah menjadi patung es dengan cepat.
Li Yuan dapat membunuh orang tanpa melihat, penguasaan karakteristik es nya sudah mencapai tingkat perubahan yang mengerikan.
"Hari ini kalian yang selamat, harus menyatakan setia kepada Gubernur Ibukota terpilih. Kalian harus bisa menjaga wilayah dan menciptakan keamanan yang sesungguhnya. Jika kalian mengingkarinya maka aku tidak akan segan menghancurkan kalian dengan lebih mengerikan" ucap Li Yuan.
Ribuan orang tersebut tidak berani bicara, mereka semua mengangguk dengan pelan. Kepala mereka tertunduk pasrah, dalam hatinya rasa takut akan kematian menyeruak.
Setelah mengatakan hal tersebut, Li Yuan mengangkat tangannya. Dalam sekejap patung-patung es terkumpul dalam sapuan angin. Berikutnya Li Yuan mengangkat tangannya kembali, dari telapak tangannya keluar energi Qi yang sangat panas.
Tiba-tiba sebuah kubah dari dalam tanah terbentuk, itu adalah kubah es raksasa yang menyelimuti jasad para prajurit keamanan kota. Detik berikutnya kubah es tersebut mengalir energi berwarna ungu yang berderak dan mengeluarkan suara berderak.
Saat ini di dalam kubah raksasa tersebut, kilatan petir bersahutan menghantam ribuan jasad yang sudah berubah jadi patung es. Cahaya ungu menyelimuti pandangan orang-orang, hanya suara petir yang terus berderak menghancurkan jasad-jasad tersebut.
__ADS_1
Dhuuaarr!
Dhuuaarr!
Dhuuaarr!
Suaranya membuat orang-orang semakin bergidik ngeri, keringat dingin sudah membanjiri tubuh para prajurit yang tersisa. Mereka kini sadar, jika ucapan pembantaian terhadap mereka bukanlah isapan jempol.
"Hah! Anak itu benar-benar monster"
ucap Yue Fei penuh rasa takjub.
"Jangan-jangan ia juga Pendekar Pedang Tiga Elemen yang selama ini diburu?" pikir Yue Fei berusaha mengingat sesuatu.
Tetapi andai itu benar, ia pun tidak akan mempermasalahkannya, apalagi sosok pendekar di depannya telah mendatangkan keuntungan di pihaknya.
Ke depan, orang-orang dari Keluarga Yue akan memperlakukan Li Yuan dengan sangat baik. Mereka sedikitpun tidak akan berani menyinggung orang seperti itu. Tatapan mereka memandang ke arah Yue Hao, pengawal pribadi yang dimilikinya benar-benar sangat menakutkan.
Pada saat berikutnya, keadaan kembali menjadi hening. Di bawah pandangan mereka, kubah es menghilang dan menampilkan pemandangan hampa. Tak ada bekas potongan jasad yang hancur, semua menghilang bagai debu tak kasat mata.
Udara yang semula dingin kini kembali menghangat, namun senyum seorang pemuda masih terlihat dingin tak berubah.
"Tuan Yue, sisanya silahkan anda selesaikan. Setelah melakukan hal barusan, aku sedikit menjadi lapar" ucap Li Yuan dengan ringan.
__ADS_1
Yue Hao sungguh tidak mengira jika lelaki di depannya begitu santai menghadapi situasi, sama seperti sebelumnya. Tidak ada ketegangan di wajahnya, tiba-tiba perasaan Yue Hao menjadi semakin tidak menentu.
"Ba.. Baik tentu saja aku akan membereskan sisanya" ucap Yue Fei dengan terkejut.
****
Beberapa Hari kemudian di Kota Jincheng, tepatnya di Istana Langit sedang dilakukan rapat tertutup. Di sebuah ruangan rahasia, hadir para petinggi Sekte Api Abadi dan beberapa pejabat tinggi Kekaisaran.
Secara umum mereka semua adalah orang-orang dari Sekte Api Abadi.
"Kaisar, akhir-akhir ini keadaan Alam Langit sedang tidak baik-baik saja. Kuharap anda bisa menahan diri untuk beberapa saat" ucap salah seorang Tetua yang bernama Wan Kai. Ia adalah kakak kandung dari Wan Sui.
"Betul yang mulia Kaisar, setelah kematian Jenderal Xie Taizong dan munculnya Pendekar Pedang Tiga Elemen, kini kekuatan Sekte Laohu juga berkembang dengan pesat. Berita yang kuperoleh mereka sudah membangkitkan Naga Bumi" ucap salah seorang Tetua Sekte Api Abadi.
"Lapor Kaisar, beberapa hari yang lalu di Ibukota Nanguan telah terjadi kekacauan, orang kepercayaanku tewas di tangan seorang pendekar dari Keluarga Yue" ucap Chen Sheng, Jenderal wilayah Timur.
Setelah mendapatkan laporan dan masukan dari orang-orang terdekatnya, keringat dingin muncul di dahi Kaisar Tang Shiji. Memikirkan kebangkitan dan keberadaan Pendekar Pedang Tiga Elemen, memang cukup menakutkan. Jika keduanya bersatu dan menyusun kekuatan maka akan terjadi pertempuran besar di Alam Langit. Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah kekuatan Rajawali Emas yang sepertinya akan memihak kepada orang-orang di Sekte Laohu.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kaisar Tang Shiji dengan sedikit cemas. Meskipun ia adalah Kaisar Langit, namun dalam hal mengambil keputusan penting ia harus mengandalkan kepada lima orang Tetua utama.
Meskipun Sekte Api Abadi miliki puluhan orang Tetua, namun kelima orang ini adalah yang paling berpengaruh selain Ketua Sekte, Patriark Tang Guang.
"Sebaiknya anda kembalikan wanita yang berasal dari Sekte Laohu, dengan alasan yang masuk akal mungkin mereka akan menerima. Selanjutnya kita fokuskan ke wilayah timur. Jarak Kota Jinchen dengan Kota Nanguan tidak begitu jauh, kita akan lebih mudah memobilisasi pasukan untuk menekan mereka" saran seorang Tetua.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, aku akan menekan wilayah Timur terlebih dahulu. Untuk Sekte Laohu di Kota Qinghai biarkan murid mereka menjadi jaminan" ucap Kaisar Tang Shiji.
Keesokan harinya, Kaisar Tang Shiji memutuskan untuk mengembalikan Jia Hien kembali pulang ke Sekte Laohu. Alasan utamanya karena saat ini kondisi politik yang belum stabil membuat pikiran Kaisar Tang Shiji tidak nyaman. Namun status Jia Hien sebagai calon istri Kaisar masih tetap melekat.