
Pada kesempatan berikutnya, Li Yuan kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Yuanli. Lalu ia memanggil ayah dari Zheng Shuang, dalam kesempatan ini ia meminta agar Zheng Shuang akan dipekerjakan sebagai Kepala rumah usaha yang bertugas menjalankan dan mengelola keuangannya.
Setelah dirasa cukup, Li Yuan lalu beranjak pergi dan memberikan arahan lebih lanjut pada kesempatan mendatang. Hampir setengah hari ia pergi dari vila Keluarga Yue, meskipun ia tidak merasakan hal yang membahayakan, tetapi saat ini ia masih melekat dan bertanggungjawab atas keselamatan Yue Hao.
Sementara itu tidak lama setelah Li Yuan meninggalkan tempat tersebut, ayah Zheng Shuang segera berlari dan mengabarkan berita besar yang baru saja disampaikan oleh Li Yuan. Setelah apa yang disampaikan oleh ayahnya, hati Zhen Shuang menjadi tak karuan, dalam hatinya muncul rasa terimakasih dan kekaguman pada sosok pendekar yang telah menyelamatkannya tersebut.
Baru saja Li Yuan memasuki halaman Vila Keluarga Yue, ada aura seseorang yang sedang mengawasinya, pada jarak ini ia merasakan hawa dingin yang menerpa tubuhnya.
"Akhirnya kamu muncul juga" ucap Li Yuan pelan.
Li Yuan menoleh dan menemukan seorang pria paruh baya dengan jubah berwarna gelap sedang memperhatikannya. Li Yuan sangat terkejut, setelah kejadian saat menuju Kota Huanxie beberapa tahun silam ia baru menemukan kembali seseorang dengan kekuatan jiwa. Yang membuat Li Yuan terkejut adalah kemampuannya dalam menggunakan aura jiwa sudah di atas Tetua Mo Cau. Tingkat kultivasinya sudah berada di ranah Pendekar Suci, dengan bakat karakteristik jiwa maka ia dapat melumpuhkan orang yang berada hingga dua tingkat di atasnya.
Pada saat ini, Li Yuan dapat melihat senyum muram muncul di wajah orang tersebut. Sambil mengernyitkan dahi, ia berkata.
"Kamu sudah membunuh adik seperguruan ku, maka kamu harus menerima pembalasannya"
Kilau di mata Li Yuan menjadi dingin setelah mendengar ucapan pria itu. Ia berdiri mengangkat alisnya dan menatap pria tersebut. Dalam ingatan Li Yuan, orang yang ia bunuh selama ini hanya Xue Rengui saat di Manor Keluarga Yue.
"Apa yang kau bicarakan? Apakah kamu mengira dengan kemampuanmu dapat mengalahkan ku?" ucap Li Yuan dengan nada tenang.
Lelaki paruh baya itu berjalan dan mendekat ke arah Li Yuan, dari sekujur tubuhnya aura jiwa melonjak dengan cepat. Kekuatan aura tubuhnya melonjak hingga ke puncaknya, energi jiwa pada saat yang bersamaan telah membangkitkan kekuatan internalnya. Dalam waktu yang bersamaan, udara berfluktuasi membentuk energi jiwa yang menakutkan. Wajah lelaki paruh baya tersebut menyeringai, lalu meraung dengan keras.
"Kamu akan mati, terimalah ajalmu!
__ADS_1
Li Yuan tentu sedikit bereaksi, jika itu hanya kekuatan Qi biasa maka ia takkan perlu cemas. Namun berbeda halnya dengan kekuatan jiwa, ia tidak bisa meremehkan kekuatan tersebut. Dengan tersenyum tenang Li Yuan juga membangkitkan energi jiwa dalam tubuhnya. Hanya dalam sekejap, gelombang udara yang terdistorsi oleh kekuatan lelaki tersebut menjadi pecah oleh hempasan angin aura tubuh Li Yuan.
Lelaki tersebut bereaksi dengan heran, ia tidak menduga jika ada yang mampu bertahan dengan serangan jiwanya. Apalagi metode yang dilakukan oleh Li Yuan benar-benar berbeda dengan teknik yang ia gunakan selama ini, ada kengerian yang menjalar seluruh lelaki paruh baya tersebut. Selain kekuatan jiwa, ia juga dapat merasakan karakteristik angin yang membuatnya bergerak melambat.
