
Li Yuan memperhatikan hal tersebut hanya tersenyum kecut, ia sebenarnya sudah tidak tahan ingin memberi pelajaran namun ia tidak terburu-buru. Li Yuan ingin memastikan apakah orang orang tersebut benar dari Asosiasi Sumber Kehidupan. Walau bagaimanapun ini menyangkut nama baik Asosiasi yang dipimpin oleh ayahnya.
"Hai Kamu! kenapa melihatku seperti itu?" tanya salah seorang diantara mereka.
Li Yuan tetap dengan tenang ia terlihat mengabaikan perkataan lelaki tersebut. Sementara anak kecil yang awalnya Li Yuan kenal terlihat menangis, ia tampak ketakutan melihat ibunya dibentak oleh seseorang yang mengaku petugas pengambil pajak tersebut.
"Bocah berisik! Dasar kamu anak kecil tahunya hanya menangis saja" bentak salah seorang petugas lainnya. Kemudian salah seorang lainnya menghampiri anak kecil tersebut ia mengambilnya dengan paksa dari pelukan ibunya.
"Tolong! Tolong lepaskan aku! aku takut" ucap anak kecil itu sambil menangis. Ia meronta-ronta dan tangisannya bertambah semakin kencang, wajahnya juga menampakan ketakutan.
Li Yuan tidak membiarkan pemandangan seperti ini terjadi terlalu lama, dengan cepat ia bergerak dan meremas pergelangan tangan lelaki tersebut.
"Hai tuan! Bisakah anda bersikap lebih sopan terhadap anak kecil" ucap Li Yuan sambil memutar pergelangan tangan.
Krak!
"Aaahhh" aduh tolong tolong tanganku sakit" ucap lelaki tersebut merintih menahan sakit. Ia menatap Li Yuan dengan sedikit heran, padahal jarak mereka sebelumnya cukup jauh.
Dua orang teman dari lelaki tersebut melihat ke arah Li Yuan, memandang dengan beringas lalu mereka berdua beranjak dengan cepat untuk melakukan sebuah tendangan cepat ke arah Li Yuan.
Li Yuan tidak bergerak sama sekali menghadapi tendangan dari orang-orang tersebut, ia tenang namun tiba-tiba terdengar suara tubuh kedua orang tersebut terpental.
Baammm!
Baammm!
Terdengar suara benturan udara yang sangat dahsyat saat kedua tendangan tersebut hendak menyentuh tubuh Li Yuan. Ada lapisan energi yang sangat besar melindungi tubuh Li Yuan, keduanya sama sekali tidak bisa menghalau energi dari tubuh Li Yuan.
Tubuh kedua orang itu melayang ke udara sebelum menghantam tanah dengan sangat keras. Tulang dadanya terlihat mencekung ke dalam, tampak hancur dengan mengerikan, dari sudut mulutnya mengalir darah segar yang cukup banyak.
__ADS_1
Melihat situasi seperti ini beberapa orang di sana termasuk Ibu pemilik kedai merasa ketakutan, walau bagaimanapun juga kejadian ini terjadi di tempatnya. Ia khawatir akan kemunculan orang lain yang akan mengganggunya di kemudian hari.
"Cukup! cukup! Biar masalah ini sampai di sini saja" ucap Ibu tersebut yang ketakutan.
Ibu tersebut berpikir bahwa kekuatan tuan Li Dan di kota Huanxie tidak bisa ia singgung. Asosiasi Sumber Kehidupan adalah kelompok yang sangat menakutkan, apalagi berita akhir-akhir ini yang menyebutkan tentang meninggalnya anggota Kobra Hitam saat akan menyerang keluarga Li Dan.
"Dari mana asal kalian" tanya Li Yuan kepada seseorang yang ia patahkan tangannya.
"Tolong ampuni kami tuan pendekar, kami hanyalah menjalankan perintah" ucap orang itu dengan gemetar. Melihat dua orang temannya yang sedang meregang nyawa, ia tentu saja tidak berani kepada Li Yuan.
Ceritakan!
ujar Li Yuan dengan tegas.
"Kami adalah orang suruhan Tuan Li Chang, dari Klan Li" ucap lelaki tersebut jujur.
"Hmm.. Sampaikan kepada Li Chang bahwa aku adalah Li Yuan akan membuat perhitungan dengannya kelak" ucap Li Yuan sambil menyentuh perut orang tersebut dengan ujung jarinya.
