Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan
Berita Buruk


__ADS_3

Kini Li Yuan merasakan kekuatannya sudah berada pada puncaknya, bahkan pada saat ini ia bisa merasakan sudah melampaui kekuatan gurunya.


Berada di Puncak Gunung Hua selama enam hari ini membuat dirinya mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan bantuan Kristal Energi serta Kristal Ajaib, kekuatan Li Yuan sudah berada pada tahap di mana ia sendiri tidak mengetahui ranahnya.


Di bawah cahaya bulan, tubuh Li Yuan segera melompat lalu menghilang. Dalam sekejap ia melayang dan terbang di atas langit, saat ini ia ingin segera tiba di kediaman keluarganya. Entah mengapa setelah melakukan hubungan badan ia mulai merasakan candu terhadap tubuh dua wanitanya.


Hanya dalam satu tarikan napas ia sudah berada di kediaman Keluarga Li. Sesampainya di kediaman keluarganya, ia segera menuju kamar pribadinya. Yue Hao dan Fang Yin secara kebetulan sedang beristirahat di kamar tersebut. Orang tua Li Yuan sudah menganggap mereka sebagai menantunya, apalagi pernikahan mereka juga sudah diatur dalam tempo yang tidak lama lagi.


"Yuan Gege" ucap Fang Yin dan Yue Hao bersamaan.


Mereka segera terbangun saat mendengar ada yang mengetuk pintu, melihat calon suaminya pulang membuat keduanya segera berhamburan memeluk Li Yuan.


"Aku sangat merindukan kalian" ujar Li Yuan sambil memeluk keduanya dengan hangat.


"Kami juga, hanya saja kami takut mengganggumu" ujar Fang Yin dengan nada pelan.


"Aku sudah selesai latihannya, semua berjalan lancar sesuai yang guru arahkan sebelumnya" ucap Li Yuan dengan tenang.


"Baguslah jika demikian, aku dan adik Hao selalu khawatir memikirkan hal itu" ucap Fang Yin.


"Ke depannya kita harus lebih berhati-hati, masalah orang-orang Aula Jiwa tidak sesederhana yang kita pikirkan sebelumnya" ucap Li Yuan pelan.


"Aku juga merasa akan ada pertarungan besar yang akan terjadi sebentar lagi" sambung Li Yuan.


"Seserius itukah?" tanya Yue Hao yang kini mulai bersuara.


"Ya, bahkan aku tidak tahu kekuatan pemimpin dari Aula Jiwa tersebut' ungkap Li Yuan.


"Yuan Gege harus berhati-hati" ucap Fang Yin memberi perhatian.


"Yang jelas malam ini sepertinya akan menjadi malam yang panjang" ucap Li Yuan.


"Maksud Yuan Gege?" tanya Yue Hao.

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Yue Hao, Li Yuan segera menarik kedua wanitanya ke atas ranjang. Fang Yin dan Yue Hao terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba ini, namun mereka tidak bisa menolaknya karena mereka juga merasakan hal yang sama.


Keesokkan paginya, Li Yuan sarapan bersama keluarganya. Yue Hao dan Fang Yin juga ikut serta di dalamnya.


Di meja makan, Li Dan tersenyum memandang ke arah putranya. Sementara ibunya hanya terdiam menyaksikan putranya yang kini sudah tumbuh dewasa dan dilayani oleh dua orang wanita sekaligus.


"Kenapa ayah tersenyum seperti itu" tanya Li Yuan yang menyadari perubahan sikap ayahnya.


"Tidak apa-apa, aku hanya bangga padamu. Jarang sekali ada yang bisa mendamaikan hati dua orang wanita.


Fang Yin dan Yue Hao yang mendengar perkataan calon ayah mertua mereka menjadi tersipu malu. Walau bagaimanapun juga, mereka memang menjalani hubungan yang sulit dimengerti. Namun ketika menjalani bersama, tidak ada keraguan baik di hati Fang Yin maupun Yue Hao.


"Apakah ayah ingin seperti ini juga?" canda Li Yuan sambil tersenyum.


"Tentu saja tidak, ibumu sudah lebih dari segalanya" ucap ayahnya sambil tersenyum bangga.


