
Pada saat yang bersamaan di Sekte Angin Puyuh, orang-orang Aula Jiwa telah berhasil memperdaya hewan mitologi burung Chong Min. Setelah berhasil membunuhnya, Pimpinan Aula Jiwa segera melakukan ritual penyerapan darah hewan mitologi tersebut. Keberadaan Yaoguai di Sekte tersebut, tidak diketahui oleh orang-orang dan ritual yang mereka lakukan berjalan dengan baik.
Sebagai pimpinan Aula Jiwa, kini Yaoguai dan pengikutnya sudah membunuh dua hewan mitologi. Secara drastis kekuatan mereka terus bertambah kuat, terutama Yaoguai yang sudah melewati tingkat Kaisar Dewa.
Dengan adanya kekuatan penopang seperti Lima Pilar, kini keberadaan Aula Jiwa tidak sesederhana seperti dulu. Sesuai maksud dan tujuan mereka yaitu untuk menjalani ritual kebangkitan Dewa Kegelapan, kini orang-orang Aula Jiwa sudah setengah langkah dari tujuan mereka.
Lima Pilar sendiri terdiri atas lima orang pendekar ahli yang memiliki kekuatan luar biasa. Jumlah mereka memang tidak banyak tetapi mereka memiliki kekuasaan dalam setiap urusan yang mewakili Aula Jiwa. Setelah mereka mengikuti ritual penyerapan darah hewan mitologi, kekuatan mereka juga meningkat dengan pesat.
Lima Pilar Aula Jiwa terdiri dari : Feng Mian (kesengsaraan jiwa), Yang Jian (ketenangan jiwa), Wang Jialun (penyucian jiwa), Xu Kai (pemurnian jiwa), serta Gong Jidong (kegelisahan jiwa). Mereka berlima kini sudah berada di tingkat Dewa Langit hanya dalam waktu singkat, metode penyerapan darah hewan mitologi memang sangat efektif, sehingga mereka dengan semangat menempuh jalan tersebut.
Keesokan paginya Li Yuan sudah merencanakan sesuatu, tanpa sepengetahuan Fang Yin dan Yue Hao ia berencana akan pergi menuju Sekte Angin Puyuh. Li Yuan akan menghadapi orang-orang Aula Jiwa secara terbuka, lambat laun mereka juga akan bertemu. Jadi berinisiatif untuk menyerang lebih dulu ke jantung pertahanan lawan juga bukan hal yang buruk.
"Paman, tolong sampaikan kepada Hao'er untuk menunggu ku di sini. Aku ada urusan sebentar dan akan kembali sore ini" ucap Li Yuan menitipkan pesan kepada Yue Hao agar tidak khawatir.
Saat ini Yue Hao dan Fang Yin sedang beristirahat setelah mereka mengobrol dengan Li Yuan untuk melewati malam.
"Baiklah aku akan menyampaikannya" jawab Yue Fei sambil tersenyum.
"Terimakasih paman" ucap Li Yuan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Li Yuan segera mengajak Lu Bin untuk menunjukkan jalan ke Sekte Angin Puyuh. Selain itu Lu Bin adalah orang mengetahui seluk-beluk Sekte tersebut lebih dari siapapun.
Tanpa menunggu lebih lama, Li Yuan segera membawa Lu Bin terbang. Mereka tidak menggunakan perahu penyeberangan karena kehadiran mereka berdua dilakukan dengan diam-diam.
__ADS_1
Li Yuan baru mengetahui jika Sekte Angin Puyuh terletak disebuah pulau terpencil, tempat ini seperti terisolasi dari dunia luar. Pantas saja orang-orang Aula Jiwa dapat dengan mudah menguasai tempat ini tanpa diketahui oleh pihak luar.
Kendati demikian Sekte Angin Puyuh memiliki tempat yang bagus untuk mengembangkan elemen angin yang selama ini menjadi kekuatan utama Sekte ini. Li Yuan dapat merasakan Qi yang sangat murni di tempat ini sesaat ia mendarat di depan Gerbang Sekte Angin Puyuh.
Tidak seperti Sekte besar pada umumnya, Sekte Angin Puyuh hanya menugaskan dua orang murid untuk berjaga. Kendati demikian mereka memiliki kekuatan pendekar raja, bisa dikatakan cukup kuat untuk penjaga yang masih seumuran mereka.
