
Usai berkata demikian, Li Yuan berjalan ke arah bangunan utama Jenderal Langit. Di sebelahnya, Li Tong bergerak mengikutinya dengan santai.
Setelah melihat Li Yuan beranjak pergi, puluhan prajurit setia Wan Sui segera mengangkat tubuh Jenderal Wan Sui dan memasukkannya ke dalam sebuah peti mati. Dengan mempersingkat waktu, mereka pergi meninggalkan kediaman Jenderal Wan Sui menggunakan kereta kuda.
Sementara para prajurit yang masih memiliki jiwa patriotisme terhadap Kota Qinghai lebih memilih bertahan. Meski mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, namun mereka hanyalah prajurit biasa.
Di dalam kediaman Wan Siu yang sangat besar, Li Yuan dan Li Tong berjalan melewati beberapa ruangan mewah. Jelas sekali jika seorang Jenderal Langit menikmati fasilitas dan kehidupan yang mewah.
"Mulai besok tempat ini akan berubah menjadi markas Asosiasi Sumber Kehidupan. Seluruh prajurit yang tersisa akan bergabung dengan Asosiasi, biarkan paman Li Ching yang akan menjadi pemimpin di tempat ini" ucap Li Yuan membeberkan rencananya kepada Li Tong.
"Ini terlalu berlebihan" sahut Li Tong.
"Justru aku ingin Klan Li tumbuh lebih besar, selain itu apa yang terjadi barusan bukanlah puncak prestasi Klan Li. Malam ini akan menjadi saksi kebangkitan Klan Li, ayahmu adalah orang yang paling cakap dalam mengurus tempat ini" ulas Li Yuan menanggapi perkataan Li Tong.
"Jika itu alasanmu, maka cukup masuk akal. Hanya saja bagaimana dengan Tetua Li Tianshu yang sudah mendukung ayahmu selama ini" tanya Li Tong dengan ekspresi serius.
Li Tong tidak mau menimbulkan konflik di kemudian hari, meskipun ia sangat senang jika ayahnya menjadi penanggung jawab Asosiasi Sumber Kehidupan.
"Aku sudah memikirkan hal itu, aku takkan melupakan Tetua Li Tianshu. Pada kesempatan berikutnya tentu ia akan mengambil peran strategis lainnya." ucap Li Yuan memberikan pemahaman kepada Li Tong.
"Terserah padamu, di bawah ayahmu tentu kami adalah anggota Klan Li yang patuh" ujar Li Tong dengan tersenyum bangga.
"Karena hari sudah larut, sebaiknya kita istirahat di sini saja" ucap Li Yuan dengan tenang.
"Baiklah jika begitu. Aku akan membuat beberapa pengaturan, prajurit yang masih di luar harus diberi tahu" ujar Li Tong.
__ADS_1
"Kau benar, kupikir otakmu sudah mulai tumpul akibat terlalu sering memikirkan Nona Fan" kata Li Yuan sambil menahan tawa.
"Dasar sok tahu, nanti juga kamu akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta" Jawab Li Tong sambil mengerucutkan bibir.
Li Yuan hanya tersenyum canggung mendengar ucapan Li Tong. Memang ia belum merasakan bagaimana rasanya rindu dan jatuh cinta, hari ini ia baru saja memulai untuk menerima Fang Yin, namun ia belum merasakan hal yang seperti dimaksudkan oleh Li Tong.
Tak beberapa lama kemudian, Li Tong lalu keluar untuk menemui prajurit yang tersisa. Sambil melihat ke arah tewasnya Wan Sui, Li Tong sudah tidak mendapati tubuh Jenderal Langit tersebut.
"Mulai malam ini, tempat ini akan berada dibawah pengaturan Asosiasi Sumber Kehidupan Klan Li. Kalian semua masih dipekerjakan sebagai prajurit Kota Qinghai, namun sudah tidak bertanggung jawab lagi kepada Istana Langit" suara Li Tong cukup keras terdengar di telinga ratusan prajurit yang tersisa.
