
"Ka..Kamu?" ucap Yue Hao terbata-bata.
"Kekuatanmu sangat mustahil" ucap Yue Hao.
"Ssstt" suara Li Yuan sambil merapatkan telunjuk tangannya ke mulut Yue Hao.
Adegan ini tentu saja membuat jantung Yue Hao mau copot. Yue Hao terpaku, matanya menatap kosong ke arah Li Yuan.
"Apakah kamu sudah selesai makannya?" tanya Li Yuan.
"Su.. Sudah.. " jawab Yue Hao.
"Jika begitu mari kita segera tinggalkan tempat ini" ucap Li Yuan.
"Baik" jawab Yue Hao dengan patuh.
Kali ini Yue Hao melupakan statusnya sebagai putri Gubernur. Ia juga melupakan statusnya sebagai pemberi kerja kepada Li Yuan. Untuk beberapa saat Yue Hao masih dalam keadaan syok hingga semuanya sudah bersiap melanjutkan perjalanan.
Li Yuan masih berada dalam kereta yang sama dengan Yue Hao. Tampak Yue Hao masih terdiam dan sesekali memandang ke arah Li Yuan.
Sebenarnya Li Yuan sendiri tidak menyangka jika Kristal Biru yang ia serap sebelumnya mengandung karakteristik Es. Li Yuan sedikit bingung, informasi sebelumnya yang pernah ia tahu adalah elemen air biasanya terdapat pada Kristal Putih. Namun apa yang diucapkan oleh Naga Bumi terkait Kristal Biru juga mengandung elemen air. Meskipun demikian ia tetap bersyukur, pada kesempatan kali ini ia juga mendapatkan kekuatan petirnya bertambah semakin kuat.
Mulanya Li Yuan sedikit khawatir bagaimana cara meningkatkan kekuatan petirnya. Setelah peristiwa yang baru saja terjadi, ia bisa menyerap kekuatan petir secara langsung. Petir yang menyambar dirinya bisa ia ubah menjadi energi terbarukan.
Setelah kepergian Li Yuan, keenam murid utama Sekte Angin Puyuh merasa kepalanya mau pecah. Kekuatan yang baru saja ditunjukkan oleh pemuda yang mereka singgung sebelumnya sangat menakutkan. Bahkan Ketua Sekte Angin Puyuh saja belum tentu dapat melakukan hal mengerikan seperti itu.
"Untungnya pemuda itu tidak membuat perhitungan kepada kita. Jika hal itu terjadi, maka aku tidak dapat membayangkan bagaimana kita akan mati"
ucap seorang murid yang paling senior. Ia menelan ludah sambil menahan ketakutan.
Walaupun kekuatan keenam orang murid Sekte Angin Puyuh cukup tinggi, namun jika dihadapkan dengan pendekar tingkat dewa, mereka hanyalah seekor semut yang mudah ditindas. Oleh sebab itu mereka tidak mengikuti dan berusaha mencari tahu kepergiannya, urusan selanjutnya biarkan Sekte yang mengurusnya. Hanya itu yang bisa mereka pikirkan sekarang.
__ADS_1
Di dalam perjalanan, Li Yuan tidak banyak berbicara. Apa yang ia lakukan sebelumnya memang terlalu ekstrim, namun ia dalam hatinya ia sedang menjalankan strategi. Dengan kemunculan dirinya, setidaknya akan menggeser perhatian pihak Istana Langit dari Provinsi Naga Biru ke Provinsi Rajawali Emas.
Dalam beberapa waktu kedepan ia ingin perhatian terhadap perkembangan Sekte Laohu terabaikan, selain itu ia juga ingin perkembangan keluarga Li dapat berjalan mulus. Dengan adanya Li Jieru dan Li Baojia, maka Li Yuan tidak akan khawatir meninggalkan keluarganya dalam tempo yang lama.
Berita terakhir yang ia dapat saat sebelum ia meninggalkan Sekte Laohu adalah tentang statusnya yang telah menjadi buronan Istana Langit. Identitas Pendekar Pedang Tiga Elemen kini tidak bisa ia gunakan, oleh sebab itu ia memakai nama "Yuanli".
"Yuanli, sebentar lagi kita sampai" ucap Yue Hao.
Li Yuan menolehkan kepalanya, melihat sebuah gerbang besar dengan patung burung Chong Ming. Tanpa melewati prosedur pemeriksaan, rombongan Yue Hao melenggang bebas memasuki Kota Nanguan.
"Sebenarnya apa statusmu?" tanya Li Yuan
"Ayahku adalah Yue Fei, seorang Gubernur Ibukota Rajawali Emas" jawab Yue Hao sedikit bangga.
