
Yue Hao tidak mungkin diam saja, jika ucapan itu keluar dari mulut orang lain mungkin dirinya sulit untuk percaya. Namun pria yang berada di hadapannya berbeda, kredibilitasnya sudah tidak dapat ia ragukan lagi.
"Apa yang harus keluarga kami lakukan?" tanya Yue Hao, Ia memandang wajah Li Yuan dengan rasa khawatir.
"Kalian tidak perlu panik, hanya saja apa yang aku sampaikan barusan cukup berhenti pada Tuan Yue Fei, selebihnya jangan sampai bocor. Jika itu terjadi maka segala sesuatunya bisa berubah menjadi lebih liar" ucap Li Yuan memperingatkan Yue Hao.
"Hmm.. Baiklah, aku akan menjamin kerahasiaan informasi ini" jawab Yue Hao sambil menatap Li Yuan penuh ketakjuban.
Pada saat seperti ini ia benar-benar menganggap Li Yuan sepenuhnya sebagai penyelamat keluarganya lagi. Air mata yang baru saja terjatuh dari kantung matanya, membuatnya tak sadar telah ia seka dengan lembut.
Memperhatikan perubahan ekspresi Yue Hao, membuat Li Yuan sedikit lebih tenang. Ia sengaja mengatakan rahasia tadi untuk mengalihkan perhatian Yue Hao. Selain itu Li Yuan juga sudah yakin dengan tabiat keluarga Yue. Selama satu tahun berada di kediaman Keluarga Yue, membuat penilaiannya lebih teruji.
Kereta kuda yang mereka naiki berjalan ke sebuah Kota kecil di pinggiran Provinsi Rajawali Emas. Mirip dengan Kota Yingjian, Kota ini merupakan daerah pesisir. Mayoritas pendapatan penduduknya berada di bawah rata-rata, mereka hanya mengandalkan menangkap ikan di laut untuk mereka jual di pelelangan ikan. Meski tidak besar, namun mampu membuat mereka bertahan untuk hidup.
Li Yuan cukup sedih melihat kondisi seperti ini, tetapi untuk saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam benaknya ia sedang merencanakan sesuatu untuk dia lakukan setelah pergi dari Keluarga Yue. Setidaknya dengan memikirkan hal ini dia mengerti akan banyak hal, pemimpin yang kuat tidak hanya memikirkan pribadinya tetapi juga nasib orang yang dia pimpin.
"Setelah aku memiliki kekuatan yang lebih kuat, maka aku akan datang kepada keluarga kalian.Aku sendiri masih mendalami intuisiku ini, jadi saat ini kita harus membangun kewaspadaan diri" kata Li Yuan sambil menatap Yue Hao.
Yue Hao mengangguk dan berkata, "Aku percaya pada kemampuanmu. Hanya saja setelah kamu pergi entah kapan aku bisa bertemu kamu lagi".
Mendengar perkataan Yue Hao, senyum tipis muncul di mulut Li Yuan. Ia tidak mengatakan apa-apa dan kembali mengalihkan pandangan ke sisi jalan.
__ADS_1
Setelah seharian melakukan perjalanan, kereta yang mereka tumpangi telah tiba di kota Dong Hai. Suara deburan ombak cukup menyita perhatian, pemandangan yang indah membuka cakrawala di langit biru. Keluarga Yue memiliki bangunan menyerupai vila di tempat ini, sebagai seorang Gubernur Provinsi Yue Fei memiliki aset yang tidak terhitung.
Kota Dong Hai memang berbatasan dengan laut, wilayahnya memiliki garis pantai yang sangat panjang. Jika dikelola dengan baik maka Kota Dong Hai akan menjadi kawasan heritage dan mendorong perekonomian yang lebih baik bagi penduduknya. Hingga malam menjelang, Li Yuan beristirahat sambil berkultivasi dengan tenang. Seperti yang Yue Hao bilang sebelumnya, tempat ini memiliki kepadatan Qi yang lebih baik jika dibandingkan dengan Kota Nanguan. Ada banyak kultivator lepas yang memanfaatkan kondisi alam Kota Dong Hai, mereka duduk dengan tertib mencari tempat yang nyaman sambil berkultivasi.
Li Yuan memperhatikan kekuatan mereka yang terendah berada pada ranah Pendekar Raja, beberapa diantara yang lainnya berada di ranah Pendekar Langit. Saat ini, ia belum menemui orang yang memiliki ranah Pendekar Suci.
