Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Melukis Kepala Ular Naga


__ADS_3

Setelah berpikir sejenak, Li Yuan menganggukkan kepala tanda setuju. Ia juga memiliki waktu yang cukup luang, berjalan bersama dengan orang yang memiliki pengetahuan tentang Kota Dong hai adalah sebuah kebetulan yang langka.


Melihat ekspresi Li Yuan, Zheng Shuang tersenyum ceria. Sudah lama ia memikirkan sosok penolongnya saat ia diselamatkan dari gangguan Xue Wang. Pada saat itu jika bukan karena Li Yuan maka ia tidak dapat membayangkan nasibnya.


"Apakah kau memang asli dari daerah sini" ucap Li Yuan saat dalam perjalanan


"Iya benar. Ayahku adalah seorang nelayan yang biasa menjual hasil tangkapannya di tempat tadi. Aku sesekali membantunya untuk melakukan transaksi jual beli, maklum saja ayahku adalah pria biasa dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi dengan cermat" ucap Zheng Shuang.


Li Yuan tampak mengangguk, sebelumnya ia sudah menyaksikan sendiri jika orang-orang di pusat pelelangan ikan memberikan penawaran yang sangat buruk. Namun ia menjual kembali kepada para pembeli dengan harga yang tinggi.


Di bawah tatapan orang-orang, Li Yuan berjalan mengikuti Zheng Shuang menuju sebuah rumah yang nampak sederhana di sebuah wilayah. Ia tidak terlalu memedulikan orang-orang di sekitar, dengan menekan Qi nya pada ranah Pendekar Raja seharusnya membuatnya aman dari gangguan orang-orang yang sekedar berbuat iseng.


"Ayo masuk, jangan sungkan" ucap Zheng Shuang mempersilahkan masuk.


Li Yuan melangkahkan kakinya menuju sebuah bangunan sederhana, dengan sentuhan wanita seperti Zheng Shuang rumah tersebut terlihat tertata rapi.


Pada saat ini Li Yuan diperkenalkan kedua orang tua Zheng Shuang, setelah mengobrol sejenak dan mengucapkan terima kasih keduanya lalu pergi melanjutkan aktivitasnya. Karena hari sudah siang, Li Yuan diminta untuk tetap tinggal dan menikmati sajian makan siang yang sudah disiapkan oleh kedua orang tua Zheng Shuang.


Sikap sederhana keluarga ini, membuat Li Yuan tidak sungkan untuk menerima ketulusan mereka. Sebagai orang yang lahir dan besar di desa Li Yuan juga tentu mengerti tentang adab menerima tawaran dari masyarakat seperti ini.


Tidak berapa lama, setelah semuanya terasa akrab Li Yuan pamit untuk kembali menuju vila kediaman Yue Hao. dalam perjalanan, Li Yuan memperhatikan ada sebuah perahu yang cukup besar yang teronggok di tepi pantai. Ada rasa penasaran di dalam dirinya, sebagai orang yang hidup di Wilayah Selatan yang memiliki kontur pegunungan tentu ia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.


"Sepertinya perahu ini adalah perahu penumpang" batin Li Yuan.


Dari jarak yang dekat, ia bisa memperkirakan jenis material kayu kokoh setelah menyentuhnya secara langsung. Dalam pandangannya, ia melihat sebuah gambar yang sangat bagus, gambar tersebut menyerupai naga yang perkasa. Hanya saja gambar tersebut tidak memiliki kepala. Merasa ada yang kurang, Li Yuan mengambil sebuah batu kapur yang terdapat di sekitarnya lalu menambahkan bentuk kepala untuk menyempurnakan gambar tersebut. Dengan asyik ia melukis bentuk kepala naga dengan khusyu, bakat lukisannya terlihat sangat bagus.


"Terlihat lebih menarik" ucap Li Yuan sambil melihat gambar kepala yang baru saja ia buat.

__ADS_1


Tanpa ia sadari beberapa orang memperhatikan apa yang baru saja dilakukan oleh Li Yuan.


"Hahaha... Akhirnya Kelompok Naga Emas memiliki Ketua juga" ucap seorang pria yang memiliki badan kekar dengan kumis tebal.


Pada waktu bersamaan, beberapa orang lainnya datang secara berkelompok. Ada sekitar lima puluh orang berdiri di belakang pria yang berkumis tebal. Diantara mereka ada juga ayah dari Zheng Shuang, tampaknya ia bagian dari kelompok kecil ini.


Li Yuan menatap heran ke arah mereka, lalu berjalan hendak meninggalkan situasi yang mulai ramai.


"Tunggu dulu anak muda" ucap pria dengan kumis tebal tersebut.


"Ada apa?" tanya Li Yuan singkat dengan tampang sedikit heran.