"Oh" ucap Li Yuan singkat seperti biasa saja.
Melihat reaksi Li Yuan yang biasa saja membuat Yue Hao semakin tertarik pada sosok pria di hadapannya. Adegan Li Yuan menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya masih teringat sepanjang perjalanan. Itu adalah momen pertama seorang pria menyentuh dirinya.
Tidak beberapa lama kemudian mereka tiba di depan sebuah manor yang menyerupai istana, tampak megah dan indah dengan desain mewah. Setelah berada di dalam halaman manor tersebut, Li Yuan disuguhkan pemandangan hamparan taman yang luas. Beberapa bangunan juga tampak rapi berdiri mengelilingi bangunan utama.
"Bagaimana perjalanan ke Kota YingjianYingjian? Apakah Pendeta Da Shimin bersedia menjadi gurumu?" Dan siapa pemuda yang bersamamu?" ucap Yue Fei dengan rentetan pertanyaan.
"Huh, ayah.. Bisa tidak sich satu persatu bertanyanya" ucap Yue Hao sambil mendengus kesal.
Tidak jauh darinya tampak kakak lelakinya yang bernama Yue Feng menutup mulutnya menahan tawa.
"Baiklah, bagaimana baiknya kamu memulai saja" kata Yue Fei sambil menahan senyum.
Li Yuan melihat kehangatan di antara mereka membuatnya teringat akan keluarganya. Entah kapan ia baru bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Sejak mengenal guru Yuan Zang, ia memiliki prinsip seperti burung elang. Sejauh-jauhnya ia terbang maka akan tetap kembali ke sarang.
"Pendeta Da Shimin tidak bersedia menjadi guruku, beliau sudah tidak mau terlibat urusan dunia" ucap Yue Hao dengan ekspresi sedih.
__ADS_1
"Dalam perjalanan pulang, aku dicegat oleh sekelompok pendekar ahli. Pada peristiwa tersebut, banyak pengawal keluarga kita yang tewas" ucap Yue Hao lagi.
"Apa? Bagaimana bisa di Kota Yingjian ada yang berani mengganggu keluarga kita?" ucap Yue Fei dengan ekspresi marah.
"Ayahanda, aku juga tidak mengerti maksud dan tujuan mereka. Hanya saja aku mendapatkan petunjuk dari peristiwa ini" ucap Yue Hao sambil menyerahkan sebuah token emas.
"Dari mana kamu mendapatkan benda ini?" tanya Yue Fei dengan wajah muram.
"Yuanli yang menemukannya saat memeriksa mayat pelaku penyergapan" jawab Yue Hao melirik ke arah Li Yuan.
"Yuanli juga yang telah menyelamatkan nyawaku beserta rombongan" tambah Yue Hao dengan semangat.
Yue Feng menghampiri sang ayah, ia juga ikut memperhatikan token emas yang berada di tangan ayahnya. Mereka berdua saling pandang dan wajah mereka seketika menjadi murung. Mereka berdua adalah orang yang berpengetahuan, tentu mereka mengetahui jika token tersebut milik para petinggi Sekte Api Abadi.
Yue Fei tidak bisa berkata apa-apa lagi, kemudian ia berjalan dan mendekati LiYuan lalu berkata.
"Terimakasih Yuan pendekar, aku berhutang budi padamu"
"Sudah kewajibanku untuk berbuat baik dengan saling tolong menolong" jawab Li Yuan.
"Ayahanda, pada kesempatan kali ini aku ingin memberitahu jika aku ingin menjadikan Yuanli sebagai pengawal pribadiku. Semoga ayahanda tidak keberatan" ucap Yue Hao.
"Hahaha.. Tentu saja tidak, apalagi demi melindungimu tentu aku sangat mendukung keputusanmu itu" jawab Yue Fei sambil tersenyum lebar.
"Baik ayahanda, aku pamit ingin memperkenalkan kediaman kita kepada Yuanli" ucap Yue Hao.
"Baik, silahkan" ucap Yue Fei sambil membiarkan Yue Hao berlalu.
"Feng'er tolong kamu selidiki identitas pria yang bersama Hao'er" ucap Yue Fei kepada putranya.
"Baik ayahanda. Lalu bagaimana dengan masalah penyergapan Hao'er?"
__ADS_1
"Masalah ini cukup pelik, tidak mudah bagi kita untuk menyinggung Sekte Api Abadi. Aku juga tidak menduga jika ada kejadian seperti ini, kita harus lebih waspada agar tidak terjadi hal buruk di masa depan" pungkas Yue Fei.
"Baiklah ayahanda, aku akan meningkatkan kewaspadaan" jawab Yue Feng.