
"Huh.. Anak itu apakah mau membuatku kesepian lagi?" ucap Tetua Bao Zi kepada istrinya Wu Niao.
"Seperti apa yang kita pikirkan sewaktu di Gunung Guntur, anak itu memang akan menjadi pembeda" ucap istrinya tersebut.
"Tampaknya kita akan benar-benar menua di tempat itu lagi.." ucap Tetua Bao Zi sambil tersenyum.
"Di manapun itu, aku akan selalu bersama mu" sahut Wu Niao dengan lembut.
Mereka berdua sedang membicarakan Li Yuan, murid yang mereka temukan pertama kali di Puncak Gunung Guntur. Segala prestasi sudah ditorehkan oleh Li Yuan, yang terakhir adalah mengguncang Istana Langit dengan menggeser Kaisar Tang Shiji yang dikenal arogansinya.
Pada sore harinya Dewi Penguasa Malam bersama Wuya tiba di Rumah makan Hei Xian untuk menjalankan aksi yang sebelumnya mereka rencanakan.
Secara kebetulan Li Yuan dan Lu Bin sedang berada di rumah makan Hei Xian, ada beberapa hal yang perlu dibicarakan dengan Zheng Shuang terkait perkembangan markas Kelompok Naga Emas yang baru di bekas kediaman Jenderal Chen Sheng.
"Selamat datang Nona dan Tuan" sapa seorang pelayan yang biasa melayani tamu di rumah makan Hei Xian.
"Apakah ada tempat yang kosong di lantai dua?" tanya Dewi Penguasa Malam dengan sopan.
"Ada, mari ikuti saya" jawab pelayan tersebut sambil menuntun jalan.
Sesaat setelah tiba di lantai dua, Dewi Penguasa Malam segera mengarahkan pandangannya ke arah Li Yuan yang sedang mengobrol bersama Zheng Shuang.
Dengan penuh percaya diri, Dewi Penguasa Malam mulai menggunakan teknik rayuan untuk menggoda Li Yuan. Secara perlahan ia mendekati Li Yuan dan duduk berada di sebelahnya. Zheng Shuang yang memperhatikan hal ini menjadi tercengang dan ingin memarahinya, tetapi ada kekuatan yang menahannya untuk berkata.
Menyadari kedatangan wanita yang ia kenal, Li Yuan cukup terkejut. Mulanya ia ingin menyapa, namun setelah merasakan aura jahat yang mengitari tubuhnya ia mengurungkan niatnya.
"Rupanya iblis betina ini ingin main-main denganku" gumam Li Yuan dalam hati.
__ADS_1
Sebelumnya Li Yuan sudah diberi tahu oleh gurunya tentang kebangkitan Dewi Penguasa Malam, namun ia tidak menduga jika orang tersebut menggunakan rupa Jia Hien untuk memperdaya dirinya.
"Li Yuan, tolong maafkan aku. Maukah kau memberi kesempatan kepadaku, aku janji akan berubah dan menjadi yang terbaik untukmu" ucap Dewi Penguasa Malam sambil memegang tangan Li Yuan.
Namun pada saat yang bersamaan Fang Yin muncul, ia yang dari pagi khawatir dengan Li Yuan bermaksud mencari informasi tentang dirinya kepada Nona Zheng Shuang.
Namun alangkah kagetnya ia saat melihat kedekatan pria yang ia cintai dengan wanita yang sudah ia kenal sebagai Jia Hien.
"Aku rela berbagi dengan nona Yue Hao namun tidak dengan wanita itu" ucap Fang Yin dengan marah.
Ada airmata yang mengalir di pipi mulus Fang Yin, hal ini tentu saja membuat Li Yuan tidak nyaman. Ia yang berencana ingin mengerjai Dewi Penguasa Malam dan menghajarnya menjadi terhalang dengan sikap Fang Yin yang telah salah paham.
Pada saat ini Fang Yin benar-benar merasa jengkel melihat sikap Li Yuan. Semua pengorbanannya serasa percuma saat mendengar Li Yuan menemui Jia Hien yang merupakan calon tunangannya di masa lalu.
Bahkan Fang Yin saat ini berpikir jika Li Yuan meruntuhkan Istana Langit karena ingin kembali kepada Jia Hien. Dengan berakhirnya Kaisar Tang Shiji maka otomatis wanita tersebut akan memutuskan pertunangannya dan bisa kembali bersama Li Yuan.
