
"Tuan Li, tolong maafkan aku atas kekurang ajaran murid-muridku terhadap mu" ucap Tetua Jiu Riu dengan tulus.
"Tidak apa-apa, mereka semua masih kerabatku. Hanya saja, mereka telah salah paham" balas Li Dan tampak tenang.
"Li Dan bagaimana kabarmu" tanya Tetua Jia Fu yang juga hadir pada saat itu.
"Baik, bahkan sejak semalam aku tidak bisa tidur menunggu kedatangan dirimu" ucap Li Dan sambil tersenyum.
Mendapatkan perlakuan masih seperti biasanya, membuat Tetua Jia Fu bernapas lega. Ia khawatir jika sahabatnya itu akan tersinggung.
"Ayo semua, kita sarapan dahulu. Kami sudah menyiapkannya untuk kalian semua" ucap Li Dan dengan antusias.
"Kemajuanmu benar-benar luar biasa" puji Jia Fu sambil memandang sahabatnya itu.
"Semua ini berkat anak itu, ia tidak mau kedua orang tuanya hidup menderita" ucap Li Dan sambil mengangkat kedua bahunya.
Sebelum mereka semua memasuki kediaman Li Dan, Tetua Jiu Riu memandang para muridnya dengan tatapan dingin.
"Li Ming! segera kamu panggil orang tuamu serta orang tua dari saudara-saudaramu. Jika tidak, maka kamu dan yang lainnya takkan pernah bisa mengatakan kata menyesal" ucap Tetua Jiu Riu.
Seketika, tubuh Li Ming gemetar. Dahinya sudah bercucuran keringat. Jika gurunya sudah berkata demikian, maka tidak ada kata tidak dia harus melakukannya. Tanpa menunggu lebih lama, Li Ming bergegas menuju kediamannya. Sementara saudara-saudaranya masih berlutut dan tidak berani mengangkat kepala.
Li Dan hanya bisa menggelengkan kepala menyaksikan hal tersebut, ia tidak menghiraukan orang-orang dari keluarga Li lainnya. Selama mereka tidak bertindak di luar batas, maka Li Dan masih bisa bersikap kooperatif, tetapi jika mereka sudah melewati batas tentu Li Dan akan mengambil sikap yang tegas.
Pada saat ini mereka berada di ruang makan keluarga Li Dan, menikmati sajian yang telah disiapkan oleh pelayan di rumah Li Dan. Tampak juga kehadiran Li Baojia dan Tetua Mo Cau di ruang makan keluarga. Melihat keberadaan kedua orang itu, Tetua Jiu Riu dan Tetua Jia Fu saling pandang, mereka cukup terkejut dengan kekuatan seorang pemuda diantara mereka.
"Perkenalkan, ini adalah Tetua Mo Cau dan Li Baojia" ucap Li Dan yang menyadari situasi canggung.
__ADS_1
"Salam para Tetua" ucap Mo Cau dan Li Baojia secara bersamaan.
"Mereka berdua adalah anggota baru keluarga Li kami, merekalah yang selalu menjaga keluarga kami" ucap Li Dan
Tidak lama kemudian mereka selesai sarapan pagi, dalam kondisi yang santai Tetua Jia Fu meminta waktu secara khusus kepada sahabatnya itu.
"Li Dan, tolong maafkan aku. Tentang putriku, sebelumnya aku sudah memperingatinya berulang kali" ucap Tetua Jia Fu sedikit canggung.
"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Semua itu hanya hal sederhana, namun memang berada dalam waktu yang sulit" ujar Li Dan dengan tersenyum.
"Terimakasih atas pengertianmu" balas Jia Fu dengan tersenyum. Kini perasannya menjadi jauh lebih baik setelah ia membicarakan sesuatu yang selama ini mengganjal. Bahkan akibat masalah ini, ia sedikit mengalami kendala saat menjalani kultivasi tertutup beberapa hari terakhir.
"Dari mana kamu mendapatkan dua orang pengawal tadi?" tanya Jia Fu yang mulai mengganti topik pembicaraan.
"Tetua Mo Cau adalah orang yang pertama kali dikenalkan oleh Li Yuan sebelum berangkat ke Sekte. Sementara Li Baojia dibawa oleh Li Yuan saat ia pulang dari petualangannya" ucap Li Dan dengan santai.
"Anak itu memang luar biasa, aku tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Benar-benar anak yang sangat berbakti, putriku benar-benar sangat bodoh" ucap Jia Fu dengan wajah sembab.
