
"Semua berkat arahan dan bimbingan dari guru, jika bukan karena pertemuan kita saat itu maka aku sendiri bukanlah apa-apa" jawab Li Yuan dengan sopan.
Li Yuan dan Tetua Bao Zi kemudian berbincang dengan hangat, hubungan keduanya saat ini adalah seperti kakek dan cucunya. Bagi diri pribadi Li Yuan, Tetua Bao Zi sudah ia anggap keluarga sendiri meskipun ia adalah guru pertamanya.
Setelah berbincang, Li Yuan dan keluarganya segera bersiap menuju Aula utama Sekte untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Jia Hien sebelum dikebumikan. Dalam kesempatan kali ini Tetua Jia Fu dan ayahnya juga bertemu kembali, meski dalam suasana yang pilu keduanya tampak saling menguatkan.
"Paman, aku turut berdukacita" ucap Li Yuan saat memberikan penghormatan terakhir di dalam Aula Utama Sekte.
"Terimakasih, kamu adalah pemuda yang terbaik andai saja putriku mau bersabar dan tidak keras kepala" ujar Tetua Jia Fu yang kini menjadi penasehat utama Istana Langit.
Li Yuan tersenyum hangat, hubungan baik yang semula dilanjutkan dengan ikatan pernikahan namun harus kandas karena pada akhirnya takdir juga yang tidak dapat menyatukan.
Seluruh murid dan tamu undangan berdatangan, tidak terkecuali Kaisar Ying Kai dan pejabat tinggi lainnya dan larut dalam prosesi pemakaman tersebut. Suasana Sekte benar-benar sedang berduka pada saat ini, meskipun awalnya tetua Jia Fu hanya ingin melakukan prosesi sederhana namun karena identitas dirinya yang kini tidak sederhana menjadikan semuanya lebih menjadi pusat perhatian.
Dua orang sahabat Jia Hien semasa hidupnya juga hadir, Nu Hume dan adiknya yang telah menjadi teman sepermainan juga sebagai teman latihan saat di Paviliun Tetua Jia. Sementara di barisan murid, mereka tampak terkagum akan sosok Li Yuan yang kini sudah menjadi legenda termuda di Sekte Laohu.
Setelah semuanya selesai para tamu yang hadir segera kembali ke tempat asal masing-masing, Li Yuan dan kedua wanitanya juga kembali ke kediaman keluarga Li. Hanya ayahnya yang saat ini bertahan di Sekte karena satu dan hal lainnya, terutama karena rasa persahabatan antara dirinya dan Jia Fu yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Sementara kabar tentang pernikahan Li Yuan pun sudah mulai tersiar dan akan dilaksanakan satu Minggu setelah masa berduka tetua Jia Fu selesai.
Di dalam kediamannya, Li Yuan dan kedua wanitanya tampak berbincang dengan hangat. Baik Yue Hao maupun Fang Yin menaruh rasa kekaguman kepada calon suami mereka atas sikapnya terhadap keluarga Jia Hien.
"Entah mengapa aku seperti merasakan jika aku akan pergi jauh" ucap Li Yuan di saat sedang bersama dengan Yue Hao dan Fang Yin.
"Kenapa Yuan Gege berbicara seperti itu?" tanya Fang Yin dengan nada keberatan.
"Aku juga tidak tahu, namun untuk lebih jelasnya aku akan bertanya kepada guruku terlebih dahulu" ujar Li Yuan mencoba menenangkan Fang Yin.
__ADS_1
"Semoga itu hanya perasaan saja, bukan berarti akan ada sesuatu lagi yang berbahaya dan dapat mengancam keutuhan alam langit" ujar Yue Hao sambil mengelus rambut Li Yuan.
Tanpa mempedulikan hal lainnya lagi, mereka segera beristirahat dalam satu ranjang yang sama. Di usia mudanya, Li Yuan sudah merasakan kenikmatan gairah hidup yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang tertentu.
Di pagi harinya, suhu udara kota Qinghai berada pada situasi yang cukup sejuk. Seperti ada kedamaian panjang dalam setiap hembusan yang tercipta. Awan putih yang bergulung-gulung ditemani indahnya langit biru membuat pemandangan kota Qinghai semakin indah.