"Aagghh" teriak orang tersebut sambil melorot ke tanah. Tubuhnya merasakan sakit sekali, sentuhan ujung jari Li Yuan sudah menghancurkan Dantian orang tersebut.
Sementara sang adik hanya terdiam menyaksikan pemandangan di depannya. Baginya kakaknya adalah orang yang sangat mengerikan dengan tampilan sederhananya. Dalam hati, Ia merasa sangat bangga memiliki seorang kakak seperti Li Yuan.
Li Yuan lalu menghampiri pemilik kedai tersebut, lalu berkata "Bu, tidak usah takut. Aku dan adikku adalah anak dari Ketua Asosiasi Sumber Kehidupan. Sementara mereka adalah orang-orang suruhan untuk merusak citra keluarga kami" ucap Li Yuan mencoba menjelaskan.
"Baik tuan pendekar" ucap Ibu pemilik kedai merasa tidak percaya. Ia tidak mengira jika orang yang menolongnya adalah putra putri dari tuan Li Dan.
Li Peiyu dan Li Yuan melanjutkan perjalanannya menuju alun-alun kota. Saat ini mereka berdua menikmati suasana Kota Huanxie. Li Yuan seolah melupakan jati dirinya sebagai seorang kultivator tingkat tinggi. Ia dan adiknya begitu asyik menikmati hiburan pesta rakyat. Suasana kehidupan dan keramaian yang begitu meriah. Suatu hal yang begitu Ia nikmati pada suasana penuh kebahagiaan.
Hari berlalu dengan cepat, mereka berdua membeli aneka makanan dan kuliner khas Kota Huanxie. Sementara di rumah kediaman Li Yuan, ayah dan ibunya sudah menantikan kepulangan mereka.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Li Yuan kepada adiknya.
"Aku senang sekali kak" jawab Li Peiyu.
"Baguslah, nanti aku akan menunjukkan hal lainnya padamu yang tidak kalah serunya" ucap Li Yuan sambil tersenyum.
Li Peiyu yang kini berusia tujuh belas tahun hanya tersenyum cantik di wajahnya. Ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh kakaknya.
"Salam Tuan dan Nona muda" ucap Mo Cau secara tiba-tiba.
Li Yuan yang sudah mengetahui kehadiran Tetua Mo Cau lalu berkata, "Tetua, tolong selidiki Patriark dan Tetua Klan Li. Beberapa saat yang lalu mereka membuat ulah dengan mengatasnamakan Asosiasi Sumber Kehidupan untuk memeras warga. Tolong sampaikan hal tersebut kepada ayahku." ucap Li Yuan dengan nada serius.
"Baik Tuan Muda" jawab Tetua Mo Cau dengan patuh.
Selanjutnya mereka menuju ke salah satu kedai makanan. Kemudian mengobrol beberapa hal yang terjadi akhir-akhir ini, terutama tentang Klan Liu yang masih mengancam dengan sisa-sisa kekuatannya.
Pada kesempatan ini juga Li Yuan mengeluarkan sesuatu dari Cincin penyimpanannya, lalu memberikannya kepada Tetua Mo Cau.
"Tetua, terimalah benda-benda ini" ucap Li Yuan dengan sopan.
Li Yuan memberikan sebuah Kristal Elemen Jiwa dan ratusan batu energi tingkat tinggi.
"Tuan muda, ini terlalu berharga" ucap Mo Cau dengan sungkan. Kristal Elemen Jiwa adalah barang yang sangat langka, apalagi yang berada di depannya adalah Kristal elemen yang sudah berusia ribuan tahun.
"Terimalah, aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu. Selama tiga tahun terakhir Tetua selalu melindungi keluargaku dengan baik" ujar Li Yuan.
Mo Cau melihat benda yang kini di tangannya dengan penuh semangat, baginya Kristal elemen jiwa sangat berarti untuk meningkatkan kemampuan jiwanya. Di Provinsi Naga Biru sekalipun, benda ini sangat langka. Tidak heran jika Ia memperlakukannya seperti harta karun.
Li Yuan tidak membutuhkan Kristal Elemen Jiwa, bakat jiwanya tumbuh dan berkembang secara alami. Kemampuannya tersebut selalu meningkat seiring bertambahnya kekuatan kultivasinya. Ia juga tidak khawatir Mo Cau akan berkhianat, jarak diantara keduanya kini bagaikan bumi dan langit.
__ADS_1