Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Menyenangkan Hati Li Peiyu


__ADS_3

"Kamu sudah benar-benar jadi pria sekarang" ucap Penatua Bao Zi bersama istrinya.


"Terimakasih guru" jawab Li Yuan dengan hormat.


Sebagai gurunya, tentu Tetua Bao Zi ikut hadir memberikan ucapan selamat kepada Li Yuan. Di belakangnya juga tampak hadir Patriark Bao Xiong dan beberapa Tetua lainnya. Mereka semua terlihat sumringah saat bersalaman dengan Li Yuan dan juga Li Tong, dua murid kebanggaan Sekte Laohu yang sebelumnya tidak pernah diduga.


Bisa dibilang acara ini juga hajat Sekte Laohu yang merupakan Sekte terkuat di Provinsi Naga Biru, oleh karena itu momen seperti ini telah benar-benar membuat Kota Qinghai sangat meriah. Keterlibatan murid Sekte Laohu dalam menjaga dan meramaikan acara telah menjadi sorotan umum yang terlihat nampak begitu tertib.


Apalagi kedatangan Kaisar Langit dan para penguasa wilayah alam langit, bisa dipastikan jika acara pernikahan ini adalah peristiwa terbesar dalam sejarah alam langit.


Selama tiga hari berturut-turut acara pernikahan tersebut digelar karena banyaknya tamu yang hadir, terutama dari wilayah Utara yakni Kota Taiyuan dan juga Sekte Beruang Kutub yang jaraknya paling jauh.


Mereka semua larut dalam kebahagiaan, empat keluarga besar yakni Klan Li, Keluarga Fang, Keluarga Yue dan Keluarga Fan kini sudah menjadi empat kekuatan besar yang secara otomatis tidak dapat disinggung di Alam Langit.


Keluarga Fan yang semula hanya keluarga kecil di Kota Huanxie, kini semenjak menjalin hubungan pernikahan dengan keluarga Li Tong menjadikannya sebagai kekuatan baru yang cukup disegani. Apalagi kedua talenta muda keluarga Fan yang juga teman seperjuangan Li Yuan kini sudah menjadi pejabat penting di Istana Langit.


Setelah pesta pernikahan usai, Li Yuan dan kedua istrinya tinggal di kediaman khusus yang sudah disiapkan sebelumnya oleh keluarganya. Sebagai keluarga terbesar saat ini dengan dukungan berbagai pihak, Li Yuan benar-benar hidup dengan berkecukupan dan berada dalam kemewahan.


Kendati demikian, Li Yuan sudah merencanakan tentang kehidupannya di masa depan. Li Yuan berencana akan memboyong kedua istrinya ke Desa Bambu Kuning tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Meski hal ini sangat kontras dengan kekayaan serta nama besar Li Yuan, namun kedua istrinya juga setuju setelah dibicarakan sebelumnya.


Tepat ketika mereka sedang menjalankan misi terkait tambang batu energi sebelumnya, mereka sudah membicarakan hal tersebut dari jauh hari. Li Yuan ingin mendidik anak-anaknya seperti dirinya yang terbiasa hidup apa adanya.


Oleh karena itu, kini tempat tinggal Li Yuan yang lama segera diperbaiki dengan beberapa penambahan bangunan. Meski tinggal di desa, Li Yuan tetap memperhatikan kenyamanan dari kedua istrinya yang sudah terbiasa dengan kehidupan berkecukupan sebelumnya.

__ADS_1


Dalam hal ini, Li Yuan berencana membawa beberapa pelayan pribadi untuk membantu pekerjaan istrinya kelak. Li Yuan kini menjalani masa-masa indah bersama kedua wanitanya, setiap hari selama beberapa waktu ia benar-benar menikmati sebagai pengantin baru di usia muda.


Tentu saja dengan kekuatannya, Li Yuan tidak memiliki kendala saat berhubungan dengan kedua istrinya. Malah jelas terlihat jika kedua istrinya lah yang tampak kewalahan meladeni kekuatan Li Yuan yang notabenenya masih berdarah muda.


Setelah selesai masa bercocok tanam, akhirnya Li Yuan dan kedua istrinya sudah mulai bersosialisasi kembali di kehidupan biasanya. Dalam masa ini ia teringat akan janjinya kepada adiknya Li Peiyu untuk mengajaknya keliling kota Nanguan.


