
Pelayan rumah yang melihat Li Yuan makan dengan lahap, ikut merasakan kebahagiaan. Selama sepuluh hari terakhir, ini yang kedua kalinya ia menyaksikan tuan mudanya makan seperti itu.
"Tuan muda, apakah perlu saya siapkan makanan lagi? tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"Boleh bi, kebetulan aku makan sangat banyak dan aku khawatir ayah akan kehabisan" jawab Li Yuan dengan malu.
"Tuan muda tidak usah khawatir, sepertinya Tuan besar tidak makan di rumah karena sedang mengikuti acara jamuan keluarga di kediaman Patriark" ujar pelayan tersebut dengan ramah.
"Ada kegiatan apa yang sedang terjadi di kediaman Patriark?" tanya Li Yuan dengan ekspresi heran.
"Apakah Tuan muda lupa jika hari ini adalah hari ulang tahun Patriark Li?" tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"Mungkin karena aku terlalu sibuk dalam proses penyembuhan diri sehingga aku melewatkan beberapa hal" ucap Li Yuan dengan ekspresi santai.
"Sebaiknya Tuan muda tidak usah pedulikan hal-hal lain yang terjadi di luar. Lebih utamakan saja kesehatan tubuh Tuan muda, selain itu Tuan besar juga masih menyembunyikan perihal kesembuhan Tuan muda" ucap pelayan tersebut.
"Baiklah bi, terimakasih. Sekarang aku mau lanjut menstabilkan tubuh ini, jika ayah menanyakan bilang saja jika aku baik-baik saja" ucap Li Yuan sambil menyelesaikan makannya.
"Baik Tuan muda" ucap pelayan rumah tersebut dengan senang.
Li Yuan adalah tuan muda yang ia layani dari kecil, semenjak ibunya meninggal Li Yuan diasuh oleh pelayan rumah tersebut. Jadi diantara keduanya telah tercipta hubungan emosional, hal ini juga karena sikap ayah Li Yuan yang memperlakukan pelayan di rumahnya dengan baik.
Li Yuan kini sudah benar-benar sehat, meskipun ia sudah bisa merasakan Qi di dalam tubuhnya namun itu baru awal permulaan. Saat ini ia masih seperti seorang kultivator yang baru memasuki gerbang kultivasi, apa yang telah dirasakan Li Yuan tidak lebih seperti proses pembentukan tubuh yang umumnya dimiliki oleh kulvitator tahap awal.
Li Yuan kini sudah tidak memiliki pil pengumpul Qi lagi karena pil yang sebelumnya telah habis ia konsumsi.
"Aku harus secepatnya membangun pondasi Qi agar bisa berkultivasi dengan cepat" gumam Li Yuan di dalam hatinya.
Di dalam kamarnya ia duduk sila di atas kasurnya, setelah memperoleh energi yang cukup kini tubuh fana nya seperti berada pada puncaknya. Li Yuan memejamkan matanya, menarik nafas dengan dalam dan menyinkronkan aliran udara tersebut di dalam diafragmanya dengan baik.
__ADS_1
Setelah memastikan benar-benar tidak ada masalah, maka Li Yuan kembali tenggelam dalam proses kultivasinya yang sederhana tersebut. Setelah tubuhnya pulih, kini ia harus memikirkan teknik kultivasi yang akan ia gunakan sepanjang hidupnya.
Dalam ingatannya ia memiliki teknik kultivasi tingkat dewa yang pernah ia jalani di Alam Langit, memikirkan hal tersebut Li Yuan terbawa larut hingga ke dalam lautan kesadarannya.
Di dalam lautan kesadarannya Li Yuan dapat melihat dengan jelas tiga Giok berbentuk Naga, yang sebelumnya ia rebut dari ketiga orang pria paruh baya yang berasal dari alam surgawi.
"Aneh, mengapa ketiga giok Naga tersebut malah berada di dalam tubuhku?" gumam Li Yuan.
Di dalam lautan kesadarannya, Li Yuan memandang dengan lekat ketiga Giok Naga tersebut. Namun sesuatu hal terjadi begitu saja, sebuah cahaya menyilaukan keluar dari Giok Naga tersebut dan menimbulkan suara dengungan yang cukup keras.
