Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menemukan Tempat Berharga


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, sebuah perahu terbang melintas dan mendarat di Desa Bambu Kuning, sebagian orang merasa tertarik dengan keberadaan seperti ini.


Dua orang pemuda tampak turun terlebih dahulu, pada saat ini kekuatan Li Yuan ditekan hingga ranah Pendekar Langit menyesuaikan dengan kekuatan Li Tong.


"Huh... Sepertinya kembali ke kampung halaman terasa begitu nikmat" ucap Li Yuan sambil menghela napas panjang.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Li Tong, keduanya melompat dari atas perahu dengan penuh semangat. Sedangkan kedua wanita mereka hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum, mereka juga merasakan hal yang sangat menenangkan.


Udara pegunungan Guntur memang masih alami, ditambah dengan aktivitas warganya yang bertani membuat Fang Yin dan Fan Chi merasakan sesuatu hal yang berbeda. Mereka berdua adalah gadis perkotaan, jadi masa kecil mereka jauh dari hal-hal seperti ini.


Fang Yin kini mengerti mengapa Li Yuan sangat mencintai keluarganya, mereka berasal dari keluarga sederhana yang berjuang dengan sangat keras sehingga menjadikan Klan Li tumbuh seperti saat sekarang ini.


"Ayo cepatlah kemari" kata Li Tong dengan semangat memanggil kedua orang wanita yang berada di belakangnya.


Dengan segera keduanya mempercepat langkahnya, mereka masing-masing menghampiri orang yang dicintainya.


Para penduduk desa merasa tidak asing dengan Li Tong, namun saat melihat Li Yuan meskipun agak familiar mereka terlihat sulit mengenalinya.


"Jika ada Li Tong pasti pria yang disampingnya seharusnya adalah Li Yuan" gumam beberapa orang pemuda saat melihat keduanya mendekat.


"Hai kalian, apakah masih mengenali kami?" tanya Li Tong dengan senyum cerah.


"Tentu saja, aku kira kalian sudah lupa dengan tempat ini" ujar seorang pemuda dengan perawakan tinggi kekar.


"Kalian berdua sangat luar biasa, perkembangan kalian benar-benar hebat" puji seorang pemuda lainnya.


Mereka semua lalu mengobrol sebentar dengan menceritakan beberapa hal penting yang terjadi di Desa Bambu Kuning. Para pemuda tersebut tidak canggung untuk menceritakan apapun kepada Li Yuan dan Li Tong. Sebagai orang yang berada pada generasi yang sama di Desa Bambu Kuning, mereka tampak akrab dan bersahabat.


Adapun tentang aktivitas penambangan ilegal memang masih ada dan dilakukan oleh suatu kelompok. Mereka tidak pernah menjual barang hasil tambangnya kepada pihak terkait yang berada di bawah naungan Penguasa Kota Huanxie.

__ADS_1


Berdasarkan informasi dari teman-temannya, Li Yuan dan Li Tong mulai mendapatkan titik cerah. Perjalanan mereka ke Desa Bambu Kuning adalah untuk mengungkap sindikat penambang liar, hal yang menarik adalah batu energi yang dihasilkan mereka memiliki kualitas yang sangat baik. Hal ini berbeda dengan kualitas batu energi yang umum di temukan oleh warga lainnya, yaitu batu energi kelas menengah.


"Apakah kalian bisa membantuku menemukan kelompok mereka" tanya Li Tong.


"Tentu saja, mari ikuti aku" ucap seorang pemuda yang tampak lebih tua dari Li Tong.


"Baiklah kami akan ikut denganmu" jawab Li Tong dengan semangat.


Li Yuan hanya terdiam tanpa berekspresi berlebihan, sejak dulu karekternya memang seperti itu. Jadi para teman-temannya tidak merasa aneh atau curiga dengan sikap Li Yuan tersebut.


Namun detik berikutnya Li Yuan tanpa sungkan mengeluarkan beberapa kantong uang kepada teman-teman lamanya itu.


"Terimalah pemberian dari kami, jangan sungkan" ucap Li Yuan dengan santai.


"Terimakasih, kami jadi merasa tidak enak" jawab salah seorang pemuda.


"Kita adalah teman, setidaknya kalian juga bisa merasakan apa yang kami dapatkan selama ini" sambung Li Tong kepada teman-temannya.