"Sekarang kalian bereskan semua mayat yang ada, lalu kabarkan ke seluruh Kota Qinghai tentang peristiwa yang baru saja terjadi" ujar Li Yuang dengan antusias.
Bagi Li Tong ini adalah prestasi yang sangat besar, ayahnya akan menjadi sosok yang dipandang di Ibukota Provinsi Naga Biru, kedekatannya dengan Fan Chi tentu pada akhirnya akan menimbulkan kedekatan antar dua keluarga.
Setelah mendengar perkataan Li Tong, mereka tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Meski demikian mereka tetap mengikuti ucapan Li Tong dengan patuh.Tidak ada pilihan lain yang bisa mereka pilih, mereka hanyalah prajurit yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
Di alun-alun Kota Qinghai mereka masih berkumpul menghabiskan malam. Festival Kota Qinghai yang baru saja usai, masih menyisakan semarak penuh keceriaan di hati penduduk kota.
Di kediaman Patriark Li, kabar kematian Wan Sui sudah terdengar. Hal ini tentu karena keberadaan Li Baojia sebagai pengawal pribadi ayah Li Yuan. Sebagai pemilik kontrak jiwa, Li Yuan dengan mudah menyampaikan pesan kepada orang-orang yang sudah menjadi bawahannya.
"Anak itu punya rencana apalagi?" ucap Patriark Li kepada Li Baojia dengan heran.
"Entahlah tuan, sepertinya tuan muda sedang menyiapkan sebuah posisi untuk tuan Li Ching" jawab Li Baojia dengan tenang.
"Benarkah?" tanya Patriark Li Dan dengan ekspresi senang.
__ADS_1
"Iya benar tuan" jawab Li Baojia dengan singkat.
"Putraku selalu saja lebih maju pemikirannya, aku tidak habis pikir dengan kejeniusannya" ucap Li Dan dengan bangga.
Sejak di Desa Bambu Kuning ia hanya menempa fisik Li Yuan, jadi tidak heran jika perkembangan seni bela diri Li Yuan kini meroket. Pondasi yang diterapkan oleh Li Dan sudah tepat guna, ditambah keberuntungan yang didapatkan oleh Li Yuan maka semuanya saling melengkapi.
"Besok pagi kita akan kesana bersama Li Ching" ucap Li Dan penuh semangat.
"Baik tuan, aku akan mengabarkan tuan Li Ching saat ini juga agar ia bersiap" ucap Li Baojia sambil pamit undur diri.
Li Dan tersenyum puas atas prestasi yang baru saja ditorehkan oleh putranya. Namun yang membanggakan bagi Li Dan adalah kemurahan hati Li Yuan dalam memberikan kesempatan berkembang bagi saudara-saudaranya yang berada di Klan Li.
Sementara itu, kediaman Gubernur Ibukota Naga Biru justru menjadi panik.
"Siapa yang melakukan hal tersebut" tanya Fang Jing dengan penuh rasa khawatir.
Jika berita ini benar, maka Kota Qinghai akan mendapati julukan Kota kuburan dua jenderal.
"Pelakunya masih orang yang sama dengan yang sebelumnya" ucap pengawal pribadi tersebut.
"Apakah yang kau maksud adalah Pendekar Pedang Tiga Elemen?" tanya Fang Jing sambil melebarkan pupil matanya.
"Iya benar" jawab pengawal pribadi tersebut sambil mengangguk.
"Langkahku sudah tepat untuk satu perahu dengan Klan Li, sepertinya kekuatan Klan Li benar-benar akan bangkit menjadi kekuatan yang sangat besar" gumam Fang Jing dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, aku akan kesana sekarang juga" ucap Fang Jing penuh semangat.
Kepanikan yang ia rasakan sebelumnya kini menjelma menjadi kebahagiaan. Pendekar Pedang Tiga Elemen adalah tuan muda Klan Li, pemikirannya menjadi lebih sederhana. Kekuatan Provinsi Naga Biru kini tidak akan dipandang sebelah mata, Kaisar Langit akan berpikir dua kali jika ingin mengusik ketenangan Provinsi Naga Biru.