Tubuhnya bergetar, ada rasa sakit yang dialami oleh jiwanya dan membuatnya menyemburkan darah. Dalam pandangannya, Li Yuan bergerak seperti hantu lalu muncul di depannya dengan sangat mengejutkan.
"Buuggh"
Li Yuan menendang tubuh pria paruh baya itu tepat di dadanya. Meskipun tidak mengeluarkan tenaga dalamnya, namun dengan adanya perbedaan kekuatan yang sangat besar membuat pria itu terhempas sangat keras. Tubuhnya terpental puluhan meter hingga melintasi pagar pembatas Vila, tubuh orang itu dalam sekejap terkapar di atas tanah, darah dari mulutnya terus mengalir.
"Bagaimana mungkin?" ucap lelaki paruh baya tersebut dengan pasrah dan tak berdaya.
Bagaimanapun ia dapat merasakan perbedaan yang sangat jauh, baru saja ia merasakan aura penindasan yang sangat luar biasa. Pria paruh baya itu menatap damar dengan enggan, dia menerima nasibnya dengan mata terpejam. Dalam pikirannya, dia tahu akan mati sekarang.
Li Yuan memikirkannya berulang kali, lalu ia menghampiri pria paruh baya yang masih tak mampu bergerak pada saat ini.
"Baamm"
Seberkas cahaya keluar dari telunjuk Li Yuan, bergerak lurus ke dahi pria paruh baya tersebut. Teknik pengekang jiwa dari Kitab Kaisar Kematian kini bekerja dengan lebih optimal seiring dengan bertambahnya kekuatan Li Yuan. Dalam hati pria paruh baya tersebut benar-benar tidak menyangka jika akan dijadikan budak oleh orang yang baru saja ia serang.
"Apakah kau memiliki pil penyembuhan?" tanya Li Yuan sambil mengalirkan energi vitalitas.
Lelaki paruh baya tersebut menganggukkan kepalanya pelan, lalu mengeluarkan dua buah pil dan menelannya sekaligus dengan susah payah. Dalam pikirannya kini ia hanyalah seorang budak, jiwanya yang sudah terikat, tidak akan bisa kembali lagi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, kondisi pria itu berangsur-angsur membaik. Energi Qi nya secara perlahan mulai pulih setelah sebelumnya hampir saja akan mati.
"Katakan siapa dirimu" tanya Li Yuan.
"Tuan, nama saya adalah Liu Haikuan" jawab pria paruh baya tersebut.
"Apa hubunganmu dengan Klan Liu di Kota Huanxie" tanya Li Yuan setelah mendengar nama depan dari pria tersebut.
"Aku adalah kakak kandung Liu Fei" jawabnya jujur.
Li Yuan pun terdiam, dia tidak menyangka jika pria yang baru saja dikalahkannya memiliki hubungan dengan Klan Liu yang ia musnahkan di Kota Huanxie. Liu Fei yang baru saja ia katakan adalah Patriark dari Klan Liu yang juga merupakan pemimpin dari kelompok Gagak darah.
"Apakah kamu mengenal Mo Cau?" tanya Li Yuan lagi.
"Mo Cau adalah sahabatku, ia memiliki kemampuan yang sama denganku dalam mengembangkan karakteristik jiwa" jawab Liu Haikuan sambil menstabilkan Qi nya.
"Hmm.. Menarik.." ucap Li Yuan pelan. Sungguh kebetulan yang sangat luar biasa, keputusan Li Yuan untuk menjadikan Liu Haikuan sebagai pengikutnya sudah tepat.
"Kamu mulai sekarang menjadi pengikutku, kamu akan aku tugaskan sebagai pelindung Kelompok Naga Emas di Kota Dong Hai. Setelah ini temui lah Saudara Luo Zhank, bilang saja jika kamu adalah orangku dan menjadi bagian dari Kelompok Naga Emas" ucap Li Yuan memberi perintah dengan lugas.
"Baik Tuanku, aku akan mengikuti mu dengan patuh" jawab Liu Haikuan tanpa bisa menolak.
Dengan statusnya yang sudah terikat kontrak jiwa, maka seluruh hidup dan matinya kini menjadi milik Li Yuan.
__ADS_1