Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Aula Jiwa Yang Misterius


__ADS_3

Pemimpin pasukan bayangan memandang Li Yuan dengan lekat, sambil meningkatkan kekuatannya ia berusaha menekan Li Yuan.


Li Yuan hanya menatap dingin, tatapannya jauh menembus ke dalam mata pemimpin pasukan bayangan tersebut. Li Yuan tidak mengeluarkan auranya, dengan sedikit keahliannya ia menggunakan teknik Penyegel Jiwa.


Mendapatkan tatapan dari Li Yuan, pendekar ahli tersebut tampak tersentak, wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Dalam hitungan detik, ia kehilangan kontrol atas tubuhnya, bahkan hati dan pikirannya terasa kosong. Ada tatapan tidak percaya di mata pemimpin pasukan bayangan itu, musuh yang sebenarnya adalah pendekar pedang tiga elemen.


Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, ia ingin berkata sesuatu tetapi mulutnya terasa enggan, tenggorokannya seperti terjepit sebuah kekuatan yang sangat besar.


Ia sudah tidak bisa mengontrol inderanya, bahkan jiwanya sudah sepenuhnya dikuasai oleh Li Yuan.


"Bugh"


Tiba-tiba kedua lutut pemimpin pasukan bayangan sudah jatuh ke lantai. Dalam posisi berlutut tubuhnya kini diam tak bergerak.


Para pasukan bayangan menjadi tercengang melihat keadaan seperti ini, baru saja ia akan menyerang pengacau yang baru saja datang namun kini ia sudah berlutut di depan pendekar pedang tiga elemen.


Di atas haluan kapal, beberapa orang memperhatikan keberadaan Li Yuan. Ada seseorang yang mengenalnya dengan baik karena mengalami pengalaman saat ia ingin menahan Li Yuan. Kejadian itu terjadi satu tahun lalu, awal dari bencana Xie Haocun yang merupakan putra dari Jenderal Langit Xie Taizong.


"Sepertinya tuan muda Li memang sangat luar biasa, Nona Fang sangat beruntung bisa bersamanya" ucap pendekar ahli yang melindungi Asosiasi Keluarga Fang tersebut dengan bangga.


Sementara Tetua Mo Cau terus menjalankan aksinya dengan menyerang para anggota pasukan bayangan dengan kekuatan jiwanya.


Teknik Pengekang Jiwa adalah senjata membunuh yang sangat diandalkan oleh Tetua Mo Cau. Dalam sekali serangan belasan pendekar langit yang tersisa terkapar dengan wajah pucat dan mata melotot.


Sementara delapan orang Pendekar Suci yang tersisa nasibnya tidak jauh berbeda. Kekuatan jiwa dapat melawan pendekar yang berada dua tingkat di atas pembudi dayanya. Apalagi Tetua Mo Cau juga berada pada ranah Pendekar Suci, jadi dirinya tidak kesulitan sama sekali. Hanya saja setelah ini ia perlu beristirahat untuk mengumpulkan energinya kembali.


Delapan pendekar ahli tersebut sangat terkejut dengan kondisi yang mereka alami. Sekuat apapun mereka untuk meronta, bahkan bersuara saja suaranya tidak bisa keluar diantara bibir mereka yang terkunci. Dalam hitungan detik tubuh mereka mengejang sebelum ambruk ke lantai perahu terbang dan akhirnya tewas dalam rasa keputusasaan.


Li Yuan mengangguk puas dengan peningkatan Tetua Mo Cau. Hanya dalam waktu singkat dua puluh sembilan orang Pendekar ahli tewas dengan kondisi mati lemas.

__ADS_1


Ulah kejam Tetua Mo Cau membuat pendekar ahli pelindung Keluarga Fang menelan ludahnya. Ia kembali teringat saat dirinya melayang di udara dan tercekik, saat itu jika saja Li Yuan tega maka nasibnya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang kini sudah tergeletak.


"Salam tuan muda" ucap Tetua Mo Cau dengan hormat.


"Terimakasih Tetua" balas Li Yuan dengan tenang.


Setelah itu tampak beberapa orang dari Asosiasi Keluarga Fang menghampiri Li Yuan.


"Salam hormat Tuan muda Li" ucap pendekar pelindung Asosiasi Keluarga Fang.


"Tidak usah terlalu formal. Mohon maaf aku telah membuat kegaduhan di tempat kalian" ucap Li Yuan dengan sopan.