"Boooommm"
Suara ledakan terdengar dari ketiga Giok Naga tersebut dan sontak membuat Li Yuan terperanjat. Detik berikutnya cahaya yang ditimbulkan dari ledakan tersebut, masuk kedalam tubuh Li Yuan dan melemparkan Li Yuan kembali ke alam nyata.
"Aarrgghh"
"Aarrgghh"
"Aarrgghh"
Kitab Dewa Naga yang berisi teknik kultivasi Aura Naga, Kitab Dewa Petir yang berisi teknik Langkah Petir serta Kitab Dewa Badai yang berisi tentang teknik Badai Kematian.
Bahkan teknik pukulan Badai Kematian adalah teknik terakhir yang ia gunakan untuk menghancurkan portal ruang dimensi hingga membawa Li Yuan terdampar ke alam fana seperti sekarang ini.
Setelah ketiga ingatan tentang kitab tingkat dewa tersebut terserap seutuhnya, perasaan Li Yuan kembali membaik dan rasa sakit di kepalanya perlahan-lahan hilang. Li Yuan kembali duduk dengan tenang dan mencoba merangkai peristiwa yang baru saja ia alami dengan kehidupan masa lalunya.
"Mengapa bisa seperti ini?" tanya Li Yuan pada dirinya sendiri.
Ia tentu tidak asing dengan ketiga kitab yang pernah ia dapatkan dari gurunya ketika ia berada di puncak Gunung Hua. Situasi dimana dirinya berhasil selamat dari Harimau emas dan menjadi murid dari Yuan Zang.
__ADS_1
Bahkan di Alam Langit Li Yuan sangat jarang menggunakan teknik yang berasal dari kitab tersebut karena bersifat sangat menghancurkan.
"Apakah ini salah satu dari hukuman langit karena aku sering mengabaikan tiga kitab tersebut?" pikir Li Yuan.
Namun semakin memikirkannya ia lebih memilih menganggapnya suatu berkah, berdasarkan situasinya kini ia memang membutuhkan teknik-teknik tersebut.
Kendati demikian, hal terbesar yang ia pikirkan justru hubungan ketiga Giok Naga dengan ketiga kitab dewa tersebut.
"Apakah ini hanya kebetulan atau ada rahasia lain?" gumamnya dengan ekspresi serius.
"Sudahlah biar waktu yang menjawabnya, saat ini aku harus kembali berada di puncak kultivasi" ucap Li Yuan pelan.
Walau bagaimanapun ia memikirkan banyak hal, meskipun alam langit yang ia tinggalkan sudah berada pada situasi terbaiknya namun ia masih merindukan hal-hal indah dalam hidupnya.
Tanpa membuang waktu lagi, dengan perasaan penuh kegembiraan kini Li Yuan kembali mengambil posisi sila untuk mulai menerapkan teknik pernapasan Aura Naga yang kini sudah ia kuasai kembali.
Li Yuan menarik napas dalam-dalam dan kedua matanya mulai terpejam. Ia menghirup esensi alam yang berada di lingkungan sekitarnya dan merubahnya menjadi untaian Qi murni di dalam tubuhnya. Perlahan-lahan tercipta sebuah perpaduan Yin dan Yang, dimana ia menyerap energi langit dan bumi dengan tubuhnya sebagai porosnya.
Dalam sekejap hawa panas tercipta di sekitar tubuhnya, gejolak Qi kini sudah meletup-letup dan mendobrak batasan tubuhnya.
"Dhhuuaarr"
"Dhhuuaarr"
"Dhhuuaarr"
Suara ledakan teredam secara beruntun, energi Qi yang besar terus memborbardir tubuhnya dan membuat beberapa kali terobosan tingkat kultivasi. Merasakan hal ini sudut bibir Li Yuan terangkat menahan senyum gembira.
Li Yuan masih dengan tenang mencoba menstabilkan kekuatannya, energi dari pil pengumpul Qi yang sebelumnya terkumpul di Dantiannya kini melebur menjadi satu dengan energi alam yang ia serap melalui teknik kultivasi Aura Naga.
__ADS_1