"Hao'er kita akan segera berkunjung ke tempatmu, aku juga ingin menyertakan Peiyu untuk mengajaknya berkeliling" ucap Li Yuan kepada Yue Hao yang kini sudah menjadi istrinya.


"Baiklah dengan senang hati aku akan mengajak adik Peiyu untuk berkeliling menikmati keindahan kota Nanguan dan sekitarnya" jawab Yue Hao dengan penuh semangat.


"Baiklah, mari kita bersiap. Aku yakin ia juga sudah tidak sabar" ujar Li Yuan.


Fang Yin yang juga ada di sebelah Yue Hao ikut tersenyum bahagia, ia juga merindukan hidangan Laut yang sebelumnya ia nikmati di rumah makan Hei Xian yang juga berada di bawah pengawasan suaminya.


"Benarkah? Tentu saja aku mau. Aku ingin bersama kedua kakak ku" ucap Li Peiyu dengan sangat senang sambil memegang tangan Fang Yin dan Yue Hao.


Dengan usia mereka yang tidak terpaut jauh, ketiga wanita tersebut tampak seperti teman sepermainan yang sangat cocok.


Tidak menunggu lama, akhirnya dengan sebuah perahu terbang khusus mereka berangkat menuju ke provinsi rajawali emas. Suasana penuh keakraban tercermin di diri mereka masing-masing, dengan adanya Li Peiyu kedua istri Li Yuan tampak sibuk menemaninya mengobrol.


Li Yuan memandang Kota-kota yang dilintasinya dengan tatapan rumit, ia masih membayangkan sisa waktu yang diberikan oleh orang-orang Alam Surgawi untuk segera meninggalkan dunianya.


Sementara pandangannya jatuh kepada kedua istrinya yang kini tengah bergembira bersama adiknya, Li Yuan sedikit merasa hangat saat melihat mereka semua tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah jika memang kepergianku bisa membuat kalian tetap tersenyum maka aku akan lakukan itu" gumam Li Yuan dengan lirih.


Pada titik ini, Li Yuan akhirnya berpikir jernih bahwa untuk memberikan kebahagiaan kepada orang terdekatnya maka ada pengorbanan yang harus ia berikan meski harus mengorbankan dirinya sendiri.


Setidaknya Li Yuan tidak pergi begitu saja, ia masih muda dan tentu akan memiliki keturunan dari masing-masing istrinya. Anak-anaknya kelak yang akan meneruskan garis keturunan serta tugas menjaga kedamaian hidup di alam langit.


"Baiklah seperti itu saja" gumam Li Yuan lagi.


Tidak lama berjalannya waktu, perahu terbang yang mereka naiki akhirnya mendarat di alun-alun kota Nanguan. Sebelumnya Li Yuan telah menghubungi Liu Haikuan agar menyiapkan kereta kuda dan beberapa perlengkapan lainnya untuk menyambut kedatangan mereka.


Li Yuan disambut oleh orang-orang dari kelompok Naga Emas, Tetua Luo Zhank dan juga Zheng Shuang ikut hadir menyambut.


Sementara itu dari kalangan keluarga Yue Hao juga turut hadir ikut menyambut, bahkan ayah kandung Yue Hao yang merupakan gubernur kota Nanguan juga ikut datang menyambut kehadiran anak menantunya.


"Yuan'er bagaimana kabarmu?" tanya Yue Fei penuh semangat.


"Baik ayah, aku dan yang lainnya akan tinggal beberapa waktu di Kota Nanguan untuk berlibur" jawab Li Yuan dengan tenang.


"Tentu saja, ayah akan sangat senang sekali jika kalian berada di sini" ucap Yue Fei dengan ramah.


"Yin'er bagaimana kabar ayahmu? Lain kesempatan ajak ayahmu juga berkunjung ke tempat ini" sapa Yue Fei kepada Fang Yin dengan hangat.


"Beliau dalam keadaan baik, nanti sepulangnya dari sini saya pasti akan menyampaikan hal ini kepada ayahanda" jawab Fang Yin dengan sopan.

__ADS_1


Baik Fang Yin maupun Yue Hao keduanya sudah sepakat untuk menjalin hubungan baik melalui ikatan pernikahan yang sama, yaitu keluarga Li Yuan.


__ADS_2