"Kamu terlalu impulsif, apa yang baru saja terjadi tidak seperti yang kamu pikirkan" ucap Li Yuan sambil bangkit dan menghampiri Fang Yin yang baru saja tiba.
"Maksud Gege?" tanya Fang Yin mencoba kembali kepada kewarasannya.
"Wanita itu adalah Dewi Penguasa Malam, ia bangkit menggunakan tubuh Jia Hien yang memang memiliki sifat cemburu iri hati" ucap Li Yuan sambil menunjuk ke arah Dewi Penguasa Malam.
Dewi Penguasa Malam dan Wuya terkejut, ia tidak mengira jika serangan mentalnya tidak mempan kepada calon mangsanya. Sadar dengan bahaya di depan mata, Dewi Penguasa Malam dan Wuya segera berubah menjadi kabut hitam sebelum menghilang dari pandangan.
Fang Yin dan Zheng Shuang yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi merinding, sosok wanita cantik yang baru saja merayu Li Yuan adalah jelmaan iblis dan menghilang begitu saja di depan mata mereka.
"Sekarang apakah kau percaya jika dia adalah Dewi Penguasa Malam?" ucap Li Yuan.
__ADS_1
"Dewi Penguasa Malam?" tanya Fang Yin dengan penasaran.
"Wanita itu adalah salah satu iblis hati yang pernah berwujud, di masa lalu karena kecemburuan serta kebencian yang tidak mendasar" jawab Li Yuan sambil menyeka air mata Fang Yin.
"Yin'er, kamu boleh cemburu tapi tolong kamu pastikan kejelasannya terlebih dahulu. Aku tidak mau airmata mu jatuh dengan percuma hanya karena menangisi sesuatu yang tidak pasti" ujar Li Yuan dengan lembut.
"Iya maaf, Yuan Gege jangan marah" ucap Fang Yin sambil tersenyum dan memutar bola matanya.
Melihat tingkah wanita yang dikasihinya membuat Li Yuan tersenyum senang. Ia juga senang jika wanitanya sudah bisa kembali ceria.
"Maafkan aku juga, aku juga secara kebetulan tidak sengaja bertemu dirinya di tempat ini. Aku di sini bersama Lu Bin hanya ingin makan sekaligus menanyakan perkembangan Kelompok Naga Emas kepada Nona Zheng Shuang" ucap Li Yuan dengan tulus.
"Apakah Yuan Gege memiliki rasa juga dengan Nona Zheng Shuang?" tanya Fang Yin dengan senyum menggoda.
"Tidak.. Tidak. Dengan kalian berdua saja sudah membuatku bingung" ucap Li Yuan dengan ketakutan.
"Aku kira semua lelaki akan tertarik jika dikelilingi oleh wanita" ujar Fang Yin sambil tersenyum.
"Lu Bin tolong kirimkan pesan kepada Nona Yue Hao jika aku sudah kembali dan aku juga berada di sini bersama Nona Fang Yin" ucap Li Yuan kepada Lu Bin.
"Baik Tuan Pendekar, aku akan segera memberitahukan hal ini kepada Nona Yue. Jika begitu aku sekalian undur diri" ujar Li Bin dengan sopan.
Setelah kepergian Li Bin, kini Li Yuan melanjutkan makan bersama dengan Fang Yin. Sementara Zheng Shuang kembali menjalankan tugasnya setelah mendapat beberapa arahan terkait urusan Kelompok Naga Emas.
Zheng Shuang dan ayahnya kini mengalami peningkatan kehidupan, jika sebelumnya mereka serba kekurangan namun kini keadaan ekonomi mereka melesat jauh ke arah yang lebih baik. Zheng Shuang mendapatkan upah karena pekerjaannya dalam mengelola perbendaharaan, ia juga mendapatkan dana bagi hasil keanggotaan yang sudah diatur oleh Kelompok Naga Emas.
Keberadaan Li Yuan merupakan berkah tersendiri, selain penghasilan mereka legal mereka juga mendapatkan perhatian dari masyarakat, terutama para nelayan yang selama ini merasa terbantu dengan sistem yang dijalankan oleh Kelompok Naga Emas.
__ADS_1