"Berhenti! Kalian mau kemana?" tanya seorang murid jaga kepada Li Yuan.
"Tunggu sebentar, bukankah kau adalah Lu Bin murid pengkhianat" ucap salah satu lainnya.
Lu Bin yang mendengarnya menjadi sangat murka, selama menjadi murid Sekte Angin Puyuh ia dan lima orang rekannya adalah garda terdepan Sekte dalam menjalani misi menjaga ketenangan warga dari ancaman serangan badai angin topan.
"Apa kamu bilang? coba katakan lagi!" ucap Lu Bin dengan emosi.
Li Yuan yang mengetahui situasi sebenarnya segera berkata, "Kamu tenangkan diri, seperti yang kamu ceritakan sebelumnya jika Sekte mu kini dalam pengaruh orang-orang dari Aula Jiwa" ucap Li Yuan dengan tenang.
"Tuan Muda Li benar, terimakasih telah mengingatkan diriku. Lalu apakah ada cara untuk menyelamatkan mereka?" tanya Lu Bin dengan penasaran.
"Tentu saja ada, namun jika hal itu dilakukan kita akan berhadapan langsung dengan orang yang telah mengontrol jiwa mereka." ucap Li Yuan dengan tenang.
Tanpa menunggu lama, Li Yuan segera mengedarkan persepsi spiritualnya. Selain bisa membuat segel jiwa, ia juga mampu mendobrak segel jiwa yang diterapkan kepada seseorang. Kemampuan ini ia pahami dari metode Kitab Kaisar Kematian yang ia dapatkan dari Tetua Mo Cau saat pertama kali berjumpa.
"Krek"
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara di dalam benak Yang Jian, salah seorang pimpinan Lima Pilar Aula Jiwa. Dari mulutnya mengalir darah segar menandakan ia terluka akibat terputusnya segel jiwa yang tertanam di orang-orang Sekte Angin Puyuh.
"Kurang ajar, siapa yang sudah berani merusak segel jiwa yang sudah aku buat?" gumam Yang Jian dengan marah.
Yang Jian segera merasakan kekuatan yang cukup kuat sedang berada di pintu masuk Sekte Angin Puyuh. Namun Yang Jian masih percaya diri untuk mendatangi orang yang dimaksud, meskipun beberapa orang rekannya baru saja berangkat ke Kota Sichuan Provinsi Phoenix Emas.
"Senior Lu Bin, apa yang terjadi?" ucap seorang murid jaga yang sebelumnya menghalangi Lu Bin.
"Kalian baru saja terbebas dari kontrol orang-orang Aula Jiwa" jawab Lu Bin tanpa bertele-tele.
"Hah"
Kedua murid jaga tersebut tercengang setelah mendengar perkataan Lu Bin.
"Pantas saja aku seperti melakukan beberapa hal yang tidak aku mengerti" ucap murid jaga tersebut.
Baru beberapa kalimat mereka saling bertutur sapa, tiba-tiba sebuah kekuatan dengan aura jahat datang menghampiri mereka.
Sosok pria paruh baya dengan kekuatan mengerikan tampak begitu mengintimidasi Lu Bin dan dua orang murid jaga. Sementara Li Yuan tidak terpengaruh sama sekali terhadap tekanan yang baru saja menderanya.
"Oh, rupanya kamu yang telah menghancurkan segel jiwa yang ku buat." ucap Yang Jian sambil menatap dingin ke arah Li Yuan.
Li Yuan hanya terlihat santai saat seorang lelaki paruh baya berkata seperti itu. Lalu dengan pelan ia mendekati Yang Jian, detik berikutnya kekuatan yang menekan Lu Bin dan dua orang murid jaga tersebut segera menghilang.
__ADS_1
Yang Jian menggertakkan giginya, ia merasa kekuatan pemuda yang berada di depannya tidak sesederhana seperti kelihatannya. Dengan terpaksa ia harus melawan dengan sekuat tenaga, jika masih ada segel jiwa maka ia bisa mengandalkan Patriark dan Tetua Sekte Angin Puyuh untuk mengahadapi musuhnya.
Namun pemuda yang berada di hadapannya juga memiliki karakteristik jiwa, bahkan lebih kuat dari yang ia miliki.