"Sepertinya memiliki dua orang kakak wanita lebih menyenangkan ketimbang seorang kakak laki-laki yang selalu pergi jauh" ucap Li Peiyu sambil menyindir Li Yuan.


"Hahaha.. Iya maafkan kakakmu ini, nanti jika semuanya sudah selesai aku janji akan mengajakmu keliling Kota Huanxie lagi" jawab Li Yuan.


"Hmmph.. Baiklah setelah kami menikah kita semua akan ke sana" ucap Li Yuan


"Janji ya" desak Li Peiyu.


"Iya.. Tentu saja" jawab Li Yuan tak berdaya.


Adapun Yue Hao dan Fang Yin tersenyum menahan tawa saat Li Yuan yang terlihat kesulitan dalam menghadapi tingkah adiknya tersebut.


Setelah menikmati suasana sarapan pagi yang hangat, Li Yuan merasakan aura keberadaan gurunya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


"Ayah, ibu aku pamit sebentar. Aku ingin menemui guru, sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan" ungkap Li Yuan sebelum pamit.


Sementara itu Fang Yin dan Yue Hao sedang sibuk membantu Xu Zuhui membereskan sisa makanan, meskipun sudah ada pelayan namun mereka melakukannya sendiri untuk saling mendekatkan diri satu sama lain.

__ADS_1


Di atas langit dua sosok tubuh sedang melayang, mereka adalah Li Yuan dan gurunya, Yuan Zang.


"Hormat pada Guru" sapa Li Yuan saat ia bertemu dengan Yuan Zang.


"Hmmph.. Luar biasa, tidak percuma kau memiliki tubuh istimewa" ucap Yuan Zang.


"Terimakasih guru" ucap Li Yuan yang kini bisa merasakan kekuatan gurunya.


Sejak menjadi muridnya baru kali ini ia bisa merasakan kekuatan gurunya yang kini ia rasakan berada di bawahnya.


"Sepertinya aku sudah tidak pantas menjadi guru mu lagi, kekuatan yang kau miliki sudah berada jauh di atasku" ucap Yuan Zang sambil tersenyum.


"Guru adalah guru, sampai kapanpun guru akan tetap menjadi guruku" sahut Li Yuan dengan penuh hormat.


"Selama kau berlatih, aku merasakan kekacauan terjadi di Wilayah Timur. Selain itu aku juga merasakan jika kekuatan Dewi Penguasa Malam sudah sirna, hal ini menandakan bahwa kekuatannya sudah diserap oleh Yaoguai" ucap Yuan Zang.


Li Yuan tersentak kaget, sebelumnya ia tidak sempat berurusan lebih jauh dengan Dewi Penguasa Malam yang memiliki tubuh Jia Hien. Wanita yang memiliki sejarah tali perjodohan dengan dirinya.


Jia Hien sosok wanita pertama yang membuat Li Yuan jengkel, wanita itu juga yang sempat membuatnya untuk membuka hati namun karena obsesinya yang berlebihan membuat dirinya jatuh ke lembah kenistaan.


"Terimakasih atas informasinya guru, secepatnya aku akan menuju Wilayah Timur untuk menghentikan kekacauan" ucap Li Yuan penuh tekad.


"Selama kau pergi aku akan tetap di sini untuk menjaga segala kemungkinan, tetapi kau bisa membawa Naga Bumi untuk membantumu" ujar gurunya.


"Baik guru, aku akan segera bersiap" jawab Li Yuan dengan hormat.


Setelah mengatakan seperti itu Li Yuan kembali ke kediamannya untuk berpamitan kepada keluarganya, serta memberi tahukan tentang peristiwa yang baru saja ia ketahui.


"Hao'er, Yin'er aku akan pergi ke Kota Nanguan. Saat ini di sana tengah terjadi kekacauan, semoga kehadiranku belum terlambat" ucap Li Yuan dengan tergesa-gesa.


"Hati-hatilah, kami akan menunggumu" ucap keduanya.


"Aku pasti akan kembali, selama aku pergi kalian jangan meninggalkan tempat ini kecuali atas sepengetahuan guruku" ucap Li Yuan yang mengkhawatirkan keselamatan keduanya wanitanya.

__ADS_1


"Baik Yuan Gege" jawab keduanya dengan patuh.


__ADS_2