Beberapa temannya yang lain pun mengikuti, lalu mereka semua bergegas menuju sebuah perbukitan dimana mereka menemukan kelompok penambang liar.


Keberadaan para penambang liar tersebut tidak dipusingkan oleh penduduk setempat, hal ini cukup wajar karena sikap mereka juga tidak menyusahkan warga.


"Sejak kapan mereka beraktivitas menambang?" tanya Li Yuan kepada temannya yang berjalan paling depan.


"Menurut informasi, mereka sudah mulai menambang sejak sepuluh tahun yang lalu. Namun baru beberapa tahun belakangan mereka menetap di salah satu titik. Sepertinya mereka menemukan lokasi yang bagus, terkadang kelompok mereka juga didatangi oleh orang-orang yang tampaknya dari Ibukota" jawab pemuda tersebut dengan gamblang.


Li Yuan mengangguk pelan, kecurigaan dirinya semakin menguat tentang keterlibatan Jenderal Wan Sui dengan kelompok penambang tersebut.


"Apa yang diceritakan oleh ayah tadi malam adalah sebuah kebenaran" gumam Li Yuan dalam hati.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka tiba di suatu tempat yang selama ini jauh dari jangkauan penduduk. Ada sebuah ngarai yang bentuknya memanjang dan sedikit berkelok diantara gunung bebatuan.


"Di sana lokasi mereka" ucap salah seorang pemuda sambil menunjuk ke salah satu arah.


Li Yuan dan Li Tong dapat melihat sebuah gubuk dengan aktivitas beberapa orang yang sedang mengangkut material. Di sebelah gubuk tersebut terdapat lubang mirip mulut Gua yang ditumbuhi pepohonan rindang.


Fang Yin dan Fan Chi berada pada posisi takjub, naluri wanitanya berontak saat melihat keindahan alam yang dikelilingi oleh tebing yang sangat curam namun dihiasi sebuah sungai kecil di tengahnya.


Siapapun tidak akan menyangka jika dibalik panorama yang indah, suasana yang tenang dan damai tersimpan suatu skenario jahat dari pihak tertentu. Patahan dari pergerakan tanah telah menciptakan suatu tempat yang kaya dengan material tambang serta aneka tumbuhan dan binatang.


"Bagaimana menurutmu Yuan, apakah kita akan bergerak sekarang?" tanya Li Tong dengan ekspresi tidak lagi santai.


"Iya, sepertinya lebih baik demikian" jawab Li Yuan.


"Kalian cukup sampai di sini saja, sisanya biar kami yang urus" ujar Li Yuan kepada teman-temannya yang baru saja selesai mengantar.


"Baik kalo begitu, kalian harus berhati-hati. Jika dalam waktu tertentu kalian tidak kembali maka kami akan kembali ke tempat ini" sahut seorang diantara mereka.


"Baiklah terimakasih atas perhatian kalian" sambung Li Tong dengan hangat.


Kemudian mereka berpisah, Li Yuan dan Li Tong serta kedua orang wanita berjalan perlahan menelusuri jalan setapak mendekati gubuk yang mereka lihat sebelumnya.


Ketika jarak mereka semakin dekat, semakin jelas terlihat aktivitas beberapa orang yang tengah memilah barang hasil tambang yang diangkut dari dalam mulut Gua.


Ketersediaan batu energi kelas atas yang cukup akan mampu membentuk pendekar tingkat raja dan pendekar langit dalam jumlah yang banyak. Bagi suatu Sekte beladiri keberadaan seperti ini tentu saja sangat menguntungkan. Tidak heran jika Sekte Api Abadi menjadikan Tang Shiji sebagai Kaisar Langit.


Sebagai pendukung utama Kekaisaran Langit, Sekte Api Abadi telah memainkan peran ganda dalam mengendalikan Alam Langit. Dari mulai Jenderal Xie Taizong, Wan Sui dan juga Tang Shiji mereka adalah murid Sekte Api Abadi.


"Ternyata mereka ingin memiliki sumberdaya hanya untuk dimonopoli oleh kalangan mereka sendiri. Bahkan lelucon seperti ini terjadi di depan mataku" ucap Li Yuan pelan kepada Fang Yin.

__ADS_1


Fang Yin mengangguk setuju, walau bagaimanapun aktivitas yang kini ia saksikan adalah bentuk pelanggaran yang nyata.


__ADS_2