Keesokan paginya setelah membersihkan diri, ia bersama Yue Hao melakukan sarapan pagi. Ada bangunan kecil di dalam vila tersebut yang mengarah ke sisi pantai. Sudah ada beberapa pelayan yang menyiapkan aneka hidangan, kebanyakan tentu saja adalah hasil laut Kota Dong Hai. Tanpa ragu, Yue Hao langsung mengambil beberapa dan mencicipinya dengan penuh minat.
Li Yuan hanya tersenyum ringan saat melihat kelakuan Yue Hao, dari awal bertemu hingga kini ia memiliki selera makan yang tinggi. Meskipun demikian entah bagaimana caranya, tubuhnya tak terlihat gemuk. Sebanyak apapun ia makan, tubuhnya tetap tampak ideal seperti wanita kebanyakan. Sebenarnya Yue Hao memiliki wajah yang oriental, lahir dan besar di Wilayah Timur ia memiliki pesona kecantikan yang khas.
"Bagaimana istirahatmu semalam?" tanya Li Yuan memulai percakapan sambil mengangkat sumpit.
"Jauh lebih baik ketimbang di rumah" jawab Yue Hao dengan ceria.
"Baguslah jika begitu, tampaknya kamu terlalu lelah saja" ucap Li Yuan santai.
"Selama beberapa bulan terakhir, aku membantu ayah membuat pertanggungjawaban pengaturan sumberdaya Keluarga Yue, selain itu kakakku juga selalu mengandalkan ku. Jadi sudah sewajarnya aku kini menikmati waktu untuk bersantai" ujar Yue Hai.
"Setelah sarapan, aku akan jalan-jalan di sekitar pantai. Aku takkan lama, hanya ingin merasakan pemandangan laut saja" ucap Li Yuan memberitahukan rencana kegiatannya.
"Tidak masalah, aku tidak akan kemana-mana hanya beristirahat saja" jawab Yue Hao.
__ADS_1
Li Yuan tentu paham dengan maksud kata istirahat yang baru saja dikatakan oleh Yue Hao. Wanita tersebut tentunya sudah memiliki rencana untuk menikmati hidangan dan aneka kuliner untuk ia nikmati selama ia berada di sini.
Selepas sarapan, Li Yuan berjalan keluar vila dan menuju arah barat laut. Dengan santai ia melewati beberapa pemukiman penduduk yang sudah mulai melakukan aktivitas. Bisa dibilang tempat ini mirip dengan kampung nelayan, setiap kepala keluarga yang pulang melaut akan disambut bahagia oleh keluarga mereka, ada hasil tangkapan yang mereka harapkan untuk dijual ke pelelangan ikan.
Memanfaatkan waktu ini, Li Yuan segera menuju tempat dimana pelelangan ikan dilakukan. Dalam bayangannya, para nelayan sedang melakukan transaksi jual beli. Hanya saja, setelah ia masuk dan menyaksikan sendiri ada persepsi yang berbeda yang ditangkap oleh matanya. Tampak ketidakpuasan muncul dari wajah para nelayan, hasil tangkapan yang ia jual tidak sesuai dengan harapan.
"Tuan Pendekar"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil Li Yuan.
Li Yuan berbalik dan menoleh ke arah sumber suara. "Kamu siapa?" tanya Li Yuan dengan bingung.
"Apakah tuan pendekar sudah lupa denganku? Aku adalah wanita yang pernah tuan selamatkan saat di rumah makan Kota Nanguan" ucap wanita itu dengan ekspresi ceria.
Li Yuan tampak berpikir, ia mencoba mengingat kejadian setahun yang lalu di rumah makan Hai Xian.
"Ya, aku mengingatmu. Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Li Yuan setelah memastikan jika wanita yang menyapanya barusan adalah orang yang pernah diganggu oleh putra Xue Rengui yang bernama Xue Wang.
"Perkenalkan namaku adalah Zheng Shuang, jika boleh tahu sedang apa tuan pendekar berada di desaku?" tanya wanita tersebut dengan sopan.
"Kebetulan sekali, kita bisa bertemu di sini. Seperti biasa aku sedang mengawal Nona Yue" jawab Li Yuan sambil tersenyum ringan.
__ADS_1
"Jika begitu, mampirlah ke rumah orang tuaku dan jaraknya tidak jauh dari sini. Sebelumnya di Kota Nanguan aku belum sempat berterima kasih padamu" ucap Zheng Shuang dengan tulus.