Berbarengan dengan hal tersebut, kesibukan anggota Klan Li yang akan menyelenggarakan sebuah acara besar berupa pernikahan Li Yuan kini mulai terlihat. Meskipun acara tersebut masih beberapa hari ke depan namun peristiwa pernikahan yang akan sangat meriah tersebut perlu dipersiapkan dengan baik.
Tidak hanya Li Yuan, tetapi Li Tong dan Fan Chi juga akan melangsungkan pernikahan pada waktu yang bersamaan, sebagai saudara sekaligus sahabat keduanya memiliki ikatan yang kuat.
Tanpa ada yang mengetahui dibalik ketenangan yang sudah berlangsung damai, tiba-tiba muncul suara ledakan yang sangat dahsyat di atas langit kota Qinghai.
"Boooommm"
Sebuah ledakan besar terdengar di atas langit di tengah suasana yang tenang. Bersamaan dengan itu sebuah portal dimensi muncul bersama sosok tiga orang pria yang melambangkan dari kelompok tertentu.
Kepanikan dari seluruh lapisan masyarakat serta tanda tanya di hati setiap orang tergambar dari ekspresi wajah mereka yang terlihat bingung.
"Tampaknya kita kedatangan tamu" ucap Yuan Zang kepada Li Yuan.
"Betul guru, bahkan kekuatannya lebih kuat dari Yaoguai" jawab Li Yuan.
Di atas langit, tubuh ketiganya tampak melayang dengan tenang namun tidak dengan hati dan perasaan mereka.
"Hahahaha.. Ternyata Alam Langit sudah memunculkan kekuatan yang melampaui hukum alam semesta" ucap seorang pria setengah baya dengan jubah berwarna putih.
Sementara kedua rekannya berdiri melayang di dekatnya sambil menyilangkan dada.
__ADS_1
"Siapa kalian?" tanya Li Jieru yang tampak tidak suka dengan kehadiran orang tersebut.
"Ciiih.. Hanya hewan rendahan saja sudah berani sombong" ucap lelaki tersebut sambil mengeluarkan aura yang sangat menakutkan.
"Aarrgghh"
Tidak begitu lama, tubuh Li Jieru merintih kesakitan karena kuatnya menahan aura penindasan yang dikeluarkan oleh pria paruh baya tersebut.
"Hentikan" teriak Li Yuan sambil mengeluarkan aura tandingan untuk melindungi Li Jieru.
"Boooommm"
"Boooommm"
Dua aura spiritual yang sangat kuat beradu, keduanya sama-sama berada di tahap penguasa.
"Owh.. Menarik.. Rupanya kau yang sudah menyebabkan kegemparan di portal dimensi alam surgawi" ucap lelaki paruh baya tersebut memandang serius ke arah Li Yuan.
Yuan Zang yang berada di sampingnya menyaksikan hal ini dengan ekspresi buruk, sebagai legenda alam langit iya tentu mengetahui tentang sosok yang kini berada di depannya.
"Apa maksudmu aku tidak mengerti" ucap Li Yuan dengan tatapan tajam.
"Huh" lelaki paruh baya itu lalu menarik auranya kembali.
"Aku hanyalah utusan dari salah seorang Penatua Jiu Xiang, dari puncak keenam di Alam Surgawi. Kedatangan ku untuk membawamu ke Alam Surgawi karena kau sudah melampaui batas hukum alam" ucap lelaki paruh baya tersebut dengan tenang.
"Bagaimana kalau aku menolak?" ucap Li Yuan.
__ADS_1
"Kau boleh saja menolak jika ingin penduduk Alam Langit mengalami kemusnahan" jawab lelaki tersebut dengan santai.
"Asal kau tahu saja, di Alam Surgawi orang yang memiliki kekuatan seperti mu sangat banyak. Bahkan jika salah puncak mengerahkan murid terbaiknya maka sudah dipastikan tempat tinggal mu akan binasa dan digantikan dengan kehidupan yang baru" sambung lelaki tersebut dengan sombong.