"Kami sedang menyiapkan tempat di Ibukota Qinghai. Sebelum Li Yuan kembali ke Sekte, ia meminta kami untuk bersiap dan mulai mengembangkan Klan Li di Ibukota" ucap Li Dan menyampaikan rencana keluarganya.
"Benarkah? Bagus sekali jika demikian. Kebetulan, kedatangan kami juga berhubungan dengan hal tersebut. Ketua Sekte sudah memberikan perintah sepenuhnya untuk mendukung keluargamu" kata Jia Fu dengan penuh semangat.
"Atas dasar apa? Bukankah selama ini Sekte tidak mau terlibat dalam urusan Klan" ucap Li Dan dengan ekspresi heran.
"Keadaan saat ini sudah jauh berbeda, cobalah kamu perhatikan kekuatanku?" ucap Jia Fu sambil mengeluarkan aura yang sama dengan Li Baojia.
"Kekuatanmu meningkat sangat pesat, selamat" ucap Li Dan tulus.
__ADS_1
"Hahaha.. Semua karena putramu yang sangat luar biasa itu. Tidak cuma aku, bahkan semua petinggi Sekte dibuat seperti ini" ujar Jia Fu sambil menarik kembali aura kekuatannya.
"Bahkan saat ini Patriark Bao Xiong dan Tetua Bao Zi masih dalam kondisi tertutupnya" lanjut Jia Fu.
"Anak itu memang selalu luar biasa" ucap Li Dan dengan mata berkaca-kaca.
"Ngomong-ngomong kapan kalian mulai menuju Ibukota?" tanya Jia Fu.
Kemungkin dalam satu tahun ke depan, semuanya butuh persiapan yang matang" ucap Li Dan dengan tenang.
Tiba-tiba di halaman luar, terdengar suara kedatangan orang-orang dari Klan Li lainnya. Mereka adalah Patriark Klan Li dan para Tetua yang selama ini berada di barisannya.
"Salam Tetua Jiu" ucap orang-orang dari Klan Li yang baru saja tiba.
Merasakan kekuatan Tetua Jiu Riu membuat mereka yang baru hadir menjadi gemetaran. Sementara dari jarak yang tidak terlalu jauh dua kekuatan yang lebih besar menatap tajam ke arah Patriark Li dan yang lainnya. Bulu kuduk mereka berdiri dan merasakan kengerian.
"Apakah kalian semua orang tua dari Li Ming dan yang lainnya?" tanya Tetua Jiu Riu dengan tegas tanpa berbasa-basi.
"Ya, benar" ucap Patriark Li Cuan diikuti oleh anggota keluarga yang lainnya.
"Aku hanya mengatakan ini sekali dan takkan mengulanginya. Mulai saat ini keluarga Li Dan berada di bawah perlindungan Sekte Laohu, siapapun yang bersebrangan dengan keluarga Li Dan maka sama saja menyinggung Sekte Laohu dan dapat aku pastikan kemusnahan orang itu" ucap Tetua Jia Fu dengan suara yang datar namun penuh dengan aura penekanan.
Seperti mendengar petir di siang bolong, berita ini langsung membuat tubuh Patriark Li Cuan gemetaran menahan takut. Mereka semua saling pandang lalu memusatkan tatapannya kepada Patriark Li Cuan.
"Kami tidak berani menyinggung keluarga Li Dan, dan mulai saat ini juga aku dan yang lainnya akan mengikuti keluarga Li Dan tanpa syarat" ucap Li Cuan dengan suara yang ketakutan.
"Hmm.. Kamu cukup cerdas, tahu dimana harus maju dan harus berhenti. Ke depannya jangan pernah berbuat masalah dan jadilah orang yang lebih bijak" ucap Tetua Jiu Riu sambil menatap ke arah Li Ming dan yang lainnya.
__ADS_1
Kejadian ini, tentu tidak lepas dari pengamatan Fang Yin yang sudah mencoba mencari tahu tentang keberadaan Klan Li dan hubungannya dengan kedatangan para Tetua Sekte Laohu. Fang Yin akhirnya bisa menyimpulkan bahwa kedatangan dua orang Tetua Sekte Laohu untuk Klan Li. Mereka berniat menyatukan Klan Li yang selama ini terpecah menjadi dua kubu. Karena kedekatan Li Dan dengan Tetua Jia Fu maka Klan Li dipimpin oleh Li Dan.
"Menarik, sepertinya Sekte Laohu akan membentuk sebuah aliansi bisnis melalui Klan Li" gumam Fang Yin dalam hati.