
Li Yuan yang kini tengah berdiri tidak jauh dari Xie Taizong, secara tiba-tiba sudah berada di depan Jenderal Istana Langit tersebut.
"Hentikan, apa yang kau lakukan?" tanya Xie Taizong yang mulai gemetar ketakutan.
Namun demikian Qi dalam tubuhnya mulai menyebar dengan cepat, ia berjaga-jaga jika pemuda di depannya akan menggila.
Li Yuan hanya dua langkah menuju tubuh Xie Taizong, lalu ia menyarungkan kembali pedangnya.
Tiba-tiba senyum licik muncul di wajah Xie Taizong, "Dasar bodoh" ucapnya pelan yang diiringi gerakan tangan kanannya meluncur deras meninju ke arah tubuh Li Yuan.
Seketika kekuatan yang dahsyat terkumpul di tangannya, sebuah sinar terang terlihat jelas. Sebagai pendekar yang membudidayakan elemen api, kekuatannya sangat mendominasi.
Di seberangnya dari jarak yang cukup jauh, ada pandangan keputusasaan. Wajah Fang Yin terlihat sangat panik, jelas ia sangat khawatir pada Li Yuan. Tiba-tiba ada bayangan hitam yang menyambarnya dengan sangat cepat, membawanya menjauh dari area pertarungan. Sejenak ia mendengus kesal, tampak tak berdaya atas sikap pengawalnya tersebut.
Pada saat ini di medan pertempuran, Li Yuan masih tampak tenang dan terlihat santai, walau bagi sebagian orang ia berada dalam kondisi buruk.
Setelah ia menyarungkan pedangnya, ada pemandangan berbeda dari dirinya. Li Yuan bergeming, ia diam dan tak bergerak.
Jenderal Xie Taizong mencibir lalu berkata,
"Matilah"
"Booomm"
Suara ledakan energi begitu dahsyat terdengar. Udara berubah menjadi panas dan terasa menekan. Debu dan batu beterbangan, tanah disekitarnya menjadi berlubang. Dua orang pendekar langit yang berada di dekat titik pertempuran segera terhempas. Tubuh keduanya melayang terbang bebas, ada jejak hitam di kedua tubuh tersebut. Jelas keduanya terlihat sangat mengenaskan.
Sementara beberapa lainnya juga mengalami nasib yang tidak berbeda, beberapa prajurit yang berada di tingkatan Pendekar Raja dan Pendekar Bumi jelas sangat merasakan efek dari ledakan barusan.
"Jangan berpikir jika kamu bisa membunuh pengawalku maka kamu bisa dibilang hebat. Itu hanya mimpimu saja" ucap Jenderal Xie Taizong dengan angkuh.
Wajah arogannya kini kembali pulih, dengan kekuatan pamungkasnya yang baru saja ia keluarkan mustahil lawannya bisa bertahan.
Butuh beberapa saat sebelum debu dan asap menghilang dari pandangan mata, kekuatan Pendekar Suci memang sangat menakutkan.
__ADS_1
"Ini tidak mungkin" tiba-tiba Jenderal Xie Taizong berkata dengan nada keras. Tanpa sadar kakinya melangkah ke belakang, sesosok bayangan tubuh kini mulai jelas terlihat dari jarak pandangnya.
Gumpalan debu dan asap telah perlahan menghilang, menghadirkan sosok Li Yuan yang berdiri melayang. Tanah yang semula menjadi pijakannya telah hancur berubah menjadi lubang yang cukup dalam, efek pukulan sebelumnya baru terlihat secara jelas.
"Aku tidak peduli bagaimana caramu selamat barusan, tetapi aku masih memiliki kekuatan lainnya. Kupastikan hari ini kamu akan mati" ucap Xie Taizong sambil membangun kepercayaan dirinya yang sempat terkoyak.
Sebagai Pendekar Tingkat Suci, jelas kekuatan pukulannya sangat besar. Apalagi energi api yang ia keluarkan akan sanggup menghancurkan kekuatan yang terkuat di Provinsi Naga Biru yang mayoritas adalah pembudidaya elemen tanah.
"Kekuatanmu barusan hanya membuatku geli, bahkan untuk menghangatkan tubuhku saja masih kurang" ucap Li Yuan sambil tersenyum terkekeh. Baginya, kekuatan Xie Taizong hanya tidak sampai seujung kuku dari kekuatan magma yang pernah ia rasakan di dasar kawah Gunung Hua sebelumnya.
Bukannya ia sombong, hanya saja jika orang-orang tahu dirinya memiliki elemen magma, maka mereka semua sudah pasti berlutut di depan dirinya. Di Alam Langit hanya Li Yuan dan gurunya yang dikenal sebagai Sang Legenda ribuan tahun yang memiliki elemen magma.
Mendengar ucapan Li Yuan, Jenderal Xie Taizong menggertakkan giginya. Ia segera mengumpulkan energi Qi dalam tubuhnya kembali, mengeluarkan serangan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Li Yuan memandang ke arah Xie Taizong dengan lekat, ia menggelengkan kepalanya seolah meremehkan. Li Yuan menggerakkan tangannya, lalu mengalirkan kekuatan guntur di tangannya. Secepat kilat langkahnya sudah menyatu dengan udara dan tanpa berbelas kasihan ia menghantamkan sebuah pukulan ke tubuh Jenderal Xie Taizong.
"Dhuaaarrr" sebuah suara ledakan keras tercipta.
Di sekitar orang-orang hanya melihat kilatan petir yang menghujam ke tubuh sang Jenderal. Ada suara ledakan yang terus berdengung di dalam telinga orang-orang.
Tiba-tiba terdengar suara terdengar di telinga Fang Yin, pengawal pribadinya berucap dengan sudut bibir bergetar. Wajahnya tampak muram, ada jejak kengerian yang membekas.