"Tidak tuan muda, justru kami mohon maaf tidak membantu anda saat terjadi keributan" ucap pendekar tersebut dengan perasaan tidak enak.


"Mereka bukanlah lawan kalian, dan juga aku memang sedang merencanakan sesuatu" jawab Li Yuan tidak mempermasalahkan.


"Siapa namamu dan dari mana asalmu?" tanya Li Yuan kepada lelaki tersebut dengan menginterogasi secara langsung.


"Aku adalah Ying Chusan, sekaligus kakak dari Ying Kai Jenderal besar wilayah Phoenix Emas" kata pria paruh baya tersebut.


"Lalu apa hubunganmu dengan Istana Langit?" tanya Li Yuan kembali.


"Aku adalah kepala pasukan bayangan yang bertugas untuk menjaga keselamatan Kaisar Langit" Jawab Ying Chusan.


"Apa yang kau lakukan di sini" tanya Li Yuan.


"Aku ditugaskan oleh Kaisar untuk membunuh tuan karena tuan sudah membunuh dua orang Jenderal Langit" ucap Ying Cushan dengan jujur.


Tetua Mo Cau dan pendekar ahli pelindung Keluarga Fang tercengang, setahu mereka keberadaan pasukan bayangan tidak akan bergerak jauh dari sekitar Kaisar. Tetapi demi membunuh Li Yuan, mereka semua dikerahkan melintasi perjalanan yang sangat jauh.

__ADS_1


Li Yuan hanya mengangguk pelan tanda mengerti, masih ada pertanyaan pribadi yang ingin ia tanyakan terkait Aula Jiwa namun masih ada orang lain.


"Tetua, sebaiknya anda beristirahat dahulu di dalam perahu terbang ini. Setelah itu aku akan meminta bantuanmu untuk mengirim mayat-mayat ini ke Kota Jincheng" ucap Li Yuan.


Dari dalam cincin penyimpanannya, ia memberikan sebuah kristal berwarna perak. Kristal energi yang sangat lazim disebut sebagai Kristal Dewa.


Melihat benda tersebut, tentu saja Tetua Mo Cau sangat senang bukan main. Dengan kristal tersebut bukan hanya kekuatannya yang pulih, bahkan kekuatannya juga akan meningkat.


"Terimakasih Tuan Muda" ucap Tetua Mo Cau dengan tersenyum cerah.


"Iya sama-sama" jawab Li Yuan dengan santai.


Pendekar pelindung Keluarga Fang hanya bisa menahan iri melihat kemurahan Li Yuan. Sebagai orang yang sudah malang melintang di dunia kultivator, jelas ia mengetahui benda apa yang baru saja diterima oleh pengikut Li Yuan.


Keberadaan Kristal Dewa sendiri sangat langka di Alam Langit, namun ia memberikan barang tersebut semudah memberikan makanan kepada pengikutnya.


Selanjutnya Tetua Mo Cau segera menumpuk mayat-mayat pasukan bayangan ke sebuah sudut perahu terbang. Setelah selesai, ia diantarkan ke sebuah ruangan khusus untuk beristirahat. Tetua Mo Cau diperlakukan dengan hormat oleh orang-orang yang bertugas di perahu terbang tersebut.


Perahu terbang tersebut untungnya sudah dipesan secara pribadi oleh orang dari pasukan bayangan, jadi tidak ada orang lain yang mengetahui peristiwa yang baru saja terjadi.


"Katakan apa yang kau ketahui tentang Aula Jiwa?" ucap Li Yuan kepada Ying Cushan melanjutkan pertanyaannya.


"Aula Jiwa adalah kelompok rahasia, keberadaannya tidak ada yang mengetahui. Mereka bergerak sesuai dengan Ketua kelompok mereka yang bernama Yaoguai" ucap Ying Cushan.


"Bangunlah. Mulai sekarang kau akan bekerja denganku, kau juga akan bekerjasama dengan Tetua Mo Cau menjaga tuan Li Ching di Kota ini" ucap Li Yuan memberi perintah kepada pengikut barunya.


"Baik Tuan, aku akan menerimanya" jawab Ying Cushan dengan patuh.


Li Yuan belum puas dengan informasi yang baru saja diterima dari Ying Cushan. Namun apa yang disampaikannya selaras dengan informasi yang ia dapatkan dari Ketua Sekte Laohu.

__ADS_1


__ADS_2