"Kamu sekarang adalah Ketua Naga Emas, apakah kamu mau melewatkan kesempatan ini?" tanya lelaki tersebut sambil tersenyum tipis.


"Hah" ekspresi Li Yuan bertambah bingung.


"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Li Yuan mulai tenang.


"Sudah setahun ini kami tidak memiliki pemimpin, pertikaian untuk mendapatkan pemimpin yang layak sudah membuat kami lelah. Akhirnya kami lima orang bersepakat untuk melakukan semacam sayembara. Siapapun orang yang melengkapi gambar ular naga tersebut maka ia akan menjadi Ketua Naga Emas yang terpilih" ucap lelaki tersebut dengan tenang.


Li Yuan sedikit termenung, lalu berkata.


"Bagaimana cara kalian bertindak selama ini?"


Tanya Li Yuan yang sedikit tertarik dengan ucapan lelaki tersebut yang mengatakan jika mereka berjuang untuk mensejahterakan masyarakat.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya adalah Luo Zhank, saya adalah salah satu dari lima orang pendiri kelompok Naga Emas. Mulanya kami adalah perompak di perairan Dong Hai, kami merampok para saudagar yang melintasi perairan tersebut. Namun kami tidak membunuh atau melukai korban jika tidak terpaksa. Hasil rampokan yang kami dapatkan akan kami bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan." ucap Luo Zhank dengan bangga.

__ADS_1


Mendengar ucapan Luo Zhank, membuat Li Yuan mengerutkan dahi. Ia juga memandang ke arah pria paruh baya yang ia kenal sebelumnya di rumah Zheng Shuang sebagai orang tua dari gadis tersebut.


"Sudah berapa lama kelompok kalian berdiri?" tanya Li Yuan.


"Sudah lima tahun Ketua" jawab Luo Zhank dengan panggilan resmi kepada LI Yuan.


Li Yuan tidak bereaksi, namun ia memperhatikan wajah dari orang-orang yang penuh harap kepadanya.


"Aku akan mengambil posisi ini, tetapi aku akan mengubah peraturan dan sumber pendapatan kalian" ucap Li Yuan dengan tegas.


Lima orang pendiri Kelompok Emas saling menatap, lalu berlutut dengan diikuti puluhan anggota lainnya.


"Baik Ketua, kami siap mendengarkan arahan" jawab lima orang pendiri tersebut, mereka berada pada ranah Pendekar Langit berlutut di  depan seorang pemuda yang terlihat hanya berada pada ranah Pendekar Raja.


"Mulai sekarang kalian tidak boleh lagi merampok dengan alasan apapun. Selanjutnya kalian harus saling bahu membahu dan menjaga kekompakan" ucap Li Yuan.


Mendengar ucapan Li Yuan, lima orang pendiri kelompok tersebut saling pandang. Jika tidak merampok, maka dari mana mereka akan membangun desanya dan berbagi kepada masyarakat lain.


"Aku mengerti kegelisahan kalian, sebagai gantinya aku akan membentuk sebuah rumah usaha yang akan mengakomodir jual beli hasil laut. Semua anggota kelompok Naga Emas wajib menjual hasil tangkapan ikannya kepada rumah usaha, hasil laut yang sudah dibeli akan dijual kembali kepada masyarakat umum serta dikirim ke Ibukota. Aku akan pastikan akan ada rumah makan yang siap menampung hasil laut Kota Dong Hai" ucap Li Yuan sambil memandang ke arah lima orang pendiri kelompok Naga Emas.


"Keuntungan yang diperoleh akan dibagikan kepada anggota kelompok serta masyarakat yang membutuhkan" ujar Li Yuan sambil mengeluarkan sekantung koin emas. Koin emas itu merupakan upah yang didapatkan dari upahnya sebagai pengawal Yue hao. Ada enam ribu lebih koin emas di dalamnya, jumlah ini didapatkan setelah setahun mengikuti Keluarga Yue.


"Gunakan koin emas ini untuk membangun rumah makan dan penginapan dekat sini" kata Li Yuan.


Melihat sekantung besar uang emas, membuat mata orang-orang berbinar. Sebagai masyarakat biasa tentu pemandangan ini sangat langka, bahkan dalam merampok sekalipun belum pernah mereka mendapatkan hasil sebanyak itu.


"Aku akan menjadikan kelompok ini sebagai titik awal pergerakan di Provinsi Rajawali Emas" batin Li Yuan dalam hati.

__ADS_1


Ia tidak menduga jika hari ini ia bisa mendapat keberuntungan untuk memulai membentuk jaringan, mulanya ia berpikir akan melakukannya saat meninggalkan Keluarga Yue.


__ADS_2