Sementara Tuan Kota, hanya berdecak kagum dan diam seribu bahasa. Sejak melihat Pedang Tiga Elemen, ia sudah menduga bahwa pemuda tersebut pasti memiliki tiga elemen. Dalam pemahamannya ini berarti bahwa pemuda tersebut memiliki tubuh Kaisar Langit. Tubuh sang Legenda yang sudah diramalkan akan muncul setelah ribuan tahun.
Sebagai orang yang berwawasan luas, jelas fenomena ini juga akan menimbulkan efek domino di Alam Langit, akan muncul satu era dimana semua kekuatan akan muncul ke permukaan seperti ribuan tahun yang lalu.
Bisa dibilang kebangkitan Alam Langit akan resmi dimulai dari pemuda tersebut.
"Huh" terdengar hembusan napas Li Yuan.
"Aku tidak menyangka jika kekuatan ini masih terlalu besar efeknya. Padahal aku hanya mengeluarkan tidak separuh dari kekuatanku" ucap Li Yuan pelan.
Ia menyaksikan ada kerusakan yang masih ia tinggalkan di sekitar ledakan tubuh Xie Taizong, ia sama sekali tidak memikirkan hancurnya tubuhnya Xie Taizong yang berubah menjadi partikel debu.
__ADS_1
Li Yuan memikirkan beberapa bangunan yang terkena dampaknya, bahkan jalan utama yang mengarah ke alun-alun Kota kini tampak terbelah. Untungnya tidak ada korban jiwa tambahan, karena sebelumnya mereka semua sudah berhamburan meninggalkan medan pertempuran.
Li Yuan memperhatikan sekitar, lalu ia melangkah menuju Tuan Kota Fang Jing.
"Maafkan aku, setidaknya terimalah ini sebagai kompensasi dari perbuatanku" ucap Li Yuan sambil mengeluarkan dan menyerahkan sekantong emas batangan kepada Tuan Kota.
"Tu.. Tuan Pendekar, ini tidak perlu" ucap Fang Jing dengan cepat. Ia takut menyinggung pendekar yang kini berada di depannya.
"Tidak apa, aku menyadarinya jika ini semua bermula dari diriku juga yang tidak mampu mengontrol kekuatan" ucap Li Yuan seolah tidak berdaya.
Tetapi bagi Fang Jing dan beberapa orang pengawal yang mendengarnya, ucapan tersebut sangat mengerikan. Dalam persepsi mereka ini berarti bahwa Li Yuan sama sekali belum mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya, tentu saja mendengar hal ini membuat mereka menelan ludah.
Di sisi lain, para prajurit Istana Langit hanya terdiam menyaksikan tubuh sang Jenderal hancur berkeping-keping. Bahkan organ terkecilnya sekalipun tidak terlihat, menandakan bahwa ia mati dengan sangat tragis tanpa jasad.
Dalam sekejap, keriuhan terdengar dari mulut para penduduk kota Qinghai yang menonton. Tewasnya sang Jenderal tidak diiringi oleh kesedihan atau rasa kehilangan, justru sebaliknya para penduduk kota malah bersemangat.
Li Yuan menyaksikan hal ini hanya terdiam, ia sebelumnya tidak mengetahui tentang sepak terjang dari Jenderal Xie Taizong. Situasi ini juga sedikit menenangkan kondisi Li Yuan, setidaknya ia telah membunuh orang yang tepat.
"Nona Fang, aku pamit. Terimakasih atas traktiran kamu hari ini, kelak jika ada kesempatan aku akan mampir ke tempatmu bersama keluargaku" ucap Li Yuan sambil tersenyum.
Baru saja Fang Yin mengangkat bibirnya untuk berkata, tubuh Li Yuan sudah menghilang bersama hembusan angin. Tidak ada yang melihatnya ia pergi, gerakannya sangat cepat. Bahkan pendekar ahli pelindung Keluarga Fang hanya bisa menggigit bibir mereka tanda tak berdaya.
Penampakan tubuh Li Yuan yang sekilas kini telah diabadikan oleh penduduk Kota Qinghai, dalam beberapa saat nama Pendekar Tiga Elemen menjadi viral di penduduk Kota Qinghai.
Hari hampir siang, Li Yuan masih berada di atas angin. Ia terlihat tengah mengganti pakaiannya dan menggunakan setelan berwarna putih untuk membungkus tampilan tubuhnya. Pakaian dan topi caping yang ia gunakan sebelumnya untuk penyamaran telah ia tanggalkan.
Ada senyum puas di wajahnya, meskipun kelak ia harus berhadapan dengan Istana Langit ia sudah siap. Yang terpenting saat ini ia akan terus meningkatkan kekuatannya, seperti ucapan gurunya bahwa kekuatan Alam Langit tidak berhenti pada ranah Pendekar Suci.
Saat ini Li Yuan hampir tiba di Sekte Laohu, pemandangan danau biru yang terhampar luas membuat dirinya terharu, ia teringat sahabat terbaiknya Li Tong.
Dari atas udara ia dapat melihat gerbang masuk Sekte Laohu serta beberapa bangunan besar lainnya, ini juga mengingatkan dirinya akan masa-masa pertama ia memasuki Sekte.
"Ah, akhirnya aku tiba juga" ucap Li Yuan dengan senang.
__ADS_1
Ia turun tidak jauh dari pintu masuk Sekte, setelah memasukkan kembali Pedang Tiga Elemen ke dalam cincin penyimpanannya ia segera menghampiri pintu masuk Sekte Laohu. Tidak ada perubahan selama tiga tahun terakhir, sejak ia meninggalkan Sekte untuk menjalankan misi bersama Li Tong.